{"id":2850,"date":"2021-08-04T14:02:33","date_gmt":"2021-08-04T14:02:33","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=2850"},"modified":"2021-08-02T13:28:07","modified_gmt":"2021-08-02T13:28:07","slug":"udang-windu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/udang-windu\/","title":{"rendered":"Udang Windu : Klasifikasi, Morfologi, dan Harga"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahukah Anda mengenai Klasifikasi, Morfologi, dan Harga Udang Windu? Udang windu adalah salah satu komoditas udang asli dari Indonesia yang banyak dipilih untuk dibudidayakan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_2960\" aria-describedby=\"caption-attachment-2960\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-2960\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Klasifikasi-Morfologi-dan-Harga-Udang-Windu.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Klasifikasi, Morfologi, dan Harga Udang Windu\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Klasifikasi-Morfologi-dan-Harga-Udang-Windu.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Klasifikasi-Morfologi-dan-Harga-Udang-Windu.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2960\" class=\"wp-caption-text\">Klasifikasi, Morfologi, dan Harga Udang Windu<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini, produksi udang windu jauh lebih sedikit daripada udang vannamei, namun permintaan pasar tergolong cukup tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu, untuk meningkatkan produksi maka diperlukan ketersediaan bibit dan benih yang cukup memadai dan berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut <em>Food and Agriculture Organization <\/em>(FAO) \u2013 salah satu organisasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) \u2013 pada tahun 2008 menyebutkan bahwa udang windu merupakan salah satu komoditas unggul di Asia.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Klasifikasi Udang Windu<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Udang windu memiliki nama Latin <em>Penaeus monodon Fabricius<\/em>, dengan nama Inggrisnya yaitu <em>giant tiger prawn<\/em> atau <em>tiger prawn<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Udang jenis ini termasuk dalam kingdom <em>Animalia<\/em>, filum <em>Arthropoda<\/em>, subfilum <em>Crustacea<\/em>, kelas <em>Malacostraca<\/em>, ordo <em>Decapoda<\/em>, famili <em>Penaeidae<\/em>, genus <em>Penaeus<\/em>, dan spesies <em>Penaeus monodon<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara resmi diberikan nama Latin <em>Penaeus monodon Fabricius<\/em>, kata Fabricius pada kata ketiganya diambil dari Johan Christian Fabricius, orang yang pertama kali menemukan jenis udang ini pada tahun 1798.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Morfologi Udang WIndu<\/strong><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Dua Bagian Tubuh Udang<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Udang windu memiliki struktur tubuh yang sama dengan struktur tubuh udang pada umumnya. Tubuh udang dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian <em>cephalotorax <\/em>atau bagian kepala sampai dada dan bagian <em>abdomen<\/em> atau bagian perut sampai ekor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian <em>cephalotorax <\/em>dibungkus oleh sebuah lapisan kitin yang tebal yang disebut dengan <em>carapace. Carapace <\/em>merupakan tulang eksoskeleton yang strukturnya sangat keras.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian kepala ini terdiri dari <em>rostrum<\/em> yang merupakan perpanjangan <em>carapace <\/em>di depan mata, dengan matanya berupa mata facet yang bertangkai dan dapat digerakkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada bagian kepala juga terdapat enam sampai delapan gigi belakang, dan dua sampai empat gigi depan yang bengkok seperti <em>sigmoid<\/em>.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Bagian <em>Cephalatorax<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian <em>cephalotorax <\/em>ini terdiri dari 13 ruas, yaitu lima ruas kepala dan delapan ruas dada. Selain terdapat <em>carapace, rostrum, <\/em>dan mata facet, pada bagian <em>cephalatorax <\/em>ini juga memiliki sungut kecil (<em>antennule<\/em>), sungut besar (<em>antenna<\/em>), sirip kepala (<em>scophocerit<\/em>), rahang (<em>mandibula<\/em>) yang kuat, dan alat pembantu\/penyangga rahang (<em>maxilla<\/em>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada alat bantu penyangga rahang, terdapat bagian yang bernama <em>maxilliped<\/em> dan kaki jalan (<em>periopod<\/em>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Maxilliped <\/em>terdiri atas tiga pasang, sementara <em>periopod<\/em> sebagai kaki pada udang terdiri atas lima pasang, tiga pasang kaki jalan yang pertama memiliki capit yang bernama <em>chela<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada bagian dalam dari bagian kepala dan dada ini juga terdapat jantung dan pankreas yang bernama hepatopankreas.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Bagian <em>Abdomen\u00a0<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian <em>abdomen <\/em>terdiri dari enam ruas yang berbentuk seperti genteng. Pada bagian <em>abdomen <\/em>terdapat lima pasang kaki renang (<em>pleopods<\/em>) dan satu pasang ekor (<em>uropods<\/em>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Uropods <\/em>bersama dengan <em>telson<\/em> membentuk sebuah bagian baru yang berbentuk kipas yang berfungsi sebagai alat kemudi udang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Telson <\/em>yang bergabung dengan <em>uropods <\/em>ini merupakan <em>telson <\/em>yang bukan digunakan sebagai pertahanan diri, sehingga <em>telson <\/em>tersebut tidak berduri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara fisik, bagian <em>abdomen <\/em>memiliki struktur kulit yang keras, tebal, berloreng-loreng, dan berbuku-buku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warna lorengnya cukup bervariasi, biasanya berwarna hitam dengan garis-garis putih. Pada bagian dalam <em>abdomen, <\/em>warnanya cukup bervariasi, biasanya warnanya hitam kekuningan atau biru kekuningan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Kulit pada Bagian <em>Abdomen<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kulit pada bagian <em>abdomen <\/em>ini melakukan aktivitas <em>moulting <\/em>secara berkala<em>, <\/em>dimana aktivitas tersebut merupakan kegiatan dimana ia secara otomatis berganti kulit luar dalam jangka waktu tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian <em>abdomen <\/em>ini dibentuk oleh dua cabang tubuh yaitu cabang eksternal (<em>exopodite<\/em>) dan cabang internal (<em>endopodite<\/em>)<em>. <\/em>Setiap <em>pleopods<\/em> dilengkapi dengan cabang eksternal, kecuali pada <em>pleopods<\/em> pasang terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Udang windu memiliki sifat kanibal, yaitu bisa memakan udang lainnya apabila kurang diberikan pakan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>5. Alat Reproduksi<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alat reproduksi terletak pada bagian <em>abdomen, <\/em>tepatnya pada <em>pleopods. <\/em>Pada udang windu jantan, alat kelaminnya bernama petasma dan terletak pada <em>pleopods <\/em>pertama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara pada betina, alat kelaminnya bernama telisium yang berada diantara <em>pleopods <\/em>keempat dan kelima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada\u00a0 betina, selain terdapat telisium juga terdapat lubang saluran kelamin yang berada di pangkal <em>pleopods <\/em>ketiga.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>6. Ukuran<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Udang windu tergolong berukuran cukup besar jika dibandingkan dengan jenis udang lainnya, dengan panjang bisa mencapai 130 mm.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada saat udang mencapai kematangan seksual, panjang <em>carapace <\/em>udang betina berkisar antara 47 \u2013 164 mm dan panjang <em>carapace <\/em>udang jantan berkisar antara 37 \u2013 71 mm.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara umum, udang betina berukuran lebih besar daripada udang jantan, dengan panjang udang betina berada diantara 164 \u2013 190 mm (bahkan bisa mencapai 330 \u2013 336 mm) dengan beratnya 200 \u2013 320 gram.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara pada udang jantan, panjangnya berada diantara 134 mm \u2013 140 mm dengan beratnya 100 \u2013 170 gram.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Harga Udang Windu<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Harga udang windu dapat terbilang cukup mahal jika dibandingkan dengan jenis lainnya, seperti udang vaname dan udang galah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini disebabkan karena ia memiliki rasa yang lebih enak saat dikonsumsi jika dibandingkan dengan udang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biasanya udang windu dijual berdasarkan panjang tubuhnya, namun panjang tubuh tidak selalu berbanding lurus dengan harganya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rata-rata harga udang windu per kilogramnya Rp119.900,-, dengan\u00a0 yang paling murah yaitu jenis pancet berukuran 300 mm dengan harga Rp75.000,-. Sedangkan yang paling mahal adalah jenis pancet berukuran 250 mm dengan harga Rp199.500,-.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Baca Juga : <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-budidaya-udang-windu\/\">Cara Budidaya Udang Windu<\/a><\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah Anda mengenai Klasifikasi, Morfologi, dan Harga Udang Windu? Udang windu adalah salah satu komoditas udang asli dari Indonesia yang&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2960,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[42],"tags":[615],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Klasifikasi-Morfologi-dan-Harga-Udang-Windu.jpg?fit=1200%2C769&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Udang Windu : Klasifikasi, Morfologi, dan Harga - Ilmu Peternakan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tahukah Anda Klasifikasi, Morfologi, dan Harga Udang Windu? Udang windu merupakan salah satu komoditas udang asli dari Indonesia yang banyak dipilih untuk dibudidayakan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/udang-windu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Udang Windu : Klasifikasi, Morfologi, dan Harga - Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tahukah Anda Klasifikasi, Morfologi, dan Harga Udang Windu? Udang windu merupakan salah satu komoditas udang asli dari Indonesia yang banyak dipilih untuk dibudidayakan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/udang-windu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-08-04T14:02:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-08-02T13:28:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Klasifikasi-Morfologi-dan-Harga-Udang-Windu.jpg?fit=1200%2C769&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"769\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/udang-windu\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Klasifikasi-Morfologi-dan-Harga-Udang-Windu.jpg?fit=1200%2C769&ssl=1\",\"width\":1200,\"height\":769,\"caption\":\"Klasifikasi, Morfologi, dan Harga Udang Windu\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/udang-windu\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/udang-windu\/\",\"name\":\"Udang Windu : Klasifikasi, Morfologi, dan Harga - Ilmu Peternakan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/udang-windu\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-08-04T14:02:33+00:00\",\"dateModified\":\"2021-08-02T13:28:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Tahukah Anda Klasifikasi, Morfologi, dan Harga Udang Windu? Udang windu merupakan salah satu komoditas udang asli dari Indonesia yang banyak dipilih untuk dibudidayakan.\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/udang-windu\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2850"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2850"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2850\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2962,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2850\/revisions\/2962"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2960"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}