Apakah Memelihara Hamster Berbahaya Bagi Manusia?

Diposting pada

Apakah Memelihara Hamster Berbahaya Bagi Manusia? Hamster merupakan hewan yang termasuk ke dalam subfamili Cricetinae.

Apakah Memelihara Hamster Berbahaya Bagi Manusia
Apakah Memelihara Hamster Berbahaya Bagi Manusia

Hewan ini memiliki beraneka ragam jenis dan tersebar di seluruh negara. Hamster banyak dijadikan sebagai hewan peliharaan karena bentuknya yang menggemaskan.

Salah satu hamster yang banyak dipilih untuk dipelihara adalah hamster jenis winter white (Phodopus sungorus).

Hamster tergolong hewan omnivora dan makanannya berupa butir padi, buah segar, bagian hijau tumbuhan, akar, invertebrate dan berbagai hewan kecil lainnya seperti belalang.

Meski banyak orang yang tertarik untuk memelihara hamster. Namun ternyata hamster juga dapat memberikan bahaya kepada si pemelihara. Bahaya tersebut antara lain penyebaran virus penyakit.

Oleh karena itu, bagi Anda yang telah memelihara maupun yang akan memelihara hamster, Anda harus selalu menjaga kesehatan hamster dan menjaga kebersihan kandangnya agar hamster tidak mudah terserang penyakit, sehingga tidak menularkan penyakit tersebut.

Apakah Memelihara Hamster Berbahaya Bagi Manusia?

Lalu apa saja bahaya yang dapat terjadi jika memelihara hamster? Berikut di antaranya.

Infeksi dan tumor ginjal

Hamster adalah hewan pengerat sejenis tikus. Seperti halnya tikus yang menyebarkan berbagai penyakit bagi manusia melalui kotorannya, hamster juga membawa beberapa virus penyakit.

Salah satu penyakit yang dibawa oleh hamster adalah infeksi dan tumor ginjal. Penyakit ini disebabkan oleh virus Papova yang dibawa oleh hamster dan ditularkan kepada manusia.

Ciri-ciri hamster yang membawa virus Papova yaitu terdapat benjolan di belakang leher hamster yang menyerupai jerawat, tumbuhnya daging yang menyerupai kutil yang berada di bagian wajah, kepala, dan leher.

Selain itu, hamster yang membawa virus Papova juga memiliki ciri-ciri lain yaitu hamster terlihat lemah karena terjadi pendarahan di bagian dalam.

Sedangkan bagi manusia yang tertular penyakit tumor dan infeksi ginjal, biasanya ditandai dengan gejala awal berupa demam, sakit kepala, dan muntah.

Meski penyakit tumor dan infeksi ginjal ini tergolong langka, namun jika terlalu lama dibiarkan akan menyebabkan kematian.

Kerusakan hati dan radang otak

Selain dapat menyebabkan penyakit tumor dan infeksi ginjal, memelihara hamster juga dapat memberikan bahaya bagi kesehatan lainnya yaitu menyebabkan kerusakan pada hati dan radang otak.

Jika seseorang mengalami radang otak, maka akan mengakibatkan kerusakan saraf secara permanen. Selain itu, hamster juga diyakini membawa bakteri salmonella. Bakteri ini merupakan penyebab penyakit tifus.

Bahaya bagi ibu hamil

Bagi ibu hamil, memelihara hamster juga dapat menimbulkan bahaya yang perlu diwaspadai. Hewan pengerat seperti tikus atau hamster dapat menyebarkan penyakit LCMV (Lymphocytic Choriomeningitis Virus) atau yang biasa disebut sebagai Viral Meningitis.

Penyakit tersebut dapat menyerang ibu hamil, dan bagi ibu hamil yang mengidap penyakit ini ditandai dengan gejala awal berupa demam, munta-muntah, sakit kepala, menggigil, mual, dan sakit pada otot. Penyakit ini dapat ditularkan kepada ibu hamil melalui air urin hamster, mulut, maupun melalui mata.

Virus ini merupakan satu-satunya virus yang dapat menembus plasenta dalam rahim ibu hamil, sehingga penyakit ini sangat berbahaya bagi ibu hamil.

Apabila virus ini telah menembus dinding rahim tersebut maka bayi yang dilahirkan akan mengalami kecacatan bahkan menyebabkan kematian.

Itulah beberapa bahaya yang dapat terjadi apabila memelihara hamster. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah dari kotoran-kotoran hamster maupun hewan pengerat lainnya serta menjaga kebersihan kandang hamster, Anda tidak perlu khawatir dengan penularan virus penyakit dari hamster tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *