6 Cara Budidaya Tanaman Pepaya California Untuk Pemula

Diposting pada

Pepaya california menjadi primadona buah di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Rasa yang manis, serta daging buah yang tebal, menjadi alasan utama mengapa pepaya  jenis ini banyak diminati.

6 Cara Budidaya Tanaman Pepaya California Untuk Pemula
6 Cara Budidaya Tanaman Pepaya California Untuk Pemula

Tak hanya sedap untuk disantap, penampakan kulit buah yang mulus, dengan daging buah berwarna merah cerah dan berlubang seperti bintang, juga menjadi daya tarik utama varietas ini.

Dengan demikian, buah ini pun dengan mudah memasuki pasar menengah ke atas dan dapat kita temui di supermarket.

Sedangkan dari sudut pandang petani, budidaya tanaman ini juga memiliki prospek menjanjikan karena resiko gagal panen yang relatif kecil, tanaman cepat berbuah dan daya simpan yang lebih lama. Pohon pepaya california termasuk kerdil, dengan tinggi tanaman sekitar 1,5 hingga 2 meter.

Berbeda dengan namanya, tanaman pepaya california ternyata tidak berasal dari California. Varietas pepaya yang satu ini asli dari Indonesia, lebih tepatnya merupakan hasil dari Pusat Kajian Hortikultutal Tropika Institur Pertanian Bogor.

Buah hasil rekayasa genetika ini diresmikan oleh Menteri Pertanian pada tahun 2010. Nama asli varietas ini adalah pepaya Callina, namun pedagang sering menyebutnya pepaya California untuk meningkatkan nilai jual buah.

Syarat Tumbuh Tanaman Pepaya California

Untuk bisa mendapatkan hasil panen yang optimal, berikut adalah syarat tumbuh tanaman pepaya yang perlu diperhatikan dalam budidaya tanaman pepaya california.

  • Ketinggian Tempat

Tanaman pepaya california bisa tumbuh optimal di dataran rendah, dengan maksimal ketinggian 700 mdpl.

  • Kondisi Tanah

Tanah yang cocok untuk budidaya pepaya california adalah tanah yang subuh dan sedikit berpasir. Level keasaman atau pH tanah yang mendukung berkisar pada 6 sampai 7 atau netral. Apabila tanah terlalu asam, kita bisa menggunakan kapur pertanian atau dolomite untuk menurunkan kadar keasaman tanah.

  • Cuaca

Suhu optimal untuk budidaya pepaya california adalah sekitar 23-30 derajat celsius. Curah hujan yang mendukung berkisar 1000 hingga 2000 mm setiap tahunnya, dengan kelembaban udara sekitar 40%.

Cara Budidaya Tanaman Pepaya California

Cara budidaya tanaman pepaya california dimulai dari tahap persiapan bibit, persiapan lahan, penanaman, perawatan, panen hingga pasca panen.

Kita bisa menikmati hasil panen sekitar 7-9 bulan setelah masa penanaman, dengan masa produktif tanaman sekitar 4 tahun.

1. Tahap Persiapan Bibit Pepaya California

Bibit tanaman pepaya california bisa didapat dari cara generatif atau persemaian biji buah. Pertama-tama, pilih buah yang matang pohon dan berkualitas baik, di mana pohonnya sendiri juga tahan hama.

Tahap Persiapan Bibit Pepaya California
Tahap Persiapan Bibit Pepaya California

Rendam biji-biji tersebut dalam air hangat dengan suhu sekitar 40 derejat celsius selama 5 menit. Kemudian ganti dengan air dingin dan biarkan selama 24 hingga 36 jam.

Rendam kembali dalam air hangat selama 2 menit. Lalu ambil biji yang tenggelam ke dasar air. Biji yang mengambang bisa dibuang.

Biji yang terpilih tadi selanjutnya bisa diperam di dalam kertas koran atau kain basah selama satu minggu. Jaga kelembaban kertas atau kain tersebut dengan baik dengan menyemprotkan air secara berkala.

Tempatkan di tempat yang gelap atau masukkan dalam plastik hitam untuk mempercepat perkecambahan. Simpan di tempat yang hangat, dengan suhu sekitar 30 hingga 40 serajat celsius. Biji yang diperam tersebut nantinya akan mengeluarkan tunas dan perakaran, setidaknya dalam 15 hari.

Sembari menunggu perkecambahan, kita bisa mempersiapkan media tanam untuk persemaiannya. Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah halus dengan pupuk kompos, dengan perbandingan 1:1. Media tanam ini kemudian dibiarkan selama satu minggu terlebih dahulu, lalu diletakkan di dalam polybag berukuran 10×15 cm.

Biji yang telah siap atau berumur 15 hari tadi kita pindahkan dalam polybag media tanam. Timbun biji dengan sedikit media tanam setebal 1 cm.

Sirami setiap hari untuk menjaga kelembaban media tanam dan letakkan polybag di tempat yang terkena sinar matahari tidak langsung.

Berikan garam sebagai pupuk tambahan untuk meningkatkan kadar kalium pada tanah. Setiap seminggu sekali, semprotkan campuran air, fungisida, insektisida dan pupuk majemuk agar bibit bisa tumbuh optimal.

Setelah berusia 1 hingga 1,5 bulan, tanaman bisa dipindahkan ke lahan yang lebih besar. Ciri bibit yang telah siap ditanam diantaranya adalah memiliki setidaknya lima daun dan tinggi batang sekitar 30 cm, dengan batang kokoh yang tumbuh lurus ke atas.

2. Tahap Persiapan Lahan Pepaya California

Lahan untuk budidaya pepayaCalifornia perlu dipersiapkan dengan baik untuk menunjang tumbuh kembang tanaman secara optimal.

Pertama-tama, lakukan penggemburan tanah dengan menggunakan cangkul, sembari membersihkan tanaman liar, sisa tanaman sebelumnya, serta bebatuan. Cangkul lahan sampai degan kedalaman 20-30 cm untuk meratakan unsur hara dalam tanah.

Selanjutnya buat lubang tanam dengan diameter 50 cm, di mana setiap lubang tanam diberi jarak 2,5 x 2,5 meter. Jarak antar tanaman ini akan mempermudah petani dalam melakukan kontrol pada tanaman.

Tanah hasil galian tadi dicampur dengan pupuk kandang atau pupuk kompos. Biarkan lubang tanam terbuka selama 1-2 minggu untuk mengurangi kesaman dan kandungan air dalam tanah, serta meminimalisir zat merugikan dalam tanah. Tutup kembali lubang dengan menggunakan tanah campuran pupuk tadi.

Apabila jumlah tanaman yang akan dibudidayakan cukup banyak, maka sebaiknya kita membuat bedengan. Bedengan ini juga berfungsi sebagai sistem drainase sehingga menghindari timbulnya genangan air.

3. Tahap Penanaman Pepaya California

Sebelum ditanam di lahan terbuka, terlebih dahulu kita melakukan sortir terhadap bibit-bibit tanaman hasil persemaian.

Jangan gunakan bibit yang pertumbuhannya kurang baik, terserang hama, maupun penyakit. Bibit pun tidak perlu ditanam seluruhnya, melainkan disisakan 25% sebagai persediaan untuk penyulaman nantinya.

Sehari sebelum penanaman, aliri lahan terlebih dahulu agar cukup basah. Di hari penanaman, buat lubang dengan ukuran 10×10 cm dengan kedalaman sekitar 30 cm. Ambil bibit yang telah dipilih, dan buka plastik polybag-nya dengan hati-hati, menggunakan pisau atau gunting yang tajam.

Minimalisir goncangan dan usahakan media tanam pada akar tetap menempel. Hal ini akan membantu bibit untuk beradaptasi di lahan yang baru.

Pindahkan bibit ke lubang tanam yang telah dipersiapkan dan timbun dengan sedikit tanah di atasnya. Padatkan tanah di sekitarnya dengan ditekan-tekan menggunakan tangan agar tanaman tidak roboh, lalu segera lakukan penyiraman.

Penanaman ini sebaiknya dilakukan di sore hari. Dalam satu hektar lahan bisa kita tanami dengan 1200 hingga 1500 bibit tanaman.

4. Tahap Perawatan Pepaya California

Berikut tahap perawatan untuk memastikan bibit tanaman tumbuh dengan optimal :

  • Penyiraman

Lakukan penyiraman secara rutin agar tanaman tidak mengalami kekeringan. Penyiraman dilakukan setiap hari terutama untuk tanaman muda berusia kurang dari satu bulan.

Namun jangan lakukan secara berlebihan, mengingat genangan air bisa menyebabkan batang tanaman menjadi busuk.

Genangan air juga berpengaruh pada kualitas buah yang dihasilkan. Jika penanaman dilakukan di musim kemarau, sebaiknya berikan jerami kering di atas lahan untuk membantu menjaga kelembaban tanah

  • Pemupukan Lanjutan

Pemupukan lanjutan bisa mulai dilakukan satu minggu setelah penanaman, dengan menggunakan 40 kg pupuk kandang per pohonnya. Ketika menginjak usia dua minggu, beri pupuk NPK sebanyak 200 gram setiap pohonnya.

Selanjutnya pemupukan  tanaman pepaya california bisa diakukan setiap tiga bulan dengan memberikan 500 gram pupuk NPK dan 40 kg pupuk kandang untuk tiap pohonnya. Ketika tanaman telah menghasilkan buah, kita bisa mulai memberikan pupuk KCL.

  • Pemangkasan Tanaman

Lakukan pemangkasan untuk menghilangkan dahan yang rusak maupun mati. Tujuan dilakukan pemangkasan adalah agar tanaman bisa tumbuh dengan optimal dan meghindari penyebaran hama penyakit.

  • Pengendalian Hama & Penyakit

Hama yang dapat kita temukan di tanaman pepaya california diantaranya aadalah kutu daun (Myzuz persocae) dan tungau merah  (Tetranychus sp). Ada pula hama aphid yang menghisap semua cairan pada daun muda. Hama jenis ini bisa dikendalikan melalui penyemprotan pestisida curacron, mesurol dan akarisida.

Sedangkan hama kutu putih dapat dikendalikan dengan menggunakan regent, bestox, dan pestisida akothion secara bergantian.

Untuk penyakit yang bisa menyerang tanaman ini adalah penyakit antraknose atau cacar buah, penyakit phytophtora pasasitiaca, penyakit bacterium pepaya, penyakit mosaic pepaya dan penyakit bercak cincin. Biasanya penyakit ini muncul pasa saat musim penghujan, dengan menyerang daun, akar, batang, bahkan buah.

Untuk mencegahnya, lakukan penyemprotan pestisida setiap 10-14 hari sekali. Semprotan pestisida ini juga bisa dicampurkan dengan pupuk majemuk untuk mendorong pertumbuhan batang, daun dan buah.

Pemberian pupuk kompos pada saat menghadapi hama penyakit juga diperlukan untuk memperkuat daya tahan tanaman.

Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kebersihan lahan tempat menanam. Misalkan apabila lahan masih mengandung sisa bonggol tanaman sebelumnya. Hal ini bisa mengundang tumbuhnya jamur dan mengganggu pertumbuhan bibit tanaman.

5. Tahap Panen Pepaya California

Setelah tanaman memasuki usia 3 bulan biasanya tanaman telah mulai berbunga. Sedangkan pada 7-9 bulan umumnya tanaman telah menghasilkan buah yang bisa dipanen.

Tahap Panen Pepaya California
Tahap Panen Pepaya California

Panen bisa dilakukan selama 4 kali dalam sebulan, dengan masa produktif pohon pepaya california bisa mencapai 4 tahun.

Dalam sekali panen, setiap pohonnya bisa menghasilkan 2-3 buah, dan setiap hektarnya bisa menghasilkan 1,9 hingga 3,6 ton buah. Bobot per buahnya sendiri berkisar 0,8 sampai 1,5 kg.

Ciri buah yang masak adalah semburat kulit buah yang berwarna kuning kemerahan di sekitar tangkai atau sekitar 25% di ujung buah. Jika akan dikirimkan ke daerah yang jauh, sebaiknya panen buah dalam keadaan kurang masak, atau buah yang semburan kuningnya kurang dari 25% dari luas permukaan buah.

Buah yang telah siap panen dipotong tangkainya dengan menggunakan pisau yang tajam, atau gunting pangkas. Lakukan dengn hati-hati untuk menghindari luka pada kulit buah ataupun bonyok karena benturan.

Daya tarik utama pepaya california adalah kulit buah yang mulus, sehingga aspek ini antinya akan sangat berpengaruh pada nilai jual buah.

6. Perawatan Pasca Panen Pepaya California

Setelah dipanen, letakkan buah di tempat yang teduh. Lalu lakukan penyortiran buah untuk memisahkan buah yang kurang sempurna, ataupun buah yang cacat karena tanda bercak jamur. Sistem sortir ini juga berguna untuk memisahka buah berdasarkan berat dan tingkat kematangannya.

Buah yang disimpan harus dibungkus dengan koran untuk melindungi kulit buah. Kotak atau peti wadah penyimpanan juga harus dilapisi dengan koran atau jerami kering untuk meminimalisir gesekan.

Apabila akan disimpan dalam waktu yang lama, pastikan ruangan penyimpanan memiliki sistem sirkulasi udara yang baik. Daya simpan buahnya sendiri bisa mencapai 5 hari tanpa bahan pengawet.

Nah bagaimana? Semoga dengan adanya artikel mengenai 6 Cara Budidaya Tanaman Pepaya California Untuk Pemula bisa dimanfaatkan dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *