6 Cara Budidaya Tanaman Nangka (Lengkap)

Diposting pada

Nangka, tanaman yang memiliki kulit mirip dengan buah durian, termasuk buah dengan rasa manis yang khas. Meskipun tanaman ini banyak ditemukan di Indonesia, tetapi kenyataannya tanaman ini bukanlah asli dari Indonesia. India adalah negara yang tepatnya menjadi asal usul nangka.

6 Cara Budidaya Tanaman Nangka (Lengkap)
6 Cara Budidaya Tanaman Nangka (Lengkap)

Bermula dari India, kini tanaman yang dijuluki jack fruit dalam bahasa Ingggris ini, sudah menyebar hampir ke seluruh dataran Asia, terutama Asia Tenggara.

Misalnya saja, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Hanya saja, kondisi buah dari nangka yang memang tidak bisa tahan lama, membuatnya cukup susah jika harus diekspor ke dataran Eropa.

Berbicara masalah manfaat, tanaman nangka hampir seluruhnya bisa dimanfaatkan. Mulai dari buahnya yang tentunya dapat disantap secara langsung atau diolah dengan makanan lain.

Bijinya pun bahkan bisa dikonsumsi dengan cara direbus. Lalu, buah nangka yang muda juga bisa disantap sebagai sayuran yang banyak digemari. Tak lupa, bagian batang dari pohon nangka bisa berfungsi sebagai bahan untuk perkakas atau meubel.

Dalam hal jenisnya, tanaman nangka dibedakan menurut jenis buahnya dan ukurannya. Jika menurut daging buahnya, ada tiga macam nangka yaitu nangka salak, nangka bubur, dan nangka cempedak. Sedangkan, jika menurut ukurannya, nangka dibagi menjadi dua yaitu nangka besar dan kecil.

Akan tetapi, di Indonesia jenis atau varietas dari nangka ternyata terbagi menjadi berbagai macam lagi seperti nangka dulang, nangka celeng, nangka merah, nangka kunir, nangka mini, dan lain sebagainya.

Banyaknya macam nangka tersebut, maka tidak mustahil untuk budidaya tanaman nangka mulai dari sekarang, karena untuk mencari bibitnya pun tidak akan terlalu susah.

Syarat Tumbuh Tanaman Nangka

Umumnya, setiap tanaman yang akan dibudiayakan setidaknya harus memenuhi kriteria atau syarat tumbuh tanaman nangka. Pada tanaman nangka, syarat tumbuhnya meliputi iklim dan tanah (media tanam). Penjelasan lebih lanjut tentang dua syarat tadi adalah sebagai berikut.

1. Iklim

Iklim berperan penting dalam pertumbuhan tanaman nangka. Iklim ini berhubungan dengan kondisi cuaca, suhu, curah hujan, dan lainnya.

Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman nangka berkisar dari 16-31 °C. Kemudian, kelembaban udaranya yang dibutuhkan oleh nangka cukup tinggi.

Curah hujan per tahunnya untuk tanaman nangka sekitar 1500-2500 mm. Akan tetapi, tanaman nangka juga bisa hidup pada musik kemarau lebih dari 4 bulanan.

Dikarenakan hal ini, tanaman nangka juga membutuhkan sinar matahari cukup banyak untuk kebutuhan fotosintesisnya.

2. Tanah / Media Tanam

Sebenarnya, tanaman nangka bisa hidup pada tanah yang kering ataupun gembur. Namun, tanaman ini akan lebih bagus dalam hal pertumbuhan, jika ditanam pada tanah liat yang berpasir atau berlempung.

Tanaman nangka juga dapat tumbuh baik pada dataran rendah atau tinggi dengan tingkat ketinggian maksimal 1300 mdpl.

Untuk pH tanah yang sesuai dengan pertumbuhan angka biasanya sekitar 6-7. pH atau tingkat keasaman tanah menjadi hal yang tidak boleh diabaikan, dikarenakan hal ini juga akan menentukan kualitas tumbuhnya buah tanaman.

Perlu diketahui juga jika akan dari tanaman nangka ini termasuk tumbuh sangat dalam, sehingga usahakan untuk memilih tanah yang lapisannya cukup tebal.

Cara Budidaya Tanaman Nangka

Tak jauh beda dengan tanaman pada umumnya, cara budidaya tanaman nangka juga melalui tahapan-tahapan yang saling berurutan.

Tahapan tersebut bermula dari proses pembibian, penyemaian bibit, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, dan masa panen.

1. Pembibitan Tanaman Nangka

Pembibitan tanaman nangka sebenarnya dapat dilakukan dengan cara cangkok dan biji. Namun, untuk lebih efektif dan menghasilkan hasil budidaya yang baik, pembibitan dengan biji lebih disarankan. Ini dikarenakan budidaya dengan cangkok diketahui tidak begitu membuahkan hasil yang baik.

Pembibitan Tanaman Nangka
Pembibitan Tanaman Nangka

Dalam menentukan bibit yang bagus, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan oleh petani tanaman nangka. Bibit dengan kualitas yang bagus umumnya didapatkan dari tanaman dengan kondisi batang, daun, dan buah yang sehat. Sehingga, dapat dikatakan jika pohon nangka yang bagus pastinya menghasilkan biji yang bagus pula.

Sebelum biji nangka disemaikan, biji tersebut harus dicuci dengan air mengalir. Bagian kulit dari biji yang memiliki tekstur berlending pun harus dibuang.

Setelah itu, usahakan biji nangka tidak sampai mengering karena akan mempengaruhi kualitas perkecambahan biji.

2. Penyemaian Bibit Tanaman Nangka

Proses menyemai bibit nangka bisa dilakukan dengan media polybag dan dianjurkan tempat peyemaian harus terjangkau oleh sinar matahari. Mengingat biji semai tanaman nangka membutuhkan sekitar 60% intensitas cahaya matahari.

Pengairan juga perlu dilakukan pada biji semai secara rutin sekali sehari pada waktu pagi hari. Begitu juga saat biji semai akan mulai dipindahkan ke lahan yang lebih luas untuk menghindari tanaman mengalami kekeringan.

3. Persiapan Lahan Tanam

Sembari menunggu pertumbuhan biji semai tanaman nangka, alangkah baiknya jika sambil mempersiapkan lahan tanam.

Persiapan lahan ini mencangkup beberapa tahapan, dimulai dari proses penggemburan tanah, pembentukan bedengan, pengapuran, dan pemupukan.

Pertama, lahan yang akan ditanami tanaman nangka haruslah dalam kondisi bersih bebas dari gulma. Serta, tanah harus dalam kondisi gembur. Untuk itu, tanah terlebih dulu dibajak atau dicangkul.

Melangkah ke proses selanjutnya adalah pembuatan bedengan. Bedengan dibuat dengan ukuran yang relatif, namun umumnya adalah sekitar 5 x 1 m atau 10 x 1. Untuk tinggi bedengan sendiri paling tidak sekitar 15 cm dan jarak yang dianjurkan antar bedengan adalah sekitar 0,45 m.

Tak lupa pula jalur pengontrolan tanaman juga harus dibuat untuk memudahkan petani dalam mengecek pertumbuhan nangka. Selain itu, lahan juga membutuhkan yang namanya saluran pengairan untuk mecegah terjadinya genangan berlebih pada permukaan tanah.

Kemudian, pH tanah yang ternyata tidak sesuai dengan syarat tumbuh tanaman, harus diberikan kapur pertanian. Misalkan saja, pH tanah berada dikisaran kurang dari 5, maka pemberian kapur sangat dianjurkan.

Sebaliknya, jika kondisi tanah ternyata mempunyai pH diatas nilai 7, maka pemberian belerang lebih dianjurkan. Kadar kapur pertanian atau belerang menyesuaikan ukuran lahan.

Terakhir, sebelum tanah siap untuk ditanami, lubang tanam harus terlebih dulu dibuat dan dilakukan pemupukan pada lubang tersebut. Jenis pupuk yang cocok untuk proses ini merupakan pupuk kadang.

Proses pemberiannya diusahakan dilakukan pada 3 minggu sebelum tanaman akan ditanam. Kemudian, seminggu sebelum penanaman juga diperlukan pemberian pupuk NPK sebanyak 100 gram pada setiap lubangnya.

4. Penanaman Tanaman Nangka

Pada tahapan penanaman tanaman nangka, waktu yang paling tepat adalah saat musim hujan, sehingga penyiraman tidak perlu dilakukan secara berlebih. Sementara itu, jika proses penanaman ternyata dilakukan pada saat musim kemarau, maka proses pengairan harus diperhatikan lebih.

Pemindahan bibit semai ke lahan harus dikerjakan dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya kerusakan tanaman.

Kriteria bibit semai yang boleh dipindahkan ke lahan yang lebih luas adalah bibit yang berusia 1 hingga 1,5 bulan. Lalu, ukuran tanamannya sudah setinggi 70 cm.

5. Pemeliharaan Tanaman Nangka

Pada tahapan pemeliharaan, ada beberapa langkah yang sekiranya perlu untuk dilakukan. Semua langkah-langah tersebut akan diuraikan lebih lanjut pada penjelasan di bawah ini.

  • Penyulaman

Proses ini dianjurkan untuk dilakukan dengan tujuan menggantikan tanaman yang ternyata tidak tumbuh dengan baik.

Usahakan agar proses ini dilakukan pada saat tanaman masih dalam tahun pertama atau kedua pertumbuhan, tepatnya pada musim penghujan.

  • Penyiangan

Penyiangan jika didefinisikan merupakan proses untuk membasmi tanaman pengganggu yang tumbuh di sekitar tanaman nangka.

Umumnya, pada langkah pemeliharaan ini dianjurkan untuk dilakukan pada saat usia tanaman sekitar 1-2 bulan. Langkah ini juga harus dilanjutkan secara rutin setidaknya 2 hingga 4 bulan sekali dalam 2 hingga 3 tahun.

Dalam tekniknya, penyiangan terbagi menjadi dua yaitu secara manual dan kimiawi. Jika dilakukan secara manual, maka tanaman pengganggu dengan radius 1 meter di sekitar tanaman nangka bisa dicabuti.

Sedangkan, dengan cara kimiawi menggunaka larutan herbisida sebanyak 1,5 liter untuk 600 liter air, ini berlaku untuk 1 hektar tanah.

  • Pemupukan

Pemupukan yang dimaksud di sini merupakan pemupukan susulan setelah pemupukan yang dilakukan sebelum proses tanam. Pertama, pemberian pupuk diberikan saat tanaman menginjak usia satu minggu dari masa tanam dengan pupuk NPK sebesar 100 gram untuk setiap tanaman.

Kedua, proses pemupukan dilakukan saat tanaman menginjak usia 6 bulan setelah masa tanaman. Pupuk yang diberikan juga sama yaitu pupuk NPK sebesar 150 gram untuk setiap tanaman.

Selanjutnya, untuk proses pemupukan dilakukan saat tanaman menginjak usia 1 tahun atau 12 bulan sebesar 200 gram pupuk NPK untuk setiap tanaman.

Pada proses pemupukan keempat, pupuk diberikan saat usia tanaman menginjak usia 18 bulan sebanyak 250 gram NPK untuk setiap tanaman. Kelima, pempupukan diberikan saat usia tanaman mencapai 24 bulan dengan dosis pupuk NPK sebesar 300 gram untuk setiap tanamannya.

Jika tanaman tumbuh pada tanah dengan kondisi kurang subur, serta tanaman tersebut ternyata telah berbunga, maka pupuk organik sebanyak 650 gram perlu untuk diberikan juga. Aada pula tambahan pupuk daun untuk pertumbuhan daun yang lebih sehat. Pemberian pupuk daun dilakukan rutin setiap 2 minggu hingga tanaman berusia 17 bulan.

  • Pengairan

Sanitasi yang baik menjadi salah satu faktor pertumbuhan tanaman nangka. Tanaman ini membutuhkan cukup pengairan, akan tetapi tidak menyukai tanah dengan kondisi yang menggenang. Sehingga, pengairan tidak perlu dilakukan berlebihan dan cukup rutin setiap sehari sekali.

  • Pengendalian Hama dan Penyakit

Ada banyak macam hama yang biasanya menyerang tanaman nangka. Jenis-jenis tersebut antara lain, ulat pengerek pucuk, kumbang belalai coklat, kumbang bersayap selaput, larva lalat buah, dan beberapa hama lainnya.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nangka
Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Nangka

Setiap jenis hama tadi pastinya memiliki penanganan yang berbeda. Namun, secara umum penyemprotan insektisida menjadi andalan banyak petani.

Jenis insektisida yang disemprotkan pun juga menyesuaikan jenis hama yang akan dibasmi. Pada ulat pengerek pucuk, jenis insektisida yang ampuh adalah insektisida Thiodan 35 EC atau insektisida dengan bahan aktif karboril atau Sevin 85 S.

Jenis penyakit yang umumnya menyerang tanaman nangka disebabkan oleh adanya jamur. Adalah bakteri mati bujang, serangan busuk akar, dan busuk batang.

Secara umum, penyakit ini akan menyerang pada musim penghujan mengingat jamur memang mudah sekali berkembang biak pada masa tersebut.

Dalam hal mengatasi penyakit akibat jamur tadi, pemotongan bagian tanaman yang terkena penyakit dan pemupukan rutin sesuai penjelasan di atas, bisa meminimalisir terjadinya penyakit dan membantu pertumbuhan tanaman supaya lebih optimal.

6. Panen Tanaman Nangka

Panen Tanaman Nangka
Panen Tanaman Nangka

Panen merupakan proses untuk mengambil atau memetik buah yang sudah masak. Ada beberapa ciri yang menandakan jika tanaman nangka sudah matang.

  • Apabila buah dipukul-pukul memunculkan suara nyaring.
  • Ada bau harum yang menyerbak dari buah.
  • Kulit buahnya nampak seperti pecah. Keempat, duri dari buah akan lebih lunak. Kelima, warna kulit buahnya akan menjadi kecoklatan.

Kemudian, dalam pemotongan buahnya, dilakukan dengan alat pemotong yang tajam pada bagian tangkainya. Usia tanaman nangka untuk berbuah juga bisa dibilang tidak cepat, dikarenakan pada tanaman nangka besar biasanya akan berbuah saat usianya 5-10 tahun. Sedangkan, pada tanaman dengan buah kecil, tanaman akan mulai berbuah pada usia 2 tahun.

Meskipun, membutuhkan waktu yang lama untuk berbuah, namun dengan rasa yang nikmat menjadikan proses menunggu berbuah ini tak akan sia-sia.

Di pasaran pun permintaan akan buah nangka juga cukup tinggi terutama saat musim tanaman ini berbuah. Sehingga, cara budidaya tanaman nangka pastinya tidak akan merugikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *