{"id":3938,"date":"2022-11-25T06:44:40","date_gmt":"2022-11-25T06:44:40","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=3938"},"modified":"2022-11-29T04:45:58","modified_gmt":"2022-11-29T04:45:58","slug":"penyakit-koksi-pada-kelinci","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/penyakit-koksi-pada-kelinci\/","title":{"rendered":"Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Koksi Pada Kelinci"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda punya Kelinci? siapa yang tidak tahu dengan hewan lucu dan menggemaskan yang berjalan melompat ini.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-3939 aligncenter\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Penyebab-dan-Cara-Megobati-Penyakit-Koksi-Pada-Kelinci.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Penyebab dan Cara Megobati Penyakit Koksi Pada Kelinci\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Penyebab-dan-Cara-Megobati-Penyakit-Koksi-Pada-Kelinci.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Penyebab-dan-Cara-Megobati-Penyakit-Koksi-Pada-Kelinci.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda memelihara hewan kelinci atau malah penghobi hewan bertelinga panjang nan menggemaskan ini, tentu hati akan senang dan bahagia jika melihat kelinci \u2013 kelinci peliharaan sehat, gemuk dan bikin gemes.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, bagaimana kalau hewan \u2013 hewan yang dikenal penyuka wortel itu mengalami sakit, pasti sedih dan cemas ya. Salah satu penyakit yang dapat menyerang kelinci adalah Koksi. Agar terhindar dari penyekit koksi sebaiknya Anda perlu memahami Penyakit Koksi Pada Kelinci.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, pada kesempatan ini, akan kami bahas mengenai salah satu penyakit yang biasanya dialami oleh kelinci. Sudah tahu apa itu Koksi? Tenang, bagi Anda yang belum tahu Koksi ini akan kami jelaskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koksi atau istilah medisnya adalah Koksidiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh protozoa Eimeria Spp yang menyerang hati (hepatik) ataupun pencernaan (intestinal) kelinci.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Protozoa ini sering muncul seperti saat sekarang ini, yakni pada musim hujan. Selain kelinci, protozoa ini juga banyak menyerang hewan lain, dianataranya, kambing, domba dan juga ayam.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Gejala Klinis Penyakit Koksi Pada Kelinci<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelinci didiagnosis terkena protozoa Eimeria Spp akan mengalami infeksi. Akan tetapi kelinci yang terinfeksi penyakit ini umumnya tidak menunjukkan gejala klinis apapun, karena sifat mererka yang suka menyembunyikan sakitnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan khawatir ya, meskipun demikian, Anda masih bisa mengetahui gejala klinis penyakit Koksi pada kelinci. Berikut ciri kelinci yang terinfeksi Koksidiosis:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Alami diare<\/li>\n<li>Jarang minum sehingga Dehidrasi<\/li>\n<li>Cenderung diam dan tidak banyak bergerak<\/li>\n<li>Badan terlihat kurus<\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Penyebab<\/strong> <strong>Penyakit Koksi Pada Kelinci<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelinci dapat dengan mudah terkena penyakit Koksi sebab mereka merupakan hewan Koprofagi. Kelinci dapat tertular Koksi ketika memakan kotorannya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konsumsi pakan dan air minum yang sudah terkontaminasi Protozoa ookista Eimiria sp yang sudah bersporulasi juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, perlu untuk diketahui juga, Penyakit Koksi pada kelinci terdapat dua jenis yang berbeda yaitu pertama merupakan Koksidiosis hepatik yang diakibatkan oleh bakteri Eimeria Stiedae dan kedua yaitu Koksidiosis intestinal yang bisa diakibatkan dari Eimeria irresidua, Eimeria perforans, \u00a0Eimeria intestinalis, Eimeria flavescence, Eimeria magna, dan Eimeria media.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Anda yang hobi kelinci apalagi kelinci hias yang harganya selangit tentu penyakit adalah musuh utama sebab dampaknya adalah kerugian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila kelinci sudah terkena Koksi dan dibiarkan maka dapat berujung kematian. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyakit Koksi pada kelinci dan juga penyakit lainnya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Cara Pengobatan<\/strong> <strong>Penyakit Koksi Pada Kelinci<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ada kelinci yang tertular Koksi atau melihat gejala \u2013 gejala di atas, jangan dibiarkan saja karena bisa menyebabkan kematian. Memang benar jika penyakit ini begitu menakutkan, namun masih ada obatnya dan juga dapat dicegah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lagsung saja, berikut ini ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengobati dan mencegah penyakit Koksi pada kelinci:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Pisahkan antara kelinci yang sehat dengan yang sakit<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal yang pertama dilakukan pada kelinci yang sakit adalah dengan memisahkannya. Sebelum melangkah pada pengobatan, Anda dapat memisahkan kelinci yang positif terkena Koksidiosis dengan kelinci yang masih sehat atau seperti pada kasus Covid kemarin yakni isolasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Isolasi bertujuan agar kelinci yang positif terkena Koksidiosis tidak menular ke kelinci yang masih sehat, sehingga penyakit tersebut tidak menyebar luas.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Taruh kelinci sakit di kandang yang kering dan bersih<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Walaupun diletakkan di lokasi yang berbeda dengan kelinci yang sehat, bicara soal kandang hewan baik kelinci atau yang lain adalah kebersihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda harus senantiasa menjaga kebersihan kandang. Percuma jika diobati dengan baik dan teratur namun kondisi kandang yang dibiarkan kotor, sebab bakteri jahat akan menyerang kapan saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kandang yang bersih merupakan upaya untuk hidup sehat dan salah satu langkah baik dalam tahap pengobatan.<\/p>\n<h3><strong>3. Taruh pada kandang khusus<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lakukan isolasi pada kelinci yang terkena Koksi. Bawa kelinci yang sakit pada lokasi atau kandang yang berbeda dari kelinci sehat sehingga penanganannya dapat dilakukan bisa lebih fokus atau khusus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemisahan ini sangat penting dan usahakan juga agar jarak kandang kelinci yang sakit cukup jauh dari kandang yang masih sehat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam masa karantina, lakukan pemantauan secara berkala. Tak lupa untuk selalu menyediakan kebutuhan hariannya seperti makan dan minum, agar kelinci tetap terpenuhi kebutuhannya selama proses isolasi.<\/p>\n<h3><strong>4. Pemberian obat Koksi<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda dapat membeli obat Koksi di toko obat hewan atau Pet shop. Pilihan obat untuk Koksi ada dua jenis yaitu \u00a0bisa berupa oral ataupun luar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun jenis \u2013 jenis obat yang bisa Anda gunakan untuk mengobati Koksi dengan cepat diantaranya Toltrazuril, Amprolium, Trimethoprim, Sulfadiazine dan lainnya.Sejumlah obat untuk menyembuhkan Koksi di atas sudah banyak beredar di pet shop atau toko obat khusus hewan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain pemberian obat \u2013 obat khusus Koksi, masih ada cara lain. Anda bisa memberi kelinci yang terkena Koksi dengan 0.05% sulfakuinoksalin pada air minumnya selama 30 hari tanpa terlewat meskipun demikian, jangan memakai sembarangan memberi obat sebab kondisi kelinci berbeda \u2013 beda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akan lebih baik jika Anda berkonsultasi pada dokter hewan, mantri atau praktisi hewan demi mendapat penanganan yang tepat.<\/p>\n<h3><strong>5. Berikan obat secara rutin<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika ada tanda \u2013 tanda membaik, langkah selanjutnya adalah tahap pemulihan. Dalam pemberian obat Koksi sebaiknya dilakukan secara rutin selama 5-7 hari sampai benar \u2013 benar sembuh total.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan memberikan obat secara rutin bisa membantu menyembuhkan kelinci tersebut dengan lebih cepat dan tentu saja harapannya adalah mencegah penyakitnya datang kembali.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>6. Selalu beri pakan dan minum yang baru<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun sedang sakit, pemberian pakan dan minum yang baik juga diperlukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal ini berperan untuk memberikan nutrisi yang baik pada tubuh kelinci. Kemudian, pastikan juga bahwa untuk mengganti pakan dan minum yang baru secara berkala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal lain yang tidak kalah penting dalam memberi pakan pada kelinci yaitu makanan untuk kelinci harus selalu tersedia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelinci memang suka makan sedikit-sedikit namun berulang-ulang atau bahasa kita adalah ngemil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, untuk tempat minum sebaiknya gunakan dari bahan logam misalnya pipa logam. Hal ini bertujuan untuk tahap sterilisasi yang bisa dilakukan dengan simpel dan mudah.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga : <a class=\"LinkSuggestion__Link-sc-1gewdgc-4 evyocv\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/jenis-makanan-kelinci\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">10 Jenis Makanan Yang Baik dan Tidak Baik Untuk Kelinci<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>7. Lakukan pengecekan secara rutin<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah pemberian obat, langkah selanjutnya adalah melakukan pengecekan. Untuk pengecekannya, lebih baik Anda lakukan secara rutin dengan tujuan agar kelinci kesayangan tetap mendapatkan perhatian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ditambah lagi, dari sisi psikologi kelinci merasa bahwa kalau dirinya benar \u2013 benar diperhatikan oleh sang majikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan adanya pengecekan secara rutin ini, Anda akan mengetahui perkembangan demi perkembangan kelinci yang sakit. Tentu, ujungnya adalah proses penyembuhan akan lebih cepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain langkah \u2013 langkah diatas, sebaiknya anda juga harus cepat melakukan penyemprotan disinfektan ke kandang kelinci yang terserang penyakit Koksidiosis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan sekali \u2013 kali memasukkan kelinci yang sehat ke dalam kandang kelinci yang pernah terkena Koksidiosis tanpa menyemprotkan desinfektan terlebih dahulu ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian langkah \u2013 langkah dalam mengobati penyakit Koksi pada kelinci. Jika kelinci Anda terkena Koksi sebaiknya jangan tunggu lama \u2013 lama, sayang kalau hewan lucu dan menggemaskan itu harus mati padahal ada cara untuk mengobatinya. Selamat mencoba.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anda punya Kelinci? siapa yang tidak tahu dengan hewan lucu dan menggemaskan yang berjalan melompat ini. Jika Anda memelihara hewan&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3939,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[68],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Penyebab-dan-Cara-Megobati-Penyakit-Koksi-Pada-Kelinci.jpg?fit=760%2C450&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Koksi Pada Kelinci<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penyakit Koksi Pada Kelinci adalah salah satu yang harus di hindari untuk itu mari kita pelajari penyebab dan cara mengatasinya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/penyakit-koksi-pada-kelinci\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Koksi Pada Kelinci\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penyakit Koksi Pada Kelinci adalah salah satu yang harus di hindari untuk itu mari kita pelajari penyebab dan cara mengatasinya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/penyakit-koksi-pada-kelinci\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-11-25T06:44:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-11-29T04:45:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Penyebab-dan-Cara-Megobati-Penyakit-Koksi-Pada-Kelinci.jpg?fit=760%2C450&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"760\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/penyakit-koksi-pada-kelinci\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Penyebab-dan-Cara-Megobati-Penyakit-Koksi-Pada-Kelinci.jpg?fit=760%2C450&ssl=1\",\"width\":760,\"height\":450,\"caption\":\"Penyebab dan Cara Megobati Penyakit Koksi Pada Kelinci\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/penyakit-koksi-pada-kelinci\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/penyakit-koksi-pada-kelinci\/\",\"name\":\"Penyebab dan Cara Mengobati Penyakit Koksi Pada Kelinci\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/penyakit-koksi-pada-kelinci\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-11-25T06:44:40+00:00\",\"dateModified\":\"2022-11-29T04:45:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Penyakit Koksi Pada Kelinci adalah salah satu yang harus di hindari untuk itu mari kita pelajari penyebab dan cara mengatasinya.\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/penyakit-koksi-pada-kelinci\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3938"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3938"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3938\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4038,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3938\/revisions\/4038"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3939"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3938"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3938"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3938"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}