{"id":3928,"date":"2022-11-23T06:12:02","date_gmt":"2022-11-23T06:12:02","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=3928"},"modified":"2022-11-22T06:30:16","modified_gmt":"2022-11-22T06:30:16","slug":"leptospirosis-pada-kucing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/leptospirosis-pada-kucing\/","title":{"rendered":"Waspada Leptospirosis Pada Kucing di Kehidupan Sehari-Hari"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leptospirosis Pada Kucing acap kali menjadi buah bibir di sejumlah media sosial sejak beberapa tahun terakhir. Diketahui bahwa penyakit yang satu ini disebabkan oleh bakteri negatif senyawa Leptospira.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-3930\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Waspada-Leptospirosis-Pada-Kucing-di-Kehidupan-Sehari-\u2013-Hari.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Waspada Leptospirosis Pada Kucing di Kehidupan Sehari \u2013 Hari\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Waspada-Leptospirosis-Pada-Kucing-di-Kehidupan-Sehari-\u2013-Hari.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Waspada-Leptospirosis-Pada-Kucing-di-Kehidupan-Sehari-\u2013-Hari.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Umumnya, Leptospirosis tersebar luas di berbagai negara beriklim lembab dan tropis, salah satunya adalah Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentunya Anda harus tetap meningkatkan kewaspadaan diri demi menjaga keutuhan aktivitas sehari \u2013 hari serta mengetahui bagaimana cara mudah mengatasinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Leptospirosis Pada Kucing telah diteliti lebih dalam oleh sejumlah ilmuwan lebih dari 3 dekade. Beberapa dari mereka menyebut bahwa penyakit tersebut menularkan wabah bersifat langka dan kejam terhadap aktivitas manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun beberapa gejala yang dihasilkan adalah sering nyeri sendi, nyeri otot, badan menggigil, deman, sakit kepala, muntah, mual, diare, mata merah hingga flu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari berbagai kasus yang ada di Indonesia, penyakit tersebut lebih menyerang individu yang berada di kerumunan, kepadatan penduduk hingga berdekatan dengan limbah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menyikapi hal ini, Anda wajib melakukan pergerakan perfeksionis dengan para warga sekitar agar kasus tersebut dapat ditangani.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Gejala Utama Leptospirosis Pada Kucing Terhadap Manusia<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu diketahui, Leptospirosis Pada Kucing bisa saja menyerang manusia dengan cepat. Akan tetapi tidak semua orang terkontaminasi apabila mereka memiliki kekebalan tubuh yang kuat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di balik semua itu, terdapat beberapa gejala utama yang patut Anda waspadai, berikut informasi selengkapnya;<\/p>\n<h3><strong>1. Suhu Badan Tinggi<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gejala yang kemungkinan besar terjadi oleh pengidap penyakit Leptospirosis Pada Kucing adalah suhu badan tinggi. Biasanya temperatur tersebut naik turun dalam jangka waktu yang cukup dekat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, badan tiba \u2013 tiba menggigil pada saat siang hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekebalan tubuh menurun dan mungkin terkena virus Leptospira.<\/p>\n<h3><strong>1. Sering Sakit Kepala<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gejala yang berikutnya yaitu sering mengalami sakit kepala yang berkepanjangan. Pada umumnya, kepala pusing biasanya disebabkan lantaran sering menatap layar Smartphone atau Laptop.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akan tetapi bakteri Leptospira mampu melakukan penyebaran penyakit ke seluruh tubuh sejak pagi hari. Sehingga penderita tersebut akan mengalami gangguan yang sangat serius dalam menjalankan aktivitas setiap hari.<\/p>\n<h3><strong>2. Nyeri Sendi dan Nyeri Otot<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terlepas dari itu, bakteri tersebut juga mengakibatkan penderita mengalami nyeri sendi dan nyeri otot. Padahal, mereka jarang melakukan aktivitas berat di luar ruangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut sejumlah studi, rajin olahraga tidak menjamin mendapatkan kesehatan tubuh yang prima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akan tetapi penyebaran bakteri tersebut akan menyumbat kinerja otot menjadi lambat sehingga menyebabkan keletihan secara mendadak.<\/p>\n<h3><strong>3. Tenggorokan Kering dan Dehidrasi<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Umumnya, manusia sering mengalami dehidrasi lantaran selalu melakukan aktivitas di bawah terik matahari. Namun kasus ini sangat berbeda, dimana tenggorokan mereka tampak kering dan bahkan sering batuk tidak berdahak sekalipun beraktivitas di dalam ruangan.<\/p>\n<h3><strong>4. Kulit Menguning dan Mata Memerah<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, warna kulit penderita Leptospirosis Pada Kucing akan menguning dan mata memerah tanpa sebab. Anda wajib waspada apabila kasus tersebut menimpa diri.<\/p>\n<h3><strong>5. Tiba \u2013 Tiba Muntaber<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan gejala umum yang terakhir yakni tiba \u2013 tiba muntah dan disertai buang air besar. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi badan mengalami penurunan drastis.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/hipertiroidisme-pada-kucing\/\">Hipertiroidisme Pada Kucing, Gejala, Pencegahan dan Pengobatannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Cara Mencegah Penyakit Leptospirosis<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terdapat banyak upaya pencegahan penyakit Leptospirosis Pada Kucing. Namun di bawah ini akan kami berikan ulasannya secara umum, yaitu;<\/p>\n<h3><strong>1. Selalu Mencuci Tangan Sebelum dan Sesudah Menyentuh Hewan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang pertama yaitu selalu mencuci tangan secara rutin sebelum dan sesudah bersentuhan dengan hewan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini merupakan langkah penting untuk menghindarkan diri dari kontaminasi kotoran kucing yang tak terduga dan mengandung bakteri.<\/p>\n<h3><strong>2. Balut Luka Ringan dengan Menggunakan Plester<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan pernah membiarkan luka kecil di seluruh badan terkena udara. Usahakan untuk membalutnya dengan menggunakan plester agar tidak terinfeksi virus.<\/p>\n<h3><strong>3. Jangan Menyentuh Tanah dan Air Bekas Urine Hewan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Usahakan agar Anda tidak menyentuh tanah dan air yang terkontaminasi bekas urine kucing secara langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika memungkinkan, tutup permukaan tersebut menggunakan tanah atau pasir untuk menetralkan kandungan racun.<\/p>\n<h3><strong>4. Pakai Alas Kaki Saat Beraktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selalu memakai alas kaki berupa sandal, sepatu bahkan boot ketika beraktivitas di luar ruangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tujuannya agar bakteri jahat tidak masuk ke dalam rumah. Pastikan juga agar selalu mencuci kaki sebelum masuk rumah.<\/p>\n<h3><strong>5. Tidak Mengonsumsi Air Sungai dan Danau<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hindari mengonsumsi air sungai dan danau. Karena bisa jadi suhu air tersebut merupakan bekas limbah lingkungan dan kotoran hewan. Sebaiknya selalu gunakan air sumur pekarangan atau sumur bor untuk keperluan hidup sehari \u2013 hari.<\/p>\n<h3><strong>6. Bersihkan Seluruh Benda Menggunakan Disinfektan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda patut membersihkan seluruh benda dengan menggunakan disinfektan setiap hari. Sebab menyapu lantai saja tidak cukup ampuh untuk menghilangkan bekas bakteri dan virus.<\/p>\n<h3><strong>7. Lakukan Pembersihan Terhadap Hewan Secara Teratur<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan jangan pernah lupa untuk tetap melakukan pembersihan terhadap hewan secara teratur. Dalam hal ini, Anda wajib menggunakan alat pelindung diri seperti kaca mata, sarung tangan hingga sepatu agar tidak terkontaminasi urine hewan di sekujur tubuh.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah \u2013 Langkah Pengobatan Leptospirosis<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lantas, adakah cara ampuh untuk melakukan pengobatan terhadap Leptospirosis Pada Kucing? Untuk informasi selengkapnya telah kami uraikan pada beberapa langkah di bawah ini, meliputi;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Perbanyak Minum Air Putih Setiap Hari<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar Anda terhindar dari penyakit Leptospirosis Pada Kucing, langkah pertama yang wajib dilakukan yakni memperbanyak minum air putih setiap hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada umumnya, manusia membutuhkan cairan minimal 10 gelas atau 8 liter per hari. Disarankan supaya Anda tidak mengonsumsi minuman manis agar tetap menjaga daya tahan dan metabolisme tubuh.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Konsumsi Vitamin untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah selanjutnya adalah mengonsumsi vitamin berdasarkan anjuran pakar kesehatan demi meningkatkan kekebalan tubuh. Apabila hal ini jarang dilakukan, maka Anda pun bisa memanfaatkan beberapa buah \u2013 buahan segar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">kondisi tersebut bertujuan agar asupan makanan yang Anda dapatkan bisa menangkis keluar masuknya bakteri baru.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Lakukan Banyak Terapi Kesehatan Secara Teratur<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak hanya itu, melakukan banyak terapi kesehatan juga mampu menjaga kualitas otot dan tubuh tetap segar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terlebih ketika Anda melakukannya secara teratur, maka potensi untuk mengidap penyakit yang satu ini sangat kecil.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Konsultasi dengan Dokter atau Rumah Sakit Terdekat<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dan langkah optional lainnya yaitu konsultasi dengan dokter atau rumah sakit terdekat. Upaya ini hanya dilakukan ketika Anda mengalami beberapa gejala seperti uraian di atas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak menutup kemungkinan bahwa Anda harus segera berobat apabila mengalami demam yang berkepanjangan selama lebih dari 2 hari. Ingat satu hal, jangan pernah mengonsumsi obat \u2013 obatan di luar takaran dokter agar tidak terjadi hal buruk di kemudian hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada umumnya, penyakit Leptospirosis Pada Kucing bukan merupakan bakteri jahat yang patut ditakuti. Namun Anda harus tetap waspada apabila mengalami gangguan kesehatan secara berkala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi sebaiknya, lakukan olahraga secara rutin dan konsumsi makanan sehat dan bergizi demi menjaga daya tahan tubuh.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Leptospirosis Pada Kucing acap kali menjadi buah bibir di sejumlah media sosial sejak beberapa tahun terakhir. Diketahui bahwa penyakit yang&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[1],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Waspada Leptospirosis Pada Kucing di Kehidupan Sehari-Hari<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penyakit Leptospirosis Pada Kucing acap kali menjadi buah bibir di sejumlah media sosial sejak beberapa tahun terakhir. Simak ulasannya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/leptospirosis-pada-kucing\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Waspada Leptospirosis Pada Kucing di Kehidupan Sehari-Hari\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penyakit Leptospirosis Pada Kucing acap kali menjadi buah bibir di sejumlah media sosial sejak beberapa tahun terakhir. Simak ulasannya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/leptospirosis-pada-kucing\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-23T06:12:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-11-22T06:30:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Waspada-Leptospirosis-Pada-Kucing-di-Kehidupan-Sehari-\u2013-Hari-630x380.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/leptospirosis-pada-kucing\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Waspada-Leptospirosis-Pada-Kucing-di-Kehidupan-Sehari-\\u2013-Hari.jpg?fit=770%2C413&ssl=1\",\"width\":770,\"height\":413,\"caption\":\"Waspada Leptospirosis Pada Kucing di Kehidupan Sehari \\u2013 Hari\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/leptospirosis-pada-kucing\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/leptospirosis-pada-kucing\/\",\"name\":\"Waspada Leptospirosis Pada Kucing di Kehidupan Sehari-Hari\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/leptospirosis-pada-kucing\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-11-23T06:12:02+00:00\",\"dateModified\":\"2022-11-22T06:30:16+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Penyakit Leptospirosis Pada Kucing acap kali menjadi buah bibir di sejumlah media sosial sejak beberapa tahun terakhir. Simak ulasannya!\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/leptospirosis-pada-kucing\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3928"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3928"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3931,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3928\/revisions\/3931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}