{"id":3905,"date":"2026-10-10T04:41:11","date_gmt":"2026-10-10T04:41:11","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=3905"},"modified":"2026-10-10T04:41:22","modified_gmt":"2026-10-10T04:41:22","slug":"cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/","title":{"rendered":"13 Cara Merawat dan Ternak Ikan Hias Akara agar Sehat dan Berkembang Biak"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan hias akara merupakan salah satu ikan air tawar yang menarik dipelihara karena memiliki warna tubuh yang beragam, bentuk tubuh khas, dan perilaku yang aktif.<\/p>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4386\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/13-Cara-Merawat-dan-Ternak-Ikan-Hias-Akara-agar-Sehat-dan-Berkembang-Biak.jpg?resize=960%2C640&#038;ssl=1\" alt=\"13 Cara Merawat dan Ternak Ikan Hias Akara agar Sehat dan Berkembang Biak\" width=\"960\" height=\"640\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/13-Cara-Merawat-dan-Ternak-Ikan-Hias-Akara-agar-Sehat-dan-Berkembang-Biak.jpg?w=960&amp;ssl=1 960w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/13-Cara-Merawat-dan-Ternak-Ikan-Hias-Akara-agar-Sehat-dan-Berkembang-Biak.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nama akara dapat merujuk pada beberapa jenis ikan dalam kelompok siklid, salah satunya <em>Andinoacara pulcher<\/em> yang dikenal sebagai blue acara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap jenis memiliki karakteristik, ukuran dewasa, dan kebutuhan pemeliharaan yang dapat berbeda sehingga identifikasi spesies menjadi langkah awal yang penting.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merawat ikan akara tidak cukup hanya dengan memberikan pakan setiap hari. Pemilik perlu memperhatikan kualitas air, ukuran akuarium, sistem filtrasi, dekorasi, kesehatan ikan, serta kecocokan pasangan indukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila ingin membudidayakannya, persiapan juga mencakup tempat pemijahan, perawatan telur, pemberian pakan burayak, dan pembesaran anakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi pemula, ternak ikan hias akara dapat dimulai dari skala kecil menggunakan akuarium dengan perlengkapan yang memadai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keberhasilan pemeliharaan dan pembiakan bergantung pada kondisi indukan, kestabilan lingkungan, serta ketelitian dalam melakukan perawatan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Cara Merawat dan Ternak Ikan Hias Akara<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut panduan lengkap yang dapat dijadikan acuan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Mengenali Jenis Ikan Akara yang Akan Dipelihara<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah pertama adalah mengenali jenis ikan akara yang akan dipelihara. Istilah akara digunakan untuk beberapa jenis siklid sehingga tidak semua ikan yang disebut akara memiliki kebutuhan lingkungan yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Blue acara, misalnya, mempunyai karakteristik pertumbuhan dan perilaku yang perlu diperhatikan ketika menentukan ukuran akuarium maupun ikan pendamping.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum membeli, perhatikan bentuk tubuh, pola warna, ukuran, dan nama ilmiah ikan. Tanyakan kepada penjual mengenai usia, kebiasaan makan, kondisi pemeliharaan sebelumnya, serta perkiraan ukuran ketika dewasa. Informasi ini membantu menentukan perlengkapan yang sesuai sejak awal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pilih ikan yang berenang aktif, memiliki sirip utuh, warna tubuh normal, dan memberikan respons ketika diberi pakan. Hindari ikan yang terus-menerus megap-megap di permukaan, memiliki luka terbuka, tubuh sangat kurus, atau menunjukkan bercak mencurigakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan baru sebaiknya menjalani karantina sebelum dimasukkan ke akuarium utama. Selama masa tersebut, amati nafsu makan, pergerakan, dan kondisi tubuhnya untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Menyiapkan Akuarium dengan Ukuran yang Sesuai<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ukuran akuarium harus disesuaikan dengan spesies, ukuran dewasa, jumlah ikan, dan tujuan pemeliharaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akara tertentu dapat tumbuh cukup besar serta mempertahankan wilayahnya, terutama ketika membentuk pasangan dan menjaga telur. Akuarium terlalu kecil berpotensi meningkatkan stres, persaingan, dan agresivitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk sepasang blue acara, akuarium berkapasitas sekitar 150\u2013200 liter dapat dijadikan titik awal perencanaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebutuhan sebenarnya tetap bergantung pada dimensi akuarium, ukuran ikan, susunan dekorasi, dan kondisi pemeliharaan. Kapasitas tersebut bukan standar mutlak untuk seluruh jenis akara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tempatkan akuarium pada meja atau dudukan yang kuat, rata, dan mampu menahan berat keseluruhan akuarium beserta airnya. Hindari lokasi yang terkena sinar matahari langsung, mengalami perubahan suhu ekstrem, atau sering mendapatkan getaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4387\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Menyiapkan-Akuarium-dengan-Ukuran-yang-Sesuai.jpg?resize=850%2C567&#038;ssl=1\" alt=\"Menyiapkan Akuarium dengan Ukuran yang Sesuai\" width=\"850\" height=\"567\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Menyiapkan-Akuarium-dengan-Ukuran-yang-Sesuai.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Menyiapkan-Akuarium-dengan-Ukuran-yang-Sesuai.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gunakan penutup akuarium untuk mengurangi risiko ikan melompat keluar. Lengkapi dengan filter, termometer, pemanas apabila diperlukan, serta alat pengujian air. Substrat berupa pasir atau kerikil akuarium dapat digunakan selama aman dan tidak memiliki bagian tajam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum ikan dimasukkan, jalankan sistem filtrasi dan pastikan proses siklus biologis akuarium telah terbentuk. Air jernih tidak selalu berarti aman karena amonia dan nitrit tetap dapat berada pada kadar berbahaya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Menjaga Kualitas Air Akuarium<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kualitas air merupakan faktor penting dalam cara merawat ikan hias akara. Air yang mengandung amonia atau nitrit dapat membahayakan ikan meskipun terlihat bersih. Oleh karena itu, pemilik perlu melakukan pengujian, bukan hanya mengandalkan warna dan kejernihan air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk blue acara, suhu sekitar 24\u201328\u00b0C dapat digunakan sebagai kisaran awal. Suhu sebenarnya perlu disesuaikan dengan spesies dan kondisi ikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gunakan termometer agar perubahan suhu dapat diketahui lebih cepat. Pemanas bertermostat bisa digunakan ketika suhu ruangan terlalu rendah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Periksa kadar amonia, nitrit, nitrat, pH, dan kesadahan air. Pada akuarium yang telah matang secara biologis, amonia dan nitrit seharusnya tidak terdeteksi. Nitrat perlu dikendalikan melalui pergantian air, pengaturan jumlah pakan, dan pengelolaan kepadatan ikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Blue acara umumnya dapat dipelihara pada air dengan pH mendekati netral hingga agak basa, tetapi kebutuhan tepatnya bergantung pada kondisi dan asal spesies. Hindari mengejar angka pH tertentu melalui perubahan mendadak karena kestabilan lingkungan sangat penting bagi ikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lakukan pergantian sebagian air, misalnya sekitar 20\u201330% setiap minggu sebagai titik awal. Frekuensi dan volumenya perlu disesuaikan dengan hasil pengujian, jumlah ikan, serta banyaknya limbah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Air pengganti harus diberi penetral klorin atau kloramin sesuai petunjuk produk dan memiliki suhu mendekati air akuarium.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hindari mengganti seluruh air sekaligus tanpa alasan khusus. Media filter biologis juga tidak boleh dicuci menggunakan air keran berklorin karena dapat merusak koloni bakteri menguntungkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk memahami pentingnya kualitas air pada pemeliharaan ikan hias, Anda dapat membaca artikel <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/penyebab-ikan-mas-koki-mati\/\">15 Penyebab Ikan Mas Koki Mati Mendadak<\/a>. Prinsip pengamatan kualitas air dan pencegahan masalah lingkungan juga relevan untuk perawatan akara.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Memasang Filter dan Menjaga Sirkulasi Air<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Filter berfungsi menyaring partikel kotoran, membantu menguraikan limbah, dan menyediakan tempat hidup bagi bakteri yang mengolah senyawa nitrogen. Peralatan ini sangat penting karena sisa pakan dan kotoran ikan dapat meningkatkan beban biologis akuarium.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pilih filter berdasarkan volume air, jumlah ikan, dan kapasitas filtrasi biologis. Filter eksternal atau canister dapat dipertimbangkan untuk akuarium berukuran besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, filter spons cocok digunakan pada akuarium pembesaran burayak karena menghasilkan aliran air yang relatif lembut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atur sirkulasi agar air bergerak dengan baik tanpa membuat ikan kesulitan berenang. Permukaan air juga perlu memiliki pertukaran gas yang memadai. Aerator dapat digunakan apabila dibutuhkan, terutama ketika kepadatan ikan tinggi atau suhu air meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Periksa filter secara rutin untuk memastikan alirannya tidak tersumbat. Bersihkan bagian mekanis ketika kotoran menumpuk, tetapi hindari membersihkan seluruh media biologis secara berlebihan dalam satu waktu.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>5. Memberikan Pakan yang Bergizi dan Bervariasi<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan akara membutuhkan pakan yang sesuai dengan sifat makan dan ukuran tubuhnya. Pelet berkualitas yang diformulasikan untuk ikan siklid dapat digunakan sebagai pakan utama. Pilih produk dengan kandungan protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sesuai untuk pertumbuhan ikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pakan tambahan dapat berupa cacing darah beku, udang kecil, artemia, atau pakan alami lain yang aman dan sesuai ukuran mulut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pastikan pakan berasal dari sumber terpercaya. Pakan hidup yang diambil dari lingkungan tidak diketahui kebersihannya berisiko membawa parasit atau patogen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikan pakan dalam jumlah yang dapat dihabiskan dalam beberapa menit. Untuk ikan dewasa, pemberian satu hingga dua kali sehari dapat menjadi titik awal, kemudian disesuaikan dengan ukuran, kondisi tubuh, dan respons makan. Ikan muda yang sedang tumbuh mungkin membutuhkan pemberian lebih sering dengan porsi kecil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan memberikan pakan secara berlebihan karena sisa makanan yang membusuk dapat menurunkan kualitas air. Amati pula kondisi tubuh ikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila ikan terus menolak pakan, menjadi kurus, atau mengeluarkan kotoran tidak normal, periksa kondisi air dan kemungkinan masalah kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika mempersiapkan indukan untuk berkembang biak, berikan pakan berkualitas dan bervariasi secara konsisten. Tujuannya adalah menjaga kondisi tubuh induk tetap baik, bukan memaksa ikan makan sebanyak-banyaknya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>6. Mengatur Dekorasi dan Tempat Persembunyian<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akara termasuk kelompok siklid yang pada sejumlah spesies dapat mempertahankan wilayah. Susunan dekorasi perlu mendukung perilaku alami sekaligus membantu mengurangi konflik antarikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gunakan batu akuarium yang stabil, kayu yang aman, atau gua dekoratif tanpa bagian tajam. Untuk jenis yang bertelur pada permukaan keras, sediakan batu datar atau lempengan keramik yang aman dan mudah dibersihkan. Beberapa pasangan juga dapat memanfaatkan bagian substrat yang mereka bersihkan sebelum memijah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tempat persembunyian memberikan kesempatan kepada ikan untuk menjauh ketika terganggu. Namun, jangan memenuhi akuarium dengan dekorasi hingga ruang berenang menjadi terlalu sempit. Pastikan batu dan ornamen tidak mudah roboh ketika ikan menggali substrat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika memelihara beberapa ikan, atur dekorasi agar garis pandang terpecah dan ikan yang lebih lemah memiliki kesempatan menghindari ikan dominan. Meski demikian, dekorasi tidak dapat menggantikan pemisahan fisik jika agresi sudah membahayakan ikan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>7. Memilih Indukan Akara yang Sehat<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemilihan indukan merupakan tahap penting dalam budidaya ikan akara. Pilih ikan yang telah mencapai kematangan reproduksi, memiliki tubuh proporsional, sirip utuh, gerakan normal, dan nafsu makan baik. Usia matang dapat berbeda menurut spesies, ukuran, kualitas pakan, dan kondisi pemeliharaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hindari menggunakan calon induk yang tubuhnya sangat kurus, mengalami luka, berenang tidak seimbang, atau menunjukkan pembengkakan tidak wajar. Kondisi tubuh yang baik membantu ikan menghadapi proses pemijahan dan pengasuhan telur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi pemula, mendapatkan pasangan yang sudah terbentuk dapat mempermudah proses pembiakan. Membeli dua ikan dengan ukuran berbeda tidak menjamin keduanya merupakan jantan dan betina. Pada beberapa jenis akara, perbedaan jenis kelamin sulit dipastikan hanya melalui penampilan luar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mintalah bantuan penjual atau pembudidaya berpengalaman jika jenis kelamin belum dapat dikenali. Ciri tubuh dan sirip pada ikan dewasa terkadang membantu identifikasi, tetapi tidak selalu konsisten pada setiap spesies.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan memaksakan pasangan yang terus bertengkar. Jika salah satu ikan selalu mengejar, menggigit, atau menghalangi ikan lain untuk makan, segera evaluasi kecocokan pasangan dan lakukan pemisahan apabila diperlukan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>8. Menyiapkan Akuarium Khusus Pemijahan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akuarium khusus pemijahan membantu pemilik mengendalikan kondisi air, mengamati perilaku pasangan, dan melindungi telur dari gangguan ikan lain. Wadah tersebut harus memiliki ruang gerak cukup luas untuk kedua indukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sediakan permukaan keras seperti batu datar atau lempengan keramik yang aman apabila sesuai dengan perilaku spesies yang dipelihara. Substrat pasir juga dapat digunakan untuk jenis yang senang menggali atau memindahkan material di dasar akuarium.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pastikan akuarium telah melalui siklus biologis dan mempunyai filtrasi memadai. Suhu, pH, dan kesadahan perlu disesuaikan dengan kebutuhan spesies. Jangan mengubah parameter air secara mendadak hanya untuk memicu pemijahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atur aliran filter agar tidak terlalu kuat hingga mengganggu indukan atau tempat telur menempel. Apabila pasangan menjadi sangat agresif, gunakan pembatas yang aman atau pisahkan salah satu ikan untuk mencegah cedera.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4388\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Menyiapkan-Akuarium-Khusus-Pemijahan.jpg?resize=900%2C600&#038;ssl=1\" alt=\"Menyiapkan Akuarium Khusus Pemijahan\" width=\"900\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Menyiapkan-Akuarium-Khusus-Pemijahan.jpg?w=900&amp;ssl=1 900w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Menyiapkan-Akuarium-Khusus-Pemijahan.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>9. Mengenali Tanda-Tanda Akara Siap Memijah<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akara yang siap memijah dapat menunjukkan perubahan perilaku. Pasangan mungkin berenang berdekatan, membersihkan batu, menggali substrat, atau mempertahankan area tertentu dari ikan lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada sebagian individu, warna tubuh terlihat lebih jelas ketika aktivitas reproduksi meningkat. Namun, perubahan warna bukan satu-satunya indikator kesiapan bertelur. Pengamatan terhadap perilaku pasangan dan kondisi tubuh harus dilakukan secara bersamaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada spesies yang bertelur di permukaan keras, induk betina biasanya meletakkan telur pada permukaan yang telah dibersihkan, kemudian jantan membuahi telur tersebut. Jumlah telur dan lama perkembangan embrio berbeda menurut spesies serta kondisi lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama periode persiapan, kurangi gangguan di sekitar akuarium. Hindari mengetuk kaca, terlalu sering memindahkan dekorasi, atau menangkap indukan tanpa kebutuhan mendesak. Gangguan berulang dapat meningkatkan stres dan mengacaukan perilaku reproduksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan memaksakan pemijahan apabila pasangan belum menunjukkan kesiapan. Berikan waktu untuk beradaptasi dan evaluasi kembali kualitas air, pakan, serta kecocokan pasangan jika proses tidak berlangsung.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>10. Merawat Telur hingga Menetas<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah telur dikeluarkan, indukan pada sejumlah spesies akara akan menjaga area pemijahan. Mereka dapat mengipasi telur menggunakan sirip untuk membantu sirkulasi air dan menyingkirkan telur yang rusak. Perilaku pengasuhan ini dapat berbeda menurut spesies.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertahankan kualitas air selama telur berkembang. Pastikan amonia dan nitrit tidak terdeteksi serta filter berfungsi dengan baik. Jangan mengaduk substrat atau menyentuh telur tanpa alasan jelas karena tindakan tersebut berisiko merusak telur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Telur yang tidak berkembang terkadang berubah warna atau ditumbuhi jamur. Namun, perubahan warna perlu dinilai berdasarkan spesies dan tahap perkembangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika banyak telur terlihat rusak, periksa kualitas air, keberhasilan pembuahan, dan kondisi indukan sebelum mengambil tindakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada beberapa jenis akara, induk memindahkan larva yang baru menetas ke cekungan di substrat. Larva biasanya masih membawa kantung kuning telur sebagai sumber nutrisi awal sehingga belum langsung memerlukan pakan dari luar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lama penetasan dipengaruhi jenis ikan dan suhu air. Karena itu, jangan menggunakan satu patokan waktu untuk seluruh ikan yang disebut akara. Amati perkembangan telur dan sesuaikan perawatan dengan karakteristik spesies yang dipelihara.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>11. Memberikan Pakan kepada Burayak Akara<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Burayak merupakan anak ikan yang baru menetas dan masih berada pada tahap awal pertumbuhan. Ketika kantung kuning telur belum terserap, burayak umumnya belum membutuhkan pakan tambahan. Setelah mulai berenang bebas, kebutuhan makanan dari luar mulai meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pakan awal dapat berupa infusoria atau pakan mikro yang sesuai. Setelah ukurannya bertambah, artemia yang baru menetas dapat menjadi pilihan karena ukurannya cocok bagi banyak burayak siklid.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pakan bubuk khusus burayak juga bisa digunakan selama ukuran dan kandungan nutrisinya sesuai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4389\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Memberikan-Pakan-kepada-Burayak-Akara.jpg?resize=1140%2C760&#038;ssl=1\" alt=\"Memberikan Pakan kepada Burayak Akara\" width=\"1140\" height=\"760\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Memberikan-Pakan-kepada-Burayak-Akara.jpg?w=1200&amp;ssl=1 1200w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Memberikan-Pakan-kepada-Burayak-Akara.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1140px) 100vw, 1140px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikan pakan dalam jumlah kecil beberapa kali sehari sesuai kebutuhan dan kemampuan burayak menghabiskannya. Sisa makanan harus dibersihkan agar tidak membusuk. Gunakan alat penyedot kecil dengan hati-hati supaya burayak tidak ikut tersedot.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perhatikan apakah seluruh burayak mampu berenang dan makan dengan baik. Jika sebagian terlihat lebih kecil atau kalah bersaing, evaluasi jumlah pakan dan kepadatan pemeliharaan. Pertumbuhan tidak seragam dapat terjadi ketika akses terhadap makanan berbeda-beda.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>12. Memisahkan Burayak dan Melakukan Pembesaran<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika burayak mulai tumbuh, nilai apakah mereka masih aman dipelihara bersama induknya. Pada sebagian spesies akara, induk menunjukkan pengasuhan yang baik. Namun, perilaku tersebut dapat berubah ketika kondisi lingkungan terganggu atau induk mulai bersiap memijah kembali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika induk menyerang burayak atau akuarium terlalu padat, pindahkan anakan ke akuarium pembesaran yang sudah matang secara biologis. Gunakan filter spons, aerasi memadai, dan wadah yang mudah dibersihkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lakukan pergantian sebagian air secara teratur dengan air yang telah disiapkan dan memiliki parameter mendekati air akuarium pembesaran. Hindari mengganti air secara berlebihan sekaligus karena burayak rentan terhadap perubahan lingkungan mendadak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seiring pertumbuhan, tingkatkan ukuran pakan secara bertahap. Amati perkembangan tubuh, respons makan, dan aktivitas berenang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika perbedaan ukuran semakin besar, pemisahan berdasarkan ukuran dapat membantu mengurangi persaingan dan risiko ikan lebih besar memangsa ikan lebih kecil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan memasukkan terlalu banyak burayak dalam satu wadah. Kepadatan tinggi membuat limbah cepat menumpuk, meningkatkan persaingan pakan, dan menyulitkan pengendalian kualitas air.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>13. Mencegah Penyakit pada Ikan Akara<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pencegahan penyakit lebih efektif dilakukan melalui pengelolaan akuarium yang baik daripada hanya mengandalkan obat ketika ikan sudah sakit. Kualitas air, pakan sesuai, kepadatan wajar, dan karantina ikan baru merupakan bagian penting dalam pencegahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perhatikan perubahan perilaku seperti ikan menggosokkan tubuh ke dekorasi, kehilangan nafsu makan, berenang tidak seimbang, muncul bercak pada tubuh, atau bernapas lebih cepat dari biasanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gejala tersebut dapat berkaitan dengan masalah kualitas air, parasit, infeksi, atau gangguan kesehatan lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ikan menunjukkan gejala, periksa parameter air terlebih dahulu dan pastikan filter bekerja normal. Jangan langsung mencampurkan berbagai obat karena tindakan tersebut dapat menambah stres dan menyulitkan penentuan penyebab penyakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan yang diduga mengalami penyakit menular sebaiknya dipisahkan ke wadah karantina dengan kondisi air yang sesuai. Gunakan peralatan terpisah untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mengenali salah satu gangguan yang umum dibahas dalam pemeliharaan ikan hias, baca juga artikel <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-mengobati-penyakit-white-spot\/\">9 Cara Mengobati Penyakit White Spot pada Ikan Louhan<\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gejala pada akara tetap perlu diperiksa secara tepat karena tidak semua bercak putih disebabkan oleh penyakit yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika gejala berat, berlangsung lama, atau melibatkan banyak ikan, mintalah bantuan dokter hewan yang menangani ikan atau tenaga kesehatan ikan berpengalaman.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Ternak Akara<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa kesalahan dapat menyebabkan pemeliharaan dan pembiakan akara kurang berhasil. Berikut hal-hal yang perlu dihindari.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Menggunakan akuarium terlalu kecil.<\/strong> Ruang terbatas dapat meningkatkan stres dan agresi, terutama ketika pasangan menjaga wilayah.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Memasukkan ikan sebelum siklus akuarium selesai.<\/strong> Amonia dan nitrit dapat meningkat hingga membahayakan kesehatan ikan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Memberikan pakan berlebihan.<\/strong> Sisa makanan memperburuk kualitas air dan meningkatkan beban filter.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Mencampur ikan tanpa mempertimbangkan kecocokan.<\/strong> Perbedaan ukuran, temperamen, dan kebutuhan lingkungan dapat memicu perkelahian.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengubah suhu atau pH secara mendadak.<\/strong> Perubahan parameter air dapat menimbulkan stres.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Terlalu sering mengganggu indukan.<\/strong> Gangguan saat memijah atau menjaga telur dapat mengubah perilaku pasangan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengabaikan kondisi burayak.<\/strong> Pakan terlalu besar, kepadatan berlebihan, dan kualitas air buruk dapat meningkatkan kematian anakan.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesalahan dalam perawatan juga dapat terjadi ketika pemilik menganggap ikan yang terlihat aktif pasti sehat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padahal, masalah kualitas air belum tentu langsung terlihat melalui perilaku ikan. Pemeriksaan rutin tetap diperlukan untuk mengetahui perubahan lingkungan sejak dini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ikan mengalami perubahan perilaku, lakukan pemeriksaan bertahap. Periksa suhu, kualitas air, kondisi filter, jumlah pakan, dan kemungkinan agresi sebelum memutuskan tindakan lanjutan. Cara ini membantu mencegah tindakan yang tidak diperlukan.<\/p>\n<h2><strong>Tips agar Ternak Ikan Akara Lebih Efisien<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ingin menjadikan ternak akara sebagai kegiatan jangka panjang, buat rutinitas pemeliharaan yang mudah diterapkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Catat suhu, hasil pengujian air, jadwal pergantian air, jumlah pakan, kondisi indukan, dan perkembangan burayak. Catatan tersebut membantu mengenali perubahan kondisi sebelum masalah menjadi serius.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pisahkan fungsi akuarium jika tersedia ruang dan peralatan yang cukup. Akuarium indukan digunakan untuk pemeliharaan pasangan dan pemijahan, sedangkan akuarium pembesaran digunakan untuk merawat anakan. Wadah karantina juga berguna untuk mengamati ikan baru atau menangani ikan yang sakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4390\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Tips-agar-Ternak-Ikan-Akara-Lebih-Efisien.jpg?resize=900%2C600&#038;ssl=1\" alt=\"Tips agar Ternak Ikan Akara Lebih Efisien\" width=\"900\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Tips-agar-Ternak-Ikan-Akara-Lebih-Efisien.jpg?w=900&amp;ssl=1 900w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Tips-agar-Ternak-Ikan-Akara-Lebih-Efisien.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perhatikan biaya pakan, listrik, filter, pengujian air, dan pergantian air. Jangan langsung memperbanyak indukan sebelum berhasil memelihara satu pasangan secara stabil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memulai dari skala kecil memungkinkan pembudidaya mempelajari karakter ikan sekaligus mengukur kebutuhan operasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika berencana menjual hasil ternak, pelajari permintaan pasar, ukuran ikan yang diminati, biaya pembesaran, dan cara pengiriman yang aman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keberhasilan menghasilkan banyak burayak belum tentu menghasilkan keuntungan apabila tingkat kelangsungan hidup rendah atau biaya pemeliharaan terlalu tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembudidaya juga perlu memperhatikan kesehatan ikan sebelum penjualan. Ikan yang akan dipasarkan sebaiknya berenang normal, merespons pakan, dan tidak menunjukkan gejala penyakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hindari mengirim ikan ketika kondisinya sedang lemah atau kualitas air dalam wadah pengiriman tidak memadai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk memperluas pengetahuan mengenai perawatan ikan hias air tawar, Anda juga dapat mempelajari <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-ikan-guppy\/\">Cara Merawat Ikan Guppy agar Tidak Cepat Mati<\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Walaupun guppy dan akara memiliki kebutuhan berbeda, keduanya memerlukan pengelolaan air, pemberian pakan, dan pengamatan kesehatan yang konsisten.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Penutup<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara merawat dan ternak ikan hias akara dimulai dari mengenali spesies, menyiapkan akuarium yang sesuai, menjaga kualitas air, memasang filter, memberikan pakan bergizi, dan memilih indukan sehat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses pembiakan dilanjutkan dengan menyiapkan tempat pemijahan, mengamati perilaku pasangan, merawat telur, serta memberikan pakan yang sesuai kepada burayak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap tahap membutuhkan pengamatan rutin dan penyesuaian berdasarkan jenis ikan yang dipelihara. Dengan lingkungan yang stabil, pengelolaan yang teliti, dan pencegahan penyakit yang baik, peluang keberhasilan memelihara serta membudidayakan ikan akara dapat meningkat.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Sumber dan Referensi<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ahmad, J., Handayani, L., Anjasmara, A. S., dkk. (2025). <em>Kualitas Air dalam Akuakultur<\/em>. Kamiya Jaya Aquatic.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Boyd, C. E., &amp; Tucker, C. S. (1998). <em>Pond Aquaculture Water Quality Management<\/em>. Springer.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Hidayani, A. A., Malina, A. C., Saade, E., Karim, M. Y., Syamsuddin, R., dkk. (2022). <em>Dasar-Dasar Akuakultur<\/em>. Unhas Press.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Mustofa, A. (2020). <em>Pengelolaan Kualitas Air untuk Akuakultur<\/em>. UNISNU Press.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Nasuki, Mulia, C., Almaniar, S., Rahmadiah, T., dkk. (2024). <em>Kualitas Air Budidaya Ikan<\/em>. CV HEI Publishing Indonesia.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Noga, E. J. (2010). <em>Fish Disease: Diagnosis and Treatment<\/em>. Edisi kedua. Wiley-Blackwell.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Rejeki, S., Aryati, R. W., &amp; Widowati, L. L. (2022). <em>Pengantar Akuakultur<\/em>. Penerbit Universitas Diponegoro.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Stickney, R. R. (2000). <em>Encyclopedia of Aquaculture<\/em>. John Wiley &amp; Sons.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Timmons, M. B., &amp; Ebeling, J. M. (2013). <em>Recirculating Aquaculture<\/em>. Edisi ketiga. Ithaca Publishing Company.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Wedemeyer, G. A. (1996). <em>Physiology of Fish in Intensive Culture Systems<\/em>. Chapman &amp; Hall.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Wootton, R. J. (1990). <em>Ecology of Teleost Fishes<\/em>. Chapman &amp; Hall.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Zonneveld, N., Huisman, E. A., &amp; Boon, J. H. (1991). <em>Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan<\/em>. Gramedia Pustaka Utama.<\/li>\n<\/ul>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ikan hias akara merupakan salah satu ikan air tawar yang menarik dipelihara karena memiliki warna tubuh yang beragam, bentuk tubuh&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4386,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[42],"tags":[],"class_list":["post-3905","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perikanan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v28.6) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>13 Cara Merawat dan Ternak Ikan Hias Akara agar Sehat dan Berkembang Biak - Ilmu Peternakan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"cara merawat dan ternak ikan hias akara, mulai dari persiapan akuarium, pakan, pemilihan indukan, pemijahan, perawatan telur, hingga pembesaran burayak.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"13 Cara Merawat dan Ternak Ikan Hias Akara agar Sehat dan Berkembang Biak\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"cara merawat dan ternak ikan hias akara, mulai dari persiapan akuarium, pakan, pemilihan indukan, pemijahan, perawatan telur, hingga pembesaran burayak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-10T04:41:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-10T04:41:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/13-Cara-Merawat-dan-Ternak-Ikan-Hias-Akara-agar-Sehat-dan-Berkembang-Biak.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"960\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"agrotek\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"agrotek\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"18 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"agrotek\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"headline\":\"13 Cara Merawat dan Ternak Ikan Hias Akara agar Sehat dan Berkembang Biak\",\"datePublished\":\"2026-10-10T04:41:11+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-10T04:41:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\\\/\"},\"wordCount\":2982,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/13-Cara-Merawat-dan-Ternak-Ikan-Hias-Akara-agar-Sehat-dan-Berkembang-Biak.jpg?fit=960%2C640&ssl=1\",\"articleSection\":[\"Perikanan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\\\/\",\"name\":\"13 Cara Merawat dan Ternak Ikan Hias Akara agar Sehat dan Berkembang Biak - Ilmu Peternakan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/13-Cara-Merawat-dan-Ternak-Ikan-Hias-Akara-agar-Sehat-dan-Berkembang-Biak.jpg?fit=960%2C640&ssl=1\",\"datePublished\":\"2026-10-10T04:41:11+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-10T04:41:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"cara merawat dan ternak ikan hias akara, mulai dari persiapan akuarium, pakan, pemilihan indukan, pemijahan, perawatan telur, hingga pembesaran burayak.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/13-Cara-Merawat-dan-Ternak-Ikan-Hias-Akara-agar-Sehat-dan-Berkembang-Biak.jpg?fit=960%2C640&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/13-Cara-Merawat-dan-Ternak-Ikan-Hias-Akara-agar-Sehat-dan-Berkembang-Biak.jpg?fit=960%2C640&ssl=1\",\"width\":960,\"height\":640,\"caption\":\"13 Cara Merawat dan Ternak Ikan Hias Akara agar Sehat dan Berkembang Biak\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"13 Cara Merawat dan Ternak Ikan Hias Akara agar Sehat dan Berkembang Biak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/author\\\/agrotek\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"13 Cara Merawat dan Ternak Ikan Hias Akara agar Sehat dan Berkembang Biak - Ilmu Peternakan","description":"cara merawat dan ternak ikan hias akara, mulai dari persiapan akuarium, pakan, pemilihan indukan, pemijahan, perawatan telur, hingga pembesaran burayak.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"13 Cara Merawat dan Ternak Ikan Hias Akara agar Sehat dan Berkembang Biak","og_description":"cara merawat dan ternak ikan hias akara, mulai dari persiapan akuarium, pakan, pemilihan indukan, pemijahan, perawatan telur, hingga pembesaran burayak.","og_url":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/","og_site_name":"Ilmu Peternakan","article_published_time":"2026-10-10T04:41:11+00:00","article_modified_time":"2026-10-10T04:41:22+00:00","og_image":[{"width":960,"height":640,"url":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/13-Cara-Merawat-dan-Ternak-Ikan-Hias-Akara-agar-Sehat-dan-Berkembang-Biak.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"agrotek","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"agrotek","Estimasi waktu membaca":"18 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/"},"author":{"name":"agrotek","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d"},"headline":"13 Cara Merawat dan Ternak Ikan Hias Akara agar Sehat dan Berkembang Biak","datePublished":"2026-10-10T04:41:11+00:00","dateModified":"2026-10-10T04:41:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/"},"wordCount":2982,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/13-Cara-Merawat-dan-Ternak-Ikan-Hias-Akara-agar-Sehat-dan-Berkembang-Biak.jpg?fit=960%2C640&ssl=1","articleSection":["Perikanan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/","url":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/","name":"13 Cara Merawat dan Ternak Ikan Hias Akara agar Sehat dan Berkembang Biak - Ilmu Peternakan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/13-Cara-Merawat-dan-Ternak-Ikan-Hias-Akara-agar-Sehat-dan-Berkembang-Biak.jpg?fit=960%2C640&ssl=1","datePublished":"2026-10-10T04:41:11+00:00","dateModified":"2026-10-10T04:41:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d"},"description":"cara merawat dan ternak ikan hias akara, mulai dari persiapan akuarium, pakan, pemilihan indukan, pemijahan, perawatan telur, hingga pembesaran burayak.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/#primaryimage","url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/13-Cara-Merawat-dan-Ternak-Ikan-Hias-Akara-agar-Sehat-dan-Berkembang-Biak.jpg?fit=960%2C640&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/13-Cara-Merawat-dan-Ternak-Ikan-Hias-Akara-agar-Sehat-dan-Berkembang-Biak.jpg?fit=960%2C640&ssl=1","width":960,"height":640,"caption":"13 Cara Merawat dan Ternak Ikan Hias Akara agar Sehat dan Berkembang Biak"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-merawat-dan-ternak-ikan-hias-akara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"13 Cara Merawat dan Ternak Ikan Hias Akara agar Sehat dan Berkembang Biak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website","url":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/","name":"Ilmu Peternakan","description":"Agrotek.ID","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d","name":"agrotek","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g","caption":"agrotek"},"sameAs":["https:\/\/agrotek.id\/hewan"],"url":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/author\/agrotek\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/13-Cara-Merawat-dan-Ternak-Ikan-Hias-Akara-agar-Sehat-dan-Berkembang-Biak.jpg?fit=960%2C640&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3905","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3905"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3905\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4391,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3905\/revisions\/4391"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4386"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3905"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3905"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3905"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}