Merawat burung merpati tidak cukup hanya dengan memberikan pakan dan menyediakan kandang. Burung ini membutuhkan lingkungan yang nyaman, air minum bersih, nutrisi seimbang, ruang gerak yang memadai, serta perawatan rutin agar kondisi tubuhnya tetap prima.

Pemeliharaan yang tepat juga membantu merpati lebih aktif, memiliki bulu yang sehat, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan tanpa mengalami stres berlebihan.
Bagi penghobi maupun peternak, menjaga kesehatan merpati merupakan bagian penting dari keberhasilan pemeliharaan. Merpati yang sehat umumnya memiliki nafsu makan baik, mata terlihat cerah, bulu terawat, serta menunjukkan perilaku yang sesuai dengan kebiasaannya.
Sebaliknya, burung yang sering mengalami gangguan lingkungan atau kesalahan perawatan dapat menjadi lesu, mudah terkejut, kehilangan nafsu makan, bahkan mengalami penurunan kondisi tubuh.
Cara Merawat Burung Merpati agar Sehat
Cara merawat burung merpati perlu dilakukan secara teratur dan menyeluruh. Mulai dari menyiapkan kandang, mengatur pemberian pakan, menjaga kebersihan, memberikan kesempatan bergerak, hingga mengenali tanda-tanda penyakit dan stres sejak dini.
1. Menyiapkan Kandang yang Nyaman dan Aman
Langkah pertama dalam merawat burung merpati adalah menyediakan kandang yang nyaman. Kandang menjadi tempat burung beristirahat, makan, minum, bertengger, dan berlindung dari cuaca maupun predator. Kondisi kandang yang buruk dapat membuat merpati mudah mengalami stres dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Pilih lokasi kandang yang memiliki sirkulasi udara baik, tidak mudah tergenang air, serta terlindung dari hujan dan angin kencang. Kandang juga sebaiknya tidak berada di dekat sumber suara keras, asap kendaraan, atau aktivitas yang menimbulkan gangguan terus-menerus.
Perhatikan beberapa hal berikut ketika menyiapkan kandang:
- Pastikan ukuran kandang sesuai dengan jumlah dan ukuran merpati.
- Sediakan tempat bertengger yang kuat, stabil, dan tidak memiliki bagian tajam.
- Gunakan atap yang mampu melindungi burung dari hujan dan panas berlebihan.
- Pastikan lantai tidak licin dan mudah dibersihkan.
- Sediakan tempat pakan dan minum yang mudah dijangkau.
- Lindungi kandang dari gangguan kucing, tikus, ular, dan predator lainnya.
Hindari memelihara terlalu banyak merpati dalam ruang yang sempit. Kepadatan berlebihan dapat meningkatkan persaingan mendapatkan pakan, tempat bertengger, dan lokasi bersarang. Kondisi tersebut juga membuat kandang lebih cepat kotor.
Jika membutuhkan panduan lebih terperinci, baca artikel Panduan Membuat Kandang Burung Merpati yang Nyaman, Bersih, dan Aman.
2. Memberikan Pakan yang Berkualitas dan Seimbang
Pakan merupakan faktor utama yang memengaruhi kesehatan, aktivitas, pertumbuhan, dan kondisi bulu merpati. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan burung terlihat lesu, mengalami penurunan berat badan, dan memiliki daya tahan tubuh yang kurang optimal.
Berikan pakan yang memang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan merpati. Campuran biji-bijian dapat menjadi bagian dari pola makan, tetapi komposisinya perlu disesuaikan dengan usia, kondisi tubuh, aktivitas terbang, serta kebutuhan reproduksi burung.

Beberapa bahan pakan yang lazim digunakan dalam pemeliharaan merpati antara lain:
- Jagung pipil dengan ukuran yang sesuai.
- Kacang-kacangan yang aman dan sesuai untuk pakan burung.
- Gandum atau biji-bijian lain yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi.
- Campuran pakan khusus merpati dengan komposisi nutrisi yang terukur.
Jangan hanya mengandalkan satu jenis biji-bijian dalam jangka panjang tanpa memperhatikan keseimbangan nutrisinya. Pilih pakan yang bersih, kering, tidak berjamur, dan tidak berbau tengik.
Jumlah pakan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi burung. Merpati yang aktif terbang mungkin membutuhkan energi berbeda dibandingkan burung yang lebih banyak beristirahat atau sedang menjalani masa pemulihan.
Perhatikan juga persaingan ketika beberapa merpati makan bersama. Jika ada burung yang selalu kalah dan tidak memperoleh pakan cukup, sediakan tempat makan tambahan atau pisahkan sementara saat pemberian pakan.
Hindari memberikan makanan manusia yang asin, berminyak, berbumbu, atau mengandung bahan yang berpotensi membahayakan burung. Suplemen vitamin dan mineral juga tidak perlu diberikan secara berlebihan. Gunakan sesuai kebutuhan dan petunjuk produk atau rekomendasi dokter hewan.
3. Menyediakan Air Minum Bersih Setiap Hari
Air minum memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung proses metabolisme merpati. Air yang kotor dapat menjadi sumber kontaminasi, terutama jika tercampur kotoran, debu, bulu, atau sisa makanan.
Ganti air minum setiap hari dan segera lakukan penggantian apabila air terlihat keruh atau tercemar. Saat cuaca panas, periksa wadah lebih sering karena kebutuhan minum burung dapat meningkat.
Cara menjaga kebersihan air minum merpati meliputi:
- Buang air minum yang sudah digunakan.
- Cuci wadah menggunakan sikat khusus.
- Bilas hingga tidak ada sisa bahan pembersih.
- Isi kembali dengan air bersih yang layak diminum.
- Tempatkan wadah di lokasi yang teduh dan tidak mudah terkena kotoran.
- Periksa kembali kondisi air pada pagi dan sore hari.
Gunakan wadah yang stabil sehingga tidak mudah terguling. Letakkan tempat minum pada posisi yang mudah dijangkau dan tidak berada tepat di bawah tempat bertengger.
Jangan mencampurkan obat, antibiotik, atau vitamin ke dalam air minum secara sembarangan. Selain tidak selalu diperlukan, pemberian bahan tambahan yang tidak tepat dapat mengganggu konsumsi air dan menimbulkan risiko kesehatan.
4. Membersihkan Kandang Secara Rutin
Kandang yang bersih membantu mengurangi paparan kotoran, kelembapan berlebihan, dan sumber kontaminasi yang dapat mengganggu kesehatan merpati. Kebersihan juga berpengaruh terhadap kenyamanan burung saat beristirahat dan beraktivitas.
Pembersihan sebaiknya dilakukan setiap hari untuk bagian yang mudah kotor, kemudian dilanjutkan dengan pembersihan lebih menyeluruh secara berkala.

Rutinitas yang bisa diterapkan antara lain:
- Membersihkan kotoran yang menumpuk di lantai dan tempat bertengger.
- Membuang sisa pakan yang basah, berjamur, atau tercemar.
- Mencuci tempat pakan dan minum secara teratur.
- Mengganti alas sarang yang basah atau kotor.
- Memeriksa kebocoran atap dan bagian kandang yang lembap.
- Memastikan ventilasi tidak tertutup debu atau kotoran.
Gunakan alat kebersihan khusus untuk kandang merpati. Hindari menyapu kotoran kering secara kasar karena debu dapat beterbangan dan terhirup oleh burung maupun manusia. Basahi kotoran secara terkendali sebelum membersihkannya jika diperlukan.
Apabila menggunakan disinfektan, pilih produk yang sesuai untuk lingkungan pemeliharaan burung dan ikuti petunjuk pemakaian. Pastikan permukaan aman dan kering sebelum merpati kembali menggunakannya.
Kebersihan tidak berarti kandang harus selalu disemprot air. Lantai yang terus-menerus basah justru dapat menimbulkan masalah. Pertahankan kondisi kandang tetap kering, memiliki sirkulasi udara baik, dan tidak berbau menyengat.
Untuk langkah yang lebih lengkap, baca artikel Cara Menjaga Kebersihan Kandang Merpati untuk Mencegah Penyakit.
5. Memberikan Kesempatan Bergerak dan Terbang
Merpati membutuhkan kesempatan untuk bergerak agar kondisi tubuhnya tetap terjaga. Aktivitas yang sesuai membantu mempertahankan kebugaran, melatih koordinasi, dan memberikan stimulasi terhadap perilaku alaminya.
Namun, aktivitas terbang harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan, pengalaman, kemampuan orientasi, dan keamanan lingkungan.
Bagi merpati yang sudah terbiasa terbang, sediakan waktu latihan secara teratur dengan durasi yang disesuaikan kemampuan burung. Mulailah dengan aktivitas ringan dan tingkatkan secara bertahap apabila burung terlihat nyaman.

Perhatikan beberapa hal berikut:
- Pastikan merpati berada dalam kondisi sehat sebelum menjalani latihan.
- Pilih waktu dengan kondisi cuaca yang mendukung.
- Hindari latihan ketika suhu terlalu panas atau angin terlalu kencang.
- Jangan memaksa burung terbang ketika terlihat kelelahan.
- Pastikan lokasi latihan jauh dari kabel, lalu lintas padat, dan predator.
- Sediakan waktu istirahat serta air minum setelah aktivitas.
Merpati yang belum terbiasa terbang di luar kandang perlu diperkenalkan pada lingkungan secara bertahap. Jangan langsung melepaskan burung baru di lokasi terbuka karena belum tentu mampu mengenali jalan kembali.
Jika merpati terlihat terengah-engah secara tidak wajar, kehilangan keseimbangan, atau kesulitan mengepakkan sayap, hentikan aktivitas dan periksa kondisinya. Apabila gejala tidak segera membaik, mintalah bantuan dokter hewan.
6. Menjaga Kandang Tetap Tenang agar Merpati Tidak Mudah Stres
Stres dapat terjadi ketika merpati terus-menerus menghadapi gangguan, perubahan lingkungan, perlakuan kasar, atau persaingan dengan burung lain. Karena itu, menciptakan suasana kandang yang tenang merupakan bagian penting dari perawatan sehari-hari.
Tempatkan kandang jauh dari sumber suara keras dan aktivitas yang membuat burung sering terkejut. Hindari mengetuk kandang, berteriak, mengejar burung, atau mengubah posisi perlengkapan secara berlebihan.
Jika perlu memindahkan kandang, mengubah susunan tempat bertengger, atau memperkenalkan merpati baru, lakukan secara bertahap apabila memungkinkan.

Beberapa langkah untuk mengurangi stres adalah:
- Pertahankan jadwal pemberian pakan dan pembersihan yang relatif konsisten.
- Dekati burung dengan gerakan perlahan.
- Hindari menangkap atau memegang merpati tanpa keperluan.
- Sediakan tempat bertengger dan area berlindung yang nyaman.
- Cegah gangguan predator di sekitar kandang.
- Kurangi persaingan dengan menyediakan ruang dan tempat makan yang cukup.
- Berikan waktu adaptasi ketika burung berpindah tempat.
Merpati baru sebaiknya ditempatkan terpisah terlebih dahulu untuk menjalani karantina dan pemantauan kesehatan sebelum digabungkan dengan kelompok lama. Selain mengurangi gangguan sosial, langkah ini membantu mencegah masuknya penyakit.
Jangan langsung menganggap semua perubahan perilaku sebagai stres biasa. Merpati yang mendadak diam, kehilangan nafsu makan, atau menghindari kelompoknya mungkin sedang mengalami masalah kesehatan.
7. Membiasakan Merpati dengan Kehadiran Pemilik
Merpati yang terbiasa dengan rutinitas pemilik umumnya lebih mudah ditangani saat pemberian pakan, pemeriksaan kondisi tubuh, dan pembersihan kandang. Proses pembiasaan ini perlu dilakukan secara sabar tanpa memaksa burung berinteraksi.
Mulailah dengan berdiri pada jarak yang membuat merpati tetap tenang. Lakukan kegiatan rutin seperti mengganti air dan memberikan pakan menggunakan gerakan yang sama dari hari ke hari.
Setelah burung terlihat lebih nyaman, pemilik dapat mendekat secara bertahap. Hindari langsung mengulurkan tangan ke arah tubuhnya apabila merpati masih menunjukkan ketakutan.
Cara membangun kebiasaan yang baik meliputi:
- Berinteraksi pada waktu yang relatif konsisten.
- Menghindari gerakan mendadak di dekat kandang.
- Tidak mengejar merpati hanya untuk membiasakannya dengan manusia.
- Memberikan pakan pada tempat yang sama agar burung mengenali rutinitas.
- Menghentikan interaksi apabila burung menunjukkan kepanikan.
Jangan memaksakan burung agar mau dipegang. Tujuan pembiasaan adalah membuat kegiatan perawatan berlangsung lebih tenang, bukan membuat merpati kehilangan kewaspadaan alaminya.
Saat harus memegang merpati untuk pemeriksaan, lakukan dengan teknik yang aman dan lembut. Jangan menekan bagian dada karena dapat mengganggu gerakan pernapasannya.
8. Memastikan Merpati Mendapatkan Waktu Istirahat
Waktu istirahat yang cukup membantu merpati memulihkan energi setelah makan, bergerak, atau menjalani latihan. Gangguan yang berlangsung sepanjang hari dapat membuat burung sulit beristirahat dan lebih mudah mengalami tekanan.
Sediakan tempat bertengger yang nyaman dan lingkungan dengan pencahayaan alami yang teratur. Pada malam hari, usahakan kandang tidak terus-menerus terkena lampu terang atau suara bising.
Hindari memindahkan burung, membersihkan bagian sarang secara berlebihan, atau melakukan latihan berat menjelang waktu istirahat.
Untuk merpati yang sedang dalam masa pemulihan, kurangi aktivitas yang tidak diperlukan dan ikuti saran dokter hewan mengenai pembatasan gerak.
Amati kebiasaan istirahat burung setiap hari. Merpati yang tidur atau beristirahat lebih lama daripada biasanya, terutama jika disertai bulu mengembang, mata sering terpejam, atau penurunan nafsu makan, perlu diperiksa lebih lanjut.
9. Memeriksa Kondisi Kesehatan Merpati Setiap Hari
Pemeriksaan sederhana setiap hari membantu pemilik mengetahui perubahan kondisi merpati lebih awal. Pemeriksaan tidak harus dilakukan dengan menangkap burung, karena sebagian besar tanda awal dapat diamati dari perilakunya.

Perhatikan beberapa indikator berikut:
- Nafsu makan: burung tetap mau makan sesuai kebiasaannya.
- Aktivitas: merpati bergerak dan merespons lingkungan secara normal.
- Mata dan hidung: tidak menunjukkan cairan atau kotoran yang tidak biasa.
- Bulu: terlihat terawat dan tidak mengalami kerontokan berlebihan.
- Pernapasan: tidak terlihat kesulitan bernapas atau membuka paruh terus-menerus saat beristirahat.
- Kotoran: tidak mengalami perubahan mencolok yang berlangsung terus-menerus.
- Kaki dan sayap: tidak terlihat luka, pembengkakan, atau posisi yang tidak normal.
Catat perubahan yang ditemukan agar kondisi burung dapat dibandingkan dari hari ke hari. Apabila memelihara beberapa merpati, usahakan mengenali kebiasaan setiap burung sehingga perubahan individu tidak terlewatkan.
Jika merpati menunjukkan penurunan nafsu makan, diare berkepanjangan, gangguan pernapasan, kehilangan keseimbangan, atau kelemahan yang nyata, segera konsultasikan dengan dokter hewan yang memahami kesehatan burung.
Pisahkan burung yang diduga sakit dari kelompok lain dengan cara yang aman. Jangan memberikan antibiotik, obat cacing, atau obat lain tanpa mengetahui penyebab gangguannya.
10. Mengenali dan Menangani Tanda-Tanda Stres
Salah satu bagian terpenting dalam perawatan merpati adalah mengetahui kapan burung mulai mengalami tekanan. Stres tidak selalu terlihat dalam bentuk kepanikan. Pada sebagian burung, perubahan justru muncul sebagai penurunan aktivitas atau kebiasaan menyendiri.

Tanda-tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
- Merpati lebih sering diam daripada biasanya.
- Burung mudah terkejut ketika ada orang mendekat.
- Nafsu makan berkurang.
- Merpati terus berpindah tempat atau terlihat gelisah.
- Burung menunjukkan agresivitas yang tidak biasa.
- Aktivitas terbang menurun.
- Burung sering menghindari kelompoknya.
Jika menemukan perubahan tersebut, periksa kondisi kandang, ketersediaan pakan dan air, kepadatan burung, serta kemungkinan adanya gangguan dari hewan lain.
Kurangi sumber gangguan dan berikan kesempatan kepada merpati untuk beristirahat. Jangan memaksanya berlatih, menangkapnya berulang kali, atau memindahkannya tanpa kebutuhan yang jelas.
Jika stres muncul setelah pemindahan kandang, pertahankan lingkungan yang stabil dan berikan waktu untuk beradaptasi. Sementara itu, jika perubahan perilaku disertai gejala fisik, kemungkinan penyakit perlu dipertimbangkan.
Panduan lebih lengkap mengenai gejala dan penanganannya dapat dibaca melalui artikel Cara Mengenali Tanda-Tanda Stres pada Burung Merpati dan Mengatasinya.
11. Menyesuaikan Perawatan dengan Cuaca
Cuaca memengaruhi kenyamanan dan kebutuhan perawatan merpati. Pada musim hujan, kandang lebih mudah lembap, sedangkan suhu tinggi dapat meningkatkan risiko kepanasan dan kekurangan cairan.
Ketika hujan sering turun, periksa atap, lantai, dan area sekitar kandang. Segera keringkan bagian yang basah dan pastikan air tidak menggenang.
Saat cuaca panas, sediakan air minum yang cukup dan area teduh. Pastikan ventilasi bekerja dengan baik sehingga panas tidak terperangkap di dalam kandang.
Beberapa tindakan yang dapat diterapkan adalah:
- Memeriksa kondisi suhu dan kelembapan kandang secara berkala.
- Menghindari paparan sinar matahari langsung sepanjang hari tanpa area teduh.
- Memastikan air minum selalu tersedia.
- Memperbaiki kebocoran atap sebelum musim hujan.
- Menghindari pemindahan atau latihan berat ketika kondisi cuaca ekstrem.
- Mengamati tanda kepanasan, seperti terengah-engah dan mengepakkan sayap menjauh dari tubuh.
Jika merpati menunjukkan tanda kepanasan berat atau kesulitan bernapas, segera pindahkan ke lingkungan yang lebih sejuk dan berventilasi baik tanpa membuat perubahan suhu secara ekstrem. Mintalah bantuan dokter hewan sesegera mungkin.
12. Membuat Jadwal Perawatan Harian dan Mingguan
Perawatan merpati akan lebih mudah dilakukan apabila pemilik mempunyai jadwal yang konsisten. Jadwal membantu memastikan kebutuhan dasar tidak terlewatkan, terutama ketika memelihara beberapa burung sekaligus.
Berikut contoh jadwal perawatan yang dapat dijadikan acuan.
| Waktu | Kegiatan perawatan |
|---|---|
| Pagi hari | Memeriksa kondisi burung, mengganti air minum, memberikan pakan, dan membersihkan kotoran |
| Siang hari | Memeriksa kondisi air, suhu kandang, ventilasi, serta tanda kepanasan |
| Sore hari | Memeriksa sisa pakan, kondisi kotoran, dan aktivitas burung |
| Setiap hari | Memastikan kandang aman, kering, dan bebas dari gangguan |
| Setiap minggu | Membersihkan bagian kandang secara menyeluruh dan memeriksa kondisi perlengkapan |
| Secara berkala | Memeriksa kesehatan, kondisi fisik, dan kebutuhan perawatan sesuai usia serta aktivitas merpati |
Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan jumlah burung, ukuran kandang, cuaca, dan kebutuhan pemeliharaan. Burung yang sedang sakit, baru dipindahkan, atau menjalani masa pemulihan membutuhkan pengawasan yang lebih dekat.
Pemilik juga dapat membuat catatan sederhana berisi jumlah pakan, perubahan berat badan jika dapat diukur dengan aman, kondisi kotoran, aktivitas terbang, dan gejala yang ditemukan. Catatan ini berguna untuk mengetahui perubahan yang terjadi secara bertahap.
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Merawat Merpati
Meskipun perawatan merpati relatif mudah dipelajari, beberapa kesalahan dapat mengganggu kesehatan dan meningkatkan risiko stres.
- Memberikan pakan secara sembarangan. Pakan yang berjamur, tercemar, atau tidak sesuai kebutuhan dapat menimbulkan masalah kesehatan. Selalu periksa kualitas pakan sebelum diberikan.
- Membiarkan air minum kotor. Air yang tercemar perlu segera diganti. Jangan sekadar menambahkan air baru ke dalam wadah yang sudah kotor.
- Memelihara terlalu banyak burung dalam kandang sempit. Kepadatan tinggi meningkatkan persaingan dan menyulitkan pemilik menjaga kebersihan.
- Terlalu sering menangkap merpati. Penanganan yang tidak diperlukan dapat membuat burung takut dan meningkatkan risiko cedera.
- Memaksa burung terbang. Latihan harus mengikuti kondisi fisik dan kemampuan merpati, bukan dilakukan dengan memaksakan durasi atau jarak.
- Mengabaikan perubahan perilaku. Merpati yang mendadak lesu atau tidak mau makan perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
- Memberikan obat tanpa pemeriksaan. Gejala stres dan penyakit dapat terlihat serupa. Pengobatan sebaiknya didasarkan pada penilaian yang tepat, bukan sekadar dugaan.
Kesimpulan
Cara merawat burung merpati agar sehat, aktif, dan tidak mudah stres perlu dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang konsisten. Mulai dari menyediakan kandang yang aman, memberikan pakan berkualitas, mengganti air minum setiap hari, membersihkan lingkungan, hingga memberikan kesempatan bergerak dan beristirahat.
Pemilik juga perlu membangun interaksi yang tenang, menyesuaikan perawatan dengan kondisi cuaca, serta memeriksa kesehatan merpati setiap hari. Perubahan perilaku, penurunan nafsu makan, gangguan pernapasan, dan kelemahan tidak boleh diabaikan karena dapat menunjukkan masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan.
Pada akhirnya, merpati yang sehat bukan hanya merpati yang terlihat aktif, tetapi juga burung yang mendapatkan nutrisi sesuai kebutuhan, lingkungan yang nyaman, kesempatan beristirahat, dan perlindungan dari penyakit maupun gangguan berlebihan.
Dengan perawatan teratur dan pengamatan yang cermat, penghobi maupun peternak dapat menjaga kondisi merpati sekaligus menciptakan lingkungan pemeliharaan yang lebih sehat dan nyaman dalam jangka panjang.
Sumber dan Referensi
- Djanah, D., & Sulistyani. (1985). Beternak Merpati. Jakarta: CV. Simplex.
- Sarjana, T. A., Kismiati, S., & Shihah, H. D. (2022). Panduan Budidaya Merpati. Semarang: Penerbit Universitas Diponegoro.
- Suhaeni, N. (2023). Petunjuk Praktis Beternak Merpati. Bandung: Nuansa Cendekia.
- Rasyaf, M., & Amrullah, I. K. (1982). Beternak Burung Dara. Jakarta: Penebar Swadaya.
- Agrihobi. (2005). Memelihara dan Beternak Merpati. Jakarta: Penebar Swadaya.
- Sales, J., & Janssens, G. P. J. (2003). Nutrition of the domestic pigeon (Columba livia domestica). World’s Poultry Science Journal, 59(2), 221–232.
- Cousquer, G., & Parsons, D. (2007). Veterinary care of the racing pigeon. In Practice, 29(6), 344–355.
- Becker, R. (2008). Pigeons: Nutrition. Dalam BSAVA Manual of Raptors, Pigeons and Passerine Birds (hlm. 299–304). British Small Animal Veterinary Association.
- Merck Veterinary Manual. (2026). Nutrition in Pigeons and Doves (Columbiformes). Merck Veterinary Manual.
- Animal and Veterinary Service. (2026). Caring for a Bird. National Parks Board, Singapore.
- University of Queensland VETS. (2022). Care for Your Bird. University of Queensland.
- UK Government. (2026). Advisory Standards for the Care and Accommodation of Animals Bred, Supplied or Used for Scientific Purposes. GOV.UK.
1 komentar