Jenis dan Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Talas

Diposting pada

Jenis dan Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Talas – Tanaman talas merupakan salah satu tanaman yang mengandung banyak karbohidrat.

Jenis dan Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Talas
Jenis dan Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Talas

Talas dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti keripik, talas goreng, dan lain sebagainya. Budidaya tanaman talas sudah bukan menjadi hal yang asing lagi di Indonesia, sebab tanaman talas sebelumnya sudah banyak dibudidayakan.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Talas

Dalam proses budidayanya, tanaman talas tidak luput dari berbagai jenis hama dan penyakit yang mengganggu. Namun tidak perlu khawatir karena dari masing-masing hama dan penyakit tanaman talas tersebut dapat dikendalikan melalui beberapa cara berikut.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Talas

1. Serangga Aphis Gossyipii

Talas yang terserang oleh serangga ini ditandai dengan bentuk daun yang keriting, sebab serangga ini menyerang dengan cara menghisap bagian daun tanaman talas.

Serangga ini dapat mengeluarkan madu yang membuat semut berdatangan. Serangga ini tidak bisa hidup dalam kondisi lingkungan yang sangat dingin.

Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida (dimetoat dan carbaryl).

2. Ulat Heppotion Calerino

Ukuran dari hama ini sangat besar, dan sangat rakus. Hama jenis ini memakan keseluruhan dari helai daun talas. Apabila populasi ulat ini sangat tinggi,  maka dapat memakan hingga pelepah daun.

Akibatnya tanaman talas akan menjadi gundul. Pengendaliannya yaitu dengan memusnahkan ulat tersebut. Pemusnahan dapat dilanjutkan pada masa setelah panen talas dengan melakukan pembajakan lahan, hal tersebut bertujuan agar kepompong yang  berada di dalam tanah juga dapat dimusnahkan.

3. Ulat Spodoptera Litura

Tanaman talas yang terkena ulat ini pada bagian dauunya akan kehilangan lapisan epidermisnya, sehingga daun tanaman talas tersebut menjadi transparan. Sedangkan daun akan dimakan oleh ulat yang besar. Tanaman talas merupakan tanaman yang sangat disukai oleh ulat ini.

Pengendaliannya dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida pada tanaman yang mengalami kerusakan hingga 50%. Pengendalian lebih efektif dilakukan pada ulat yang masih berukuran kecil.

4. Serangga Agrius Convolvuli

Apabila serangga ini menyerang tanaman talas, maka tanaman talas akan menjadi gundul. Sebab serangga ini memakan daun hingga tangkainya. S

erangga yang besar sangat rakus dalam memakan daun. Serangga ini selain merusak tanaman talas, juga merusak tanaman kacang hijau, ubi jalar, dan gulma. Cara serangga ini merusak yaitu dimulai dari bagian tepi daun.

Pengendaliannya dapat dilakukan dengan pemusnahan, mulai dari kepompongnya hingga ketika sudah menjadi serangga, yaitu dengan cara pembajakan pada tanah setelah masa panen untuk memusnahkan kepompong yang berada di tanah. Selain itu dapat menggunakan insektisida pada saat ulat masih kecil.

5. Serangga Tarophagus Proserpina

Gejala yang ditimbulkan oleh serangga ini membuat daun berubah menjadi coklat, karena hama ini menghisap cairan pelepah daun talas.

Pengendaliannya dilakukan dengan memanfaatkan sejenis pemangsa yaitu Cyrtorthinus pulus dan jenis serangga lainnya yang efektif untuk mengendalikan hama tanaman talas ini.

6. Serangga Bemisia Tabaci

Sama halnya dengan serangga tarophagus, serangga ini merusak tanaman talas dengan cara menghisap cairan daun. Tanaman yang terserang akan menjadi kerdil.

Pengendaliannya dilakukan dengan menggunakan cabaryl, tri-chloroform, dan malation.

7. Penyakit Hawar Daun

Gejala dari penyakit ini ditandai dengan adanya bercak berwarna kehitaman, bercak tersebut dapat membesar dan menjadi hawar. Bagian daun yang telah terserang oleh penyakit ini, selanjutnya akan berubah menjadi kering.

Cara pengendalian penyakit hawar daun dapat dilakukan dengan menanan tanaman talas dengan varietas yang tahan terhadap penyakit dan serangan hama, dan dapat pula dilakukan penyaringan klon.

Baca Juga : Syarat Tumbuh Tanaman Talas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *