7 Cara Budidaya Tanaman Anggrek Terbukti Berhasil

Diposting pada

Tahukah Anda bagaimana Cara Budidaya Tanaman Anggrek? Anggrek termasuk jenis bunga abadi, yang mana keberadaannya tak lekang oleh masa.

7 Cara Budidaya Tanaman Anggrek Dengan Media Arang
7 Cara Budidaya Tanaman Anggrek Dengan Media Arang

Itu sebabnya, bunga anggrek masih rutin dibudidayakan untuk berbagai keperluan. Caranya cukup mudah, karena hanya bermodalkan media arang, bunga anggrek sudah bisa ditanam.

Sebagai bunga hias, anggrek punya banyak spesies, dan tiap jenisnya menawarkan keunikan sendiri.

Atas dasar tersebut, banyak yang kemudian mencari cara budidaya tanaman anggrek sendiri melalui media tanam arang. Ini mudah, karena bisa dilakukan di rumah di lahan yang sempit.

Satu yang harus dipahami, karena merupakan tanaman budidaya, diperlukan sikap sabar dan telaten untuk bisa menghasilkan bunga anggrek yang berkualitas baik.

Jenis-jenis Anggrek Berdasarkan Sifat Hidupnya

Berdasarkan atas sifat hidupnya tanaman anggrek dikelompokan menjadi 3 jenis, yaitu :

1. Anggrek Ephytis

Ketahuilah bahwa jenis anggrek ini hidup dengan cara menumpang pada tanaman lainnya. Secara umum tanaman yang menjadi tempat hidupnya adalah tanaman-tanaman besar yang mempunyai batang.

Walaupun hidupnya menumpang ditanaman lainnya namun tanaman anggrek ini sama sekali tidak merugikan tanaman tersebut.

Cara ia menumpang yakni dengan menempel pada kulit batang dengan menggunakan akar yang Ia miliki. cara untuk mendapatkan makanan yakni melaluyi akar gantung yang dimilikinya.

2. Anggrek Semi Ephytis

Sebenarnya jenis anggrek yang satu ini hampir mirip dengan anggrek ephytis yakni ia juga menumpang kepada tanaman lainnya.

Hanya saja yang membedakannya ialah anggrek semi ephytis sama sekali tidak memiliki akar gantung atau akar udara. Sehingga cara untuk mencari makan yakni dengan menggunakan akar sejatinya yang menyerap unsur dari pohon yang ditinggalinya.

3. Anggrek Terrestris

Nah, sedangkan jenis anggrek yang satu ini biasanya disebut sebagai anggrek tanah. Mengapa demikian? jawabannya sudah jelas dong karena memang hidup ditanah dan tidak hidup dengan cara menumpang tanaman lainnya.

Syarat Tumbuh Tanaman Anggrek

Untuk budidaya tanaman anggrek hal pertama yang harus diperhatikan adalah syarat tumbuhnya. Berikut adalah syarat tumbuh tanaman anggrek yang harus Anda pelajari :

1. Sinar Matahari

Syarat tumbuh yang pertama adalah penyinaran matahari. Tanaman ini akan tumbuh baik apabila ditanam didaerah yang memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup dan memiliki suhu sekitar 14 hingga 36 derajat celcius.

Tentunya setiap anggrek memiliki lama penyinaran matahari yang berbeda-beda tergantung dari jenisnya.

Untuk senis anggrek Vanda, Renanthera dan Arachnis setidaknya membutuhkan sinar matahari secara langsung. Sedangkan untuk jenis Ancedium, Dendrobium dan Cattleya tidak membutuhkan sinar matahari langsung.

Jenis yang lainnya seperti Phaphiopedilum dan Phalaenopsis memiliki habitat didaerah yang teduh seperti teras atau halaman rumah.

2. Kelembaban Udara

Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah masalah kelembaban atau kadar uap air yang berada di daerah penanaman anggrek.

Untuk menjaga pertumbuhan anggrek tetap baik tentunya Anda harus menjaga tinggat kelembaban. Tanaman ini tidak akan tumbuh baik bila ditanam didaerah daerah yang basah hal ini dikarenakan anggrek tidak akan mampu hidup pada daerah tersebut.

Tanaman ini akan tumbuh baik pada daerah daerah yang relatif kering. Yang perlu dilakukan oleh pemiliknya adalah selalu rajin dalam menyiram untuk menjaga keseimbangan kelembaban didaerah sekitarnya.

3. Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat dalam sistem budidaya anggrek juga harus diperhatikan. berbeda jenis tentunya akan berbeda pula ketinggian tempat yang optimum, misalkan pada jenis  anggrek Vanda dan Arachnis akan baik ditanam pada ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sedangkan untuk jenis Anggrek Dendrobium, Oncidium atau Cattleya akan baik ditanam pada ketinggian 500 sampai 1000 mdpl. Serta anggrek Cymbidium dan anggrek Miltonia baik apabila ditanam dengan ketinggian di atas 1001 mdpl.

Cara Budidaya Tanaman Anggrek

Paling tidak ada beberapa langkah yang bisa dilakukan supaya budidaya anggrek tumbuh dengan baik.

1. Memilih Bibit

Langkah pertama yaitu memilih bibit bunga anggrek yang akan dibudidaya. Dalam ha ini, tentukan juga jenis bunga anggrek seperti apa yang akan dibudidaya.

Tapi banyak yang mememberi rekomendasi agar memilih bunga anggrek jenis anggrek dendrobium atau anggrek bulan.

Alasanya, dua jenis bunga anggrek tersebut lebih banyak diminati para pecinta bunga dan punya nilai jual tinggi.

Supaya tingkat keberhasilan budidaya tanaman anggrek makin tinggi, sebaiknya pilih bibit kompot. Selain unggul dalam aspek ukuran, tingkat keberhasilan saat dipindah juga sangat tinggi.

Setidaknya ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi saat memilih bibit bunga anggrek kompot.

  • Pilih bibit yang bagian akarnya tak keluar dari pot untuk menghindari akar busuk.
  • Lihat kondisi akar keseluruhan.
  • Pilih bibit dengan daun lebar dan panjang.
  • Bibit sehat daunnya akan berwarna hijau cerah.
  • Daun tidak berlubang.
  • Batang atau cabang tidak memiliki luka.
  • Beli bibit di tempat yang jelas.
  • Tidak terpapar penyakit dan hama.
  • Cari tahu asal mula bibit.

2. Bahan dan Alat

Langkah berikutnya yaitu menyiapkan bahan dan alat yang nantinya diperlukan untuk menanam bibit kompot.

Ini penting supaya proses penanaman berjalan baik sehingga bibit tak akan layu atau bahkan mati sebelum dipindah. Bahan dan alat yang harus ada seperti:

  • Bibik bunga anggrek kompot.
  • Fungisida dan insektisida.
  • Pupuk yang berbahan nitrogen tinggi.
  • Lokasi budidaya.
  • Arang kayu dan batu bata.
  • Pot berbahan genteng.

3. Proses Aklimatisasi dan Penanaman

Jika bahan dan alat sudah tersedia, langkah berikutnya yaitu menanam bunga. Proses penanaman ini biasa disebut dengan aklimatisasi (penyesuaian). Pada prosesnya, bibit bunga anggrek dipindahkan ke media tanam lain berupa pot dengan ukuran lebih besar.

Langkah aklimatisasi sebagai berikut:

  • Media tanam harus disiapkan dengan diisi pecahan batu bata steril (bisa direbus lebih dulu) ke dalam pot berbahan genteng.
  • Pecahan bata diletakkan di 1/3 bagian pot sebagai pemberat agar pot tidak gampang jatuh.
  • Selain batu bata, arang juga harus direbus lebih dulu.
  • Masukkan arang hingga hampir memenuhi pot.
  • Kalau arang ukurannya terlalu besar, sebaiknya pecah hingga kecil.
  • Ambil bibit anggrek dari kompot tapi jangan sampai akarnya rusak.
  • Rendam bibit dengan fungisida sekitar 15-20 menit.
  • Keringkan bibit lalu tanamkan pada pot.
  • Proses penanaman sebaiknya pada sore hari supaya peluang keberhasilan meningkat.
  • Tanamkan anggrek secara tegak lurus hingga akarnya terpendam semua.
  • Biarkan selama 3-5 hari tanpa perlu menyiram.

4. Perawatan dan Penyiraman

Setelah masa tanam berumur lima hari, penyiraman baru boleh dilakukan tiap pagi dan sore. Penyiraman sebaiknya memakai alat penyemprot.

Pada musim kemarau, penyiraman bisa ditambah frekuensinya. Untuk musim penghujan, baiknya kurangi frekuensi semprotan agar agar tidak busuk.

5. Pemupukan Bunga

Proses pemupukan sebaiknya diberikan dengan cara disemprot memakai pupuk cair. Pupuk yang disemprotkan pertama kali harus mengandung nitrogen tinggi. (Baca : Cara Membuat Pupuk Organik Cair)

Pupuk sebaiknya disemprotkan pada area daun. Jika pupuk sudah diberikan, penyiraman dengan air tak perlu diberikan lagi.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Tiap tanaman pasti punya hama dan penyakit masing-masing, termasuk tanaman budidaya anggrek. Khusus bunga anggrek, hanya dan penyakit yang menyerang bahkan sangat bervariasi.

Tapi di antara semua hama dan penyakit, busuk daun dan busuk akar paling sering menyerang anggrek.

Dua penyakit tersebut paling sering terjadi saat musim hujan yang kemudian meningkatkan kadar air dan kelembaban lebih tinggi.

Pengendalian hama dan penyakit bunga anggrek yaitu dengan menyemprot bakterisida dan fungisida untuk mengatasi bakteri dan jamur yang menyebabkan busuk.

7. Masa Panen Bunga Anggrek

Dari mulai ditanam sampai anggrek mengeluarkan bunga, paling tidak memerlukan waktu sampai satu tahun.

Untuk tahap awal, bunga anggrek umumnya menghasilkan bunga dalam jumlah sedikit. Baru pada masa berbunga selanjutnya anggrek akan menghasilkan bunga lebih banyak.

Khusus jenis anggrek dendrobium, bunga yang dihasilkan bisa bertahan lebih lama daripada anggrek anggrek phalaenopsis dan anggrek bulan.

Saat bunga muncul dan sudah mekar sempurna, bunga lalu gugur sendiri. Pada musim selanjutnya, bunga baru akan muncul kembali dengan jumlah lebih banyak.

KESIMPULAN 

Sebelum menanam tanaman anggrek Anda harus memastikan terlebih dahulu jenis anggreknya karena beda jenis akan beda pula cara penangannya.

Lokasi dimana Anda menanam juga menjadi salah satu faktor yang sangat penting bagi keberhasilan menanam anggrek, hal ini berkaitan tentang sinam matahari yang diterima, kelembaban, ketinggian tempat dan juga penyakit tanaman yang menterang.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Anggrek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.