{"id":1994,"date":"2021-03-28T06:47:06","date_gmt":"2021-03-28T06:47:06","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=1994"},"modified":"2021-07-29T14:05:20","modified_gmt":"2021-07-29T14:05:20","slug":"burung-paling-langka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/burung-paling-langka\/","title":{"rendered":"8 Jenis Burung Paling Langka Di Indonesia"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahukah Anda tentang Jenis Burung Paling Langka Di Indonesia? Indonesia adalah gudangnya satwa langka yang dilindungi oleh pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan burung langka di nusantara jumlahnya sangat banyak baik yang sudah tercatat maupun yang masih melalui proses observasi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Jenis Burung Paling Langka Di Indonesia<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, untuk artikel berikut ini akan dijelaskan burung-burung langka di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semoga apa yang akan dijelaskan ini bisa menjadi informasi penting bagi Anda para pencinta lingkungan di tanah air. Ini jenis burung paling langka yang dimaksud:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Burung Trulek Jawa<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_2018\" aria-describedby=\"caption-attachment-2018\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2018 size-large\" title=\"Burung Trulek Jawa\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Trulek-Jawa.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Burung Trulek Jawa\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Trulek-Jawa.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Trulek-Jawa.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2018\" class=\"wp-caption-text\">Burung Trulek Jawa<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Burung langka di Indonesia yang pertama adalah Burung Trulek Jawa. Sesuai dengan namanya, satwa ini banyak ditemukan di pulau Jawa dan sampai saat ini jumlah populasinya terus mengalami penurunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Burung Trulek Jawa memiliki nama latin Vanellus Macropterus yang sering ditemukan di daerah basah seperti pinggir pantai dan rawa-rawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk penyebarannya merata hampir di sepanjang pantai Jawa seperti di Jawa Barat dan Jawa Timur. Sedangkan di Jawa Tengah tidak satupun satwa ini ditemukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Trulek Jawa memiliki ciri-ciri bulu yang khas yaitu berwarna cokelat abu-abu. Sedangkan di bagian kepala berwarna hitam sampai ke leher.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hewan yang hanya memiliki ukuran 28 cm ini memiliki paruh berwarna kuning terang.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Burung Gosong Tanimbar<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_2019\" aria-describedby=\"caption-attachment-2019\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2019 size-large\" title=\"Burung Gosong Tanimbar\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Gosong-Tanimbar.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Burung Gosong Tanimbar\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Gosong-Tanimbar.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Gosong-Tanimbar.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2019\" class=\"wp-caption-text\">Burung Gosong Tanimbar<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Burung Gosong Tanimbar sempat masuk zona merah yang menandakan kalau populasi hewan ini sedang mengalami krisis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, penurunan status akhirnya diberikan ketika ada satu warga yang katanya pernah melihat burung ini beberapa tahun yang lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Burung yang memiliki nama latin Megapodius Tenimberensis ini memang sangat unik. Pasalnya, bentuk tubuhnya tidak seperti burung biasa melainkan mirip seperti ayam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan, jika tidak pernah melihat hewan ini, tentu juga akan menyangka kalau burung Gosong Tanimbar adalah ayam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satwa langka ini memiliki ruang lingkup penyebaran yang sangat terbatas. Anda bisa menemukannya hanya di Tanimbar Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan tidak akan ditemukan di tempat lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sayang, hewan ini termasuk yang populasinya hampir punah jika tidak segera dilakukan observasi dan pelestarian.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Empuloh Janggut<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_2020\" aria-describedby=\"caption-attachment-2020\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-2020\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Empuloh-Janggut.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Empuloh Janggut\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Empuloh-Janggut.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Empuloh-Janggut.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2020\" class=\"wp-caption-text\">Empuloh Janggut<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pulau Jawa memang gudangnya satwa burung langka yang sayangnya saat ini populasi hewan-hewan tersebut mulai berkurang. Salah satu satwa yang cukup terkenal adalah Burung Empuloh Janggut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Burung Empuluh Janggut atau Cucak Janggut memiliki ciri yang khas. Salah satunya adalah memiliki bulu-bulu putih yang menempel di bagian kepalanya. Sekilas bulu-bulu ini memang terlihat seperti janggut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hewan yang memiliki nama latin Alophoixus Bres ini dianggap hewan yang bakal segera punah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyebabnya adalah banyaknya perburuan ilegal yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hewan ini memang sangat diminati karena selain warnanya indah, suaranya saat berkicau juga sangat merdu.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Burung Cica Daun Sumatera<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_2021\" aria-describedby=\"caption-attachment-2021\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-2021\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Cica-Daun-Sumatera.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Burung Cica Daun Sumatera\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Cica-Daun-Sumatera.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Cica-Daun-Sumatera.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2021\" class=\"wp-caption-text\">Burung Cica Daun Sumatera<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Sumatera ada satu satwa langka yang saat ini populasinya juga mulai berkurang. Namanya adalah Burung Cica Daun yang sempat menjadi ikon pulan Andalas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa tahun kemarin, hewan yang juga disebut <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/burung-cucak-ijo\/\">Cucak Ijo<\/a> ini mulai viral dan dicari orang karena suaranya panjang dan berirama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan, ada beberapa pencinta burung yang membuat even suara burung Cica Daun atau Cica Ijo. Semoga dengan adanya kegiatan semacam ini, tidak akan mengganggu ekosistem atau keseimbangan alam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Burung Cica Daun memiliki warna dominan hijau dari kepala sampai ekor. Sedangkan di bagian jambul terdapat warna berbeda yaitu kuning terang dan terkadang berwarna merah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, jika dilihat lebih teliti, burung ini terlihat seperti menggunakan topeng di bagian kepala.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>5. Burung Cica Daun Besar<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_2022\" aria-describedby=\"caption-attachment-2022\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2022 size-large\" title=\"Burung Cica Daun Besar\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Cica-Daun-Besar.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Burung Cica Daun Besar\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Cica-Daun-Besar.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Cica-Daun-Besar.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2022\" class=\"wp-caption-text\">Burung Cica Daun Besar<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Burung Cica Daun Besar termasuk satwa yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Makanya, semua warga dilarang melakukan perburuan ilegal kecuali ingin dijerat pasal pidana dan perdata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Burung Cica Daun Besar memang sering ditangkap oleh warga. Pasalnya, hewan ini memiliki bentuk yang eksotis, warna tubuhnya juga menarik dan memukau. Makanya banyak masyarakat yang ingin memeliharanya di rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk saat ini, populasi burung Cica Daun Besar masih aman-aman saja. Hewan yang berwarna dominan hijau ini masih bisa ditemukan dengan mudah terutama di daerah Kalimantan, Sumatera dan Pulau Jawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekalipun demikian program pelestarian satwa ini tetap harus dilanjutkan dengan konsisten.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>6. Burung Kerak Perut Pucat<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_2023\" aria-describedby=\"caption-attachment-2023\" style=\"width: 530px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2023 size-full\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Kerak-Perut-Pucat.jpg?resize=530%2C439&#038;ssl=1\" alt=\"Burung Kerak Perut Pucat\" width=\"530\" height=\"439\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2023\" class=\"wp-caption-text\">Burung Kerak Perut Pucat<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu satwa burung yang sepertinya bakal punah di Indonesia adalah burung keluarga jalak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Burung jenis Jalak yang bakal punah pertama kali adalah Burung Kerak Perut Pucat yang sampai sejauh ini populasinya semakin berkurang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satwa yang bernama latin Acridotheres Cinereus ini memiliki warna dominan hitam sedangkan di bagian perutnya berwarna putih pucat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu, hewan ini disebut Burung Kerak Perut Pucat karena memang warna bulunya adalah warna yang pucat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk spesies Burung Kerak Perut yang lain, warna putih pucat di perutnya menyebar ke bagian tubuh tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan ada yang melingkar dari perut bawah hingga ke leher bagian atas. Inilah spesies burung kerak perut pucat yang paling cantik.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>7. Burung Kacamata Jawa<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_2024\" aria-describedby=\"caption-attachment-2024\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2024 size-large\" title=\"Burung Kacamata Jawa\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Kacamata-Jawa.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Burung Kacamata Jawa\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Kacamata-Jawa.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Kacamata-Jawa.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2024\" class=\"wp-caption-text\">Burung Kacamata Jawa<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Burung asli Indonesia yang memiliki nuansa kecantikan luar biasa adalah Burung Kacamata Jawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan unggas yang berukuran kecil ini sering diikutsertakan kontes burung baik yang resmi maupun yang legal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Burung Kacamata Jawa memiliki ciri-ciri bulu berwarna dominan kuning. Untuk sayapnya berwarna abu-abu yang terlihat kontras dengan warna kuning yang mengelilingi sekujur tubuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paruh burung yang berwarna hitam pekat juga membuat penampilan hewan ini semakin eksotis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut ahli satwa, burung Kacamata Jawa juga dipastikan bisa punah jika tidak dilestarikan dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasalnya, pemburu tidak bertanggungjawab masih terus bergerilya melakukan perburuan satwa secara ilegal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan mereka menjual mahal hasil tangkapannya tanpa memperhitungkan keseimbangan alam yang bisa menjadi efek negatif bagi manusia.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>8. Burung Cica Daun Jawa<\/strong><\/h3>\n<figure id=\"attachment_2025\" aria-describedby=\"caption-attachment-2025\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2025 size-large\" title=\"Burung Cica Daun Jawa\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Cica-Daun-Jawa.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Burung Cica Daun Jawa\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Cica-Daun-Jawa.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Cica-Daun-Jawa.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2025\" class=\"wp-caption-text\">Burung Cica Daun Jawa<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Burung langka yang populasinya juga berkurang di Indonesia adalah Burung Cica Daun Jawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Burung yang berukuran kecil ini memiliki tampilan yang eksotis sehingga menarik minat pemburu untuk melakukan perburuan ilegal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ciri-ciri Burung Cica Daun Jawa ialah memiliki warna dominan hijau. Cuma di bagian paruhnya berwarna berbeda yaitu kuning terang dan terkadang merah nyala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, di bagian kepala terdapat warna hitam berkolaborasi dengan bercak berwarna kuning yang terlihat dengan jelas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk bagian sayap berwarna biru tua yang berpadu dengan warna putih ketika sedang mengepak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warna-warna inilah yang membuat penampilan burung cica daun jawa paling cantik dibandingkan yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sayang, tindakan perburuan tidak bertanggungjawab membuat populasi hewan ini sangat memprihatinkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Itulah ulasan singkat tentang jenis burung langka yang ada di Indonesia. Sayangnya, satwa-satwa cantik ini mulai berkurang bahkan ada yang dinyatakan sudah hilang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh sebab itu, satwa yang masih tersisa hendaknya tetap dijaga dengan baik terutama oleh para kalangan muda yang memang seharusnya mencinta tikungan dan satwa.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah Anda tentang Jenis Burung Paling Langka Di Indonesia? Indonesia adalah gudangnya satwa langka yang dilindungi oleh pemerintah. Bahkan burung&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2024,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[244],"tags":[509,508],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Kacamata-Jawa.jpg?fit=740%2C555&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>8 Jenis Burung Paling Langka Di Indonesia - Ilmu Peternakan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tahukah Anda tentang Jenis Burung Paling Langka Di Indonesia? Indonesia adalah gudangnya satwa langka yang dilindungi oleh pemerintah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/burung-paling-langka\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"8 Jenis Burung Paling Langka Di Indonesia - Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tahukah Anda tentang Jenis Burung Paling Langka Di Indonesia? Indonesia adalah gudangnya satwa langka yang dilindungi oleh pemerintah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/burung-paling-langka\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-03-28T06:47:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-07-29T14:05:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Kacamata-Jawa.jpg?fit=740%2C555&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"740\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"555\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"7 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/burung-paling-langka\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Burung-Kacamata-Jawa.jpg?fit=740%2C555&ssl=1\",\"width\":740,\"height\":555,\"caption\":\"Burung Kacamata Jawa\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/burung-paling-langka\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/burung-paling-langka\/\",\"name\":\"8 Jenis Burung Paling Langka Di Indonesia - Ilmu Peternakan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/burung-paling-langka\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-03-28T06:47:06+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-29T14:05:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Tahukah Anda tentang Jenis Burung Paling Langka Di Indonesia? Indonesia adalah gudangnya satwa langka yang dilindungi oleh pemerintah.\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/burung-paling-langka\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1994"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1994"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1994\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2886,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1994\/revisions\/2886"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2024"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}