Cara Budidaya Semut Jepang Terbukti Berhasil

Diposting pada

Di era modern ini siapa yang tidak kenal dengan semut jepang, apalagi semut yang dapat membantu meredakan penyakit kencing manis atau diabetes pada penderitanya menjadikan semut ini banyak di cari oleh masyarakat umum.

Cara Budidaya Semut Jepang Terbukti Berhasil
Cara Budidaya Semut Jepang Terbukti Berhasil

Bahkan ada yang membudidayakan secara pribadi dengan alasan penyakit yang dideritanya dan cara membudidayakan tidak mudah.

Ciri dan Morfologi Semut Jepang

  • Memiliki badan yang keras dan tidak seperti semut pada umumnya.
  • Tidak memiliki sifat yang agresif
  • Memiliki sepasang antena dan juga memiliki tiga pasang kaki
  • Tidak termasuk hewan kanibal
  • Mereka hidup dengan cara berkoloni atau berkelompok
  • Selalu berproduksi setiap saat
  • Semut jepang memiliki sayap namun tidak bisa digunakan untuk terbang
  • Semut ini memiliki fase perubahan, terdapat 4 fase yaitu dari fase telur hingga ke fase dewasa

Klasifikasi Semut Jepang

Dibawah ini adalah penjelasan lengkap mengenai klasifikasi semut jepang yaitu :

  • Kingdom : Animalia
  • Phylum : Arthropoda
  • Class : Insecta
  • Order : Coleoptera
  • Suborder : Polyphaga
  • Superfamily : Tenebrionoidea
  • Family : Tenebrionidae
  • Genus : enebrio
  • Species : Tenebrio Molitor

Cara Budidaya Semut Jepang

Dalam budidaya semut jepang tidak boleh asal karena semut ini sangat sensitif. Berikut adalah tata cara budidaya semut jepang terbukti berhasil :

1. Bibit Semut Jepang

Bibit yang disediakan adalah yang sudah memiliki cukup umur dan masih produktif.

Pilihlah bibit yang bagus dan jumlahnya banyak (setidaknya lebih 30 ekor agar perkembangbiakan lebih cepat), karena dengan jumlah banyak tersebut memudahkan perkembangbiakan dan sebaliknya jika bibit semut yang anda siapkan sedikit, maka kemungkinan untuk cepat berkembang lama karena semut jarang bertemu dengan semut lainnya, sehingga tidak adanya proses perkawinan antara semut.

2. Media Ternak Semut

Siapkan media ternak semut jepang ini, misalnya menggunakan toples.

Tapi toples yang digunakan jangan asal toples, melainkan pilihlah toples yang steril dan memiliki kekuatan yang baik, maksudnya ketika toples tersebut jatuh tidak akan pecah.

Pilihlah toples sesuai banyaknya bibit atau kemungkinan bibit tersebut tumbuh.

Jangan lupa melubangi tutup toples untuk memudahkan semut – semut jepang untk bernafas.

Anda bisa melubangi dengan gunting, pisau atau benda tajam lainnya, tetapi pastikan jangan sampai lubang yang dibuat muat untuk masuknya hewan lain sehingga mengganggu pertumbuhan semut seperti cicak.

Jika toples itu anda simpan di rumah, maka lubangilah toples cukup banyak jika rumah anda tertutup dan memiliki suhu panas.

Sebaliknya lubangi sedikit saja jika rumah anda memiliki kondisi lembab ataupun terlalu banyak udara yang masuk rumah agar semut – semut tetap hangat, apalagi semut jepang cocok dengan suhu yang sedang serta tetap sekitar 30 derahat celcius.

Siapkan kapas dan masukkan kedalam toples dengan ketinggian sekitar 4 cm atau secukupnya, tapi yang pasti kapas – kapas ini akan mengembang sesuai dengan perkembangbiakan semut jepang.

Pilihlah kapas yang halus dan mudah untuk semut memasukinya, sehingga mudah berkembang biak.

Jangan gunakan kapas yang sering dipakia untuk pembersih wajah, karena sering kali kapas ini sudah mengandung banyak bahan kimia sehingga dapat mempengaruhi perkembangan semut.

Anda bisa memilih kapas yang murah dengan harga Rp 1.000 per plastik, karena kapas jenis ini lembut dan mudah di tata.

3. Masukan Semut Ke Media

Masukkan semua bibit semut jepang pada toples atau media yang anda gunakan untuk budidaya.

Simpanlah semut jepang ini pada ruangan bersuhu sekitar 30 derahat celcius yang mana suhunya kering cenderung panas, tapi panas disini bukan berarti langsung terkena sinar matahari melainkan panas gerah.

Pastikan juga semut tidak tinggal pada area yang lembab karena mereka akan susah untuk berkembang biak efek toples mengembun dan akhirnya mereka akan mati.

Jadi pastikan sirkulais pada ruangan tersebut baik, sehat atau tidak pengap.

4. Perawatan Semut Jepang

Didalam tenak atau budidaya semut jepang, Anda tentunya harus melakukan perawatan yang intensif agar bisa mendapatkan hasil seperti yang diinginkan.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya :

  • Siapkan makanan semut jepang

Siapkan ragi tape sebagai makanan para semut jepang anda.

Ketika anda membeli pastikan ragi tersebut bukanlah ragi eceran karena jika ragi sudah terkontaminasi oleh udara cukup lama maka akan cepat menjamur dan itu sangat tidak baik untuk semut jepang.

Pilihlah ragi bermerk NKL dan anda bisa membelinya di toko kue atau pasar tradisional.

  • Semut jepang sensitif terhadap cahaya

Pastikan toples yang telah diberikan semut jepang memiliki lokasi yang baik dan tepat dan tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Perlu diketahui bahwa bila terkena sinar matahari maka semut jepang cendrung agresif dan berusaha mencari jalan keluar untuk meloloskan diri. Bila terus dibiarkan terpapar sinar matahari kemungkinan semut mati akan besar.

  • Perawatan pada wadah

Ada kalanya anda harus membersihan wadah. Hal utama yang harus dibersihkan adalah kapas karena biasanya terdapat pengendapan atau bubuk hasil makanan semut jepang yang berada di bagian bawah toples.

Cara terbaik adalah mengganti kapas yang kotor tersebut dengan kapas yang baru.

  • Perlindungan dari serangga lain

Hal yang harus diwaspada adalah adanya serangga lain yang mendekat ke media atau wadah bila dibiarkan maka akan berdampak buruk terhadap semut.

Untuk menghindari datangnya serangga lain anda bisa memberikan kapur disekitaran wadah atau toples.

  • Pemindahan semut

Apabila budidaya yang anda lakukan sukses tentunya semakin hari semuat tersebut akan semakin banyak dan mulai memenuhi toples.

Alangkah baiknya untuk memindahkan sebagian semut ke tempat yang lainnya atau ke toples yang baru. Dimana toples baru susunannya harus sama sehingga semut tidak kaget.

Panen Semut Jepang

Bila budidaya yang and alakukan berkembang dengan baik, semut jepang bisa dipanen sekitar dua bulan perawatan.

Saat pemanenan terjadi jumlahnya akan naik berkali-kali lipatdari jumlah awal yang anda masukan bahkan bisa mencapai 30 kali lipat. Sebagai contoh anda memasukan 10 maka yang dipanen adalah 300 ekor.

Saat ini potensi dalam budidaya semut ini memiliki peluang pasang yang sangat menjanjikan bila kita serium karena semakin hari permintaan semakin tinggi sedangkan yang melakukan budidaya sangat terbatas.

Demikianlah ulasan lengkap dalam pertemuan kali ini mengenai Cara Budidaya Semut Jepang Terbukti Berhasil. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *