{"id":134,"date":"2020-10-17T14:38:04","date_gmt":"2020-10-17T14:38:04","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=134"},"modified":"2020-11-09T07:50:39","modified_gmt":"2020-11-09T07:50:39","slug":"ciri-morfologi-dan-karakteristik-kambing-kejobong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ciri-morfologi-dan-karakteristik-kambing-kejobong\/","title":{"rendered":"Ciri, Morfologi dan Karakteristik Kambing Kejobong"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah Anda sudah tahu mengenai Ciri, Morfologi dan Karakteristik Kambing Kejobong? Kambing kejobong adalah jenis ras kambing lokal asli dari tanah air.<\/p>\n<figure id=\"attachment_135\" aria-describedby=\"caption-attachment-135\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-135\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Ciri-Morfologi-dan-Karakteristik-Kambing-Kejobong.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Ciri, Morfologi dan Karakteristik Kambing Kejobong\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Ciri-Morfologi-dan-Karakteristik-Kambing-Kejobong.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Ciri-Morfologi-dan-Karakteristik-Kambing-Kejobong.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-135\" class=\"wp-caption-text\">Ciri, Morfologi dan Karakteristik Kambing Kejobong<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nama kejobong sendiri diberikan karena kambing tersebut berasal dari Desa Kejobong yang masuk area Kabupaten Purbalingga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ditarik ke belakang, asal kambing kejobong sendiri belum diketahui dengan pasti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai sumber menyebut kalau kambing kejobong merupakan buah persilangan dari kambing Jawa asli dengan kambing pendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara sumber yang lain menyebut bahwa kambing kejobong merupakan hasil persilangan dari kambing kacang dan <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-meningkatkan-produksi-susu-kambing\/\">peranakan etawa<\/a> (PE).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dibanding jenis kambing lain, kambing kejobong mempunyai fase pertumbuhan yang terbilang cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kambing yang mempunyai warna dominan hitam ini berperawakan agak berbeda dibanding ras kambing lain, di mana bentuk tubuh kambing kejobong rata-rata lebih bulat.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Apa itu Kambing Kejobong?<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kambing Kejobong merupakan jenis kambing yang biasanya dijumpai di wilayah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Kambing ini memang sudah ada sejak dulu dan menjadi hewan ternak lokal hingga saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sampai saat ini masih belum diketahui asal \u2013 usul yang jelas mengenai \u201cSi Hitam dari Purbalingga\u201d ini. Mengapa bisa disebut \u201cSi Hitam\u201d?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena tubuhnya yang berdomain\/berwarna hitam telah menjadi gimik Si Kejobong. Adapun ciri \u2013 ciri lain yaitu tubuh yang bulat dan relatif cepat dalam mengalami pertumbuhan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Ciri Kambing Kejobong<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara umum, Ciri Kambing Kejobong dari segi muka\u00a0hampir serupa dengan jenis kambing PE. Itu sebabnya banyak yang mengklaim kalau kambing kejobong masih turunan jenis kambing etawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satu kemiripan yang paling jelas terlihat yaitu ada pada bentuk hidung yang punya kecembungan tinggi sekitar 98,83%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di lingkungan asalnya, sekurang-kurangnya ada 13 desa yang membuka ternak kambing kejobong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua desa tersebut rata-rata masih memakai metode ternak dan pemelihaan yang bisa bilang sangat sederhana dan konvensional. Itu sebabnya, kualitas kambing yang dihasilkan cukup beragam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski pertumbuhan kambing kejobong cukup cepat, tapi hasil dari satu ternak ke ternak lain sangat berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Besar kemungkinan kondisi ini dipengaruhi oleh tata kelola pemeliharaan yang berbeda-beda. Perbedaan lain umumnya mencakup bobot kambing, umur kambing, juga keadaan tubuh.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Morfologi Kambing Kejobong<\/strong><\/h2>\n<p>Beberapa Morfologi kambing kejobong, telah kami jelaskan lengkap dibawah ini :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Lebar telinga: jantan 10,65 cm dan betina 8,42 cm<\/li>\n<li>Panjang telinga: jantan 23,53 cm dan betina 17,43 cm<\/li>\n<li>Lebar dada: jantan 14,81 cm dan betina 14,77 cm<\/li>\n<li>Lingkar dada: jantan 74,51 cm dan betina 74,25 cm<\/li>\n<li>Panjang badan: jantan 59,35 cm dan betina 58,33 cm<\/li>\n<li>Tinggi pinggul: jantan 70,94 cm dan betina 69,61 cm<\/li>\n<li>Tinggi pundak: jantan 66,77 cm dan betina 66,01 cm<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Karakteristik Kambing Kejobong<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum melakukan ternak atau budidaya jenis kambing ini langkah baiknya harus tahu terlebih dahulu mengenai karakteristiknya. Berikut adalah karakteristik kambing kejobong :<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">1. Harapan hidup<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak semua kambing kejobong yang lahir bisa hidup sampai umur tua. Selain karena biasanya dipotong saat dewasa, umur kambing juga dipengaruhi oleh sistem pemeliharaan yang diterapkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tata kelola yang baik jelas bisa meningkatkan harapan hidup kambing menjadi lebih lama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika mengacu pada peternak kelompok, harapan hidup kambing kejobong mencapai 92%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, jika melihat harapan hidup kambing kejobong dari peternak individu, hanya ada di kisaran 76,63%. Dengan demikian, muncul selisih 12,37% antara peternak kelompok dan individu.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Bobot sapih<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika dibuat rata-rata, bobot sapih kambing kejobong dari peternak lebih unggul dibanding peternak individu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peternak kelompok mampu menghasilkan kambing kejobong dengan bobot sapih mencapai 16,141 kg, berbanding 14,080 kg dari peternak individu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selisih angka yang dihasilkan cukup tinggi, mencapai 2,061 kg. Dengan demikian, bisa dicermati dengan mudah kalau peternak kelompok lebih bisa menghasilkan bobot sapih yang tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebabnya, peternak kelompok biasanya sudah mempunyai standar manejemen pemeliharaan ternak sebagai acuan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Bobot lahir<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kambing kejobong mempunyai bobot lahir yang berbeda, antara peternak individu dan kelompok pasti berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika dibuat rata-rata, bobot lahir kambing kejobong di peternak individu beratnya mencapai 2,335 kg, sedang di peternak kelompok bobotnya lebih tinggi, mencapai 2,814 kg.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sini bisa dilihat ada selisih signifikan sekitar 0,479 kg. Tapi jika melihat tata kelola pemeliharaan yang diterapkan, rasanya sangat wajar jika kambing hasil peternakan kelompok lebih superior.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain manajemen pemeliharaan yang baik, peternak kelompok juga unggul dalam hal sumber daya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Pola warna<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sempat disebut di bagian sebelumnya kalau kambing kejobong sangat didominasi warna hitam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski begitu, kambing kejobong juga punya warna lain walau tak sebanyak hitam. Satu warna yang paling dianggap unik yaitu jika ada kambing kejobong dengan belang putih di bagian perut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga lokal memberi sebutan kambing tersebut dengan kambing kendik. Kambing dengan kombinasi warna unik ini sangat diminati dan banyak disukai sehingga harganya sedikit lebih tinggi dibanding jenis biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kambing kendik biasanya dimanfaatkan untuk acara adat dan spiritual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam aspek warna, peternak memberi urutan tertentu guna mempermudah proses sortir. Secara umum dikenal tiga warna dasar, yaitu hitam, cokelat, dan putih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warna dasar tersebut lalu dikombinasi supaya lebih mudah dikenali, misalnya hitam cokelat, hitam putih, dan cokelat putih.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>5. Ukuran tubuh<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dilihat secara sekilas, kambing kejobong mempunyai ukuran tubuh lebih kecil dari rata-rata ukuran tubuh kambing etawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi jika dibandingkan dengan kambing kacang, ukuran tubuh kambing kejobong jelas lebih besar. Bisa dibilang kalau kambing kejobong ada di tengah-tengah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika dibuat kesimpulan secara umum, kambing kejobong hasil peternakan kelompok jelas masih unggul dibanding kambing kejobong hasil budidaya peternak individu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alasannya seperti yang sudah disebut di bagian sebelumnya, karena sistem pemeliharaan terpadu dengan standar tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana? Sudah tahu mengenai Ciri, Morfologi dan Karakteristik Kambing Kejobong. Semoga membantu!<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Baca Juga : <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-mengobati-diare-pada-kambing\/\">Cara Mengobati Diare Pada Kambing<\/a><\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah Anda sudah tahu mengenai Ciri, Morfologi dan Karakteristik Kambing Kejobong? Kambing kejobong adalah jenis ras kambing lokal asli dari&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":135,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[3,5],"tags":[60,59,62,61],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Ciri-Morfologi-dan-Karakteristik-Kambing-Kejobong.jpg?fit=600%2C400&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ciri, Morfologi dan Karakteristik Kambing Kejobong - Ilmu Peternakan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apakah Anda sudah tahu mengenai Ciri, Morfologi dan Karakteristik Kambing Kejobong? Kambing kejobong adalah jenis ras kambing lokal asli\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ciri-morfologi-dan-karakteristik-kambing-kejobong\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ciri, Morfologi dan Karakteristik Kambing Kejobong - Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apakah Anda sudah tahu mengenai Ciri, Morfologi dan Karakteristik Kambing Kejobong? Kambing kejobong adalah jenis ras kambing lokal asli\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ciri-morfologi-dan-karakteristik-kambing-kejobong\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-10-17T14:38:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-11-09T07:50:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Ciri-Morfologi-dan-Karakteristik-Kambing-Kejobong.jpg?fit=600%2C400&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ciri-morfologi-dan-karakteristik-kambing-kejobong\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Ciri-Morfologi-dan-Karakteristik-Kambing-Kejobong.jpg?fit=600%2C400&ssl=1\",\"width\":600,\"height\":400,\"caption\":\"Ciri, Morfologi dan Karakteristik Kambing Kejobong\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ciri-morfologi-dan-karakteristik-kambing-kejobong\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ciri-morfologi-dan-karakteristik-kambing-kejobong\/\",\"name\":\"Ciri, Morfologi dan Karakteristik Kambing Kejobong - Ilmu Peternakan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ciri-morfologi-dan-karakteristik-kambing-kejobong\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2020-10-17T14:38:04+00:00\",\"dateModified\":\"2020-11-09T07:50:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Apakah Anda sudah tahu mengenai Ciri, Morfologi dan Karakteristik Kambing Kejobong? Kambing kejobong adalah jenis ras kambing lokal asli\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ciri-morfologi-dan-karakteristik-kambing-kejobong\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=134"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":360,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/134\/revisions\/360"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/135"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}