Pengertian dan Jenis Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif

Diposting pada

Jika kalian mendengar kata bakteri pasti akan langsung terpikir tentang hal atau sesuatu yang buruk atau membuat tubuh kita sakit. Namun, apakah kalian tahu apa itu bakteri sebenarnya? Dan dimana sajakan kita dapat menemukan bakteri?

Pengertian dan Jenis Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif
Pengertian dan Jenis Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif

Bakteri adalah mirkroorganisme bersel satu prokariotik yang hidup bebas dan dapat ditemukan di beberapa lingkungan seperti di udara, tanah, debu, air, serta dalam tubuh makhluk hidup hewan, tumbuhan bahkan manusia.

Nama bakteri sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yaitu bacterion yang berarti batang kecil. Namun, bakteri tidak dapat kita lihat dengan mata telanjang tapi harus dengan alat bantu yaitu mikroskop.

Menurut warnanya, bakteri dibedakan menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif. Pada kesempatan ini, anda akan kami jelaskan tentang bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.

Baca Juga : Cara Mengukur Pertumbuhan Bakteri

Pengertian Bakteri Gram Positif

Bakteri gram positif adalah bakteri yang dinding selnya menyerap warna violet dan memiliki lapisan peptidoglika yang tebal. Bakteri gram positif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Dinding sel bersifat homogen dan memiliki ketebalan 20-80 nm. Sebagian besar dinding sel tersusun dari peptidoglikan dan sebagian sel lainnya tersusun dari polisakarida lain dan asam teikoat.
  • Memiliki bentuk sel yang bulat atau batang (filamen).
  • Cara berkembang biak bakteri gram positif yaitu dengan membelah diri
  • Memiliki metabolism
  • Untuk bergerak, bakteri ini kebanyakan nonmotile. Bila memiliki motile maka tipe falgelanya adalah petritrikus.

Jenis Bakteri Gram Positif

1. Clostiridium Tetani

Bakteri Clostiridium Tetani memiliki ciri dengan bentuk batang lurus, langsing, memiliki ukuran 2-5 mikron, lebar 0,4-05 mikron dan dapat bergerak.

Bakteri Clostiridium Tetani termasuk ke dalam gram positif anaerob berspora, membentuk exotoxin yang disebut dengan tetanospasmin (tetanus spasmin) yang jika dikeluarkan membentuk tetanospasmin dan tetanolisin.

Bakteri ini resisten tergadap phenol dan zat kimia lain. Saat kalian mengalami tetanus, hal tersebut disebabkan oleh bakteri clostiridium tetani yang didukung oleh adanya luka dengan cara penanganan yang salah.

2. Bacillus Cereus

Bakteri bacillus careus dikenal sebagai bakteri yang menyebabkan keracunan pada makanan yang ditemukan sejak tahun 1955.

Selain termasu dalam bakteri gram positif, bakteri ini dapat menggunakan oksigen namun juga dapat menghasilkan energi secara anaerobic yang disebut dengan aerob fakultatif fan juga dapat membentuk spora atau endospora.

Bakteri ini lebih tahan terhadap panas kering daripada panas lembab sehingga dapat bertahan lama pada produk yang kering. Bacillus cereus memiliki batang yang besar dan spora yang tidak membengkakkan sporagiumnya.

3. Staphylococcus Aureus

Bakteri jenis ini merupakan bakteri yang dapat menghasilkan pigmen kuning, bersifat aerob fakultatif, tidak menghasilkan spora maupun motil.

Umumnya, bakteri ini tumbuh berpasangan atau berkelompok dengan diameter 0,8-1,0 nm. Bakteri ini tumbuh dapat tumbuh optimal pada suhu 37oC dengan waktu pembelahan 0,47 jam dan merupakan microflora normal pada manusia.

4. Clostridium Perfringens

Selain bakteri bacillus, bakteri ini juga dapat menyebabkan keracunan makanan dan membentuk spora. Karakteristif bakteri ini adalah non-motil (tidak bergerak), sebagian besar memiliki kapsul polisakarida dan dapat memproduksi asam dari laktosa.

Bakteri ini dapat kita temukan di makanan mentah terutama daging dan ayam karena terkontaminasi dengan tanah atau tinja. Saat bersporulasi dalam usus manusia, sebagian bakteri ini menghasilkan enteroksin.

Pengertian Bakteri Gram Negatif

Pada tahun 1884, Hans Christian Gram yang merupakan seorang dokter dari Jerman mengembangkan teknik pembedaan jenis bakteri yang didasari dari ketebalan lapisan peptidoglikan pada dinding sel dengan system pewarnaan.

Saat melakukan penelitian, bakteri ini diberi warna dengan zat warna violet dan yodium setelah itu dicuci dengan alcohol dan diwarnai lagi dengan warna merah.

Hasil kesimpulan yang didapatnya yaitu jika bakteri menunjukkan warna ungu, maka bakteri tersebut disebut sebagai bakteri gram positif sedangkan jika bakteri tersebut menunjukkan warna merah maka bakteri tersebut masuk dalam kelompok bakteri gram negatif.

Namun ada juga bakteri yang berubah dari positif ke negatif seiring berjalannya waktu yang disebut dengan Gram variabel.

Contohnya adalah bakteri yang tergolong dalam family Bacillaceae. Dan apakah kalian sadar dari nama pembagian nama bakteri tadi terdapat nama penemunya yaitu “Gram”.

Bakteri gram negatif adalah bakteri yang dinding selnya menyerap warna merah dan memiliki lapisan peptidoglika yang tipis. Lapisan peptidoglika bakteri ini terletak di ruang peplasmik antara membran plasma dengan membran luar.

Bakteri gram negatif inilah yang banyak menyebabkan penyakit karena memiliki sifat pathogen yang lebih berbahaya dari bakteri Gram positif yang disebabkan karena membrane luar pada dinding selnya dapat melindungi bakteri dan system pertahanan inang dan menghalangi masuknya obat-obat antibiotik. Senyawa lipopolisakarida pada membrane luar bakteri Gram negative dapat bersifat toksik (racun) pada inang.

Bakteri gram negatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Memiliki sitoplasmic membran.
  • Kurang rentang terhadap senyawa penisilin.
  • Struktur dinding sel tipis yaitu sekitas 10-15 mm yang multilayer atau berjumlah 3 lapis. Lapisan tersebut yaitu membran luar (Outer Membrane), lapisan tengah yang merupakan dinding sel atau lapisan murein dan membrane plasma dalam.
  • Tidak resisten terhadap gangguan fisik
  • Dinding sel memiliki banyak kandungan lemak yaitu sekitar 11-12.

Jenis Bakteri Gram Positif

Terdapat empat jenis bakteri gram positif yang harus kita ketahui, diantaranya :

  • Aeruginosa
  • Azotobacter
  • Influenza
  • Rhizobium Leguminosarum

Demikian pembahasan mengenai Pengertian dan Jenis Bakteri Gram Negatif, semoga ulasan sederhana diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua.

Baca Juga : Perbedaan Sel Eukariotik dan Sel Prokariotik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *