Ciri dan Karakteristik Itik Serati

Diposting pada

Tahukah Anda mengenai Ciri dan Karakteristik Itik Serati? Memelihara dan membudidayakan itik cukup memberikan keuntungan yang lumayan. Tidak hanya dari segi ekonomi, tetapi juga meningkatkan taraf hidup dan taraf pemenuhan gizi keluarga.

Ciri dan Karakteristik Itik Serati
Ciri dan Karakteristik Itik Serati

Seperti diketahui, itik adalah salah satu jenis unggas yang paling populer dan banyak dipelihara di tanah air. Salah satu itik yang cukup digemari untuk dijadikan hewan ternak adalah itik serati.

Mungkin sejumlah orang awam masih belum terlalu familiar dengan itik serati. Kali ini kita akan membahas tentang ciri dan karakteristik itik serati agar memberikan banyak keuntungan yang maksimal bagi pendapatan keluarga.

Dari berbagai sumber menyebutkan jika itik serati konon merupakan hasil perkawinan silang antara mentog jantan dengan itik betina lokal.

Hasil anakan dari kombinasi perkawinan ini menghasilkan spesies itik serati yang sangat berkualitas.  Berikut ini adalah keuntungan membudidayakan itik serati dari segi ekonomi dan pemenuhan kadar gizi:

Manfaat Budidaya Itik Serati

Banyak sekali manfaat dalam membudidayakan itik serati diantaranya adalah :

  • Itik serati memiliki tingkat produktivitas yang tinggi
  • Memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih cepat
  • Itik serati memiliki daging yang mengandung tingkat kolesterol rendah
  • Mempunyai daging dengan tingkat protein yang tinggi

Sejarah Itik Serati

Sedikit disinggung di atas, itik serati adalah jenis itik yang dihasilkan dari perkawinan silang antara mentog jantan dengan itik betina lokal.

Hasil persilangan ini dahulu sengaja diciptakan untuk mendukung tingkat produktivitas daging itik yang berkualitas di dalam negeri. Itik serati yang diambil dagingnya memang sudah cukup populer di Asia Tenggara.

Akan tetapi sayangnya di Indonesia sendiri belum terlalu berkembang.

Perkembangan dan Pertumbuhan

Kita harus tahu pertumbuhan dan perkembangan itik jenis ini cukup cepat, berikut adalah tabel pertumbuhannya :

Umur          Konsumsi Pakan Komulatif           Pertambahan Bobot Badan Komulatif          FCR

(Minggu)     (gram/ekor)                                  (Gram/ekor)                                         Komulatif

2                  616                                                 263                                                        2.34

4                  1981                                               745                                                        2.66

6                  3878                                               1384                                                      2.88

8                  5871                                               1783                                                      3.29

Ciri dan karakteristik itik serati

Dilihat dari penampilan fisiknya, itik serati lebih cepat tumbuh daripada itik biasa. Itik serati yang berumur 8 minggu sudah mencapai berat tubuh sekitar hampir 2 kg.

Sementara, itik jantan biasa yang sengaja digemukkan masih sekitar 1,3 kg. Jadi, bisa dikatakan jika itik serati tumbuh 2 kali lebih cepat dibanding itik jantan lokal yang digemukkan.

Untuk biaya operasional pakan ternak itik serati juga dianggap lebih hemat dan ekonomis. Mengingat, itik serati hanya membutuhkan sekitar 3,5 kg pakan agar bisa bertambah bobot tubuh 1 kg.

Sementara itu, pada itik biasa membutuhkan pakan hingga 4,5 kg. Itik serati yang  diambil dagingnya atau itik serati pedaging juga dilaporkan sangat cocok untuk dijadikan bahan masakan karena tidak berbau amis seperti daging bebek atau entog.

Daging itik serati juga lebih banyak terutama di bagian dada yang paling disukai banyak masyarakat di tanah air.

Sistem Reproduksi

Itik serati yang ada di tanah air terutama di desa desa adalah hasil kawin silang antara itik jantan dan entog betina yang kawin secara alami. Dalam eksperimen, entog betina bisa menghasilkan telur lebih sedikit daripada itik biasa.

Maka dari itu, kemudian kawin silang antara entog jantan dengan itik betina lokal menggunakan inseminasi atau kawin buatan. Tujuannya agar hasil produksi telur bisa lebih meningkat.

Percobaan ini bukan tanpa kendala. Pada praktiknya, kawin silang antara entog dan itik mengalami masalah yaitu tingkat kesuburan yang menurun.

Inseminasi buatan yang menjadi teknologi peternakan diharapkan bisa meningkatkan kesuburan itik agar daya tetas telur lebih meningkat.

Demikianlah pembahasan kali ini mengenai Ciri dan Karakteristik Itik Serati. Semoga bisa bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *