{"id":2065,"date":"2021-04-04T10:39:22","date_gmt":"2021-04-04T10:39:22","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=2065"},"modified":"2021-04-04T10:42:45","modified_gmt":"2021-04-04T10:42:45","slug":"katak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/katak\/","title":{"rendered":"Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahukah Anda tentang Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak? Katak adalah hewan amfibi yang memiliki tulang belakang atau vertebrata yang dapat hidup di dua alam yakni di darat serta di air.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2067\" aria-describedby=\"caption-attachment-2067\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-2067\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Ciri-Klasifikasi-Habitat-Jenis-Makanan-dan-Daur-Hidup-Katak.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Ciri-Klasifikasi-Habitat-Jenis-Makanan-dan-Daur-Hidup-Katak.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Ciri-Klasifikasi-Habitat-Jenis-Makanan-dan-Daur-Hidup-Katak.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2067\" class=\"wp-caption-text\">Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak<\/figcaption><\/figure>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Ciri Katak<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahukah anda bahwa katak dan kodok walaupun terlihat serupa namun ternyata berbeda? Katak tubuhnya langsing sedangkan kodok bertubuh berisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa ciri-ciri katak lainnya yang membedakan katak dengan kodok.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Katak Memiliki Sepasang Mata yang Menonjol<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fungsi dari mata katak yang menonjol adalah agar dapat melihat lebih baik serta memudahkan katak untuk melihat ke segala arah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mata katak memiliki selaput tambahan atau disebut membrana niktitans yang berguna agar katak dapat melihat pada saat menyelam.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Katak Memiliki Dua Pasang Kaki<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katak memiliki dua pasang kaki yang mana kaki pada bagian belakang lebih besar dibanding kaki pada bagian depan. Kaki belakang kaki katak lebih besar supaya katak dapat melompat lebih tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada jari-jari katak terdapat selaput untuk membantu katak berenang, menggali dan juga mengubur dirinya sendiri saat sedang berhibernasi di dalam tanah.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Kulit Katak Selalu Basah<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ciri katak lainnya adalah kulitnya selalu basah dan membantu katak dalam bernafas karena kulit katak yang basah banyak mengandung pembuluh darah yang dapat membantu oksigen berdifusi melalui kulit katak tersebut.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Katak Mengalami Metamorfosis Sempurna<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katak mengalami metamorfosis sempurna yaitu dimulai dari telur, berudu yang memiliki ekor dan insang hingga katak menjadi katak dewasa yang sempurna.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Klasifikasi Katak<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li style=\"text-align: left;\">Phyllum : Chordata<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Subphylum : Vertebrata<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Superclassis : Tetrapoda<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Classis : Amphibia<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Ordo : Anura<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Subordo : Phaneroglossa<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Familia : Ranidae<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Genus : Rana<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Spesies : Rana sp<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Habitat Katak<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katak dapat dijumpai di daerah-daerah yang dengan sumber air misalnya danau dan sungai.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Jenis Katak<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis-jenis katak yang ada di Indonesia sangat beragam. Katak-katak tersebut habitatnya tersebar dari ujung barat Sumatera hingga ujung timur Papua.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Katak Batu<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katak batu merupakan salah satu jenis katak sungai dan merupakan katak terbesar di dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Indonesia katak batu dapat ditemukan di pulau Jawa, Sumatera Selatan dan Lampung.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Katak Bertanduk<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katak bertanduk adalah salah satu jenis katak yang hidup di hutan. Di Indonesia ada 2 macam katak bertanduk yakni Megophrys Montana dan Megophyrys Nasuta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katak ini bisa berkamuflase sehingga susah untuk menemukannya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Katak Pohon Asia Selatan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katak pohon asia selatan adalah katak yang hidup di pohon, menempel pada batang, daun atau ranting pohon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis Katak pohon asia selatan memiliki kaki yang sangat panjang untuk melompat dari pohon ke pohon dan dapat menempel seperti cicak.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Katak Mulut Sempit<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ciri khas katak mulut sempit adalah ukuran tubuhnya yang sangat kecil. Beberapa jenis katak mulut sempit ini ukurannya hanya beberapa milimeter.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>5. Katak Pohon Raksasa Australia<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katak pohon raksasa australia memiliki tubuh besar dan gemuk. Di Indonesia, katak pohon raksasa australia dapat ditemukan di Indonesia bagian Timur.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>6. Katak Pohon Bergaris<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ciri-ciri dari katak pohon bergaris adalah ukurannya sedang dengan jari melebar dan bagian ujungnya rata, kulit kepala katak pohon bergaris menyatu dengan tengkorak, jari tangan katak jenis ini setengahnya berselaput sedangkan jari kakinya hampir semua berselaput.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kulit katak pohon bergaris tidak memiliki bintil dan lipatan namun bagian bawah katak ini berbintil granular dengan warna cokelat keabuan dan ada juga yang disertai dengan bintik hitam atau dengan garis yang jelas memanjang dari ujung kepala hingga ujung tubuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katak jenis ini dapat ditemui di sekitar rawa ataupun bekas tebangan hutan sekunder.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>7. Katak Sawah<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katak sawah memiliki tubuh berukuran sedang dan besar serta tekstur kulitnya memiliki lipatan-lipatan dan bintil-bintil yang memanjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis Katak sawah memiliki warna yang bervariasi namun kebanyakan berwarna cokelat tua dengan bercak gelap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesuai dengan namanya, katak ini dapat ditemukan di sawah-sawah dan ada juga yang habitatnya di rawa bahkan di tambak atau hutan bakau.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>8. Katak Tegalan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katak tegalan ini memiliki bentuk kepala yang runcing serta jari kaki setengah berselaput hingga pada ruas terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tekstur kulit katak tegalan berkerut dan terdapat bintil-bintil tipis yang menutupi seluruh badannya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>9. Katak Pohon Telinga Gelap<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katak pohon telinga gelap berukuran sedang hingga besar dan kepalanya berbentuk segitiga dengan bentuk mata yang besar. Jenis Katak pohon telinga gelap berwarna cokelat dan bergaris cokelat gelap.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>10. Katak Pohon Kaki Bergerigi<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala katak pohon kaki bergerigi berbentuk segitiga dan terdapat bintik berbentuk kerucut pada bagian moncong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warna tubuh bagian atasnya adalah abu-abu kehijauan hingga cokelat pada bagian sisi kepalanya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Makanan Katak<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada umumnya, katak mengonsumsi serangga yaitu jangkrik, beberapa jenis cacing yaitu <em>red wigglers<\/em> dan <em>night crawlers<\/em> dan ulat Katak lebih menyukai makanan yang masih hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katak yang berukuran lebih besar membutuhkan lebih banyak makanan oleh karena itu biasanya katak yang berukuran besar menyukai tikus.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Daur Hidup Katak<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daur hidup katak dapat dibagi menjadi 4 tahap yaitu dimulai dari telur, kecebong, katak berekor dan katak dewasa.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Telur<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daur hidup katak dimulai dari telur. Katak betina menghasilkan telur katak yang sekilas bentuknya menyerupai biji selasih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cangkang telur katak sangat tipis untuk dapat bertahan hidup di arus air yang kencang atau di perairan yang berpotensi mengering.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Telur karak tersebut akan diletakkan dalam kubangan air yang dianggap aman oleh induk katak lalu 10 hari kemudian telur-telur tersebut akan mulai menetas.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Kecebong<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah telur mulai menetas, daur hidup katak selanjutnya adalah kecebong atau disebut juga sebagai berudu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah dua hari menetas, kecebong baru memiliki insang. Kecebong akan hidup di air selama 5 hari hingga menjadi katak muda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama hidup di air, kecebong akan memakan alga serta tumbuhan air lainnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Katak Berekor<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katak berekor atau katak muda hidup di air dan bernafas menggunakan insang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biasanya katak berekor akan memakan seranggga yaitu jangkrik untuk bertahan hidup. Setelah 3 minggu, kulit katak akan tumbuh menutupi insang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menjelang usia 8 minggu, kaki belakang katak mulai tumbuh diikuti dengan pertumbuhan kaki depan katak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, di minggu ke 12, jari kaki katak akan terbentuk sempurna, ekor katak juga akan mulai memendek dan katak akan mulai bernafas menggunakan paru-paru.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Katak Dewasa<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Katak muda akan menjadi katak dewasa setelah mencapai usia 2 hingga 4 tahun. Sedangkan Katak dewasa akan mulai kawin kemudian bertelur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara pembuahan pada katak yaitu katak jantan melekat pada punggung katak betina dan memeluk erat katak betina dari belakang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kaki belakang katak jantan akan melakukan gerakan seperti memijat perut katak betina serta merangsang pengeluaran telur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di saat yang bersamaan katak jantan akan melepaskan spermanya ke dalam air sehingga membuahi telur-telur yang dikeluarkan katak betina.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah pembuahan berhasil maka telur katak akan menetas dan berkembang menjadi kecebong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikianlah pembahasan kita dalam kesempatan kali ini tentang Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak. Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Baca Juga : <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/perbedaan-katak-dan-kodok\/\">Perbedaan Katak dan Kodok<\/a><\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah Anda tentang Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak? Katak adalah hewan amfibi yang memiliki tulang belakang&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2067,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[17],"tags":[522,466],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Ciri-Klasifikasi-Habitat-Jenis-Makanan-dan-Daur-Hidup-Katak.jpg?fit=700%2C393&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tahukah Anda Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak? Katak adalah hewan amfibi yang memiliki tulang belakang yang dapat hidup di dua alam\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/katak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tahukah Anda Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak? Katak adalah hewan amfibi yang memiliki tulang belakang yang dapat hidup di dua alam\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/katak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-04-04T10:39:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-04-04T10:42:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Ciri-Klasifikasi-Habitat-Jenis-Makanan-dan-Daur-Hidup-Katak.jpg?fit=700%2C393&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"393\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/katak\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Ciri-Klasifikasi-Habitat-Jenis-Makanan-dan-Daur-Hidup-Katak.jpg?fit=700%2C393&ssl=1\",\"width\":700,\"height\":393,\"caption\":\"Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/katak\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/katak\/\",\"name\":\"Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/katak\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-04-04T10:39:22+00:00\",\"dateModified\":\"2021-04-04T10:42:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Tahukah Anda Ciri, Klasifikasi, Habitat, Jenis, Makanan dan Daur Hidup Katak? Katak adalah hewan amfibi yang memiliki tulang belakang yang dapat hidup di dua alam\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/katak\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2065"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2065"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2065\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2071,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2065\/revisions\/2071"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2067"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2065"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2065"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2065"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}