{"id":30,"date":"2020-09-08T12:04:25","date_gmt":"2020-09-08T12:04:25","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=30"},"modified":"2021-07-27T16:53:16","modified_gmt":"2021-07-27T16:53:16","slug":"ikan-sidat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ikan-sidat\/","title":{"rendered":"Ikan Sidat : Ciri, Karakteristik dan Klasifikasi, Anatomi dan Kebiasaan"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika dilihat secara sepintas ikan sidat ini mirip dengan belut, namun jika di teliti atau di perhatikan secara seksama ikan ini sangat berbeda dengan <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/hewan-belut\/\">hewan belut<\/a>. Berikut ini akan sedikti di bahas tentang ciri, karakter dan klasifikasi dari ikan sidat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_70\" aria-describedby=\"caption-attachment-70\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-70 size-large\" title=\"Ikan Sidat : Ciri, Karakteristik dan Klasifikasi, Anatomi dan Kebiasaan\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Ciri-Karakteristik-dan-Klasifikasi-Anatomi-dan-Kebiasaan-Ikan-Sidat.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Ikan Sidat : Ciri, Karakteristik dan Klasifikasi, Anatomi dan Kebiasaan\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Ciri-Karakteristik-dan-Klasifikasi-Anatomi-dan-Kebiasaan-Ikan-Sidat.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Ciri-Karakteristik-dan-Klasifikasi-Anatomi-dan-Kebiasaan-Ikan-Sidat.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-70\" class=\"wp-caption-text\">Ikan Sidat : Ciri, Karakteristik dan Klasifikasi, Anatomi dan Kebiasaan<\/figcaption><\/figure>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Ciri ikan sidat<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ciri ikan sidat bila dilihat dari bentuk tubuhnya adalah panjang yang dilapisi oleh sisik berbentuk panjang dan tersusun tegak lurus terhadap panjang tubuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kulit yang dimilikinya halus dengan warna cokelat dan hijau pada bagian punggung sedangkan pada bagian perut berwarna putih bersih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan sidat memiliki sirip yang menyatu pada anus\u00a0 dengan bentuk seperti jari melemah, dan sirip di dadanya berjumlah 14 \u2013 18 jari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan sidat memiliki kepala yang panjangnya sekitar 8\u00a0 &#8211; 12 kali mata dengan badan gelap tanpa bintik\u00a0 dan di bagian perut memiliki warna lebih cerah.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Karakteristik ikan sidat<\/strong><\/h2>\n<p>Karakteristik ikan sidat terbagi menjadi lima bagian, diantaranya adalah :<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Karnivora murni<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan sidat adalah jenis ikan karnivora murni atau pemakan daging yang mana ditandai dari muntahan ikan sidat yang tertangkap dari alam seperti kepiting, kerang atau udang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini menunjukkan bahwa ikan ini membutuhkan protein tinggi untuk tumbuh kembang. Jika ingin membudidayakan di perlukan protein sebesar 50 \u2013 55 % untuk starter dan 45 \u2013 50 % untuk grower.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Noctural living<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan sidat adalah jenis ikan yang aktif pada malam hari, yaitu aktif ketika selepas magrib hingga pagi hari, hala ini tetap enjadi kebiasaan ikan sidat walaupun sudah dibudidayakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi ketika anda memilih untuk membudidayakan maka lakuakn pemberian makan pada malam hari agar pertumbuhan ikan tidak terganggu.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Berupaya memijah<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan sidat akan melakukan proses regenerasi setelah mereka tumbuh dewasa atau sudah matang gonad dengan melakukan pemijahan pada palung laut dalam atau yang dekat dengan muara sungai setelah mereka melewatai perjalanan panjang dari hulu ke hilir bahkan sampai masuk ke muara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Si anak sidat (glass ell) akan mencari air tawar walaupun harus melawan arus.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Bersembunyi di siang hari<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan sidat tidak suka dengan cahaya yang terang atau cahaya yang terlalu banyak, jadi sangat sering ikan sidat ini tidak pernah dijumpai ketika siang hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mereka akan bersembunyi di tempat yang gelap seperti karang mmisalnya. Jika anda membudidayakan ikan sidat ini maka siapkan tempat gelap dengan menggunakan genteng atau paralon agar si ikan sidat ini dapat beristrirahat disiang hari.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>5. Butuh oksigen tinggi<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan sidat sangat memerlukan oksigen yang tinggi. Misalnya ketika si glass ell menempuh perjalanan jauh, mereka akan memilih atau mencari tempat nyaman yang memiliki oksigen tinggi seperti di bawah air terjun atau waduk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika anda mebudidayakan ikan sidak dan terjadi listrik padam misalnya, maka ikan \u2013 ikan sidat ini akan berdiri tegak yntuk menghirup oksigen secara langsung dari alam.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Klasifikasi ikan sidat<\/h2>\n<p>Berikut ini adalah penjelasan mengenai klasifikasi ikan sidat yang wajib anda ketahui :<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"308\">Fillum<\/td>\n<td width=\"308\">Chordata<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">Subfillum<\/td>\n<td width=\"308\">Euchordata<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">Class<\/td>\n<td width=\"308\">Osteichtyes<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">Infra class<\/td>\n<td width=\"308\">Teleostei<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">Ordo<\/td>\n<td width=\"308\">Anguilliformes<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">Famili<\/td>\n<td width=\"308\">Anguillidae<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">Genus<\/td>\n<td width=\"308\">Anguillia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"308\">Spesies<\/td>\n<td width=\"308\">Angguilla sp<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan sidat memiliki berbagai macam jenis, seperti :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Anguilla marmorata dengan ciri kulit halus memiliki bercak hitam berwarna kehijauan dan pada punggung ada garis kecokelatan.<\/li>\n<li>Anguilla bicolor dengan ciri kulit halus berwarna cokelat dan abu \u2013 abu yang punggungnya kehijauan dan perut putih.<\/li>\n<li>Anguilla celebesensis dengan ciri kulit berwarna abu \u2013 abu dan ada bintiknya.<\/li>\n<li>Anguilla borneoensis dengan ciri kulit berwarna putih terang.<\/li>\n<li>Anguilla ancertalis dengan ciri kulit memiliki warna abu \u2013 abu gelap dan lebih gelap lagi dari pada Anguilla celebesensis serta memiliki bintik.<\/li>\n<li>Anguilla mauritania dengan ciri tubuh memiliki bintik yang warnanya gelap dibanding jenis ikan sidat lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Anatomi Ikan Sidat<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anatomi ikan sidat dimulai dari segi pernafasannya. Organ pernafasan yang dimiliki oleh ikan ini adalah insan yang memiliki peranan seperti paru paru pada hewan darat. Ketahuilah bahwa ikan sidat memiliki insan 4 pasang yang berada pada rongga branchial.<\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Setiap lembar inisan terdiri dari beberapa jumlah filamen insan yang membentuk lamella. Ikan sidat mampu mengambil oksigem secara langsung dan tentunya mampu bertahan dala waktu yang sangat lama diudara terbuka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Ia juga mampu\u00a0 mengabsorbsi oksigen dengan menggunakan permukaan tubuhnya. Dari hasil penelitihan yang telah dilakukan bahwa sebanyak 60% kebutuhan oksigen dilakukan dengan pernafasan kulit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-adtags-visited=\"true\">Ikan sidat juga dilengkapi dengan penutup insang yang berada pada bagian belakang kepala ikan, fungsi dari tutup ini adalah untuk menjaga tingkat kelembaban yang berada di rongga branchial.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\" data-adtags-visited=\"true\"><strong>Kebiasaan Makan Ikan Sidat<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebiasaan makan ikan sidat Berdasarkan penelitihan yang dilakukan adalah jenis makanan yang terdapat di lambung ikan ini adalah udang, kepiting dan juga keong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan pada elver dan glass ell sampai saat ini belum bisa dipastikan. Menurut analisa beberapa peneliti menyatahkan bahwa ikan sidat pada stadia elver memakan ikan kecil, insekta, udang dan juga plankton.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu diingat bahwa jenis makanan ikan sidat tergantung ketersediaan makanan di habitatnya. Oleh karena itu perkembangan dan pertumbuhan ikan sidat berbeda satu tempat dengan tempat yang lainnya karena ketersediaan makanan tadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikianlah pembahasan kali ini mengenai Ciri, Karakteristik dan Klasifikasi, Anatomi dan Kebiasaan Ikan Sidat. Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Baca Juga : <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-budidaya-sidat\/\">Cara Budidaya Sidat<\/a><\/p>\n<\/div>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika dilihat secara sepintas ikan sidat ini mirip dengan belut, namun jika di teliti atau di perhatikan secara seksama ikan&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":70,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[3],"tags":[19],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Ciri-Karakteristik-dan-Klasifikasi-Anatomi-dan-Kebiasaan-Ikan-Sidat.jpg?fit=567%2C350&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ikan Sidat : Ciri, Karakteristik dan Klasifikasi, Anatomi dan Kebiasaan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ciri, Karakteristik dan Klasifikasi, Anatomi dan Kebiasaan Ikan Sidat - Jika dilihat secara sepintas ikan sidat ini mirip dengan belut, namun jika di teliti\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ikan-sidat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ikan Sidat : Ciri, Karakteristik dan Klasifikasi, Anatomi dan Kebiasaan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ciri, Karakteristik dan Klasifikasi, Anatomi dan Kebiasaan Ikan Sidat - Jika dilihat secara sepintas ikan sidat ini mirip dengan belut, namun jika di teliti\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ikan-sidat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-09-08T12:04:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-07-27T16:53:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Ciri-Karakteristik-dan-Klasifikasi-Anatomi-dan-Kebiasaan-Ikan-Sidat.jpg?fit=567%2C350&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"567\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"350\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ikan-sidat\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Ciri-Karakteristik-dan-Klasifikasi-Anatomi-dan-Kebiasaan-Ikan-Sidat.jpg?fit=567%2C350&ssl=1\",\"width\":567,\"height\":350,\"caption\":\"Ciri, Karakteristik dan Klasifikasi, Anatomi dan Kebiasaan Ikan Sidat\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ikan-sidat\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ikan-sidat\/\",\"name\":\"Ikan Sidat : Ciri, Karakteristik dan Klasifikasi, Anatomi dan Kebiasaan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ikan-sidat\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2020-09-08T12:04:25+00:00\",\"dateModified\":\"2021-07-27T16:53:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Ciri, Karakteristik dan Klasifikasi, Anatomi dan Kebiasaan Ikan Sidat - Jika dilihat secara sepintas ikan sidat ini mirip dengan belut, namun jika di teliti\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ikan-sidat\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2833,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30\/revisions\/2833"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}