5 Cara Menanam Rumput Gajah Untuk Pemula

Diposting pada

Cara Menanam Rumput Gajah – Para petani di Indonesia banyak yang memiliki mata pencaharian ganda sebagai peternak. Lahan-lahan mereka banyak yang dibiarkan kosong, namun pada praktiknya masih bisa dimanfaatkan untuk ketersedian hijauan.

5 Cara Menanam Rumput Gajah Untuk Pemula
5 Cara Menanam Rumput Gajah Untuk Pemula

Lahan-lahan tersebut meliputi sekitar kandang, sekitar rumah, pematang sawah. Hijauan yang bisa Anda tanam bisa seperti jenis rumput unggulan yaitu rumput gajah, rumput raja dan rumput odot.

Tanaman jenis ini biasanya digunakan untuk pakan hijauan ternak untuk sapi, kambing, domba, kerbau, kuda dan lain-lain.

Rumput gajah atau dengan nama latin Pennisetum purpurium  merupakan jenis hijauan pakan ternak saat ini yang paling banyak dipilih karena berbagai macam varietasnya. Tanaman Rumput gajah dipilih karena merupakan jenis rumput yang tinggi produksinya.

Rumput gajah mempunyai kelebihan antara lain produksi tinggi, dapat mencapai 250 ton per hektar per tahun dengan kadar protein cukup tinggi, lebih tahan kering dan disukai oleh ternak.

Rumput gajah mempunyai beberapa macam varietas diantaranya adalah varietas Afrika, Hawai, Capricorn, Raja/King Grass, Lampung, Taiwan, dan lain-lain.

Rumput gajah tumbuh secara tegak lurus. Tinggi maksimal rumput ini dapat mencapai 7 m. Batangnya tebal dan keras, daunnya panjang, serta bentuk bunganya sekilas mirip es lilin.

Ramput gajah memiliki banyak kandungan gizi diantaranya adalah 34.2% serat kasar, 19.9% bahan kering, 10.2% protein kasar, 11.7% abu, dan 1.6% lemak.

Selain untuk pakan ternak, sekarang ini juga banyak petani yang sengaja menanam tanaman rumput gajah untuk dijual kembali dengan alasan karena semakin tingginya kebutuhan akan pakan ternak sementara keadaan rumput di lapangan semakin berkurang.

Baca Juga : Cara Stek Pohon Asam Jawa

Sehingga, Anda bisa memanfaatkan peluang ini sebagai usaha terutama bagi Anda yang masih memiliki lahan yang kosong.

5 Cara Menanam Rumput Gajah Untuk Pemula

Pada artikel ini akan membahas mengenai cara pembudidayaan rumput gajah, tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut:

1). Mempersiapkan Lahan

Menanam rumput gajah bisa dilakuan ditepi sawah atau galengan sebagai pagar tanaman utama atau di sawahnya. Tanaman pakan ternak menghendaki tanah yang gembur dan subur.

Tanah yang miskin hara sebaiknya dipupuk terlebih dahulu dengan pupuk kandang. Waktu pengolahan atau persiapan lahan sebaiknya pada akhir musim kemarau menjelang musim penghujan.

Walaupun rumput gajah bisa bertahan hidup di lahan yang kurang nutrisi termasuk unsur hara tanah, tetapi tumbuhan ini dapat tumbuh lebih baik apabila ditanam di lahan yang subur dan gembur.

Pada tahap ini, Anda bisa membersihkan lahan serta membajak atau mencangkulnya untuk membuat tanah menjadi gembur.

Pembersihan perlu dilakukan oleh Anda untuk mempersiapkan lahan yaitu dengan membuang bekas tanaman, semak belukar, dan alang-alang yang ada di area lahan. Setelah itu, Anda bisa mulai menaburkan pupuk kandang sesuai dengan ketentuan.

2). Penanaman Bibit

Ketika menjelang musim penghujan atau di akhir musim kemarau merupakan saat terbaik untuk melakukan penanaman rumput gajah.

Penanaman bibit rumput gajah dapat dilakukan dengan metode biji ataupun dengan perbanyakan secara vegetatif. Namun, secara umum, rumput gajah dapat dikembangbiakkan melalui biji, stek, dan sobekan rumpun.

Dibandingkan dengan biji, penanaman bibit menggunakan stek dan sobekan rumpun lebih mudah dikerjakan serta tanaman akan lebih cepat tumbuh besar.

Pada teknik sobekan rumpun, ambil 3-4 akar rumpun yang berukuran tidak terlalu kecil. Kemudian tanamkan rumpun tersebut dengan jarak 30 x 50 cm.

Sedangkan untuk teknik stek batang, Anda bisa memilih bakal bibit dari batang yang cukup tua dan memiliki mata ruas sekitar 2-3 buah. Tanamkan batang rumput gajah ini dengan posisi miring 30 derajat dan jarak penanaman 30 x 30 cm.

3). Pemupukan Susulan

Proses pemupukan susulan yang pertama bisa dilaksanakan ketika tumbuhan rumput gajah telah berusia sekitar 2-3 minggu. Pupuk yang digunakan berupa urea dan KCI dengan dosis sesuai anjuran.

Pemupukan berikutnya adalah pada saat tanaman berusia 2-3 minggu dihitung dari waktu pemanenan.

4). Pemeliharaan

Tanaman rumput gajah sebenarnya tidak diperlukan perawatan khusus. Untuk pemeliharaan secara berkala, Anda bisa mengerjakannya dengan menyulam serta menyiangi tanaman agar tumbuh sesuai dengan jalur tanamnya.

Proses pengairan juga perlu dikerjakan sebelum dilangsungkan pemupukan susulan, khususnya saat kondisi lahan terlalu kering. Rumput gajah yang dipelihara dengan benar dan sesuai akan mempunyai produktivitas yang lebih baik.

Panen

Secara umum, pemanenan rumput gajah yaitu saat berusia 40 hari atau sebelum tumbuhnya bunga.

Jika melewati umur tersebut, tanaman sudah menghasilkan bunga sehingga batangnya pun akan menjadi keras. Nilai gizi yang terkandung pada rumput yang terlalu tua ini juga sudah menurun.

Adapun proses pemanenannya dapat dilakukan dengan memotong ruas batang terbawah rumput gajah hingga menyisakan hanya setinggi 5-10 cm.

Demikianlah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk menanam rumput gajah. Kini, Anda bisa memanfaatkan lahan kosong Anda untuk sesuatu hal yang produktif seperti menanam rumput gajah yang nantinya bisa untuk pakan hewan ternak Anda atau dijual kembali.

Baca Juga : Mengapa Tanaman Cangkok Cepat Berbuah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *