{"id":1159,"date":"2021-01-11T11:19:34","date_gmt":"2021-01-11T11:19:34","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=1159"},"modified":"2021-07-30T14:26:01","modified_gmt":"2021-07-30T14:26:01","slug":"ayam-cemani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ayam-cemani\/","title":{"rendered":"Ayam Cemani : Sejarah, Ciri, Makanan dan Manfaatnya"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahukah Anda tentang Ayam Cemani : Sejarah, Ciri, Makanan dan Manfaatnya? Siapa yang belum tahu ayam cemani? Jika suatu saat Anda menjumpai seekor ayam dengan bulu hitam, serta warna kulit dan warna mata hitam. Kemungkinan besar itulah ayam cemani.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1190\" aria-describedby=\"caption-attachment-1190\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-1190\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Ayam-Cemani-Sejarah-Ciri-Makanan-dan-Manfaatnya.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Ayam Cemani Sejarah, Ciri, Makanan dan Manfaatnya\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Ayam-Cemani-Sejarah-Ciri-Makanan-dan-Manfaatnya.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Ayam-Cemani-Sejarah-Ciri-Makanan-dan-Manfaatnya.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1190\" class=\"wp-caption-text\">Ayam Cemani Sejarah, Ciri, Makanan dan Manfaatnya<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melihat keunikannya yang serba hitam inilah, tidak sedikit orang yang tertarik untuk membudi dayakan atau memelihara. Bahkan, lebih dalam lagi, banyak orang yang meyakini apabila ayam cemani yang dipelihara di sebuah rumah bisa mendatangkan hoki dan mampu menolak hal \u2013 hal jahat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sosok ayam hitam ini yang serba hitam ini bagi masyarakat tertentu, sangat erat kaitannya dengan hal \u2013 hal mistis yang sulit dijabarkan secara logika.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayam cemani yang asli dan berkualitas super harganya bisa selangit. Untuk satu ekornya saja bisa dibanderol seharga satu unit mobil. Wah, bisa dibayangkan berapa keuntungan jika mampu membudidayakan ayam cemani, kan?<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Sejarah ayam cemani<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayam cemani merupakan salah satu jenis ayam asli dari Indonesia yang memiliki warga hitam legam pada seluruh bagian tubuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Asal ayam ini diketahui berasal dari desa Kedu, Kecaman Kedu Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayam jenis ini sudah ada dari zaman dahulu tepatnya ditemukan pada masa kerajaan majapahit berdiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang pertama yang memiliki jenis ayam ini adalah Ki Ageng Mangkuhan, Namun ayam tersebut belum memiliki paruh yang hitam seperti yang kita jumpai seperti sekarang ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada suatu hari putranya mengalami sakit yang cukup parah sehingga ia berusaha mencari wangsit untuk mengobati anaknya tersebut. Dalam wangsit yang didapatkannya ia harus mengobati anaknya dengan ayam hitam dan ternyata memang sembuh setelah itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejak waktu itulah ayam hitam ini dipercaya bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit sehingga membuat harga melonjak tinggi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\">Ciri ciri ayam cemani jenis kelamin jantan<\/h2>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Memiliki berat sekitar 1,8 kg<\/li>\n<li>Berkepala kecil dan oval memanjang, seperti buah pinang.<\/li>\n<li>Jengger ukurannya sedang, tipis dan ada gerigi 7 buah. Warna jengger hitam legam.<\/li>\n<li>Warna cuping telinga hitam dan ukurannya kecil<\/li>\n<li>Paruh panjang sedikit melengkung pada ujung, warnanya hitam berkilau.<\/li>\n<li>Bagian dalam mulut, lidah dan lagit langit berwarna hitam keabu- abuan.<\/li>\n<li>Mata berwarna hitam, bulat dan berbinar tajam<\/li>\n<li>Tulang tulang ayam cemani berwarna hitam<\/li>\n<li>Darah berwarna merah kehitaman<\/li>\n<li>Seluruh permukaan tubuh diselimuti bulu berwarna hitam mengkilap<\/li>\n<li>Bulu punggung dan pinggang kecil panjang, warna hitam berkilau.<\/li>\n<li>Ujung sayap agak turun dengan warna hitam dan menempel erat di badan<\/li>\n<li>Badan tegap, ramping, ada sudut 60 derajat bila posisi tegak<\/li>\n<li>Pada bagian ekor, lurus dan panjang hingga menjuntai tanah<\/li>\n<li>Kaki dan paha terlihat kekar dan jenjang, sisik kecil bersusun rapi. Warna bulu hitam berkilau<\/li>\n<li>Jari \u2013 jari sedang. Panjang dan kuat, warnanya juga legam.<\/li>\n<li>Bila berkokok, pada\u00a0 jantan suaranya keras dan panjang.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Ciri ciri ayam cemani berjenis kelamin betina<\/strong><\/h2>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Berat badan rata rata satu kilo<\/li>\n<li>Saat berdiri postur tubuh kecil dan pendek<\/li>\n<li>Jengger kecil tipis dan ada 7 gerigi berwarna hitam<\/li>\n<li>Telinga dan pial kecil berwarna hitam berkilau<\/li>\n<li>Bagian mulut dan langit langit warna abu abu sedikit hitam<\/li>\n<li>Mata hitam dan bulat besar tampak garang<\/li>\n<li>Bagian kulit daging dan urat berwarna hitam<\/li>\n<li>Tulang persendian juga hitam<\/li>\n<li>Permukaan bulu berwarna hitam legam keseluruhan dan berkilau seperti dilapisi minyak<\/li>\n<li>Bagian bulu ekor tebal dan runcing pada ujungnya<\/li>\n<li>Bentuk kaki dan paha jenjang, kekar, membulat, ada sisik kecil berwarna hitam<\/li>\n<li>Bentuk jari kaki kecil, kuku kecil, melengkung ke dalam dan cakar kuat. Warna kehitaman.<\/li>\n<li>Bagian telapak kaki lembut. Ada ruas \u2013 ruas kaki yang benjol dan bundar kecil.<\/li>\n<li>Ayam cemani betina dapat bertelur sampai 12 butir setiap periode birahi.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Ciri-Ciri Telur Ayam Cemani<\/strong><\/h2>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Perbedaan telur ayam hitam dengan telur ayam jenis lain, dapat diketahui dari ciri ciri berikut:<\/li>\n<li>Telur ayam hitam ini berbentuk oval dengan ujung runcing<\/li>\n<li>Berukuran kecil dan warna putih opaque<\/li>\n<li>Masa pengeraman sekitar 21 hari<\/li>\n<li>Telur yang menetas akan memiliki bulu kapas berwarna hitam<\/li>\n<li>Ciri ciri fisik anakan cemani sama seperti induk dan tidak akan berubah hingga masa dewasa<\/li>\n<li>Dapat menetas hanya separuh jumlah telur yang dierami secara alami.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: left;\">Baca Juga : <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memilih-telur-ayam\/\">Cara Memlih Telur Ayam Yang Baik<\/a><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Makanan ayam cemani<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk masalah makanan ayam cemani sebenarnya hampir sama dengan makanan ayam pada umumnya. Namun ada beberapa tambahan makanan khusus yang harus diberikan yang bisa membuat ayam menjadi lebih hitam pada kulit dan lidahnya. Makanan tersebut adalah ketan hitam dan cumi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut ini merupakan makanan berdasarkan usianya :<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Usia awal kehidupan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari awal kehidupan ayam ini diberikan makanan berupa over dan BR murni yang digunakan sebagai makanan awal atau starter. Pakan ini diberikan sekitar 400 gram untuk per ekornya ketika ayam lapar.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Usia 1 bulan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada usia 1 bulan jenis makanannya sudah bisa dicampur dengan bahan lainnya seperti nasi aking, bekatul, ketan hitam dan cumi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semakin lengkap bahan makanannya maka akan semakin cepat pertumbuhan ayam.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Pada saat dewasa<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Usia dewasa ayam cemani akan melakukan proses bertelur, pakan yang digunakan harus dicampur dengan pakan ayam petelur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemberian makanan pada tahap ini dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari dengan menggunakan komposisi kosentrat petelur, bekatul, jagung giling dan campuran lainnya yang berfungsi untuk menghitamkan ayam.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>Manfaat daging ayam cemani<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain dipelihara untuk dijadikan tanaman hias, ayam cemani juga dimanfaatkan untuk kebutuhan kosumsi sama halnya seperti ayam pada umumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun secara umum kosumsi ayam cemani ditujukan untuk mengambil manfaat dan khasiat yang terkandung didalamnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dibawah ini adalah uraian beberapa manfaat ayam cemani untuk tubuh manusia :<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Menambah stamina<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daging ayam cemani diketahui memiliki protein dan lemak yang cukup tinggi. Protein dan lemak inilah yang digunakan sebagai sumber stamina atau energi pada tubuh.<\/p>\n<p>Dengan demikian menjadikan tubuh menjadi lebih kuat karena memiliki energi yang cukup dalam aktivitasnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Mengobati radang sendi<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Arthritis atau radang sendi merupakan salah satu jenis penyakit radang yang biasanya di alami oleh seseorang yang mengalami obesitas dan orang yang usia lanjut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">cara terbaik untuk mengatasi dan mengobati radang sendi ini yakni dengan memakan ayam ini karena didalamnya mengandung selenium dan mineral yang cukup ntinggi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Meningkatkan imunitas tubuh<\/strong><\/h3>\n<p>Daging ayam ini banyak mengandung vitamin dan minral yang tentunya bisa meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Mampu meningkatkan vitalitas pria<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukan hanya mampu meningkatkan energi dan stamina saja, ternyata daging ayam ini bila dikosumsi secara rutin oleh pria dewasa maka bisa meningkatkan kerja hormon testosterone yang secara langsung mempengaruhi vitalitas dan kesuburan pria.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>5. Menjaga kolestrol darah agar tetap normal<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu hal terbaik untuk mengatasi dan mengobati kolestrol adalah dengan memakan daging ayam hitam ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengapa demikian? karena dagingnya mengandung niacin yang bisa menurunkan kolestrol berbahaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikianlah pembahasan mengenai Ayam Cemani : Sejarah, Ciri, Makanan dan Manfaatnya. Semoga berguna untuk kita semuanya.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah Anda tentang Ayam Cemani : Sejarah, Ciri, Makanan dan Manfaatnya? Siapa yang belum tahu ayam cemani? Jika suatu saat&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1190,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[3,17],"tags":[346,347],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Ayam-Cemani-Sejarah-Ciri-Makanan-dan-Manfaatnya.jpg?fit=830%2C556&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ayam Cemani : Sejarah, Ciri, Makanan dan Manfaatnya - Ilmu Peternakan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tahukah Anda tentang Sejarah Ayam Cemani : Ciri, Makanan dan Manfaat Ayam Cemani? Siapa yang belum tahu ayam cemani? Jika suatu saat Anda menjumpai\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ayam-cemani\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ayam Cemani : Sejarah, Ciri, Makanan dan Manfaatnya - Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tahukah Anda tentang Sejarah Ayam Cemani : Ciri, Makanan dan Manfaat Ayam Cemani? Siapa yang belum tahu ayam cemani? Jika suatu saat Anda menjumpai\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ayam-cemani\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-01-11T11:19:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-07-30T14:26:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Ayam-Cemani-Sejarah-Ciri-Makanan-dan-Manfaatnya.jpg?fit=830%2C556&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"830\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"556\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ayam-cemani\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Ayam-Cemani-Sejarah-Ciri-Makanan-dan-Manfaatnya.jpg?fit=830%2C556&ssl=1\",\"width\":830,\"height\":556,\"caption\":\"Ayam Cemani Sejarah, Ciri, Makanan dan Manfaatnya\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ayam-cemani\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ayam-cemani\/\",\"name\":\"Ayam Cemani : Sejarah, Ciri, Makanan dan Manfaatnya - Ilmu Peternakan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ayam-cemani\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-01-11T11:19:34+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-30T14:26:01+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Tahukah Anda tentang Sejarah Ayam Cemani : Ciri, Makanan dan Manfaat Ayam Cemani? Siapa yang belum tahu ayam cemani? Jika suatu saat Anda menjumpai\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ayam-cemani\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1159"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1159"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1159\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2903,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1159\/revisions\/2903"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}