{"id":4029,"date":"2022-12-15T14:49:17","date_gmt":"2022-12-15T14:49:17","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=4029"},"modified":"2022-11-28T14:56:12","modified_gmt":"2022-11-28T14:56:12","slug":"makanan-ikan-sapu-sapu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/makanan-ikan-sapu-sapu\/","title":{"rendered":"Jenis Makanan Ikan Sapu-sapu dan Tips Memeliharanya"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\">Agrotek.id<\/a> &#8211; Bagi pecinta ikan hias tentu tidak asing dengan ikan sapu-sapu. Salah satu ikan hias dengan dominasi warna gelap yang suka membersihkan akuarium. Ya, ikan ini suka memakan lumut sehingga tampak tengah membersihkan akuarium. Lalu, apa saja makanan ikan sapu-sapu?<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-4030 aligncenter\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Jenis-Makanan-Ikan-Sapu-sapu-dan-Tips-Memeliharanya.jpg?resize=630%2C380&#038;ssl=1\" alt=\"Jenis Makanan Ikan Sapu-sapu dan Tips Memeliharanya\" width=\"630\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Jenis-Makanan-Ikan-Sapu-sapu-dan-Tips-Memeliharanya.jpg?resize=630%2C380&amp;ssl=1 630w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Jenis-Makanan-Ikan-Sapu-sapu-dan-Tips-Memeliharanya.jpg?resize=298%2C180&amp;ssl=1 298w\" sizes=\"(max-width: 630px) 100vw, 630px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dasarnya, ikan sapu-sapu ini masuk ke dalam kategori hewan omnivora oportunistik. Di mana artinya dia bisa memakan apa saja. Mulai dari lumut, alga, sampai dengan binatang kecil maupun invertebrata di sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak hal mengenai ikan sapu-sapu ini, silakan simak penjelasan di bawah sampai selesai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda tidak hanya akan memperoleh informasi mengenai apa saja makanan ikan sapu-sapu, tetapi juga tips dan trik merawatnya agar bisa hidup hingga dewasa.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Karakteristik Ikan Sapu-sapu<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum membahas bagaimana tips merawat dan memberi makan ikan sapu-sapu agar bisa bertahan hidup, kita pahami terlebih dahulu karakteristik dari ikan asli Amerika Serikat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di negara asalnya, ikan sapu-sapu memiliki nama <em>plecostomus<\/em> atau <em>plecs<\/em> yang berarti mulut terlipat. Hal ini juga bisa kita lihat dari fisiknya, di mana mulut ikan sapu-sapu menghadap ke bawah. Berikut ini karakteristiknya:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Hidup di Air Tawar<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan sapu-sapu merupakan jenis ikan dengan habitat air tawar. Sebut saja seperti sungai maupun danau, ikan sapu-sapu dewasa ukuran tubuhnya bisa mencapai 60 sentimeter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat kecil, biasanya ikan ini dipelihara di akuarium, ketika ukurannya mulai membesar biasanya akan dipindah ke kolam.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Pemakan Segala<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0Ikan sapu-sapu termasuk hewan golongan omnivora oportunistik. Itulah mengapa, makanan ikan sapu-sapu tidak hanya tumbuhan tetapi juga hewan kecil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak terkecuali ganggang atau alga, juga lumut yang menempel di kaca akuarium Anda.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Mulutnya Bekerja Seperti Mesin Vacuum<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Posisi mulut yang menghadap ke bawah, bekerja selayaknya mesin <em>vacuum cleaner<\/em>. Hal ini juga yang kemudian membuat ikan sapu-sapu memiliki sebutan sebagai ikan pembersih kaca.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara sebagian masyarakat Amerika serta Eropa menyebutnya sebagai <em>Janitor Fish <\/em>karena keahliannya dalam membersihkan dinding akuarium.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Gigi Tajam dan Runcing<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memiliki bentuk gigi yang runcing dan tajam. Hal ini memudahkannya dalam mengoyak makanannya yang berupa daging atau hewan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai pemakan segala, tentu ikan sapu-sapu harus memiliki kemampuan memproses makanannya baik hewan atau tumbuhan dengan baik.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>5. Bersifat Adaptif<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan sapu-sapu sangat mudah beradaptasi, bahkan jika hidup di alam bebas ia dapat bertahan di sungai yang kering.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan ini bisa bernapas melalui kulitnya, serta mampu bertahan kurang lebih selama 30 jam di daratan. Hal ini karena adanya cadangan oksigen di dalam perut mereka.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>6. Berkembang Biak dengan Maksimal di Alam Liar<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangbiakan mereka jauh lebih maksimal ketika hidup di alam bebas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di mana mereka mampu menghasilkan sampai 300 telur. Sementara ketika berkembang biak di akuarium, telur yang mereka hasilkan tidak lebih dari 200.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>7. Ikan Sapu-sapu Liar Berumur Panjang<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih panjang umur ketika hidup di alam liar. Rentang hidupnya bisa mencapai 15 tahun jika hidup di alam bebas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun ketika berada di akuarium, biasanya lebih mudah mati akibat stress karena bercampur dengan berbagai jenis ikan lainnya.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Cara Merawat dan Memberi Makanan Ikan Sapu-sapu yang Tepat<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dasarnya ikan sapu-sapu cukup kuat dan mampu beradaptasi dengan jenis ikan lain, bahkan ketika di akuarium mereka jauh lebih sulit jika bercampur dengan sesama ikan sapu-sapu. Mereka menjadi agresif ketika berada di satu akuarium dengan sesamanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, ketika Anda tidak mampu merawat dan memberi lingkungan atau habitat yang tepat ia juga mudah stress dan mati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ikan yang memiliki lebih dari sepuluh jenis berbeda dengan corak yang beragam ini memerlukan trik khusus untuk bisa Anda pelihara atau budidayakan di akuarium.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut ini tips merawat dan jenis makanan ikan sapu-sapu yang <em>recomended<\/em> berikut dengan jadwal pemberiannya yang benar.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Sayuran<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda bisa memberikan sayuran setidaknya sekali sampai dua kali dalam sepekan pada ikan sapu-sapu. Dengan pertimbangan ukuran mulutnya yang kecil, Anda bisa memotong sayur hingga sebesar koin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan lupa gunakan pemberat atau jepitan akuarium agar sayuran tenggelam di dasar akuarium. Pastikan juga untuk mencuci bersih sayuran sebelum memberikannya pada ikan sapu-sapu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sayuran yang mereka sukai di antaranya seperti brokoli, kacang, timun jepang, kubis, dan juga seledri.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Buah<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa jenis buah yang ikan sapu-sapu sukai antara lain melon, blewah, dan juga pepaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sama seperti sayuran, Anda bisa memberi mereka buah sekali sampai dua kali dalam satu minggu. Jangan lupa untuk mencuci bersih dan memotongnya kecil-kecil. Hindari buah asam seperti jeruk.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Daging<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karena ikan sapu-sapu merupakan hewan omnivora, maka makanan ikan sapu-sapu tidak hanya sayur dan buah saja, tetapi juga daging.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda bisa memberi mereka daging cacing darah, udang ataupun cacing tanah baik yang segar maupun beku. Jangan lupa untuk memotong kecil-kecil terlebih dahulu daging yang akan Anda berikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadwal pemberian daging ini sama dengan sayur dan buah-buahan, yaitu satu sampai dua kali dalam satu pekan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Wafer Lumut<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, Anda bisa memberi ikan sapu-sapu wafer lumut. Dengan begitu ikan tersebut tidak kekurangan asupan lumut. Wafer ini tersedia di toko pakan hewan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak perlu memberinya pemberat saat meletakkan di akuarium, karena akan tenggelam dengan sendirinya. Ikan pun lebih mudah memakannya sewaktu-waktu. Berikan wafer lumut ini minimal satu potong setiap harinya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>5. Kontrol Lampu<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain makanan yang tepat, Anda juga harus memberikan habitat yang tepat bagi ikan sapu-sapu saat memeliharanya di akuarium. Ikan ini termasuk hewan nokturnal yang lebih aktif mencari makan di malam hari atau saat gelap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, jangan nyalakan lampu akuarium terus-menerus. Buatlah jadwal atau kontrol lampu selayaknya siklus cahaya pada umumnya. Terang atau menyala di siang hari, dan mati saat malam hari.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>6. Ukuran Akuarium yang Tepat<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertumbuhan ikan sapu-sapu cukup cepat dan ukurannya bisa mencapai 48 sentimeter di lingkungan akuarium. Maka, pastikan Anda menempatkannya di akuarium dengan ukuran yang tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akuarium berukuran 380liter bisa menjadi pilihan. Namun jika Anda hanya memiliki akuarium dengan ukuran lebih kecil, maka pilihlah jenis ikan sapu-sapu lain yang ukurannya juga lebih kecil. Contohnya seperti spesies <em>Clown<\/em>, <em>Golden Nugget<\/em>, atau <em>Zebra<\/em>.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>7.Tambahkan Tempat Persembunyian dan Jangan Isi Penuh Air Akuarium<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tips terakhir, siapkan goa buatan atau terowongan kecil yang bisa menjadi tempat ikan sapu-sapu bersembunyi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tempat tersebut akan membantunya beristirahat saat siang hari. Dengan adanya tempat persembunyian yang cukup gelap, ia akan merasa jauh lebih nyaman dan aman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, jangan mengisi air terlalu penuh pada akuarium. Sisakan sedikit <em>space<\/em> untuk mereka menghirup udara di permukaan air yang bermanfaat untuk menjaga daya apungnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila Anda mengisi air hingga penuh, mereka akan kesulitan menghirup udara di permukaan dan bisa saja terantuk tutup akuarium.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian penjelasan kami mengenai makanan ikan sapu-sapu yang tepat, jadwal pemberiannya, serta tips juga trik dalam merawatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda bisa mengikut tips juga trik di atas agar ikan sapu-sapu peliharaan bisa bertahan hidup dalam waktu lama meski di akuarium.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Agrotek.id &#8211; Bagi pecinta ikan hias tentu tidak asing dengan ikan sapu-sapu. Salah satu ikan hias dengan dominasi warna gelap&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4030,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false},"categories":[74],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Jenis-Makanan-Ikan-Sapu-sapu-dan-Tips-Memeliharanya.jpg?fit=750%2C376&ssl=1","yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v15.6.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Jenis Makanan Ikan Sapu-sapu dan Tips Memeliharanya - Ilmu Peternakan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagi pecinta ikan hias tentu tidak asing dengan ikan sapu-sapu. Lalu, apa saja makanan ikan sapu-sapu? Simak penjelasan lengkapnya disini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/makanan-ikan-sapu-sapu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jenis Makanan Ikan Sapu-sapu dan Tips Memeliharanya - Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagi pecinta ikan hias tentu tidak asing dengan ikan sapu-sapu. Lalu, apa saja makanan ikan sapu-sapu? Simak penjelasan lengkapnya disini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/makanan-ikan-sapu-sapu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-12-15T14:49:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-11-28T14:56:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Jenis-Makanan-Ikan-Sapu-sapu-dan-Tips-Memeliharanya.jpg?fit=750%2C376&#038;ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"376\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\">\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"5 menit\">\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/makanan-ikan-sapu-sapu\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Jenis-Makanan-Ikan-Sapu-sapu-dan-Tips-Memeliharanya.jpg?fit=750%2C376&ssl=1\",\"width\":750,\"height\":376,\"caption\":\"Jenis Makanan Ikan Sapu-sapu dan Tips Memeliharanya\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/makanan-ikan-sapu-sapu\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/makanan-ikan-sapu-sapu\/\",\"name\":\"Jenis Makanan Ikan Sapu-sapu dan Tips Memeliharanya - Ilmu Peternakan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/makanan-ikan-sapu-sapu\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-12-15T14:49:17+00:00\",\"dateModified\":\"2022-11-28T14:56:12+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Bagi pecinta ikan hias tentu tidak asing dengan ikan sapu-sapu. Lalu, apa saja makanan ikan sapu-sapu? Simak penjelasan lengkapnya disini!\",\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/makanan-ikan-sapu-sapu\/\"]}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"id\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e0ac6b194311564bf13068d63c52631e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4029"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4029"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4031,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4029\/revisions\/4031"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}