{"id":139,"date":"2020-10-17T23:14:19","date_gmt":"2020-10-17T23:14:19","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=139"},"modified":"2021-03-18T15:11:44","modified_gmt":"2021-03-18T15:11:44","slug":"cara-menetaskan-telur-puyuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-menetaskan-telur-puyuh\/","title":{"rendered":"13 Cara Menetaskan Telur Puyuh Dengan Mudah"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agrotek.id &#8211; Meski terbilang sama-sama telur, namun cara menetaskan telur puyuh sangat berbeda dengan telur ayam ataupun telur bebek.<\/p>\n<figure id=\"attachment_140\" aria-describedby=\"caption-attachment-140\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-140\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/722123609sst1602743293.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"13 Cara Menetaskan Telur Puyuh Dengan Mudah\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/722123609sst1602743293.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/722123609sst1602743293.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-140\" class=\"wp-caption-text\">13 Cara Menetaskan Telur Puyuh Dengan Mudah<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaannya, penetasan telur puyuh ternyata lebih mudah dibanding keduanya. Hanya perlu satu kali peneropongan dan pengecekan kualitas embrio.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Telur puyuh juga lebih cepat ditetaskan karena hanya butuh waktu 15-18 saja, berbanding telur ayam 21 hari dan telur bebek 25 hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bisa dikatakan peluang budidaya puyuh masih terbuka lebar. Tak hanya karena telurnya banyak diminati, tapi juga daging puyuh kian populer saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan alasan tersebut, budidaya puyuh mulai bermunculan lagi, baik untuk keperluan daging atau telurnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Modalnya bisa dibilang cukup hemat karena peternak bisa memulai proses pembibitan sendiri dengan menetaskan telur puyuh bahkan dari alat sederhana seperti kardus.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Baca Juga : <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-menguji-kualitas-telur\/\">Cara Menguji Kualitas Telur<\/a><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Cara Menetaskan Telur Puyuh Sendiri<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa tahapan yang akan dilakukan saat ingin menetaskan telur puyuh. Berikut gambaran langkah Cara Menetaskan Telur Puyuh dengan baik dan benar:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Penetasan telur puyuh hari ke-1<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Layaknya penetasan telur lain, sejumlah persiapan harus dilakukan untuk pertama kali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di hari pertama, peternak haru mempersiapkan alat penetasan yang nantinya dipakai, lalu memasukkan telur yang akan ditetaskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tapi sebelumnya mesin penetasan telur harus dipanakan lebih dulu.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Penetasan telur puyuh hari ke-2<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suhu alat penetas diatur hingga kisaran 38-38 C dan pastikan semua ventilasi sudah tertutup rapat. Selain suhu harus stabil, kondisi kelembaban juga harus dikontrol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itu sebabnya, baiknya gunakan termometer. Di hari ke dua, biarkan telur tetap pada posisi semula dan tak perlu dibalik.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Penetasan telur puyuh hari ke-3<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masuk hari ke tiga, telur puyuh harus dibalikkan posisinya, dari yang semula ada di bawah lalu ditaruh menghadap ke atas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan membalikkan telur puyuh terus menerus karena bisa memicu telur retak. Selanjutnya, proses membalikkan telur bisa dilakukan tiap tiga hari sekali.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Penetasan telur puyuh hari ke-4<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak banyak yang harus dilakukan di hari ke empat, hanya perlu monitor sesekali. Di hari ini, ventilasi hanya dibuka sedikit, sekitar \u00bc bagian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gunanya untuk memperbarui kualitas udara yang sudah mengendap selama beberapa hari belakangan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>5. Penetasan telur puyuh hari ke-5<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk hari ke lima, pembukaan ventilasi bisa diperlebar hingga \u00be bagian. Fungsinya sama, yaitu mengganti udara sekaligus memberi kesempatan telur untuk adaptasi pada suhu ruangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, tak ada yang perlu dilakukan lagi selain memonitor kondisi telur.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>6. Penetasan telur puyuh hari ke-6<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menginjak hari ke enam, ventilasi mesin penetas bisa dibuka seluruhnya, dan ini perlu dilakukan. Perhatikan kelembaban mesin penetas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di hari ini, telur bisa dibalik lagi ke sisi yang lain. Cara membalik telur sangat sederhana, cukup gelindingkan ke sisi lain dengan tangan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>7. Penetasan telur puyuh hari ke-7<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada hari ini, telur sudah bisa diambil untuk digunakan sebagai sampel. Dari sini akan diketahui apakah proses penetasan berjalan baik atau masih ada yang salah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gunakan teropong dengan bagian ujung diberi lampu untuk menyorot bagian dalam telur.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>8. Penetasan telur puyuh hari ke-8<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memasuki hari ke delapan, suhu mesin penetas baiknya ditambah. Tapi jika memakai mesin penetas otomatis, tinggal atur suhunya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, telur bahkan tak perlu dibolak-balik jika memakai mesin otomatis. Tapi jauh lebih baik kalau telur tetap dibalik agar embrio tak menempel di cangkang.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>9. Penetasan telur puyuh hari ke-9<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mulai hari ke sembilan, telur harus dibalik dengan frekuensi lebih sering, paling tidak dua kali dalam satu hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena jika sampai embrio menempel pada cangkang, telur puyuh tak akan menetas. Sangat dianjurkan mulai rajin memonitor telur dengan memakai teropong.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>10. Penetasan telur puyuh hari ke-10<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suhu mesin harus dijaga dalam keadaan stabil, dan distribusi panas di tiap bagian harus merata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biarkan ventilasi mesin terus terbuka dan jangan lupa membalikkan telur. Untuk menghasilkan kualitas anakan yang baik, selalu lakukan hal tersebut.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>11. Penetasan telur puyuh hari ke-11 sampai hari ke-13<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendekati waktu penetasan, ventilasi mesin penetas telur puyuh sebaiknya dibuka selebar mungkin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain memberi kesempatan telur adaptasi dengan suhu luar, ini juga dimaksudkan agar anak puyuh nantinya tak kepanasan saat mulai keluar.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>12. Penetasan telur puyuh hari ke-14<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di hari ini, telur puyuh dibalik untuk terakhir kali. Dan karena makin dekat waktu penetasan, kelembaban ruangan baiknya ditingkatkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlakuan ini diperlukan guna mempermudah telur saat akan menetas sehingga anakan lebih cepat keluar dari cangkang.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>13. Penetasan telur puyuh hari ke-15 sampai hari ke-18<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mulai hari ini telur sudah tak perlu dibalik lagi karena anakan sudah siap keluar dari cangkang. Yang harus diperhatikan, waktu penetasan bisa bervariasi antara 15-18 hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itupun dengan catatan tak ada kendala seperti mati lampu saat proses penetasan berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di kisaran hari ini, proses penetasan sudah berakhir, tinggal tunggu waktu sampai telur menetas semua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah anakan puyuh sudah keluar semua dari cangkangnya, tunggu hingga bulunya mengering baru kemudian pindahkan ke kotak lain lalu siap dijual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikianlah yang bisa saya temukan mengenai 13 Cara Menetaskan Telur Puyuh Dengan Mudah. Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Baca Juga : <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-pengendalian-penyakit-pada-burung-puyuh\/\">Cara Pengendalian Penyakit Pada Burung Puyuh<\/a><\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Agrotek.id &#8211; Meski terbilang sama-sama telur, namun cara menetaskan telur puyuh sangat berbeda dengan telur ayam ataupun telur bebek. Perbedaannya,&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":140,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[55],"tags":[65,64,63],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/722123609sst1602743293.jpg?fit=700%2C500&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>13 Cara Menetaskan Telur Puyuh Dengan Mudah - Ilmu Peternakan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tahukah anda mengenai Cara Menetaskan Telur Puyuh? Meski sama-sama telur, tapi cara menetaskan telur puyuh sangat berbeda dengan telur ayam\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-menetaskan-telur-puyuh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"13 Cara Menetaskan Telur Puyuh Dengan Mudah - Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tahukah anda mengenai Cara Menetaskan Telur Puyuh? Meski sama-sama telur, tapi cara menetaskan telur puyuh sangat berbeda dengan telur ayam\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-menetaskan-telur-puyuh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-10-17T23:14:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-03-18T15:11:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/722123609sst1602743293.jpg?fit=700%2C500&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-menetaskan-telur-puyuh\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/722123609sst1602743293.jpg?fit=700%2C500&ssl=1\",\"width\":700,\"height\":500,\"caption\":\"13 Cara Menetaskan Telur Puyuh Dengan Mudah\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-menetaskan-telur-puyuh\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-menetaskan-telur-puyuh\/\",\"name\":\"13 Cara Menetaskan Telur Puyuh Dengan Mudah - Ilmu Peternakan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-menetaskan-telur-puyuh\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2020-10-17T23:14:19+00:00\",\"dateModified\":\"2021-03-18T15:11:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Tahukah anda mengenai Cara Menetaskan Telur Puyuh? Meski sama-sama telur, tapi cara menetaskan telur puyuh sangat berbeda dengan telur ayam\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-menetaskan-telur-puyuh\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=139"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1939,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139\/revisions\/1939"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}