Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu

Diposting pada

Tahukah Anda tentang Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu? Lebah madu merupakan serangga yang kaya akan manfaat.

Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu
Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu

Lebah madu merupakan serangga yang berperan penting dalam menghasilkan madu yang dikenal memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.

Sejak zaman dahulu, madu sudah dikenal sebagai obat dari berbagai jenis penyakit.

Dalam klasifikasi binatang, lebah dimasukkan dalam kategori ordo Hymenoptera yang artinya “sayap bening”. Dalam ordo ini terdapat 100.000 spesies serangga yang terdiri dari lebah, tawon, semut dan rayap.

Saat ini, kebanyakan madu yang ada di dunia ini diproduksi melalui proses budidaya. Ada banyak jenis lebah di dunia ini, akan tetapi tidak semuanya dapat menghasilkan madu.

Lalu, jenis lebah apa saja yang dapat menghasilkan madu? Apa saja ciri-ciri fisiknya? Apa saja kebutuhan yang harus dipenuhi jika ingin membudidayakan lebah madu? Baca informasi lengkapnya di artikel ini.

Ciri Lebah Madu

Mungkin sebagian dari Anda masih bingung bagaimana cara membedakan lebah madu dan lebah biasa.

Berikut beberapa ciri-ciri fisik lebah madu yang membedakannya dari  berbagai jenis lebah lain.

  • Rambut-rambut yang melindungi mata
  • Scutellum (bagian belakang dari dada serangga) sangat cembung
  • Danada lobus pada sayap belakang
  • Tubuhnya berwarna hitam dengan empat buah garis garis kuning di bagian perutnya

Lebah madu merupakan serangga yang unik karena mereka adalah makhluk sosial.

Masyarakat lebah madu terdiri dari tiga bagian: ratu lebah, lebah pekerja dan lebah jantan. Terdapat pula perbedaan secara fisik antara tiga bagian ini.

  • Ratu lebah berjenis kelamin betina, tugasnya kawin dan bertelur sehingga memiliki ukuran tubuh yang lebih besar karena organ reproduksi yang besar.
  • Lebah pekerja memiliki organ tambahan, yaitu pemencet polen pada kaki belakang. Ini berguna untuk mengangkut polen serta menjadi organ “penyengat” untuk menaruh telur.
  • Lebah jantan memiliki mata yang besar dan tidak memiliki organ penyengat, sehingga bentuk perutnya lebih tumpul. Tugas utamanya adalah mengkawini ratu dan umurnya mencapai tiga bulan.

Klasifikasi Lebah Madu

Secara taksonomi, lebah madu diklasifikasikan sebagai berikut.

  • Kerajaan: Animalia
  • Filum: Arthropoda
    Kelas: Insecta
  • Ordo: Hymenoptera
  • Famili: Apidea
  • Genus: Apis
  • Spesies: Apis cerana, Apis andreniformis, Apis mellifera, Apis dorsata, Apis koschevnikovi, Apis nigrocincta, Apis florea

Habitat Lebah Madu

Syarat utama hidupnya lebah madu ialah dengan adanya tanaman. Secara umum, lebah madu dapat hidup di belahan bumi manapun, kecuali di daerah kutub.

Hal ini dikarenakan di kutub utara dan selatan tidak ada tanaman yang bisa dijadikan sumber pakan lebah.

Di daerah tropis, lebah madu dapat berkembang biak sepanjang tahun karena tumbuhan sebagai sumber pakan terus menerus tersedia.

Untuk daerah subtropis, lebah tidak akan produktif pada musim dingin. Di alam bebas, lebah tinggal di gua-gua hutan.

Di hutan, koloni lebah juga tinggal di lubang-lubang pohon. Sementara, jika di peternakan, lebah biasanya tinggal di tempat yang sudah disediakan, yang biasanya disebut “stup”.

Makanan Lebah Madu

Dalam mencari sumber pakan, lebah pekerja dapat terbang dengan radius 2-6 km. Setiap harinya, lebah madu mengkonsumsi nektar dan serbuk sari (polen) yang dihasilkan oleh tanaman.

Nektar adalah cairan manis yang terkandung di dalam bunga tanaman. Hampir semua tanaman berbunga yang ada di dunia ini merupakan penghasil nektar.

Pada musim gugur dan musim dingin, peternak lebah madu menyiasati dengan memberi makan lebah dengan sirup gula.

Ini berguna untuk merangsang pertumbuhan larva. Sirup gula ini dibuat dengan perbandingan 1:1 (1 bagian gula pasir, 1 bagian air).

Sirup gula ini sering ditaruh di piring, dimana macam-macam potongan kayu kecil ditambahkan. Ini dapat membantu lebah berdiri di potongan kayu yang mengapung dan meminum sirup tanpa tenggelam.

Selain nektar, lebah madu juga harus memiliki akses terus menerus terhadap air bersih dan segar untuk bertahan hidup.

Dengan demikian, jika Anda memilih untuk membudidayakan lebah madu, maka wajib hukumnya untuk menyediakan sumber air alami atau buatan pada jarak yang dekat.

Jenis Lebah Madu

Berdasarkan penelitian dari 20.000 spesies lebah di dunia, hanya ada tujuh spesies lebah yang yang dapat menghasilkan madu.

Lima diantaranya merupakan lebah asli Indonesia. Berikut tujuh jenis lebah penghasil madu menurut para ahli.

1. Lebah Madu Timur (Apis cerana)

Lebah jenis ini tersebar di wilayah Asia Tenggara, Pakistan, Bangladesh dan berbagai pulau di Indonesia seperti Jawa, Kalimantan, Bali dan Lombok.

Subspesies dari lebah jenis ini adalah apis indica yang merupakan lebah asli dari Indonesia.

Lebah madu tipe ini cukup mudah dipelihara dan tidak akan menyerang kecuali dalam kondisi terancam.

2. Lebah Hitam (Apis andreniformis)

Lebah hitam dapat ditemukan di pulau Jawa dan Kalimantan. Namun untuk saat ini, lebah tipe ini mulai sulit ditemukan.

Selain di Indonesia, lebah ini hidup di Malaysia, Filipina, Vietnam, Laos, India, Myanmar dan Cina bagian selatan.

3. Lebah Madu Barat (Apis mellifera)

Dari beberapa jenis lebah, lebah madu inilah yang paling banyak tersebar.

Serangga ini berasal dari Asia, Afrika dan Eropa dan banyak dibudidayakan hampir di seluruh pelosok dunia karena daya tahan hidupnya dan daya adaptasinya yang sangat baik.

Di Indonesia sendiri, pembudidayaan madu jenis ini dapat ditemukan di daerah Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Lebah ini dapat menghasilkan madu 40 kg per koloni per tahun. Pada saat ini lebah Apis mellifera telah mencapai sekitar 40.000 koloni.

Budidaya lebah unggul ini biasanya dilakukan pada bunga kopi, kapuk randu, dan karet.

4. Lebah Madu Merah (Apis koschevnikovi)

Lebah Madu Merah merupakan varian lebah madu yang berasal dari Malaysia dan Indonesia (Jawa, Sumatra, Kalimatan).

Akan tetapi, di pulau Jawa sendiri keberadaan lebah ini mulai sulit ditemukan. Lebah madu jenis ini terbilang sangat unik dan berciri khas pada warna merahnya yang sangat mencolok pada tubuhnya.

5. Lebah Madu Raksasa (Apis dorsata)

Ini merupakan kebah asli dari Asia Tenggara dan Selatan.  Lebah madu raksasa dapat ditemukan di Indonesia, Malaysia, India, Filipina, dan Nepal.

Di Indonesia, jenis lebah madu ini dikenal dengan nama Tawon Gung (Jawa) atau Odeng (Sunda) dan tersebar di seluruh hutan nusantara kecuali pulau Papua.

Lebah ini tidak dibudidayakan karena sifatnya yang ganas dan hidup secara liar. Ukuran tubuhnya pun lebih besar dibandingkan jenis lebah madu yang lain.

Sengatan lebah ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

Dalam sekali panen, madu ini bisa memproduksi 10-20 kg madu per koloni.

Jika sarangnya lebih besar, maka produksinya bisa mencapai 30 kg madu. Madu yang dihasilkan dinamakan madu hutan.

6. Lebah Madu Lokal Sulawesi (Apis nigrocincta)

Apis nigrocincta merupakan jenis lebah madu yang hanya dapat ditemukan di Filipina dan Indonesia saja.

Lebah tipe ini memiliki sifat hidup berkelompok dan jarang bermigrasi. Dalam satu hari, ratu lebah madu jenis ini menghasilkan sekitar 2.000 telur.

7. Lebah Madu Kerdil (Apis florea)

Lebah madu kerdil tidak dapat ditemukan di Indonesia dan alami hidup di Oman, Iran dan India.

Madu yang dihasilkan sangat berbeda dengan jenis madu lainnya karena kondisi iklim berbeda sangat jauh sekali dengan iklim Indonesia.

Lebah jenis ini biasanya hidup pada lubang-lubang kayu. Lebah ini menghasilkan madu, namun tidak dapat dipelihara oleh manusia.

Kesimpulan

Lebah madu merupakan jenis lebah yang dapat menghasilkan madu. Lebah madu merupakan

salah satu tipe lebah yang sering dibudidayakan. Secara fisik, lebah madu memiliki rambut-rambut halus serta dada yang lebih cembung.

Lebah madu dapat hidup di berbagai belahan dunia kecuali bagian kutub karena sumber makanan lebah madu yang berasal dari nektar atau serbuk sari yang berasal dari bunga tumbuh-tumbuhan.

Terdapat pula tujuh varian lebah madu di dunia, dan lima diantaranya dapat ditemukan di Indonesia.

Demikian ulasan lengkap mengenai Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu. Semoga informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *