{"id":4359,"date":"2026-10-10T04:47:48","date_gmt":"2026-10-10T04:47:48","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=4359"},"modified":"2026-10-10T04:47:48","modified_gmt":"2026-10-10T04:47:48","slug":"istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/","title":{"rendered":"100 Istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan dan Penjelasannya"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ilmu Teknologi Pakan merupakan salah satu bidang penting dalam ilmu peternakan yang mempelajari bahan pakan, kandungan nutrisi, teknik pengolahan, formulasi ransum, serta pemanfaatan pakan untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas ternak.<\/p>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4392\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/100-Istilah-dalam-Ilmu-Teknologi-Pakan-dan-Penjelasan-Lengkapnya.png?resize=849%2C551&#038;ssl=1\" alt=\"100 Istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan dan Penjelasan Lengkapnya\" width=\"849\" height=\"551\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/100-Istilah-dalam-Ilmu-Teknologi-Pakan-dan-Penjelasan-Lengkapnya.png?w=849&amp;ssl=1 849w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/100-Istilah-dalam-Ilmu-Teknologi-Pakan-dan-Penjelasan-Lengkapnya.png?resize=768%2C498&amp;ssl=1 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 849px) 100vw, 849px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemahaman terhadap berbagai istilah dalam teknologi pakan diperlukan agar mahasiswa mampu mengenali karakteristik bahan pakan, memahami kebutuhan nutrisi ternak, dan menerapkan prinsip pemberian pakan yang tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penguasaan istilah seperti bahan kering, kecernaan, fermentasi, silase, konsentrat, dan formulasi pakan juga menjadi dasar untuk mempelajari pengelolaan pakan yang efisien, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan ternak.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Istilah-istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan<\/strong><\/h2>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Bahan Pakan: Bahan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak dan dapat berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, maupun hasil samping industri. Pemilihan bahan pakan perlu mempertimbangkan kandungan nutrisi, keamanan, ketersediaan, dan biaya.<\/li>\n<li>Pakan: Segala bahan yang diberikan kepada ternak untuk mendukung kebutuhan hidup, pertumbuhan, reproduksi, dan produksi. Pakan harus memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan dan jenis ternak.<\/li>\n<li>Ransum: Campuran berbagai bahan pakan yang disusun untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Penyusunan ransum perlu mempertimbangkan jenis ternak, umur, bobot badan, dan tujuan pemeliharaan.<\/li>\n<li>Konsentrat: Pakan yang memiliki kandungan energi atau protein relatif tinggi dengan kandungan serat kasar yang umumnya rendah. Konsentrat digunakan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi ternak bersama hijauan atau bahan pakan lainnya.<\/li>\n<li>Hijauan: Pakan yang berasal dari bagian tanaman, seperti daun, batang, dan rumput. Hijauan menjadi sumber serat penting, terutama bagi ternak ruminansia.<\/li>\n<li>Hijauan Pakan Ternak (HPT): Tanaman yang dibudidayakan atau dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Contohnya adalah rumput gajah, rumput odot, dan tanaman leguminosa.<\/li>\n<li>Bahan Pakan Sumber Energi: Bahan pakan yang terutama digunakan untuk memasok energi bagi tubuh ternak. Contohnya adalah jagung, dedak padi, dan singkong.<\/li>\n<li>Bahan Pakan Sumber Protein: Bahan pakan yang mengandung protein relatif tinggi untuk mendukung pertumbuhan dan produksi ternak. Contohnya adalah bungkil kedelai, tepung ikan, dan bungkil kelapa.<\/li>\n<li>Pakan Komplit: Pakan yang diformulasikan untuk menyediakan kebutuhan nutrisi ternak dalam satu campuran. Komposisinya disesuaikan dengan jenis ternak dan fase pemeliharaannya.<\/li>\n<li>Bahan Pakan Alternatif: Bahan pengganti yang digunakan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan pakan konvensional. Penggunaannya harus mempertimbangkan kandungan nutrisi, keamanan, ketersediaan, dan biaya.<\/li>\n<li>Nutrisi: Zat yang dibutuhkan tubuh ternak untuk menjalankan berbagai fungsi biologis. Nutrisi berperan dalam pemeliharaan tubuh, pertumbuhan, reproduksi, dan produksi.<\/li>\n<li>Karbohidrat: Kelompok senyawa organik yang menjadi sumber energi bagi ternak. Karbohidrat dapat ditemukan dalam jagung, dedak, singkong, dan berbagai jenis hijauan.<\/li>\n<li>Protein: Zat gizi yang tersusun dari asam amino dan diperlukan untuk membangun serta memperbaiki jaringan tubuh. Protein juga berperan dalam pembentukan enzim, hormon, dan produk ternak.<\/li>\n<li>Lemak: Zat gizi yang menyediakan energi dalam jumlah tinggi dibandingkan karbohidrat dan protein per satuan berat. Lemak juga membantu penyerapan vitamin larut lemak dan menyediakan asam lemak esensial.<\/li>\n<li>Serat Kasar: Fraksi serat yang diukur menggunakan metode analisis proksimat untuk menggambarkan karakteristik bahan pakan. Kandungan serat kasar membantu mengevaluasi bahan pakan, meskipun tidak mewakili seluruh komponen serat.<\/li>\n<li>Bahan Kering (BK): Bagian bahan pakan yang tersisa setelah kandungan airnya dihilangkan. Nilai bahan kering digunakan untuk membandingkan kandungan nutrisi berbagai bahan pakan secara lebih akurat.<\/li>\n<li>Abu: Residu anorganik yang tersisa setelah sampel pakan dibakar menggunakan metode pengujian tertentu. Kandungan abu digunakan untuk memperkirakan jumlah total mineral dalam bahan pakan.<\/li>\n<li>Mineral: Unsur anorganik yang dibutuhkan ternak untuk mendukung pertumbuhan, pembentukan tulang, dan fungsi metabolisme. Contohnya adalah kalsium, fosfor, natrium, dan seng.<\/li>\n<li>Vitamin: Senyawa organik yang dibutuhkan tubuh ternak dalam jumlah relatif kecil. Vitamin membantu menjaga fungsi metabolisme, pertumbuhan, reproduksi, dan daya tahan tubuh.<\/li>\n<li>Air: Zat esensial yang diperlukan untuk menjalankan berbagai proses fisiologis ternak. Air berperan dalam pencernaan, transportasi nutrisi, pengaturan suhu tubuh, dan pembuangan zat sisa.<\/li>\n<li>Asam Amino: Senyawa organik yang menjadi penyusun utama protein. Asam amino digunakan tubuh untuk membentuk jaringan, enzim, hormon, dan berbagai senyawa penting.<\/li>\n<li>Asam Amino Esensial: Asam amino yang harus diperoleh melalui pakan karena tubuh ternak tidak mampu memproduksinya dalam jumlah yang mencukupi. Contohnya adalah lisin, metionin, dan treonin.<\/li>\n<li>Energi Metabolis (EM): Energi pakan yang tersisa setelah memperhitungkan kehilangan energi melalui feses, urine, dan gas hasil pencernaan jika relevan. Nilai energi metabolis banyak digunakan dalam formulasi pakan unggas.<\/li>\n<li>Energi Tercerna (DE): Energi pakan yang dikonsumsi setelah dikurangi energi yang keluar melalui feses. Nilai ini digunakan untuk mengevaluasi pemanfaatan energi pakan pada ternak tertentu.<\/li>\n<li>Kecernaan: Ukuran proporsi zat gizi pakan yang tidak dikeluarkan melalui feses dan dianggap telah tercerna. Kecernaan dipengaruhi oleh jenis bahan pakan, komposisi nutrisi, pengolahan, dan kondisi ternak.<\/li>\n<li>Analisis Proksimat: Metode untuk mengukur komponen kimia utama dalam bahan pakan. Analisis ini umumnya mencakup kadar air, abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen.<\/li>\n<li>Protein Kasar (PK): Perkiraan kandungan protein yang dihitung berdasarkan kadar nitrogen total dalam bahan pakan. Nilai ini tidak membedakan protein sejati dari senyawa nitrogen nonprotein.<\/li>\n<li>Lemak Kasar (LK): Fraksi bahan pakan yang dapat diekstraksi menggunakan pelarut dalam metode analisis tertentu. Fraksi ini digunakan untuk memperkirakan kandungan lemak dan senyawa lain yang larut dalam pelarut tersebut.<\/li>\n<li>Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN): Fraksi yang dihitung berdasarkan selisih komponen analisis proksimat lainnya. Fraksi ini umumnya digunakan sebagai perkiraan karbohidrat yang tidak termasuk dalam serat kasar.<\/li>\n<li>Neutral Detergent Fiber (NDF): Fraksi serat yang terutama mencakup hemiselulosa, selulosa, dan lignin. Kandungan NDF berkaitan dengan karakteristik fisik hijauan dan potensi konsumsi pakan oleh ternak ruminansia.<\/li>\n<li>Acid Detergent Fiber (ADF): Fraksi serat yang terutama terdiri atas selulosa dan lignin. Kandungan ADF sering digunakan untuk memperkirakan tingkat kecernaan hijauan.<\/li>\n<li>Lignin: Senyawa kompleks yang memperkuat struktur dinding sel tanaman. Kandungan lignin yang tinggi umumnya membatasi kemampuan mikroorganisme mencerna serat tanaman.<\/li>\n<li>Selulosa: Polisakarida struktural yang menjadi komponen utama dinding sel tanaman. Selulosa dapat dimanfaatkan oleh ternak ruminansia melalui bantuan mikroorganisme rumen.<\/li>\n<li>Hemiselulosa: Kelompok polisakarida yang terdapat pada dinding sel tanaman bersama selulosa dan lignin. Hemiselulosa umumnya lebih mudah terurai dibandingkan selulosa.<\/li>\n<li>Kadar Air: Persentase air yang terkandung dalam bahan pakan. Kadar air memengaruhi daya simpan, kestabilan, dan risiko pertumbuhan mikroorganisme.<\/li>\n<li>Aktivitas Air (Water Activity): Ukuran ketersediaan air untuk mendukung reaksi kimia dan pertumbuhan mikroorganisme. Nilai aktivitas air membantu menilai kestabilan dan keamanan penyimpanan pakan.<\/li>\n<li>Palatabilitas: Tingkat kesukaan ternak terhadap suatu bahan pakan atau ransum. Palatabilitas dipengaruhi oleh aroma, rasa, tekstur, bentuk, dan kebiasaan makan ternak.<\/li>\n<li>Daya Cerna: Kemampuan bahan pakan untuk diuraikan selama proses pencernaan. Daya cerna yang baik memungkinkan ternak memanfaatkan zat gizi pakan secara lebih efektif.<\/li>\n<li>Kualitas Pakan: Tingkat kesesuaian pakan berdasarkan kandungan nutrisi, keamanan, kebersihan, dan karakteristik fisiknya. Pakan berkualitas harus sesuai dengan kebutuhan ternak dan bebas dari kontaminasi berbahaya.<\/li>\n<li>Kontaminasi Pakan: Masuknya bahan yang tidak diinginkan ke dalam pakan, seperti mikroorganisme, bahan kimia, atau benda asing. Kontaminasi dapat menurunkan mutu pakan dan membahayakan kesehatan ternak.<\/li>\n<li>Pencacahan: Proses memotong bahan pakan menjadi bagian yang lebih kecil. Proses ini mempermudah pencampuran, penanganan, dan konsumsi bahan pakan.<\/li>\n<li>Penggilingan: Proses memperkecil ukuran partikel bahan pakan menggunakan mesin penggiling. Ukuran partikel yang sesuai dapat membantu pencampuran dan memengaruhi proses pencernaan.<\/li>\n<li>Pengeringan: Proses mengurangi kandungan air dalam bahan pakan. Pengeringan yang tepat membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan memperpanjang masa simpan.<\/li>\n<li>Pengukusan: Proses memberikan perlakuan panas menggunakan uap air pada bahan pakan. Pengukusan dapat mengubah karakteristik bahan dan membantu mengurangi faktor antinutrisi tertentu.<\/li>\n<li>Pemanasan: Perlakuan menggunakan panas untuk mengubah sifat fisik atau kimia bahan pakan. Proses ini dapat meningkatkan keamanan bahan tertentu, tetapi pemanasan berlebihan dapat merusak zat gizi.<\/li>\n<li>Ekstrusi: Proses pengolahan bahan pakan menggunakan kombinasi tekanan, panas, dan gaya mekanis. Teknologi ini dapat mengubah struktur bahan serta menghasilkan bentuk pakan tertentu.<\/li>\n<li>Pelleting: Proses memadatkan campuran bahan pakan menjadi butiran menggunakan mesin pelet. Pelet dapat memudahkan penanganan, penyimpanan, dan pemberian pakan.<\/li>\n<li>Crumbling: Proses memecah pelet menjadi butiran yang lebih kecil. Bentuk pakan ini sering digunakan untuk menyesuaikan ukuran pakan dengan umur dan kemampuan makan unggas.<\/li>\n<li>Grinding: Proses pengecilan ukuran bahan pakan melalui penggilingan mekanis. Proses ini membantu menghasilkan ukuran partikel yang sesuai dengan kebutuhan formulasi dan pengolahan pakan.<\/li>\n<li>Mixing: Proses mencampurkan beberapa bahan pakan hingga tersebar secara merata. Pencampuran yang baik membantu memastikan ternak memperoleh zat gizi sesuai formulasi.<\/li>\n<li>Homogenitas Pakan: Tingkat keseragaman distribusi bahan dan zat gizi dalam campuran pakan. Homogenitas yang baik membantu mengurangi perbedaan komposisi nutrisi pada setiap bagian ransum.<\/li>\n<li>Conditioning: Proses pemberian perlakuan, umumnya berupa uap dan panas, pada campuran pakan sebelum pelleting. Proses ini membantu meningkatkan kemampuan bahan untuk membentuk pelet yang kuat.<\/li>\n<li>Fermentasi Pakan: Proses perubahan bahan pakan melalui aktivitas mikroorganisme atau enzim yang dihasilkannya. Fermentasi dapat meningkatkan karakteristik bahan dan membantu mengurangi faktor antinutrisi tertentu.<\/li>\n<li>Amoniasi: Perlakuan bahan pakan berserat menggunakan amonia atau sumbernya. Proses ini dapat meningkatkan kecernaan bahan berserat tertentu jika dilakukan dengan prosedur yang tepat.<\/li>\n<li>Silase: Pakan awetan yang dihasilkan melalui fermentasi bahan hijauan dalam kondisi minim oksigen. Proses ini membantu mempertahankan ketersediaan pakan, terutama ketika hijauan segar terbatas.<\/li>\n<li>Hay: Hijauan yang diawetkan melalui pengeringan hingga kadar air cukup rendah untuk penyimpanan. Hay dapat menjadi sumber serat bagi ternak ketika hijauan segar sulit diperoleh.<\/li>\n<li>Biokonversi: Proses mengubah bahan menjadi produk yang bernilai guna dengan bantuan organisme atau proses biologis. Dalam teknologi pakan, biokonversi dapat digunakan untuk mengolah hasil samping pertanian menjadi bahan pakan alternatif.<\/li>\n<li>Hidrolisis: Proses pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana melalui reaksi dengan air. Proses ini dapat dibantu oleh enzim atau bahan kimia tertentu.<\/li>\n<li>Delignifikasi: Proses mengurangi atau mengubah kandungan lignin dalam bahan berserat. Perlakuan ini bertujuan meningkatkan akses mikroorganisme terhadap komponen serat yang dapat dicerna.<\/li>\n<li>Enzim Pakan: Enzim yang ditambahkan untuk membantu menguraikan komponen tertentu dalam pakan. Contohnya adalah fitase, protease, dan xilanase.<\/li>\n<li>Formulasi Pakan: Proses menentukan jenis dan proporsi bahan pakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Formulasi mempertimbangkan kandungan nutrisi, harga, ketersediaan, dan batas penggunaan bahan.<\/li>\n<li>Kebutuhan Nutrisi: Jumlah zat gizi yang diperlukan ternak untuk mempertahankan hidup dan menjalankan fungsi tubuhnya. Kebutuhan tersebut berbeda berdasarkan spesies, umur, bobot badan, dan tingkat produksi.<\/li>\n<li>Imbangan Nutrisi: Kesesuaian proporsi berbagai zat gizi dalam ransum. Imbangan yang tepat membantu mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan efisiensi penggunaan pakan.<\/li>\n<li>Imbangan Energi-Protein: Kesesuaian antara pasokan energi dan protein dalam ransum. Ketidakseimbangan keduanya dapat menghambat pemanfaatan nutrisi dan menurunkan performa ternak.<\/li>\n<li>Batas Inklusi: Batas proporsi suatu bahan yang dapat digunakan dalam formulasi pakan. Penentuannya mempertimbangkan keamanan, kandungan nutrisi, palatabilitas, dan pengaruhnya terhadap performa ternak.<\/li>\n<li>Least-Cost Formulation: Metode penyusunan ransum dengan biaya serendah mungkin tanpa melanggar batasan nutrisi. Metode ini menggunakan data komposisi bahan pakan, harga, dan kebutuhan nutrisi ternak.<\/li>\n<li>Pearson Square: Metode sederhana untuk menghitung perbandingan dua bahan berdasarkan kandungan suatu zat gizi. Metode ini sering digunakan sebagai pengenalan formulasi pakan sebelum menggunakan perhitungan yang lebih kompleks.<\/li>\n<li>Premiks: Campuran bahan dalam jumlah relatif kecil, seperti vitamin dan mineral, yang ditambahkan ke dalam ransum. Premiks membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien yang tidak selalu tercukupi dari bahan pakan utama.<\/li>\n<li>Suplementasi: Penambahan zat gizi atau bahan tertentu untuk melengkapi kebutuhan ternak. Suplementasi dapat dilakukan menggunakan mineral, vitamin, asam amino, atau sumber nutrisi lainnya.<\/li>\n<li>Aditif Pakan: Bahan yang ditambahkan ke dalam pakan untuk tujuan tertentu selain sekadar memasok zat gizi dasar. Fungsinya dapat mencakup peningkatan kestabilan pakan, pemanfaatan nutrisi, atau karakteristik pengolahan.<\/li>\n<li>Binder: Bahan pengikat yang digunakan untuk membantu mempertahankan bentuk dan kekuatan pelet. Penggunaannya dapat mengurangi jumlah pelet yang hancur selama penanganan dan transportasi.<\/li>\n<li>Antioksidan: Senyawa yang membantu memperlambat proses oksidasi dalam bahan pakan. Antioksidan terutama berguna untuk melindungi lemak dari kerusakan yang dapat menurunkan mutu pakan.<\/li>\n<li>Probiotik: Mikroorganisme hidup yang diberikan dalam jumlah memadai untuk memberikan manfaat bagi inang. Dalam peternakan, probiotik dapat digunakan untuk mendukung keseimbangan mikroorganisme saluran pencernaan.<\/li>\n<li>Prebiotik: Substrat yang dimanfaatkan secara selektif oleh mikroorganisme inang sehingga memberikan manfaat kesehatan. Contohnya adalah jenis oligosakarida tertentu yang digunakan dalam formulasi pakan.<\/li>\n<li>Fitase: Enzim yang memecah fitat dalam bahan pakan nabati. Penambahan fitase dapat meningkatkan ketersediaan fosfor dan mineral tertentu bagi ternak.<\/li>\n<li>Ruminansia: Kelompok ternak yang memiliki sistem pencernaan dengan fermentasi utama di rumen. Contohnya adalah sapi, kambing, dan domba.<\/li>\n<li>Rumen: Kompartemen lambung ruminansia tempat berlangsungnya fermentasi bahan pakan oleh mikroorganisme. Di dalam rumen, serat dan komponen pakan lainnya diuraikan menjadi senyawa yang dapat dimanfaatkan ternak.<\/li>\n<li>Mikroba Rumen: Mikroorganisme yang hidup di dalam rumen dan membantu proses fermentasi pakan. Kelompok ini meliputi bakteri, protozoa, dan fungi yang berperan dalam penguraian komponen pakan.<\/li>\n<li>Volatile Fatty Acids (VFA): Asam lemak volatil yang dihasilkan dari fermentasi bahan pakan di dalam rumen. Asetat, propionat, dan butirat merupakan VFA utama yang menjadi sumber energi bagi ruminansia.<\/li>\n<li>Protein Mikroba: Protein yang berasal dari mikroorganisme rumen dan dapat dicerna lebih lanjut oleh ternak. Pembentukannya dipengaruhi oleh ketersediaan nitrogen, energi, dan kondisi fermentasi rumen.<\/li>\n<li>Degradasi Rumen: Proses penguraian komponen pakan oleh mikroorganisme di dalam rumen. Tingkat degradasinya dipengaruhi oleh jenis bahan pakan, struktur kimia, dan lama tinggal pakan di rumen.<\/li>\n<li>Bypass Protein: Protein pakan yang lolos dari penguraian di rumen dan berpotensi dicerna di usus halus. Protein ini membantu memasok asam amino untuk memenuhi kebutuhan ternak ruminansia.<\/li>\n<li>Non-Protein Nitrogen (NPN): Senyawa yang mengandung nitrogen tetapi bukan protein sejati. Contohnya adalah urea pakan yang dapat digunakan mikroba rumen untuk membentuk protein mikroba jika penggunaannya tepat.<\/li>\n<li>Urea Pakan: Sumber nitrogen nonprotein yang digunakan dalam formulasi pakan ruminansia tertentu. Penggunaannya harus dikontrol secara ketat karena pemberian berlebihan atau pencampuran yang tidak merata dapat menyebabkan keracunan.<\/li>\n<li>Buffer Rumen: Bahan yang membantu menjaga kestabilan pH rumen. Contohnya adalah natrium bikarbonat yang dapat digunakan pada ransum tertentu sesuai kebutuhan.<\/li>\n<li>Broiler: Ayam yang dipelihara terutama untuk menghasilkan daging. Pakan broiler diformulasikan sesuai fase pertumbuhan untuk mendukung pertambahan bobot badan dan efisiensi pakan.<\/li>\n<li>Layer: Ayam yang dipelihara terutama untuk menghasilkan telur. Pakan layer perlu menyediakan energi, protein, kalsium, fosfor, dan nutrisi lain sesuai kebutuhan produksi telur.<\/li>\n<li>Fase Starter: Tahap awal pemeliharaan ketika ternak membutuhkan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan awal. Pakan starter umumnya disesuaikan dengan kapasitas pencernaan dan kebutuhan pertumbuhan pada umur muda.<\/li>\n<li>Fase Grower: Tahap pertumbuhan setelah fase starter pada ternak yang menggunakan pembagian fase tersebut. Pakan grower disusun untuk menunjang perkembangan tubuh sesuai target pemeliharaan.<\/li>\n<li>Fase Finisher: Tahap akhir pertumbuhan atau penggemukan pada ternak tertentu, terutama ayam pedaging. Formulasi pakannya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi menjelang panen.<\/li>\n<li>Asam Amino Pembatas: Asam amino esensial yang jumlahnya paling kurang dibandingkan kebutuhan ternak relatif terhadap asam amino lainnya. Kekurangan asam amino pembatas dapat menghambat pemanfaatan protein meskipun asupan protein total cukup tinggi.<\/li>\n<li>Kecernaan Ileal: Pengukuran kecernaan zat gizi berdasarkan perbedaan antara konsumsi dan kandungan zat gizi pada bagian akhir ileum. Pengukuran ini banyak digunakan pada unggas dan babi untuk mengevaluasi ketersediaan asam amino.<\/li>\n<li>NSP (Non-Starch Polysaccharides): Polisakarida nonpati yang terdapat dalam bahan pakan, terutama bahan nabati. Beberapa jenis NSP dapat meningkatkan viskositas isi usus dan mengurangi pemanfaatan nutrisi pada unggas.<\/li>\n<li>Fitat: Bentuk penyimpanan fosfor pada tanaman yang banyak ditemukan dalam biji-bijian dan bahan nabati. Fitat dapat mengikat mineral tertentu sehingga mengurangi ketersediaannya bagi ternak.<\/li>\n<li>Mikotoksin: Senyawa beracun yang dihasilkan oleh kapang tertentu dan dapat mencemari bahan pakan. Paparan mikotoksin dapat mengganggu kesehatan, pertumbuhan, reproduksi, dan produktivitas ternak.<\/li>\n<li>Masa Simpan (Shelf Life): Periode ketika pakan masih memenuhi persyaratan mutu dan keamanan dalam kondisi penyimpanan tertentu. Masa simpan dipengaruhi oleh kadar air, suhu, kelembapan, kemasan, dan kondisi gudang.<\/li>\n<li>Ketengikan: Kerusakan lemak akibat proses oksidasi atau hidrolisis yang dapat mengubah aroma dan mutu pakan. Ketengikan dapat dikendalikan melalui penyimpanan yang tepat dan penggunaan antioksidan bila diperlukan.<\/li>\n<li>Aflatoksin: Kelompok mikotoksin yang dihasilkan oleh kapang tertentu, terutama Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus. Kontaminasi aflatoksin perlu dikendalikan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan menurunkan produktivitas ternak.<\/li>\n<li>Feed Conversion Ratio (FCR): Perbandingan jumlah pakan yang dikonsumsi dengan pertambahan bobot badan atau hasil produksi dalam periode tertentu. Pada pengukuran berbasis pertambahan bobot badan, nilai FCR yang lebih rendah umumnya menunjukkan penggunaan pakan yang lebih efisien.<\/li>\n<li>Efisiensi Pakan: Ukuran kemampuan ternak mengubah pakan menjadi pertambahan bobot badan atau produk ternak. Efisiensi ini dipengaruhi oleh kualitas ransum, kesehatan, genetik, lingkungan, dan manajemen pemeliharaan.<\/li>\n<\/ol>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Penutup<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penguasaan istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan membantu mahasiswa memahami berbagai konsep dasar hingga penerapan teknologi dalam penyediaan pakan ternak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Istilah-istilah tersebut mencakup aspek nutrisi, analisis bahan pakan, pengolahan dan pengawetan, formulasi ransum, penggunaan aditif, serta proses pencernaan pada berbagai jenis ternak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan memahami konsep-konsep tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam memilih bahan pakan, menyusun ransum yang seimbang, serta meningkatkan efisiensi pemberian pakan untuk mendukung kesehatan dan produktivitas ternak.<\/p>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilmu Teknologi Pakan merupakan salah satu bidang penting dalam ilmu peternakan yang mempelajari bahan pakan, kandungan nutrisi, teknik pengolahan, formulasi&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4392,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[17,74],"tags":[],"class_list":["post-4359","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ilmu-ternak","category-pakan-ternak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v28.6) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>100 Istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan dan Penjelasannya - Ilmu Peternakan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari berbagai istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan beserta pengertiannya, mulai dari nutrisi, bahan pakan, formulasi ransum, fermentasi, hingga teknologi pengolahan pakan ternak.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"100 Istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan dan Penjelasannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari berbagai istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan beserta pengertiannya, mulai dari nutrisi, bahan pakan, formulasi ransum, fermentasi, hingga teknologi pengolahan pakan ternak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-10T04:47:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/100-Istilah-dalam-Ilmu-Teknologi-Pakan-dan-Penjelasan-Lengkapnya.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"849\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"551\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"agrotek\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"agrotek\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"15 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"agrotek\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"headline\":\"100 Istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan dan Penjelasannya\",\"datePublished\":\"2026-10-10T04:47:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\\\/\"},\"wordCount\":2611,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/100-Istilah-dalam-Ilmu-Teknologi-Pakan-dan-Penjelasan-Lengkapnya.png?fit=849%2C551&ssl=1\",\"articleSection\":[\"Ilmu Ternak\",\"Pakan Ternak\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\\\/\",\"name\":\"100 Istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan dan Penjelasannya - Ilmu Peternakan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/100-Istilah-dalam-Ilmu-Teknologi-Pakan-dan-Penjelasan-Lengkapnya.png?fit=849%2C551&ssl=1\",\"datePublished\":\"2026-10-10T04:47:48+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Pelajari berbagai istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan beserta pengertiannya, mulai dari nutrisi, bahan pakan, formulasi ransum, fermentasi, hingga teknologi pengolahan pakan ternak.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/100-Istilah-dalam-Ilmu-Teknologi-Pakan-dan-Penjelasan-Lengkapnya.png?fit=849%2C551&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/100-Istilah-dalam-Ilmu-Teknologi-Pakan-dan-Penjelasan-Lengkapnya.png?fit=849%2C551&ssl=1\",\"width\":849,\"height\":551,\"caption\":\"100 Istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan dan Penjelasan Lengkapnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"100 Istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan dan Penjelasannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/author\\\/agrotek\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"100 Istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan dan Penjelasannya - Ilmu Peternakan","description":"Pelajari berbagai istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan beserta pengertiannya, mulai dari nutrisi, bahan pakan, formulasi ransum, fermentasi, hingga teknologi pengolahan pakan ternak.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"100 Istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan dan Penjelasannya","og_description":"Pelajari berbagai istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan beserta pengertiannya, mulai dari nutrisi, bahan pakan, formulasi ransum, fermentasi, hingga teknologi pengolahan pakan ternak.","og_url":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/","og_site_name":"Ilmu Peternakan","article_published_time":"2026-10-10T04:47:48+00:00","og_image":[{"width":849,"height":551,"url":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/100-Istilah-dalam-Ilmu-Teknologi-Pakan-dan-Penjelasan-Lengkapnya.png","type":"image\/png"}],"author":"agrotek","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"agrotek","Estimasi waktu membaca":"15 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/"},"author":{"name":"agrotek","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d"},"headline":"100 Istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan dan Penjelasannya","datePublished":"2026-10-10T04:47:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/"},"wordCount":2611,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/100-Istilah-dalam-Ilmu-Teknologi-Pakan-dan-Penjelasan-Lengkapnya.png?fit=849%2C551&ssl=1","articleSection":["Ilmu Ternak","Pakan Ternak"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/","url":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/","name":"100 Istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan dan Penjelasannya - Ilmu Peternakan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/100-Istilah-dalam-Ilmu-Teknologi-Pakan-dan-Penjelasan-Lengkapnya.png?fit=849%2C551&ssl=1","datePublished":"2026-10-10T04:47:48+00:00","author":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d"},"description":"Pelajari berbagai istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan beserta pengertiannya, mulai dari nutrisi, bahan pakan, formulasi ransum, fermentasi, hingga teknologi pengolahan pakan ternak.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/#primaryimage","url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/100-Istilah-dalam-Ilmu-Teknologi-Pakan-dan-Penjelasan-Lengkapnya.png?fit=849%2C551&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/100-Istilah-dalam-Ilmu-Teknologi-Pakan-dan-Penjelasan-Lengkapnya.png?fit=849%2C551&ssl=1","width":849,"height":551,"caption":"100 Istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan dan Penjelasan Lengkapnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/istilah-dalam-ilmu-teknologi-pakan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"100 Istilah dalam Ilmu Teknologi Pakan dan Penjelasannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website","url":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/","name":"Ilmu Peternakan","description":"Agrotek.ID","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d","name":"agrotek","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g","caption":"agrotek"},"sameAs":["https:\/\/agrotek.id\/hewan"],"url":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/author\/agrotek\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/100-Istilah-dalam-Ilmu-Teknologi-Pakan-dan-Penjelasan-Lengkapnya.png?fit=849%2C551&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4359"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4359\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4393,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4359\/revisions\/4393"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4392"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}