{"id":129,"date":"2020-10-17T07:39:50","date_gmt":"2020-10-17T07:39:50","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=129"},"modified":"2021-03-19T12:36:22","modified_gmt":"2021-03-19T12:36:22","slug":"pengertian-inseminasi-buatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/pengertian-inseminasi-buatan\/","title":{"rendered":"Pengertian Inseminasi Buatan Adalah : Tujuan, Keuntungan, Kerugian, Tipe dan Cara Melakukannya"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<h2><strong>Pengertian Inseminasi Buatan<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengertian inseminasi buatan adalah teknik di mana sperma penjantan diambil lalu dimasukkan ke alat <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/reproduksi-hewan\/\">reproduksi hewan<\/a> betina di waktu yang tepat dengan bantuan beberapa instrumen.<\/p>\n<figure id=\"attachment_131\" aria-describedby=\"caption-attachment-131\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-131 size-large\" title=\"Pengertian Inseminasi Buatan Adalah : Tujuan, Keuntungan, Kerugian, Tipe dan Cara Melakukannya\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/140717897sst1602736520.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Pengertian Inseminasi Buatan Adalah : Tujuan, Keuntungan, Kerugian, Tipe dan Cara Melakukannya\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/140717897sst1602736520.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/140717897sst1602736520.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-131\" class=\"wp-caption-text\">Pengertian Inseminasi Buatan Adalah : Tujuan, Keuntungan, Kerugian, Tipe dan Cara Melakukannya<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada prosesnya, sperma ditempatkan di serviks atau uterus dengan kondisi higenis tingkat tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inseminasi buatan sebenarnya bukan satu-satunya metode untuk membuat hewan betina hamil, tapi teknik ini dianggap sebagai teknik terbaik untuk regenerasi hewan ternak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan mengadopsi inseminasi buatan, penyakit gen di peternakan bisa direduksi karena kualitas sperma dapat dipilih.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Baca Juga : <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/pengertian-pemuliaan-ternak\/\">Pengertian Pemuliaan Ternak<\/a><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tujuan Inseminasi Buatan<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan Inseminasi Buatan memiliki beberapa tujuan. Berikut adalah tujuan Inseminasi Buatan yang wajib anda ketahui :<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Mampu memperbaiki kualitas genetik pada ternak<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Dapat mengurang biaya karena tidak mengharuskan mendatangkan jantan yang unggul ketempat yang dibutuhkan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bisa mengoptimalkan pemakaian pejantan yang ungguldalam jangkan waktu yang relatif lama secara luas.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Meningkatkan tingkat kelahiran hewan ternak secara cepat dan teratur<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Dapat mencegah terjadinya penyebaran dan juga penularan penyakit kelamin<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Keuntungan <span style=\"color: #000000;\">Inseminasi Buatan<\/span><\/strong><\/h2>\n<p>Memang setiap tindakan yang dilakukan memiliki keuntungan. Dibawah ini adalah beberapa keuntungan Inseminasi Buatan :<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Dapat menghemat biaya perawatan dan pemeliharaan hewan ternak<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Mencegah adanya perkawinan sedarah pada hewan ternak yang menyebabkan kecacatan pada anak hewan tersebut<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bisa mengatur jarak antara kelahiran satu dengan kelahiran yang lainnya<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Dalam perkawinan hewan ternak kadang terjadi kecelakaan karena pejantan terlalu besar, nah proses ini bisa menghindahi hal tersebut.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ketahuilah bahwa spermatozoa mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama dengan teknologi yang canggih.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Walaupun pejantan telah mati namun semen beku masih bisa dimanfaatkan untuk beberapa tahun kemudian.<\/li>\n<li>Mampu menghindari penyakit yang terjadi akibat berhubungan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Kerugian Inseminasi Buatan<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Disamping kelebihan yang begitu banyak ternyata terdapat juga kerugiannya. Beberapa kerugian Inseminasi Buatan adalah :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Tidak akan terjadi proses kebuntungan pada hewan bila pada saat identifikasi birahi dilakukan diwaktu yang kurang tepat.<\/li>\n<li>Terjadinya kesulitan kelahiran, hal ini disebabkan karena pada semen beku yang dimanfaatkan berasal dari pejantan yang memiliki keturunan besar dan juga diinseminasikan kepada hewan yang ukurannya jauh lebih kecil.<\/li>\n<li>Dapat terjadi perkawinan sedarah, hal ini disebabkan apabila mengguankan semen beku dari pejantanyang sama dengan waktu yang sangat lama.<\/li>\n<li>Hal terakhir adalah dapat menurunkan sifat genetik yang tidak baik apabila pejantan memiliki genetik yang tidak diinginkan makanya perlu dilakukan pemantauan atau melalui progenesi test.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Tipe Inseminasi Buatan<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teknik inseminasi buatan semakin berkembang dari waktu ke waktu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Metode yang dulunya dianggap tak memberi hasil maksimal diganti dengan metode modern.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setidaknya ada dua tipe inseminasi buatan yang populer dipakai karena hasilnya lebih maksimal, yaitu:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Recto Vaginal Method<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dianggap sebagai metode inseminasi buatan terbaik. Pada prosesnya, hewan ternak yang sedang dalam masa subur akan diberi sperma dengan menggunakan sedotan yang sangat steril.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sperma lalu ditempatkan di serviks untuk memicu kehamilan. Petugas akan memasukkan sedotan setelah saluran vagina lebih dulu diberi pelumas.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Spectrum Method<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan metode ini, spectrum akan ditempatkan di dalam vagina guna memberi jalan (saluran) di luar area inseminasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lubang inseminasi kemudian diteruskan hingga ke bagian speculum dan sperma lalu di tempatkan di area serviks.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Cara Melakukan Inseminasi Buatan<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dasarnya, Cara Melakukan Inseminasi Buatan tak beda jauh satu sama lain. Tujuannya yaitu menempatkan sperma ke rahim hewan betina.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaannya hanya ada pada prosesnya, di mana recto vaginal method lebih langsung, sedang spectrum method tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan teknik yang berbeda, tentu hasil yang didapat kemungkinan besar berbeda. Meski demikian, langkah inseminasi buatan tak jauh beda antara satu teknik dengan teknik lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara umum, langkah di bawah merupakan cara paling umum yang digunakan peternak saat melakukan inseminasi buatan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Posisikan Ternak<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tingkat keberhasilan inseminasi buatan akan naik drastis jika ternak dalam keadaan rileks.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ternak harus dalam keadaan berdiri dalam permukaan datar sehingga mampu memijak dengan kokoh, selain juga harus diikat dalam kondisi yang pas, tak terlalu kencang juga tak terlalu kendur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebaiknya gunakan area di mana ternak sudah terbiasa di situ, dan siapkan air dan makanan juga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan merubah rutinitas ternak bagaimanapun bentuknya, juga jangan pisahkan ternak yang sudah diinseminasi dari kelompoknya. Tetap satukan dalam kelompok sampai ke kandangnya lagi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Dinginkan Sedotan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedotan yang berisi sperma jantan biasanya tersedia dalam kondisi beku. Sebelum mendinginkan sedotan, periksa dulu temperatur air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Normalnya harus ada di angka 35 derajat, atau bervariasi sesuai petunjuk perusahaan penyedia sperma.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perhatian lebih harus diberikan pada sperma yang sudah diketahui jenis kelaminnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa jenis sperma kadang butuh waktu lebih lama dan temperatur air lebih hangat agar mencapai kondisi paling optimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedotan ini yang nantinya akan dimasukkan ke saluran vagina perempuan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Persiapkan Ternak<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bersihkan saluran vulva dengan kain bersih lalu petugas harus memakai sarung lengan yang sudah dilengkapi pelumas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masukkan tangan ke dalam lubang dengan bentuk jari mengerucut sementara tangan satunya memegang ekor supaya tak bergerak liar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlahan masukkan tangan lebih dalam hingga mencapai bagian ujung, dan jika ternyata kandung kemih masih penuh, tunggu hingga ternak kencing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kondisi ini, ternak\u00a0 harus rileks guna menghindari kemungkinan cedera karena dinding rectum mempunyai struktur yang sangat rentan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Mencari Area Serviks<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lokasi serviks harus ditemukan lebih dulu sebelum berencana memasukkan sedotan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Serviks biasanya ditemukan di bagian pelvis, tapi untuk ternak dewasa serviks tempatnya sering bergeser sedikit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi jika kondisi serviks agak jauh melenceng, bisa jadi ternak menderita infeksi saluran kencing.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>5. Memasukkan Sedotan (Gun)<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah menemukan lokasi serviks, gunakan siku untuk memperlebar saluran vagina. Bagian bibir vulva mungkin akan sobek, itu sebabnya di awal harus disterilkan lebih dulu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mencegah robeknya dinding urin, masukkan perlahan secara vertikal dan menyentuh ujung saluran.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>6. Saat Mencapai Serviks<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat sedotan sudah mencapai serviks, segera keluarkan cairan. Sperma akan berada di ruangan kecil di tanduk uterus, yang sebenarnya tepat berada di samping serviks.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat berada di ujung area serviks, gerakkan jari telunjuk, dan di sinilah sperma harus diletakkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inilah ujung dari area serviks dan permulaan bagian uterus. Kehati-hatian sangat diutamakan untuk menghindari salah penempatan sperma.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ditambah, dinding uterus sangat rentan dan mudah rusak. Keluarkan cairan perlahan dengan hitungan 1-5.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>7. Menjaga Peralatan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebaiknya jangan gunakan sarung lengan yang sudah dipakai karena bisa meningkatkan risiko penyebaran penyakit dan menurunkan rasio kesuksesan kehamilan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk sedotan inseminasi masih bisa dipakai asalkan langsung dibersihkan setelah digunakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menjaga kondisinya, sedotan juga harus dicuci dengan air panas tiap minggu. Jangan memakai disinfektan karena bisa merusak kualitas sperma.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gunakan sarung tangan sekali pakai saat membersihkan sedotan supaya tetap steril.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah itulah informasi yang bisa saya sampaikan mengenai Pengertian Inseminasi Buatan Adalah : Tujuan, Keuntungan, Kerugian, Tipe dan Cara Melakukan Inseminasi Buatan. Semoga bermanfaat.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian Inseminasi Buatan Pengertian inseminasi buatan adalah teknik di mana sperma penjantan diambil lalu dimasukkan ke alat reproduksi hewan betina&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":131,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[8,55],"tags":[56,58,57],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/140717897sst1602736520.jpg?fit=650%2C487&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Inseminasi Buatan Adalah : Tujuan, Keuntungan, Kerugian, Tipe dan Cara Melakukannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pengertian Inseminasi Buatan Adalah : Tujuan, Keuntungan, Kerugian, Tipe dan Cara Melakukan Inseminasi Buatan, apakah anda tahu? berikut\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/pengertian-inseminasi-buatan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Inseminasi Buatan Adalah : Tujuan, Keuntungan, Kerugian, Tipe dan Cara Melakukannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengertian Inseminasi Buatan Adalah : Tujuan, Keuntungan, Kerugian, Tipe dan Cara Melakukan Inseminasi Buatan, apakah anda tahu? berikut\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/pengertian-inseminasi-buatan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-10-17T07:39:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-03-19T12:36:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/140717897sst1602736520.jpg?fit=650%2C487&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"650\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"487\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/pengertian-inseminasi-buatan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/140717897sst1602736520.jpg?fit=650%2C487&ssl=1\",\"width\":650,\"height\":487,\"caption\":\"Pengertian Inseminasi Buatan Adalah : Tujuan, Keuntungan, Kerugian, Tipe dan Cara Melakukannya\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/pengertian-inseminasi-buatan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/pengertian-inseminasi-buatan\/\",\"name\":\"Pengertian Inseminasi Buatan Adalah : Tujuan, Keuntungan, Kerugian, Tipe dan Cara Melakukannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/pengertian-inseminasi-buatan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2020-10-17T07:39:50+00:00\",\"dateModified\":\"2021-03-19T12:36:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Pengertian Inseminasi Buatan Adalah : Tujuan, Keuntungan, Kerugian, Tipe dan Cara Melakukan Inseminasi Buatan, apakah anda tahu? berikut\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/pengertian-inseminasi-buatan\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=129"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1956,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/129\/revisions\/1956"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}