{"id":2484,"date":"2021-07-12T04:47:29","date_gmt":"2021-07-12T04:47:29","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=2484"},"modified":"2021-08-04T12:58:50","modified_gmt":"2021-08-04T12:58:50","slug":"kelinci","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/kelinci\/","title":{"rendered":"Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Kelinci"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahukah Anda tentang Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Kelinci? Kelinci adalah salah satu hewan ternak yang mampu beradaptasi dengan cepat. Selain itu, hewan ini juga menjadi ternak kesayangan, hias, hobby dan bahkan ternak keluarga.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2485\" aria-describedby=\"caption-attachment-2485\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-2485\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Klasifikasi-Morfologi-dan-Jenis-Kelinci.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Kelinci\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Klasifikasi-Morfologi-dan-Jenis-Kelinci.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Klasifikasi-Morfologi-dan-Jenis-Kelinci.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2485\" class=\"wp-caption-text\">Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Kelinci<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Umumnya kelinci dapat dijumpai di wilayah Indonesia terutama di daerah pegunungan. Kemudian kelinci juga disebut dengan hewan herbivora yang artinya pemakan tumbuhan seperti sayur-sayuran, tanaman lainnya dan berbagai jenis buah-buahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memang tidak dapat dipungkiri, banyak orang yang memelihara kelinci dengan tujuan yang berbeda-beda; antara lain untuk menghilangkan rasa penat dengan cara bermain dengan hewan yang lucu menggemaskan ini, adapula yang gemar mengoleksi hewan kelinci ini dan ada juga yang <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-ternak-kelinci\/\">beternak kelinci<\/a> sebagai peluang di dunia bisnis hewan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Klasifikasi Kelinci<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut ini adalah klasifikasi hewan kelinci.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: left;\">Kingdom: Animalia<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Filum: Chordata<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Kelas: Mammalia<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Ordo: Artiodactyla<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">SubClassis: Lagomorpa<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Familia: Leporidae<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Sub Familia: Lepus, Orictolagus<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Sub Phylum: Vertebrata<\/li>\n<li style=\"text-align: left;\">Spesies: Lepus spp, Oritolagus spp<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Ciri Morfologi Kelinci<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara umum hewan kelinci ini mempunyai ciri morfolgi sebagai berikut.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Bagian Bulu<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelinci mempunyai warna bulu yang bermacam-macam sesuai dengan jenisnya. Mulai dari abu-abu, putih, coklat, hitam dan masih banyak lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, bulu hewan kelinci memiliki tekstur yang halus dan tumbuhnya sangat lebat.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Bagian Telinga<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ciri morfologi pada hewan kelinci selanjutnya selain bulu adalah telinga. Kelinci mempunyai bentuk telinga tegak dan menghadap ke depan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Bagian Kaki<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian ciri morfologi lainnya adalah hewan kelinci mempunyai 2 pasang kaki yaitu 2 kaki di bagian belakang dengan ukuran yang lebih pendek. Sementara itu 2 kaki bagian depannya mempunyai ukuran lebih panjang.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Bagian Hidung<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya hidung kelinci mempunyai bentuk yang silindris pada bagian sisi kiri dan pada bagian kanan hidung kelinci mempunyai kumis halus yang mirip dengan kucing.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>5. Bagian Ekor<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, ciri morfologi dari hewan kelinci terakhir yaitu pada bagian ekor. Ekor kelinci ini mempunyai ukuran yang sangat pendek bahkan hampir tidak terlihat oleh mata.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Jenis Kelinci<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di dunia ini ada banyak jenis kelinci dan berikut adalah beberapa jenis kelinci yang sering kita jumpai di lingkungan sekitar.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Kelinci Anggora<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelinci Anggora berasal dari Ankara Turki dan mempunyai bulu yang tebal, jumlahnya sangat banyak dan teksturnya juga lembut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, spesies kelinci ini mempunyai berat sekitar 3,5 kg per ekornya. Apabila kelinci dari jenis yang lain sangat aktif berlarian kesana-kemari, tetapi jenis kelinci ini termasuk dalam hewan yang lebih tenang dan kalem. Untuk harga satu kelinci anggora ini cukup mahal sekitar 600 ribu-2 juta.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Kelinci Himalaya<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nama lain dari kelinci Himalaya ini adalah kelinci Cina atau kelinci Rusia. Kemudian, warna tubuh kelinci lebih dominan putih dan pada bagian hidungnya cenderung ber warna gelap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini adalah salah satu jenis kelinci yang susah dibudidayakan. Selain itu, harganya sangat mahal mencapai 4 juta rupiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Harga yang mahal biasanya disesuaikan dengan penampilan kelinci terutama pada bagian matanya yang berwarna merah atau pink.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Kelinci Dutch<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam bahasa Inggris kelinci dutch disebut dengan dutch rabbit. Kemudian kelinci ini mempunyai warna bulu yang unik dan terdiri dari dua kombinasi warna yaitu warna putih, bercak hitam, cokelat atau abu-abu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, dutch rabbit mempunyai bulu putih dan hitam hampir serupa dengan boneka hidup karena bentuknya yang sangat lucu. Untuk harga satu kelinci jenis dutch rabbit ini juga cukup mahal sekitar 100 ribu hingga Rp 2 juta.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Kelinci English Lop<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelinci jenis ini cukup terkenal di Indonesia dengan mempunyai ciri khas telinganya yang panjang. Pada saat berusia 4 bulan, kelinci ini telinganya akan turun hingga menyentuh tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, berat kelinci English Lop antara 4 hingga 6 kg dan bisa dikatakan tubuhnya cukup besar. Untuk harga satu kelinci jenis ini berkisar 50 ribu hingga 4 juta.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>5. Kelinci Flemish Giant<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis kelinci yang lainnya adalah Flemish Giant. Kelinci ini mempunyai berat tubuh yang cukup besar mencapai angka 15 kg.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, jenis kelinci ini tidak mempunyai telinga yang panjang seperti jenis kelinci english lop. Untuk harga satu kelinci ini tergolong sangat mahal hingga mencapai angka 10 juta rupiah.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>6. Kelinci French Lop<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis kelinci french lop ini berukuran cukup besar dan berat badannya mencapai 12 kg. Sebenarnya kelinci jenis french lop ini merupakan hasil perkawinan dari kelinci jenis english lop dan juga kelinci jenis flemish giant.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk harga satu jenis kelinci ini bermacam-macam, mulai dari 250 ribu hingga 2,5 juta dan semua tergantung dari umur serta ukurannya tubuhnya ada yang kecil atau besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Baca Juga : <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ciri-kelinci-sedang-hamil\/\">Ciri Kelinci Sedang Hamil<\/a><\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah Anda tentang Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Kelinci? Kelinci adalah salah satu hewan ternak yang mampu beradaptasi dengan cepat. Selain&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2485,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[3],"tags":[108],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Klasifikasi-Morfologi-dan-Jenis-Kelinci.jpg?fit=750%2C500&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Kelinci - Ilmu Peternakan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tahukah Anda tentang Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Kelinci? Kelinci adalah salah satu hewan ternak yang mampu beradaptasi dengan cepat\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/kelinci\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Kelinci - Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tahukah Anda tentang Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Kelinci? Kelinci adalah salah satu hewan ternak yang mampu beradaptasi dengan cepat\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/kelinci\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-12T04:47:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-08-04T12:58:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Klasifikasi-Morfologi-dan-Jenis-Kelinci.jpg?fit=750%2C500&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/kelinci\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Klasifikasi-Morfologi-dan-Jenis-Kelinci.jpg?fit=750%2C500&ssl=1\",\"width\":750,\"height\":500,\"caption\":\"Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Kelinci\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/kelinci\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/kelinci\/\",\"name\":\"Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Kelinci - Ilmu Peternakan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/kelinci\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-07-12T04:47:29+00:00\",\"dateModified\":\"2021-08-04T12:58:50+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Tahukah Anda tentang Klasifikasi, Morfologi dan Jenis Kelinci? Kelinci adalah salah satu hewan ternak yang mampu beradaptasi dengan cepat\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/kelinci\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2484"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2484"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2484\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3044,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2484\/revisions\/3044"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}