{"id":1862,"date":"2021-03-19T12:34:36","date_gmt":"2021-03-19T12:34:36","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=1862"},"modified":"2021-04-09T10:40:05","modified_gmt":"2021-04-09T10:40:05","slug":"reproduksi-hewan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/reproduksi-hewan\/","title":{"rendered":"Pengertian, Fungsi dan Jenis Reproduksi Hewan"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahukah Anda tentang Pengertian, Fungsi dan Jenis Reproduksi Hewan? Mahluk hidup yang ada di bumi yaitu tanaman, hewan dan manusia memiliki masa hidup yang berbeda-beda.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1954\" aria-describedby=\"caption-attachment-1954\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-1954\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Pengertian-Fungsi-dan-Jenis-Reproduksi-Hewan.png?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Pengertian, Fungsi dan Jenis Reproduksi Hewan\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Pengertian-Fungsi-dan-Jenis-Reproduksi-Hewan.png?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Pengertian-Fungsi-dan-Jenis-Reproduksi-Hewan.png?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1954\" class=\"wp-caption-text\">Pengertian, Fungsi dan Jenis Reproduksi Hewan<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika mahluk hidup tersebut sudah mencapai akhir dari masa hidupnya maka mahluk hidup tersebut akan mati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh dari pada itu, agar mahluk hidup tersebut tidak punah dan tetap lestari maka setiap mahluk hidup dikaruniai oleh Tuhan sistem reproduksi agar dapat menghasilkan keturunan baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap mahluk hidup memiliki sistem reproduksi yang berbeda-beda misalnya sistem reproduksi manusia tentu berbeda dengan sistem reproduksi tanaman begitu juga dengan sistem reproduksi tanaman akan berbeda dengan sistem reproduksi hewan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Pengertian Reproduksi Hewan<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengertian Reproduksi adalah proses penting bagi berlangsungnya proses kehidupan. Reproduksi adalah satu satunya cara untuk menjaga agar mahluk hidup tetap lestari supaya tidak punah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reproduksi berasal dari kata <em>re<\/em> yang artinya adalah kembali dan kaya <em>production<\/em> yang artinya mencetak. Secara harfiah, reproduksi dapat diartikan sebagai proses untuk membentuk generasi baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara umum, reproduksi dapat didefinisikan sebagai suatu proses biologi yang dilakukan oleh mahluk hidup untuk menghasilkan spesies turunan yang lebih banyak. Sistem reproduksi pada mahluk hidup itu berbeda-beda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengertian Reproduksi hewan secara umum adalah suatu sistem berkembang biak pada hewan untuk menghasilkan keturunan atau generasi yang baru.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Fungsi Reproduksi Hewan<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tujuan reproduksi pada mahluk hidup adalah untuk menambah jumlah populasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara umum, fungsi reproduksi pada hewan adalah menambah jumlah populasi spesiesnya dan untuk menjaga dan mempertahankan populasi hewan tersebut serta kelestrarian jenisnya agar hewan tersebut tidak punah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, kelestarian mahluk hidup tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bereproduksi saja melainkan ditentukan oleh kemampuan organisme serta kemampuan mahluk hidup tersebut untuk beradaptasi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Jenis Reproduksi Hewan<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada dua jenis reproduksi hewan yaitu generatif atau seksual dan vegetatif atau aseksual.<\/p>\n<h3>1. Reproduksi Hewan Generatif<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reproduksi hewan secara generatif atau secara seksual adalah perkembangbiakkan yang terjadi jika sel kelamin jantan atau disebut dengan spermatozoid, bertemu dengan sel kelamin betina atau sel telur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada tiga macam reproduksi generatif atau seksual pada hewan yakni:<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\"><strong>Ovipar<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengertian hewan Ovipar adalah salah satu jenis reproduksi generatif yang mana hewan berkembang biar dengan cara bertelur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, ovipar adalah reproduksi yang mengakibatkan telur yang dikeluarkan oleh hewan tersebut berkembang dan menetas di luar badan induknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa jenis hewan yang berkembang biak dengan cara ovipar atau bertelur yakni reptil, amfibi, ikan, burung dan arthropoda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada juga beberapa hewan mamalia yang berkembang biar dengan ovipar. Berikut ini adalah contoh-contoh hewan yang berkembang biar dengan cara ovipar:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: left;\"><strong>Reptil<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa contoh reptil yang berkembang biak dengan ovipar atau bertelur adalah cicak, tokek, buaya, penyu, kadal dan ular.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun tidak semua reptil berkembang biak dengan ovipar atau bertelur karena ada beberapa diantaranya berkembang biak dengan cara melahirkan dan gabungan antara bertelur dan melahirkan.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: left;\"><strong>Amfibi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagian besar hewan amfibi bereproduksi dengan cara ovipar atau bertelur. Ada beberapa contoh hewan amfibi yang bertelur yakni salamender dan katak.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: left;\"><strong>Ikan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan berkembang biak dengan cara bertelur bahkan bisa menghasilkan telur dengan jumlah ribuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh ikan yang bertelur adalah ikan tuna, ikan salmon dan lain sebagainya.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: left;\"><strong>Unggas<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh unggas yang berkembang biak dengan cara bertelur adalah ayam, bebek, burung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua jenis burung \u00a0dan ayam berkembang biak dengan cara bertelur yaitu ayam negeri, ayam kate, <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-fermentasi-kotoran-burung-puyuh\/\">burung puyuh<\/a>, burung dara, burung \u00a0merpati dan lain sebagainya.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: left;\"><strong>Arthropoda<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hewan jenis arthropoda yang berkembang biak dengan cara bertelur adalah capung, kupu-kupu dan nyamuk.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\"><strong>Vivipar<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ovipar adalah salah satu jenis reproduksi generatif yang mana hewan berkembang biar dengan cara melahirkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa ciri-ciri hewan yang berproduksi dengan cara melahirkan yakni memiliki daun telinga, tubuhnya dilindungi bulu serta memiliki kelenjar susu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut ini adalah beberapa hewan yang bereproduksi dengan cara melahirkan yaitu:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: left;\"><strong>Mamalia<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua mamalia kecuali ekidna dam platypus, berkembang biak dengan cara vivipar atau melahirkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa contoh hewan mamalia adalah kucing, kuda, <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/hewan-jerapah\/\">jerapah<\/a>, kelinci, sapi, domba, harimau, anjing, singa, kambing dan lain sebagainya.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: left;\"><strong>Katak<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa contoh katak yang berkembang biak dengan melahirkan yaitu katak Nimbaphryniodes yang berasal dari Afrika Barat serta katak Nectophrynoides yang habitatnya di Tanzania.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua jenis katak tersebut melahirkan berudu atau katak kecil yang bentuknya telah sempurna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Indonesia juga ada katak yang bereproduksi dengan cara melahirkan yaitu katak Limnonectes Larvaepartus yang ditemukan di Sulawesi. Katak tersebut bukan menghasilkan telur melainkan melahirkan kecebong.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"text-align: left;\"><strong>Hiu<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa jenis hiu yang bereproduksi dengan cara melahirkan yaitu hiu biru, hiu martil, hiu banteng dan lain sebagainya.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\"><strong>Ovovivipar<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/pengertian-hewan-ovovivivar\/\">Pengertian hewan ovovivipar<\/a> adalah salah satu jenis reproduksi generatif yang mana hewan berkembang biar dengan cara bertelur dan melahirkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, embrio yang menjadi anak dari hewan yang berjenis ovovivipar tersebut berkembang dalam telur dimana telur tersebut berada dalam tubuh induknya hingga akhirnya menetas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah menetas, individu baru akan keluar dari dalam tubuh induknya tersebut. Ada beberapa contoh hewan ovovivipar yakni beberapa jenis hiu, ular sanca, ular piton, ikan pari, dan ular boa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reproduksi hewan secara vegetatif atau secara aseksual terjadi pada hewan tingkat rendah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hewan tingkat rendah adalah hewan yang struktur tubuhnya tidak sempurna karena tidak memiliki tulang belakang dan struktur anatominya lebih sederhana dibandingkan hewan bertulang belakang.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Reproduksi Hewan Vegetatif<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Reproduksi hewan secara vegatatif atau secara aseksual adalah reproduksi tidak melalui kawin melainkan dengan cara lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terdapat 3 cara perkembangbiakan secara vegatatif \u00a0pada hewan yakni tunas, membelah diri dan fragmentasi.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\"><strong>Tunas<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada prinsipnya, berkembang biak dengan cara tunas, sama seperti cara perkembangbiakan pada tumbuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hewan bisa berkembang biak dengan tumbuh tunas yang awalnya menempel pada tubuh induk. Contoh hewan yang berkembang biak dengan tunas adalah spons dan hydra.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\"><strong>Membelah Diri<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hewan yang berkembang biak dengan membelah diri pada umumnya dilakukan oleh hewan bersel satu. Nah, Hewan bersel satu ini berukuran sangat kecil jadi hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hewan yang berkembang biak dengan cara membelah diri adalah amoeba. Amoeba merupakan sejenis hewan yang hidup di air atau sebagai parasit pada hewan lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Amoeba ini bentuknya selalu berubah-ubah dan bergerak menggunakan kaki semu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara amoeba berkembang biak dengan cara membelah diri adalah amoeba akan membagi tubuhnya menjadi dua bagian yang sama besar ukurannya.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\"><strong>Fragmentasi<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fragmentasi adalah salah satu jenis reproduksi aseksual pada hewan dengan cara membelah diri menjadi beberapa bagian dan setiap belahannya tersebut dapat berkembang biak menjadi suatu organisme baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh hewan yang bereproduksi dengan cara fragmentasi adalah beberapa jenis cacing misalnya cacing pita, cacing pipih, porifera, planaria dan bintang laut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikianlah yang bisa saya utarakan dalam kesempatan kali ini mengenai Pengertian, Fungsi dan Jenis Reproduksi Hewan. Semoga bermanfaat.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah Anda tentang Pengertian, Fungsi dan Jenis Reproduksi Hewan? Mahluk hidup yang ada di bumi yaitu tanaman, hewan dan manusia&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1954,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[8],"tags":[490],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Pengertian-Fungsi-dan-Jenis-Reproduksi-Hewan.png?fit=568%2C376&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian, Fungsi dan Jenis Reproduksi Hewan - Ilmu Peternakan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tahukah Anda Pengertian, Fungsi dan Jenis Reproduksi Hewan? Mahluk hidup yaitu tanaman, hewan dan manusia memiliki masa hidup yang berbeda\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/reproduksi-hewan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian, Fungsi dan Jenis Reproduksi Hewan - Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tahukah Anda Pengertian, Fungsi dan Jenis Reproduksi Hewan? Mahluk hidup yaitu tanaman, hewan dan manusia memiliki masa hidup yang berbeda\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/reproduksi-hewan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-03-19T12:34:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-04-09T10:40:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Pengertian-Fungsi-dan-Jenis-Reproduksi-Hewan.png?fit=568%2C376&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"568\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"376\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/reproduksi-hewan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Pengertian-Fungsi-dan-Jenis-Reproduksi-Hewan.png?fit=568%2C376&ssl=1\",\"width\":568,\"height\":376,\"caption\":\"Pengertian, Fungsi dan Jenis Reproduksi Hewan\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/reproduksi-hewan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/reproduksi-hewan\/\",\"name\":\"Pengertian, Fungsi dan Jenis Reproduksi Hewan - Ilmu Peternakan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/reproduksi-hewan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-03-19T12:34:36+00:00\",\"dateModified\":\"2021-04-09T10:40:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Tahukah Anda Pengertian, Fungsi dan Jenis Reproduksi Hewan? Mahluk hidup yaitu tanaman, hewan dan manusia memiliki masa hidup yang berbeda\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/reproduksi-hewan\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1862"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1862"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1862\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2153,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1862\/revisions\/2153"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1862"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1862"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1862"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}