{"id":2073,"date":"2021-04-06T13:54:29","date_gmt":"2021-04-06T13:54:29","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=2073"},"modified":"2021-06-11T15:11:07","modified_gmt":"2021-06-11T15:11:07","slug":"lebah-madu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lebah-madu\/","title":{"rendered":"Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahukah Anda tentang Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu? Lebah madu merupakan serangga yang kaya akan manfaat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2075\" aria-describedby=\"caption-attachment-2075\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-2075\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Ciri-Klasifikasi-Habitat-Makanan-dan-Jenis-Lebah-Madu.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Ciri-Klasifikasi-Habitat-Makanan-dan-Jenis-Lebah-Madu.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Ciri-Klasifikasi-Habitat-Makanan-dan-Jenis-Lebah-Madu.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Ciri-Klasifikasi-Habitat-Makanan-dan-Jenis-Lebah-Madu.jpg?zoom=2&amp;resize=630%2C380&amp;ssl=1 1260w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Ciri-Klasifikasi-Habitat-Makanan-dan-Jenis-Lebah-Madu.jpg?zoom=3&amp;resize=630%2C380&amp;ssl=1 1890w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2075\" class=\"wp-caption-text\">Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebah madu merupakan serangga yang berperan penting dalam menghasilkan madu yang dikenal memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejak zaman dahulu, madu sudah dikenal sebagai obat dari berbagai jenis penyakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam klasifikasi binatang, lebah dimasukkan dalam kategori ordo Hymenoptera yang artinya \u201csayap bening\u201d. Dalam ordo ini terdapat 100.000 spesies serangga yang terdiri dari lebah, tawon, semut dan rayap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini, kebanyakan madu yang ada di dunia ini diproduksi melalui proses budidaya. Ada banyak jenis lebah di dunia ini, akan tetapi tidak semuanya dapat menghasilkan madu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, jenis lebah apa saja yang dapat menghasilkan madu? Apa saja ciri-ciri fisiknya? Apa saja kebutuhan yang harus dipenuhi jika ingin membudidayakan lebah madu? Baca informasi lengkapnya di artikel ini.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Ciri Lebah Madu<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mungkin sebagian dari Anda masih bingung bagaimana cara membedakan lebah madu dan lebah biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut beberapa ciri-ciri fisik lebah madu yang membedakannya dari\u00a0 berbagai jenis lebah lain.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Rambut-rambut yang melindungi mata<\/li>\n<li><em>Scutellum<\/em> (bagian belakang dari dada serangga) sangat cembung<\/li>\n<li><em>Danada lobus<\/em> pada sayap belakang<\/li>\n<li>Tubuhnya berwarna hitam dengan empat buah garis garis kuning di bagian perutnya<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebah madu merupakan serangga yang unik karena mereka adalah makhluk sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat lebah madu terdiri dari tiga bagian: ratu lebah, lebah pekerja dan lebah jantan. Terdapat pula perbedaan secara fisik antara tiga bagian ini.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Ratu lebah <\/strong>berjenis kelamin betina, tugasnya kawin dan bertelur sehingga memiliki ukuran tubuh yang lebih besar karena <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/organ-reproduksi-ternak-jantan\/\">organ reproduksi<\/a> yang besar.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Lebah pekerja<\/strong> memiliki organ tambahan, yaitu pemencet polen pada kaki belakang. Ini berguna untuk mengangkut polen serta menjadi organ \u201cpenyengat\u201d untuk menaruh telur.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Lebah jantan<\/strong> memiliki mata yang besar dan tidak memiliki organ penyengat, sehingga bentuk perutnya lebih tumpul. Tugas utamanya adalah mengkawini ratu dan umurnya mencapai tiga bulan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Klasifikasi Lebah Madu<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara taksonomi, lebah madu diklasifikasikan sebagai berikut.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: left;\">Kerajaan: Animalia<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Filum: Arthropoda<br \/>\nKelas: Insecta<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Ordo: Hymenoptera<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Famili: Apidea<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Genus: Apis<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Spesies: Apis cerana, Apis andreniformis, Apis mellifera, Apis dorsata, Apis koschevnikovi, Apis nigrocincta, Apis florea<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Habitat Lebah Madu<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syarat utama hidupnya lebah madu ialah dengan adanya tanaman. Secara umum, lebah madu dapat hidup di belahan bumi manapun, kecuali di daerah kutub.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini dikarenakan di kutub utara dan selatan tidak ada tanaman yang bisa dijadikan sumber pakan lebah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di daerah tropis, lebah madu dapat berkembang biak sepanjang tahun karena tumbuhan sebagai sumber pakan terus menerus tersedia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk daerah subtropis, lebah tidak akan produktif pada musim dingin. Di alam bebas, lebah tinggal di gua-gua hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di hutan, koloni lebah juga tinggal di lubang-lubang pohon. Sementara, jika di peternakan, lebah biasanya tinggal di tempat yang sudah disediakan, yang biasanya disebut \u201cstup\u201d.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Makanan Lebah Madu<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam mencari sumber pakan, lebah pekerja dapat terbang dengan radius 2-6 km. Setiap harinya, lebah madu mengkonsumsi nektar dan serbuk sari (polen) yang dihasilkan oleh tanaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nektar adalah cairan manis yang terkandung di dalam bunga tanaman. Hampir semua tanaman berbunga yang ada di dunia ini merupakan penghasil nektar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada musim gugur dan musim dingin, peternak lebah madu menyiasati dengan memberi makan lebah dengan sirup gula.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini berguna untuk merangsang pertumbuhan larva. Sirup gula ini dibuat dengan perbandingan 1:1 (1 bagian gula pasir, 1 bagian air).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sirup gula ini sering ditaruh di piring, dimana macam-macam potongan kayu kecil ditambahkan. Ini dapat membantu lebah berdiri di potongan kayu yang mengapung dan meminum sirup tanpa tenggelam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain nektar, lebah madu juga harus memiliki akses terus menerus terhadap air bersih dan segar untuk bertahan hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, jika Anda memilih untuk membudidayakan lebah madu, maka wajib hukumnya untuk menyediakan sumber air alami atau buatan pada jarak yang dekat.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Jenis Lebah Madu<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan penelitian dari 20.000 spesies lebah di dunia, hanya ada tujuh spesies lebah yang yang dapat menghasilkan madu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lima diantaranya merupakan lebah asli Indonesia. Berikut tujuh jenis lebah penghasil madu menurut para ahli.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Lebah Madu Timur <em>(Apis cerana)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebah jenis ini tersebar di wilayah Asia Tenggara, Pakistan, Bangladesh dan berbagai pulau di Indonesia seperti Jawa, Kalimantan, Bali dan Lombok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Subspesies dari lebah jenis ini adalah <em>apis indica<\/em> yang merupakan lebah asli dari Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebah madu tipe ini cukup mudah dipelihara dan tidak akan menyerang kecuali dalam kondisi terancam.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Lebah Hitam <em>(Apis andreniformis)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebah hitam dapat ditemukan di pulau Jawa dan Kalimantan. Namun untuk saat ini, lebah tipe ini mulai sulit ditemukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain di Indonesia, lebah ini hidup di Malaysia, Filipina, Vietnam, Laos, India, Myanmar dan Cina bagian selatan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Lebah Madu Barat <em>(Apis mellifera)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari beberapa jenis lebah, lebah madu inilah yang paling banyak tersebar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Serangga ini berasal dari Asia, Afrika dan Eropa dan banyak dibudidayakan hampir di seluruh pelosok dunia karena daya tahan hidupnya dan daya adaptasinya yang sangat baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Indonesia sendiri, pembudidayaan madu jenis ini dapat ditemukan di daerah Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebah ini dapat menghasilkan madu 40 kg per koloni per tahun. Pada saat ini lebah Apis mellifera telah mencapai sekitar 40.000 koloni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Budidaya lebah unggul ini biasanya dilakukan pada bunga kopi, kapuk randu, dan karet.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Lebah Madu Merah<em> (Apis koschevnikovi)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebah Madu Merah merupakan varian lebah madu yang berasal dari Malaysia dan Indonesia (Jawa, Sumatra, Kalimatan).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akan tetapi, di pulau Jawa sendiri keberadaan lebah ini mulai sulit ditemukan. Lebah madu jenis ini terbilang sangat unik dan berciri khas pada warna merahnya yang sangat mencolok pada tubuhnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>5. Lebah Madu Raksasa <em>(Apis dorsata)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini merupakan kebah asli dari Asia Tenggara dan Selatan.\u00a0 Lebah madu raksasa dapat ditemukan di Indonesia, Malaysia, India, Filipina, dan Nepal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Indonesia, jenis lebah madu ini dikenal dengan nama Tawon Gung (Jawa) atau Odeng (Sunda) dan tersebar di seluruh hutan nusantara kecuali pulau Papua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebah ini tidak dibudidayakan karena sifatnya yang ganas dan hidup secara liar. Ukuran tubuhnya pun lebih besar dibandingkan jenis lebah madu yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sengatan lebah ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sekali panen, madu ini bisa memproduksi 10-20 kg madu per koloni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika sarangnya lebih besar, maka produksinya bisa mencapai 30 kg madu. Madu yang dihasilkan dinamakan madu hutan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>6. Lebah Madu Lokal Sulawesi <em>(Apis nigrocincta)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apis nigrocincta merupakan jenis lebah madu yang hanya dapat ditemukan di Filipina dan Indonesia saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebah tipe ini memiliki sifat hidup berkelompok dan jarang bermigrasi. Dalam satu hari, ratu lebah madu jenis ini menghasilkan sekitar 2.000 telur.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>7. Lebah Madu Kerdil <em>(Apis florea)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebah madu kerdil tidak dapat ditemukan di Indonesia dan alami hidup di Oman, Iran dan India.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Madu yang dihasilkan sangat berbeda dengan jenis madu lainnya karena kondisi iklim berbeda sangat jauh sekali dengan iklim Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebah jenis ini biasanya hidup pada lubang-lubang kayu. Lebah ini menghasilkan madu, namun tidak dapat dipelihara oleh manusia.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebah madu merupakan jenis lebah yang dapat menghasilkan madu. Lebah madu merupakan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">salah satu tipe lebah yang sering dibudidayakan. Secara fisik, lebah madu memiliki rambut-rambut halus serta dada yang lebih cembung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebah madu dapat hidup di berbagai belahan dunia kecuali bagian kutub karena sumber makanan lebah madu yang berasal dari nektar atau serbuk sari yang berasal dari bunga tumbuh-tumbuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terdapat pula tujuh varian lebah madu di dunia, dan lima diantaranya dapat ditemukan di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian ulasan lengkap mengenai Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu. Semoga informasi ini bermanfaat.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah Anda tentang Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu? Lebah madu merupakan serangga yang kaya akan manfaat. Lebah&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2075,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[17],"tags":[523],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Ciri-Klasifikasi-Habitat-Makanan-dan-Jenis-Lebah-Madu.jpg?fit=1920%2C1281&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tahukah Anda tentang Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu? Lebah madu merupakan serangga yang kaya akan manfaat.\u00a0\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lebah-madu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tahukah Anda tentang Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu? Lebah madu merupakan serangga yang kaya akan manfaat.\u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lebah-madu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-04-06T13:54:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-06-11T15:11:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Ciri-Klasifikasi-Habitat-Makanan-dan-Jenis-Lebah-Madu.jpg?fit=1920%2C1281&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1281\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"6 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lebah-madu\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Ciri-Klasifikasi-Habitat-Makanan-dan-Jenis-Lebah-Madu.jpg?fit=1920%2C1281&ssl=1\",\"width\":1920,\"height\":1281,\"caption\":\"Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lebah-madu\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lebah-madu\/\",\"name\":\"Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lebah-madu\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-04-06T13:54:29+00:00\",\"dateModified\":\"2021-06-11T15:11:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Tahukah Anda tentang Ciri, Klasifikasi, Habitat, Makanan dan Jenis Lebah Madu? Lebah madu merupakan serangga yang kaya akan manfaat.\\u00a0\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/lebah-madu\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2073"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2073"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2073\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2291,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2073\/revisions\/2291"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2073"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2073"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2073"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}