{"id":1327,"date":"2021-02-06T13:44:40","date_gmt":"2021-02-06T13:44:40","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=1327"},"modified":"2021-03-19T12:36:50","modified_gmt":"2021-03-19T12:36:50","slug":"lobster","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lobster\/","title":{"rendered":"Lobster : Ciri, Karakteristik dan Morfologi, Reproduksi dan Daur Hidup"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Tahukah Anda tentang Ciri, Karakteristik dan Morfologi, Reproduksi dan Daur Hidup Lobster? Lobster adalah salah satu hewan yang masuk kedalam jenis udang-udangan yang mempunyai kulit yang sangat keras.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1354\" aria-describedby=\"caption-attachment-1354\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-1354\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Lobster-Ciri-Karakteristik-dan-Morfologi-Reproduksi-dan-Daur-Hidup.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Lobster Ciri, Karakteristik dan Morfologi, Reproduksi dan Daur Hidup\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Lobster-Ciri-Karakteristik-dan-Morfologi-Reproduksi-dan-Daur-Hidup.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Lobster-Ciri-Karakteristik-dan-Morfologi-Reproduksi-dan-Daur-Hidup.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1354\" class=\"wp-caption-text\">Lobster Ciri, Karakteristik dan Morfologi, Reproduksi dan Daur Hidup<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Hewan ini dapat ditemui pada hamparan pasir yang biasanya terdapat karang dengan kedalaman sekitar 5 hingga 100 meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Lobster adalah hewan yang aktif dimalam hari atau nokturnal dan ia hewan yang melakukan proses pergantian kulit.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\" data-adtags-visited=\"true\"><strong>Klasifikasi <i>Lobster<\/i><br \/>\n<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Berikut adalah klasifikasi lobster yang harus Anda ketahui :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li data-adtags-visited=\"true\">Kingdom : Animalia<\/li>\n<li data-adtags-visited=\"true\">Filum : Arthropoda<\/li>\n<li data-adtags-visited=\"true\">Sub filum : Invertebrata<\/li>\n<li data-adtags-visited=\"true\">Class : Crustacea<\/li>\n<li data-adtags-visited=\"true\">Sub class : Malacostraca<\/li>\n<li data-adtags-visited=\"true\">Ordo : Decapoda<\/li>\n<li data-adtags-visited=\"true\">Famili : Nephropidae<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Ciri \u2013 ciri Lobster <\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hewan ini memiliki ciri \u2013 ciri yang berbeda antara jantan dan betina, mereka bisa dibedakan setelah mereka berumur 2 bulan yang panjangnya sekitar 5 \u2013 7 cm.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada jantan pada dasar tangkai kaki ke 5 terdapat tonjolan dari kaki jalan di bawah mulut sedangkan pada betina terdapat lubang berbentuk bulat pada dasar kaki ke 3.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Capit pada jantan memiliki ukuran 2 \u2013 3 kali lebar buku pertama dan pada betina capitnya berukuran 1,5 kali buku kaki pertama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warna kulit lobster jantan lebih cerah jika dibandingkan dengan warna sang betina. Warna pigmen tergantung dengan kandungan dasar pigmen, air hingga pakan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Karakteristik Lobster <\/strong><\/h2>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Pada Lobster air tawar siklus hidupnya di laksanakan di air tawar sedangkan lobster air laut di air laut.<\/li>\n<li>Ia memiliki sistem untuk mengerami telurnya hingga telur ini menetas.<\/li>\n<li>Ketahuilah bahwa Ia mengasuh benihnya mulai dari benih masih kuning telur hingga memiliki bentuk juvenil ukuran tertentu dan berumur yang telah ditentukan.<\/li>\n<li>Kaki beraktifitas akan semakin meningkat ketika mereka mengerami telur dan juga sedang mengasuh benih \u2013 benihnya. Hal ini dilakukan karena kebutuhan oksigen yang cukup tinggi sedangkan oksigen yang terlarut dalam air sedikit, sehingga mereka menggerakkan kaki mereka guna proses pembelahan inti sel atau mitosis hingga menjadi zigot di dalam telur bahkan saat penetasan telur bisa berjalan dengan baik.<\/li>\n<li>Gastrulisasi terjadi ketika proses pembentukan cangkang pada lobster air tawar terjadi yaitu ketika kalsium berasal dari air yang diserap, sumber pakan yang mereka, konsumsi hingga kalsium hasil kanibal akan ditampung, baru kemudian ditumpuk pada depan lambung bagian dalam, sehingga terbentuk lempengan bulat yang memiliki warna putih susu dan dikenal dengan sebutan gastrolith. Ketika proses molting selesai secara sempurna, gastrolth diserap akan kembali diserap sejalan dengan proses pembentukan cangkang yang baru baru kemudian proses pengerasan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Morfologi Lobster<\/strong><\/h2>\n<p>Untuk mengetahui lenih detail bentuk dan ciri, berikut ulasan morfologi Lobster selengkapnya :<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Kepala<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala atau Cheplatorax\u00a0 lobters ditutupi oleh kulit tebal yang tersusun dari bahan kapur atau chitin dan rosturm yang merupakan benjolan pada bagian depan yang memanjang ke depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rostum tersebut berbentuk datar dan halus, bentuknya menyerupai kerucut yang memiliki 2 pasang duri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hewan ini memiliki 5 pasang kaki depan yang berguna untuk berjalan, kaki kaki ini sangat kokoh dan kuat, mereka juga menggunakan untuk melindunginya dari para predator yang menyerang.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Badan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lobster memiliki badan atau abdomen yang dilindungi oleh kulit sangat keras karena kulit tersebut terdiri dari 5 lapis yang bertumpuk hingga pangkal ekor atau telson.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terdapat kaki yang memiliki struktur selaput tipis dan beruas halus di bawah bagian badannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kaki ini mereka gunakan untuk berenang dan juga meletakkan telur \u2013 telurnya yang akan di tetaskan hingga menetas bahkan menjadi benih lobster.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Ekor<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lobster memiliki ekor atau telson yang terdiri dari 2 bagian yaitu ekor yang berbentuk seperti kipas dan berbentuk meruncing. Kedua ekor tersebut digunakan untuk berenang maju dan mundur serta bergerak secara cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada ekor tersebut terlapisi kulit yang tebal namun terlapisi kulit tipis juga serta terdapat garis pada ekornya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada umumnya memiliki warna abu \u2013 abu kehitaman, kecokelatan, keorangean dan kemuning \u2013 kuningan yang dapat dibudidayakan di air tawar dan laut.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Sistem Reproduksi Lobster<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara umum Lobster apabila ingin bertelur dan melakukan perkawinan ia akan pergi keluar dari tempat tinggalnya dan menuju ke perairan yang lebih dalam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/reproduksi-hewan\/\">Reproduksi hewan<\/a> ini dilakukan secara eksternal dimana dimulai setelah sang betina melakukan proses moulting.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Prosesnya yakni Pada jantan meletakan cairan kental pada bagian kelamin betina. berjalannya waktu cairan tersebut akan mengeras yang membentuk seperti kantong sperma.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian setelah proses tersebut terjadi secara perlahan sang betina akan mengeluarkan butir-butir telur yang memiliki bentuk cairan kental. Kemudian ia melekat pada kaki renangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya sang betina akan merobet kantong seperma tersebut dengan menggunakan kaki jalan ke lima (capit semu). Dengan hal tersebut dilakukan maka terjadilah pembuahan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\" data-adtags-visited=\"true\"><strong>Daur Hidup (Siklus Hidup) Lobster<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Hewan lobster termasuk kedalam golongan hewan pengasuh keturuannya walaupun hanya sebentar saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Sang betina yang sedang bertelur secara otomatis akan melindungi telurnya dengan cara meletakan butir telur pada bagian bawah badan sang betina, proses ini dilakukan hingga telur tersebut terjadi pembuahan dan menjadi larva.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Setelah pengeluaran telur dan pembuahan selesai dilakukan maka ia akan bergerak menjauhi pantai ke daerah perairan yang banyak karang untuk melakukan proses penetasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Jumlah telur yang bisa dihasilkan setiap\u00a0 satu ekor betina adalah 400ribu butir telur. Nah, telur tersebut menurut prosesnya akan menetas dan akan menjadi sebuah larva pelagis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Larva ini tentunya memiliki bentuk yang sangat berbeda dengan lobster dewasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Pada larva stadium filosoma sebagai contoh memiliki bentuk yang sangat pipih layaknya daun sehingga larva jenis ini akan mudah terbawa oleh arus atau ombak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Selama pertumbuhan dan perkembangan (dari telur menetas hingga dewasa dan berakhir dengan kematian) lobster selalu mengalami pergantian kulit atau moulting.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Pergantian kulit ini lebih sering terjadi pada masa stadia larva. Untuk tingkatan stadia ini dikelompokan menjadi 3 tingkatan yaitu\u00a0\u201c<em>naupliosoma<\/em>\u201c, \u201c<em>filosoma<\/em>\u201c, dan \u201c<em>puerulus<\/em>\u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Pergantian larva pada setiap stadia ke stadia berikutnya selalu terjadi pergantian kulit yang di imbangi dengan pergantian bentuk terutama pada bagian bagian tertentu misalnya pada alat geraknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Ketahuilah pada masa di stadia filosoma yaitu masa pergantian kulit yang terakhir, disini bentuknya sudah hampir menyerupai lobster dewasa walaupun dari segi kulitnya belum terjadi pengerasan karena belum mengandung zat kapur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Pertumbuhan selanjutnya ia juga masih mengalami pergantian kulit, nah dalam proses ini barulah terbentuk lobster muda yang memiliki kulit yang keras karena terdapat zat kapur didalamnya. sifatnya tentunya sudah menyerupai yang telah dewasa (juvenile).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Lama hidup dalam proses stadia larva tentunya berbeda beda untuk setiap jenis dari setiap habitatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Lobster yang hidup di daerah perairan tropis akan jauh lebih cepat dibandingkan lobster yang bhidup diperairan sub tropis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai stadia dewasa membutuhkan 3 sampai 7 bulan di daerah perairan tropis.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\" data-adtags-visited=\"true\"><strong>Distribusi (Penyebaran) Lobster<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hewan ini hidup dikedalaman yang berbeda-beda tergantung dari jenis spesies dan lingkungan yang sesuai dengannnya. Ia dapat hidup baik dengan kedalaman 5 hingga 30 meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk jenis lobster beduri memiliki penyebaran yang lebih luas dibandingkan jenis lainnya yakni dari daerah temprate hingga daerah tropik. Ia hidup di daerah intertida l dan juga diperairan dalam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tingkat keragaman didaerah tropika jauh lebih tinggi dibandingkan pada daerah sub-tropika, namun memiliki kelimpahan yang cukup rendah. Untuk lobster hijau ia hidup diperairan yang memiliki trumbu karang yang banyak pada kedalaman hingga beberapa meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lobster hijau ini banyak ditemukan diperairan barat Sumatera, Selatan Jawa, , Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Halmahera dan perairan Nuasa Tenggara Timur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikianlah pembahasan kita dalam kesempatan kali ini mengenai Lobster : Ciri, Karakteristik dan Morfologi, Reproduksi dan Daur Hidup. Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Baca Juga : <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/jenis-udang\/\">Jenis Udang Yang Bisa Dibudidayakan<\/a><\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah Anda tentang Ciri, Karakteristik dan Morfologi, Reproduksi dan Daur Hidup Lobster? Lobster adalah salah satu hewan yang masuk kedalam&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1354,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[3],"tags":[371,372,370],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Lobster-Ciri-Karakteristik-dan-Morfologi-Reproduksi-dan-Daur-Hidup.jpg?fit=800%2C600&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Lobster : Ciri, Karakteristik dan Morfologi, Reproduksi dan Daur Hidup<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tahukah Anda tentang Ciri, Karakteristik dan Morfologi, Reproduksi dan Daur Hidup Lobster? Lobster adalah salah satu hewan yang masuk kedalam jenis udang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lobster\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lobster : Ciri, Karakteristik dan Morfologi, Reproduksi dan Daur Hidup\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tahukah Anda tentang Ciri, Karakteristik dan Morfologi, Reproduksi dan Daur Hidup Lobster? Lobster adalah salah satu hewan yang masuk kedalam jenis udang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lobster\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-06T13:44:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-03-19T12:36:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Lobster-Ciri-Karakteristik-dan-Morfologi-Reproduksi-dan-Daur-Hidup.jpg?fit=800%2C600&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lobster\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Lobster-Ciri-Karakteristik-dan-Morfologi-Reproduksi-dan-Daur-Hidup.jpg?fit=800%2C600&ssl=1\",\"width\":800,\"height\":600,\"caption\":\"Lobster Ciri, Karakteristik dan Morfologi, Reproduksi dan Daur Hidup\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lobster\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lobster\/\",\"name\":\"Lobster : Ciri, Karakteristik dan Morfologi, Reproduksi dan Daur Hidup\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lobster\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-02-06T13:44:40+00:00\",\"dateModified\":\"2021-03-19T12:36:50+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Tahukah Anda tentang Ciri, Karakteristik dan Morfologi, Reproduksi dan Daur Hidup Lobster? Lobster adalah salah satu hewan yang masuk kedalam jenis udang.\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lobster\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1327"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1327"}],"version-history":[{"count":14,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1327\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1957,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1327\/revisions\/1957"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}