{"id":3600,"date":"2021-09-18T08:34:33","date_gmt":"2021-09-18T08:34:33","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=3600"},"modified":"2021-09-28T14:35:49","modified_gmt":"2021-09-28T14:35:49","slug":"cara-ternak-ayam-kalkun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-ternak-ayam-kalkun\/","title":{"rendered":"Cara Ternak Ayam Kalkun Untuk Pemula"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahukah Anda mengenai Cara Ternak Ayam Kalkun?\u00a0Memelihara hewan ternak atau lebih sering dikenal sebagai beternak bukanlah hal baru.<\/p>\n<figure id=\"attachment_3639\" aria-describedby=\"caption-attachment-3639\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-3639\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Cara-Ternak-Ayam-Kalkun-Untuk-Pemula.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Cara Ternak Ayam Kalkun Untuk Pemula\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Cara-Ternak-Ayam-Kalkun-Untuk-Pemula.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Cara-Ternak-Ayam-Kalkun-Untuk-Pemula.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3639\" class=\"wp-caption-text\">Cara Ternak Ayam Kalkun Untuk Pemula<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan kegiatan ini sekarang banyak dilakukan di dalam rumah, sehingga tidak memerlukan tempat khusus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hewan yang sering dijadikan ternak biasanya burung, kambing, ayam, hingga sapi. Lantas bagaimana dengan ternak ayam kalkun?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah ternak <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/ayam-kalkun\/\">ayam kalkun<\/a> memiliki prospek bisnis yang bagus? Bagaimana cara beternaknya? Bagaimana cara yang tepat untuk mengembangbiakkannya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalkun tergolong binatang unggas dengan postur tubuh yang besar. Sebagai unggas yang besar, rentang sayap kalkun bisa mencapai 1,5 hingga 1,8 meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis kalkun tak hanya satu, melainkan ada beberapa jenis. Adapun jenis kalkun yang sering dijadikan hewan ternak adalah kalkun bronze. Kalkun ini merupakan kalkun jenis pedaging.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daging kalkun memiliki cita rasa yang khas dan lezat. Hal ini menjadi salah satu alasan orang-orang menyukainya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika serius terjun dalam ternak ayam kalkun, anda tak perlu khawatir dengan pamasarannya. Pangsa pasar ayam kalkun masih terbuka luas, sebab peternak kalkun masih belum banyak ditemui di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain rasanya yang khas dan enak, kandungan gizi ayam kalkun juga memiliki manfaat yang besar untuk kesehatan jantung, meningkatkan kecerdasan otak, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga mengurangi kadar kolesterol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai manfaat kalkun yang sangat baik untuk kesehatan itu akan meningkatkan permintaan kalkun di masa-masa mendatang.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Cara ternak ayam kalkun<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai kelebihan dan manfaat dari ayam kalkun ini tentu merupakan alasan yang baik untuk memulai ternak kalkun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum beternak kalkun, anda harus melewati beberapa tahapan terlebih dulu. Dengan langkah-langkah yang baik, maka dapat mengurangi resiko kerugian dalam beternak kalkun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebab ada beberapa hal yang sering menjadi penyebab ruginya beternak kalkun, mulai dari lambatnya pertumbuhan kalkun, hingga kematian kalkun secara tiba-tiba. Tanpa perlu berlama-lama lagi, berikut ini cara beternak ayam kalkun.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Memilih bibit<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beternak kalkun yang baik dimulai dari pemilihan bibit. Dengan memilih bibit yang baik, maka dapat meningkatkan peluang kesuksesan dalam beternak ayam kalkun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karenanya ketika membeli bibit, pastikan bibit benar-benar bagus tanpa cacat dan dalam keadaan yang sehat. Bibit yang baik juga bisa dilihat dari warna tubuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warna bibit kalkun yang gelap disinyalir lebih bagus dan sehat. Ciri lain dari bibit ayam kalkun yang bagus adalah postur tubuhnya besar dan tegap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian pergerakannya lincah, nafsu makan tinggai, warna kotorannya tidak putih maupun hijau.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Lokasi ternak<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar ayam kalkun dapat berkembang dengan baik, pilihlah lokasi ternak yang baik untuk ayam kalkun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun ciri-ciri dari lokasi ternak yang bagus tersebut adalah : aman serta jauh dari rumah warga, aman dari gangguan hewan lain, aman dari bencana, suhu udara normal dan tidak lembab, serta mendapatkan sinar matahari secara maksimal.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Kandang<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal lain yang perlu diperhatikan setelah memilih lokasi ternak yang bagus bagi kalkun adalah pemilihan kandang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar kalkun dapat berkembang secara maksimal, kandangnya juga harus sesuai syarat yang baik untuk kalkun, antara lain :<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tidak terlalu sempit,<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Mendapatkan sinar matahari secara cukup,<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Dan dipisahkan menurut umurnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk kalkun dengan usia 0-30 hari, kandangnya harus berbentuk kotak dan bersuhu hangat. Bagian bawah kandang (alas) dapat dilapisi kertas bekas ataupun koran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ganti alas kandang tersebut secara teratur, sehingga kotoran kalkun tidak menumpuk. Setelah berumur 31 hari, kalkun yang telah memasuki usia remaja ini harus dipindahkan ke kandang yang lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalkun usia remaja ini akan menempati kandang barunya hingga usia 75 hari. Ukuran kandang untuk kalkun usia remaja adalah 2 meter (panjang), lebar 80 cm dan tinggi 70 cm.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ukuran kandang seperti ini diperkirakan mampu menampung kalkun sebanyak 10 hingga 20 ekor, tergantung ukuran dari kalkunnya juga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika beranjak dewasa, kalkun akan mengalami perpindahan kandang lagi. Kandang untuk kalkun dewasa biasanya beralaskan tanah kering.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk kalkun dewasa, ukuran kandangnya bisa dimulai dari 5&#215;10 m. Ukuran seperti itu dimaksudkan agar kalkun dewasa dapat bergerak lebih bebas dan leluasa dalam mencari makanan tambahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, kandang kalkun dewasa dibagi menjadi dua, yang satu untuk kalkun pejantan, yang satunya untuk kalkun pengeram.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena tugasnya mengawini kalkun betina, maka kandang kalkun pejantan harus dipisah, agar tidak terjadi pekelahian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan untuk kalkun pengeram, biasanya memiliki desain khusus untuk memudahkan kalkun betina dalam mengerami telurnya. Kandang kalkun pengeram juga harus bersuhu hangat dan tambahan jerami sebagai alasnya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Pemberian pakan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu hal vital dalam beternak adalah pakan ternak itu sendiri. Pemberian pakan yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan ayam kalkun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pakan ayam kalkun tidak terlalu ribet, anda bisa memanfaatkan sisa makanan rumah tangga maupun rumah makan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak hanya itu, pakan ayam kalkun juga bisa dibuat dari olahan enceng gondok dan dedak. Kalkun juga perlu nutrisi tambahan berupa makanan kemasan maupun konsentrat.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah Anda mengenai Cara Ternak Ayam Kalkun?\u00a0Memelihara hewan ternak atau lebih sering dikenal sebagai beternak bukanlah hal baru. Bahkan kegiatan&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3639,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[17],"tags":[676],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Cara-Ternak-Ayam-Kalkun-Untuk-Pemula.jpg?fit=700%2C426&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Ternak Ayam Kalkun Untuk Pemula - Ilmu Peternakan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tahukah Anda mengenai Cara Ternak Ayam Kalkun?\u00a0Memelihara hewan ternak atau lebih sering dikenal sebagai beternak bukanlah hal baru.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-ternak-ayam-kalkun\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Ternak Ayam Kalkun Untuk Pemula - Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tahukah Anda mengenai Cara Ternak Ayam Kalkun?\u00a0Memelihara hewan ternak atau lebih sering dikenal sebagai beternak bukanlah hal baru.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-ternak-ayam-kalkun\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-09-18T08:34:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-09-28T14:35:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Cara-Ternak-Ayam-Kalkun-Untuk-Pemula.jpg?fit=700%2C426&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"426\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"4 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-ternak-ayam-kalkun\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Cara-Ternak-Ayam-Kalkun-Untuk-Pemula.jpg?fit=700%2C426&ssl=1\",\"width\":700,\"height\":426,\"caption\":\"Cara Ternak Ayam Kalkun Untuk Pemula\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-ternak-ayam-kalkun\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-ternak-ayam-kalkun\/\",\"name\":\"Cara Ternak Ayam Kalkun Untuk Pemula - Ilmu Peternakan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-ternak-ayam-kalkun\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2021-09-18T08:34:33+00:00\",\"dateModified\":\"2021-09-28T14:35:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Tahukah Anda mengenai Cara Ternak Ayam Kalkun?\\u00a0Memelihara hewan ternak atau lebih sering dikenal sebagai beternak bukanlah hal baru.\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-ternak-ayam-kalkun\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3600"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3600"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3600\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3816,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3600\/revisions\/3816"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3639"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}