6 Cara Budidaya Tomat Dalam Pot

Diposting pada

Cara Budidaya Tomat Dalam Pot – Lewat berbagai manfaat yang diberikan, tomat dianggap sebagai salah satu buah atau sayuran dengan segudang manfaat untuk tubuh. Walau demikian, tomat tidak bisa asal dikonsumsi.

6 Cara Budidaya Tomat Dalam Pot
6 Cara Budidaya Tomat Dalam Pot

Bukan karena tidak boleh, tapi lebih karena proses pertumbuhannya yang kadang memakai banyak obat kimia.

Oleh karenanya, jika ingin mendapat tomat yang benar-benar bebas zat kimia, sebaiknya menanam tomat sendiri dalam pot.

Dengan demikian, kualitas tomat akan lebih terjamin karena merupakan hasil budidaya sendiri. Cara menanam tomat dengan pot cukup mudah, tak perlu lahan luas.

Hanya dengan media berupa pot, tomat bisa ditanam di mana saja, misalnya di samping rumah atau bahkan di dapur.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Tomat

6 Cara Budidaya Tomat Dalam Pot

Meski ditanam pada pot kecil sekalipun, buah yang dihasilkan juga cukup banyak. Tapi tentu saja jika proses penanaman dan perawaran dilakukan secara benar.

1. Memilih Bibit Tanaman Tomat

Untuk menghasilkan buah tomat yang baik, semua harus diawali dengan memilih bibit tanaman tomat yang baik.

Pada saat proses memilih, cari bibit yang bentuknya sempurna dan tidak punya cacat agar mampu menghasilkan buah tomat yang bebas penyakit juga berbuah banyak.

Saat pertama kali budidaya tomat, kesulitan biasanya muncul pada saat memilih jenis bibit yang tepat. Jika seperti demikian, datangi penjual bibit dan jangan malu bertanya.

Penjual bibit umumnya akan menyediakan bibit dengan kualitas tinggi, dibanding membuat bibit tomat sendiri.

Ada beberapa kriteria buah tomat yang baik, antara lain:

  • Biji tomat tenggelam saat direndam.
  • Biji berukuran besar.
  • Tidak ada luka atau cacat di biji.
  • Cari buah yang sudah matang.
  • Pilih yang berukuran besar.

2. Proses Penyemaian Biji Tomat

Jika sudah menemukan bibit tomat unggulan dengan karakter seperti di atas, langkah berikutnya yaitu menyemai biji.

Pada prosesnya, biji direndam air yang sudah lebih dulu diberikan campuran fungisida. Ini berfungsi untuk mencegah penyakit yang dibawa biji sekaligus mengatasi hama.

Setelah proses merendam selesai, tempatkan biji ke media penyemaian yang berasal dari campuran tanah dan pupuk dengan rasio perbandingan 1:1. Jangan lupa melubangi media semai sedalam 2-3 cm. dari sini, tempatkan bibit di dasar lubang lalu tutup.

Sebaiknya letakkan media semai yang jauh dari sinar matahari langsung dan tutup dengan plastik. Kecambah biasanya akan muncul seetelah tujuh hari masa penanaman, dan setelah 20 hari, pindah bibit tomat ke media lain. Jangan lupa bibit saat pagi dan sore hari secara rutin.

3. Siapkan Media Tanam Pot

Dari media penyemaian, bibit tomat kemudian dipindah ke media tanam yang dinginkan, bisa berupa pot atau yang lain.

Selain pot, media taman yang biasa dipakai yaitu polybag, dan jangan lupa sesuaikan dengan ukuran tomat. Letakkan satu bibit di tiap pot, jangan lebih.

Saat memilih media tanam berupa pot, pilih pot yang berbahan dasar tanah liat karena punya sirkulasi lebih baik dibanding jenis lain.

Pada tahap ini, media tanam yang dipakai berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk dengan rasio perbandingan setara, yaitu 1:1:1.

4. Proses Penanaman di Pot

Saat media tanam berupa pot sudah siap digunakan, bibit tanaman tomat yang sudah berumur 20 hari dipindahkan ke pot.

Satu yang penting yang harus diperhatikan, saat proses penanaman kembali ke media pot, perhatikan akar jangan sampai rusak.

Selain itu, saat proses pemindahan berlangsung, jangan buang tanah yang masih menempel pada akar tomat.

Akan lebih baik kalau semua tanah dari media tanam sebelumnya ikut dipindahkan semua ke media tanam baru. Ini penting untuk proses aklimatisasi bibit tomat.

5. Perawatan Bibit Tomat

Perawatan budidaya tomat yang menggunakan pot sebenarnya mudah dilakukan. Karena media pot cukup fleksibel, penularan penyakit lebih bisa dikontrol sehingga kesehatan tanaman terjaga.

Selalu pastikan agar media tanam pot selalu dalam keadaan basah atau lembab.

Perawatan bisa dilakukan dengan menyiram bibit tomat paling tidak dua kali sehari.

Tapi harap diperhatikan, jangan menyiram terlalu banyak karena bisa memicu busuk akar. Dalam kasus tanaman tomat layu atau bahkan mati, segera cabut agar tidak merembet ke yang lain.

6. Panen Buah Tomat

Jika dihitung dari proses pembibitan, tomat akan berbuah setelah tiga bulan lamanya. Tapi ini juga sangat bergantung pada jenis tomat yang dipilih, dan juga media tanam yang digunakan dalam pot. Tapi sebelum memanen tomat, lihat dulu beberapa ciri-cirinya.

Masa panen akan terlihat saat batang tanaman tomat menguning dan daun tampak mulai layu dan mengering.

Panen bisa diawali dengan mengambil buah yang sudah tampak matang di pohon, dan tinggalkan buah yang masih hijau untuk beberapa hari ke depan.

Sebagai gambaran, buah tomat matang secara bergantian, artinya tidak serentak. Waktu panen tomat sebaiknya dilakukan saat pagi atau sore hari.

Frekuensi panen biasanya dilakukan tiap 2-3 hari. Jangan terlalu pendek jangka waktunya, karena bisa merusak tanaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *