4 Cara Perawatan Tanaman Kelapa Sawit Pada Lahan Gambut

Diposting pada

Cara Perawatan Tanaman Kelapa Sawit – Pemanfaatan lahan gambut untuk tanaman kelapa sawit telah banyak dilakukan oleh perusahaan dan petani karena kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik pada lahan gambut asalkan dikelola dengan baik.

4 Cara Perawatan Tanaman Kelapa Sawit Pada Lahan Gambut
4 Cara Perawatan Tanaman Kelapa Sawit Pada Lahan Gambut

Pengelolaan lahan gambut paling sedikit harus memerhatikan beberapa cara yang berbeda dengan tanah mineral seperti pembenahan fisik tanah,  manajemen air, pemupukan, dan pemilihan varietas.

Pembenahan fisik tanah dilakukan dengan memerhatikan ketebalah gambut. Paling baik kelapa sawit ditanam pada lahan gambut yang tipis yaitu ketebalannya kurang dari 50 cm.

Pada lahan gambut seperti itu perlakuan fisik tidak perlu dilakukan. Jika lahan gambutnya lebih dari 50 cm, maka gambut perlu dipadatkan agar gambut dapat menahan beban batang kelapa sawit sehingga tanaman kelapa sawit tidak condong.

Pemadatan dapat dilakukan dengan menggunakan alat berat pemadat tanah. Perlakuan lain yang dapat dilakukan agar tanaman tidak condong adalah dengan menambahkan tanah mineral pada lubang tanam kelapa sawit. Tanah mineral dicampur dengan tanah gambut di lubang tanam bibit kelapa sawit.

Manajemen air pada lahan gambut sangat penting untuk pengaturan air agar tanaman tidak tergenang atau kekurangan air.

Hal ini perlu dilakukan mengingat tanah gambut biasanya berada pada daerah yang rendah yang rawan banjir di musim hujan dan terjadi kekeringan di musim kemarau.

Gambut memiliki kapilaritas yang besar sehingga gambut cepat kering dan air tanah sulit naik ke atas sampai permukaan tanah.

Untuk menjaga tanah tetap lembab, maka pengaturan kedalaman muka air tanah menjadi kuncinya. Caranya dengan mempertahankan ketinggian muka air tanah pada saluran drainase.

Menjaga ketinggian muka air sekitar 60 cm  pada saluran drainase merupakan hal yang penting agar tanaman kelapa sawit tetap memperoleh air sepanjang tahun.

Pemasangan pintu-pintu air pada ujung saluran drainase menjadi sangat penting untuk mengatur ketinggian muka air pada saluran. Pada musim hujan pintu air dibuka dan pada musim kemarau pintu air ditutup rapat-rapat.

Di Asia salah satunya Indonesia, banyak sekali wilayah yang memiliki jenis lahan gambut dan kerap digunakan oleh petani untuk budidaya tanaman kelapa sawit. Untuk itu, mengetahui cara memupuk sawit di lahan gambut akan sangat membantu dan diperlukan.

Cara Perawatan Tanaman Kelapa Sawit Pada Lahan Gambut

Pemanfaatan lahan gambut ini juga digunakan oleh perusahaan kelapa sawit yang besar dan pastinya, hasil panen yang didapat juga sangat optimal. Berikut ini cara perawatan kepala sawit pada tanah gabut:

1. Pengolahan Lahan Gambut

Seperti yang dilakukan saat memupuk tanaman kelengkeng dengan garam, kita harus mengolah lahan tersebut terlebih dahulu agar dapat menghasilkan tanman kelapa sawit yang subur. Pengolahan tanag ini bisa dilakukan dengan pengukuran ketebalan gambut pada lahan tersebut.

Jika ketebalan gambut yang diukur hanya mencapai 50 cm, maka ini sudah bisa ditanami langsung bibit sawit tersebut.

Namun, jika ketebalan gambut yang diukur sudah melebihi dari 50 cm, maka perlu dilakukan pemadatan lahan agar bisa ditanami pohon kelapa sawit.

Untuk bisa melakukan pemadatan lahan dengan optimal, maka kita bisa menggunakan bantuan dari alat-alat berat yang akan mengolah lahan secara lebih baik.

Menambahkan lahan gambut dengan olahan tanah mineral juga baik bagi pertumbuhan bibit kelapa sawit nantinya. Ini akan meminimalisir tumbuhan yang tumbuh secara miring.

2. Pengelolaan Pengairan

Tidak hanya melakukan pengelolaan fisik lahan, pada lahan gambut kita juga mesti tahu bagaimana manajemen air yang diperlukan.

Hal ini dilakukan agar nantinya tanaman kelapa sawit tersebut tidak kebanyakan air ataupun tidak kekurangan air.

Biasanya, lahan gambut akan lebih mudah mengalami kebanjiran jika musim penghujan datang dan akan sangat kering jika musim kemarau berlangsung. jadi, manajemen air yang tepat akan membuat tanman di lahan tersebut tetap tumbuh dengan baik.

3. Frekuensi Pemupukan

Pemupukan akan dilakukan 2 hingga 3 kali dalam setahun. Frekuensi pemupukan ini akan sangat bergantung pada kondisi lahan dan bagaimana pertumbuhan dari kelapa sawit tersebut.

4. Teknik Pemupukan

Untuk masalah dosis pemupukan yang diperlukan maka akan sangat tergantung dari usia kelapa sawit tersebut. Dosis pupuk juga akan ditentukan berdasarkan kondisi tanman dan kondisi tanah yang ada di lahan gambut tersebut.

Untuk lebih jelasnya, berikut tata cara memupuk sawit di lahan gambut tersebut: rekomendasi pupuk yang gunakan adalah pupuk UREA atau pupuk ZA yang ditaburkan sekitar setinggi 30 cm dari bagian pangkal batang kela sawit. berikut adalah tata cara untuk pemupukan pada usia bibit sebulan.

  • Lakukan pemupukan menggunakan dolomit di sekitar tanaman.
  • Gunakan pupuk boron pada bagian pelepah dari daun kelapa sawit.
  • Lakukan pemupukan dalam selang waktu 2 minggu lamanya.

Mengetahui teknik dalam cara memupuk sawit di lahan gambut snagat diperlukan agar unsur hara tanah yang sedikit bisa dipenuhi dengan optimal.

Selalu sedikan dosis pupuk mikro dan makro yang sesuai agar tanaman di lahan gambut tetap subur seperti tanaman di lahan lainnya.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kelapa Sawit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *