8 Cara Budidaya Tanaman Bawang Daun (Panduan Lengkap)

Diposting pada

Berbeda dengan tanaman bawang putih dan bawang merah yang bisa dimanfaatkan umbinya. Tanaman bawang daun justru digunakan daunnya sebagai hasil panen. Bawang daun memiliki aroma yang khas dan biasanya digunakan sebagai pelengkap sebuah masakan atau makanan.

8 Cara Budidaya Tanaman Bawang Daun (Panduan Lengkap)
8 Cara Budidaya Tanaman Bawang Daun (Panduan Lengkap)

Di Indonesia sendiri ada tiga macam bawang daun yang termasuk dalam kelompok (Liliaceae) yaitu:

  • Kucai yang memiliki nama latin (Allium schoercoprasum) dengan ciri-ciri ukuran daunya kecil panjang dan memiliki rongga di dalamnya. Warnanya hijau dan umbinya berukuran kecil.
  • Bawang bakung atau bawang semprong (Allium fistulosum) mempunyai ciri-ciri daunnya bulat panjang dengan rongga yang bentuknya seperti pipa dan kadang-kadang berumbi.
  • Bawang prei atau leek mempunyai nama latin ( Allium porum L). Ciri-cirinya memiliki daun yang lebih lebar, bentuknya panjang seperti pelepah dan bagian dalam daun berbentuk pipih.

Syarat Tumbuh Tanaman Bawang Daun

1. Iklim

Dalam proses penanaman bawang daun harus diperhatikan kondisi iklim sebuah tempat. Iklim tersebut berkaitan dengan keadaan cuaca yang ada pada lokasi budidaya tanaman bawang daun tersebut.

Untuk tanaman daun bawang sendiri cocok ditanam pada tempat atau lokasi yang mempunyai suhu 18 sampai 25 derajat celcius dan mempunyai curah hujan 150-200 mm/per tahunnya.

2. Media Tanam

Hal lain yang harus diperhatikan dalam budidaya tanaman bawang daun adalah media tanam yaitu jenis tanah yang cocok untuk menanan bawang daun tersebut.

Ada dua jenis tanah yang cocok digunakan dan diolah sebagai media tanam bawang daun yakni tanah Andosol atau jenis tanah bekas lahan gunung berapi dan juga tanah lempung yang berpasir.

Tanaman bawang daun juga cocok ditanam pada media lahan atau tanah dengan pH netral yakni (6,5-7,5).

3. Ketinggian Tempat

Tanaman bawang daun umumnya cocok tumbuh baik di dataran rendah ataupun di dataran tinggi yang mempunyai ketinggian 250 hingga 1500 meter di atas permukaan laut. Meskipun, di dataran rendah sendiri bibit atau tunas anakan bawang daun tidak begitu banyak.

Cara Budidaya Tanaman Bawang Daun

Cara budidaya tanaman bawang daun meamng tidak terlalu sulit seperti menanam bawang pada umumnya. penjelasan lengkapnya simak dibawah ini :

1. Pemilihan Bibit

Pada dasarnya benih atau bibit bawang daun dapat diperbanyak jumlahnya dengan dua cara yaitu generatif dan vegetatif.

Pembibitan secara generatif adalah dengan menggunakan biji yang bisa dibeli di toko-toko pertanian. Saat menggunakan cara ini sangat diperlukan ketekunan dan ketelitian, apabila tidak sesuai langkah, maka bibit tidak akan tumbuh dengan sempurna.

Langkah yang perlu dilakukan adalah yang pertama membuat bedengan atau gundukan tanah dengan ukuran lebar 100 sampai 120 cm, sedangkan panjangnya bisa disesuaikan dengan kondisi lahan atau lokasi penanaman.

Jika sudah membuat bedengan, selanjutnya lahan tersebut ditaburi pupuk kandang. Buat lubang juga dengan membentuk alur melintang pada bedengan dengan kedalaman kurang lebih 1 cm dan jarak antar alur lubang sekitar 10 cm.

Taburi biji daun bawang secara merata pada alur yang telah dibuat. Kemudian, tutup dengan menggunakan karung basah atau daun pisang hingga muncul kecambah. Setelah berumur dua bulan barulah bisa dibuka penutup alurnya.

Pembibitan secara vegetatif didapat dari tunas anakan tanaman bawang daun yang telah tumbuh.

Yang pertama adalah pilih tanaman bawang daun dari rumpun yang sehat, segar, tidak sedang terserang hama penyakit dan juga bagus pertumbuhannya serta sudah berusia 2,5 bulan.

Setelah sudah menemukan rumpunnya, pilah dan pisahkan hingga menjadi beberapa bagian. Setiap bagiannya terdiri dari satu hingga 3 batang bawang daun.

Langkah terakhir setelah dipilah bisa ditanam pada media tanam, apabila belum siap ditanam bisa disimpan dahulu kurang lebih paling lama dalam waktu satu minggu.

2. Tahap Persemaian

Bibit atau benih bawang daun yang berasal dari stek tunas bisa langsung ditanam di lahan, tetapi sebelumnya harus dikurangi terlebih dahulu perakarannya guna mengurangi efek penguapan.

Apabila menggunakan benih berupa biji harus disemai terlebih dahulu. Untuk media semainya berupa campuran pupuk kandang dan tanah gembur dengan perbandingan (1:1). Kemudian biji tersebut disebar merata dan ditutup dengan lapisan tanah yang tipis tebalnya 0,5-1 cm serta disiram air secukupnya.

Selanjutnya, bibit yang berasal dari biji baru siap ditanam ke lahan apabila sudah mempunyai 2 hingga 3 helai daun muda.

3. Pengolahan Media Tanam

Langkah awal untuk budidaya tanaman bawang daun adalah penyiapan lahan sebagai media tanam. Setelah lahan sudah disiapkan, kemudian dicangkul dengan kedalaman kurang lebih 30-40 cm dan diberi tambahan pupuk kandang.

Pemberian pupuk kandang dilakukan sebab tanaman bawang daun membutuhkan tanah yang gembur sebagai pertumbuhannya.

Setelah itu, persiapkan bedengan dengan lebar 1 hingga 1,2 m dengan panjang atau luasnya sesuai dengan kondisi lahan yang dibutuhkan.

Buatlah drainase atau sistem irigasi pengairan/ serupa dengan parit dengan ukuran jarak sekat antara bedengan yang satu dengan yang lain dibuat dengan kedalaman 30 cm dan lebar 30 cm atau bisa juga dengan jarak kedalaman 50 cm.

Hal ini sangat berguna agar sitem drainase lancar terutama pada saat musim hujan, sebab tanaman bawang daun tidak bisa tumbuh atau kurang menyukai adanya genangan air. Setelah pembuatan bedengan dan sistem drainase, kemudian buatlah ukuran jarak tanam seperti berikut yaitu 20 cm x 25 cm, 25 cm x 25 cm atau 20 cm x 30 cm.

Jangan lupa untuk melakukan pengecekan kadar pH tanah pada bedengan. Kadar pH yang diinginkan oleh tanaman bawang daun adalah 6,5 hingga 7,5. Apabila kadar keasaman tanah atau lahan tersebut kurang dari pH yang diinginkan, maka lakukan proses pengapuran terlebih dahulu dengan menggunakan delimit.

4. Teknik Penanaman

Cara menanam bawang daun dilakukan dengan cara membuat lubang tanam kecil dengan jarak antar lubang sebesar 40 cm.

Kemudian bibit atau tunas anakan ditanam dengan posisi tegak lurus dan jangan lupa ditimbun dengan tanah kembali serta disiram dengan air secukupnya.

Waktu penanaman bibit bawang daun paling tepat pada pagi hari atau sore hari dimana cahaya matahari bersinar tidak terlalu terik. Hal ini agar suhu udara dan laju respirasi tidak begitu tinggi.

5. Pemeliharaan

Proses pemeliharaan tanaman bawang daun meliputi :

  • Penyiangan

Proses penyiangan gulma dilakukan bersama dengan pendangiran atau proses penggemburan tanah yang mengalami pemadatan.

  • Penimbunan

Pangkal batang ditimbun agar menghasilkan warna putih pada batang semu bawang daun. Ciri bawang daun yang memiliki kualitas bagus adalah batang semunya berwarna putih dan memiliki panjang sekitar 1/3 dari keseluruhan tanaman.

Batang semu yang memiliki warna putih rasanya akan lebih enak dibandingkan yang berwarna hijau. Proses penimbunan batang ini baiknya dilakukan secara bertahap agar terhindar dari pembusukan batang dan daun terutama ketika tanaman tersebut masih muda.

  • Penyiraman

Penyiraman tanaman bawang daun harus dilakukan apabila pada saat terjadi musim kemarau. Karena tanaman bawang daun juga membutuhkan air untuk proses pertumbuhannya.

Pada saat musim penghujan mungkin proses penyiraman tidak perlu dilakukan, tetapi yang harus benar-benar diperhatikan adalah drainasenya agar tidak terjadi genangan air pada lahan.

  • Pemupukan

Proses pemupukan berupa pupuk kandang diberikan pada saat dilakukan proses pengolahan tanah dengan dosis kurang lebih 10-15 ton /hektar.

Pupuk lain yang bisa digunakan adalah pupuk Urea dengan dosis 200kg/ha dan diberikan sebanyak dua kali. Yang pertama pada saat tanamab berumur 22 hari sebanyak setengah dosis dan sisanya saat tanaman bawang daun berusia 42 hari.

Pupuk dengan jenis SP 36 dan KCL diberikan selama dua kali dengan dosis pemupukan pertama 50 kg dan KCL 50 kg. Kemudian pemupukan tahap kedua yakni SP 36 sebanyak 50 kg dan KCL 25 kg.

Prosesnya dilakukan dengan cara membuat larikan kurang lebih jaraknya 5 cm di kiri dan kanan batang. Setelah itu, taburi pupuk pada larikan dan timbun kembali dengan tanah.

6. Hama

Jenis hama yang banyak ditemukan pada tanaman bawang daun antara lain:

  • Agrotis sp adalah hama yang bisa menyebabkan batang terpotong dan putus sehingga tanaman daun bawang akan mati.
  • Spodoptera exigua adalah ulat bawang yang biasanya memakan daun dari tanaman bawang daun.
  • Thrips tabaci adalah hama yang menghisap cairan daun.

Pengendalian untuk hama ulat bawang dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan kelompok telur dan kemudian memusnahkannya.

Jika menggunakan pestisida harus dilakukan secara benar mulai dari pemilihan jenis pestisida, dosis yang digunakan, volume penyemprotan, cara menggunakan dan interval waktu penggunaanya.

7. Penyakit

Jenis penyakit yang umum menyerang tanaman bawang daun adalah Erwinia carotovora. Gejala yang dialami berypa busuk lunak, basah dan keluar bau tidak enak pada tanaman bawang daun. Penyakit yang lain yaitu Alternaria porri yang menyebabkan daun muncul bercak ungu.

Cara mencegah penyakit tersebut adalah dengan pergiliran tanaman guna memutus siklus hidup penyakit. Selain itu bisa juga dilakukan sanitasi lahan agar lahan tidak dalam kondisi lembab. Pasalnya, kondisi lahan yang kotor dan juga lembab bisa menjadi tempat berkembang biaknya penyakit dengan cepat.

8. Panen dan Pasca Panen

Proses hasil panen tanaman bawang daun saat usianya sekitar dua bulan setengah sejak ditanam atau memasuki umur 5 bulan saat bibit disemai. Hasilnya bisa mencapai antara 7 hingga 5 ton per hektar.

Ciri bawang daun yang siap dipanen adalah junlah rumpunnya banyak, tekstur daunnya keras apabila ditekan dengan tangan dan sebagain daunnya sudah ada yang menguning.

Cara memanennya dengan mencabut seluruh bagian tanaman termasuk akar. Buanglah akar dan daun yang terlihat busuk atau layu.

Apabila tanaman bawang daun ingin ditanam kembali sebagai benih pada budidaya selanjutnya, maka perlu dilakukan proses penyortiran tunas anakan yang sehat dan bagus pertumbuhannya.

Proses pemilihan secara sederhana untuk memilah rumpun yang berdaun besar dengan rumpun yang berdaun kecil. Cara mengikat rumpun bawang daun dilakukan dengan terlebih dahulu memberi alas pada bagian luar rumpun agar ikatan tersebut tidak langsung mengenai rumpunnya.

Bawang daun tidak bisa disimpan terlalu lama, oleh karena itu harus segera dipasarkan ke tangan konsumen agar kualitas bawang daun tersebut masih segar dan terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *