{"id":4428,"date":"2026-11-03T06:07:03","date_gmt":"2026-11-03T06:07:03","guid":{"rendered":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?p=4428"},"modified":"2026-11-03T06:07:03","modified_gmt":"2026-11-03T06:07:03","slug":"cara-memberi-pakan-burung-merpati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/","title":{"rendered":"Cara Memberi Pakan Burung Merpati Sesuai Umur dan Kebutuhan Nutrisinya"},"content":{"rendered":"<div class=\"1800112f3e6877a47951a4217653044b\" data-index=\"1\" style=\"float: none; margin:10px 0 10px 0; text-align:center;\">\n<script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"><\/script>\r\n<!-- Agrotek hewan link -->\r\n<ins class=\"adsbygoogle\"\r\n     style=\"display:block\"\r\n     data-ad-client=\"ca-pub-9879128820429486\"\r\n     data-ad-slot=\"7652180650\"\r\n     data-ad-format=\"link\"\r\n     data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\r\n<script>\r\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\r\n<\/script>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memberikan pakan burung merpati tidak cukup hanya dengan menyediakan biji-bijian setiap hari. Peternak perlu menyesuaikan jenis pakan, jumlah, frekuensi pemberian, dan kandungan nutrisi berdasarkan umur serta kondisi burung.<\/p>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4613\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Memberi-Pakan-Burung-Merpati-Sesuai-Umur-dan-Kebutuhan-Nutrisinya.jpg?resize=1080%2C608&#038;ssl=1\" alt=\"Cara Memberi Pakan Burung Merpati Sesuai Umur dan Kebutuhan Nutrisinya\" width=\"1080\" height=\"608\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Memberi-Pakan-Burung-Merpati-Sesuai-Umur-dan-Kebutuhan-Nutrisinya.jpg?w=1080&amp;ssl=1 1080w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Memberi-Pakan-Burung-Merpati-Sesuai-Umur-dan-Kebutuhan-Nutrisinya.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merpati yang baru menetas memiliki kebutuhan berbeda dengan merpati muda, merpati dewasa, maupun indukan yang sedang bertelur dan membesarkan anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara pemberian pakan yang tepat membantu menjaga kondisi tubuh, mendukung pertumbuhan, mempertahankan kualitas bulu, dan menunjang keberhasilan reproduksi. Sebaliknya, pakan yang tidak seimbang dapat menyebabkan pertumbuhan kurang optimal, kondisi tubuh menurun, dan produktivitas indukan terganggu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oleh karena itu, peternak perlu memahami cara memberikan pakan merpati secara bertahap, mulai dari memilih bahan pakan, mengatur jadwal makan, menyediakan air minum, hingga mengevaluasi jumlah pakan yang benar-benar dikonsumsi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Cara Memberi Pakan Burung Merpati dan Kebutuhan Nutrisinya<\/strong><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>1. Kenali Kebutuhan Pakan Merpati Berdasarkan Umur<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah pertama adalah menentukan umur dan tahap perkembangan burung. Setiap tahap membutuhkan pendekatan pemberian pakan yang berbeda.<\/p>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4614 aligncenter\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Memberi-Pakan-Burung-Merpati-dan-Kebutuhan-Nutrisinya.jpg?resize=720%2C480&#038;ssl=1\" alt=\"Cara Memberi Pakan Burung Merpati dan Kebutuhan Nutrisinya\" width=\"720\" height=\"480\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara umum, pembagian tahap pemberian pakan merpati dapat dilakukan sebagai berikut.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\" data-spread=\"false\">\n<li><strong>Umur 0\u20137 hari:<\/strong> piyik bergantung pada induk yang memberikan susu tembolok atau <em>crop milk<\/em>.<\/li>\n<li><strong>Umur 8\u201321 hari:<\/strong> piyik masih diasuh induk dan mulai menerima lebih banyak biji-bijian yang dilunakkan atau dimuntahkan induk.<\/li>\n<li><strong>Umur sekitar 21\u201328 hari:<\/strong> sebagian merpati mulai disapih dan belajar makan sendiri, bergantung pada pertumbuhan dan kesiapan masing-masing burung.<\/li>\n<li><strong>Merpati muda setelah disapih:<\/strong> membutuhkan pakan yang mendukung pertumbuhan tulang, otot, dan bulu.<\/li>\n<li><strong>Merpati dewasa:<\/strong> membutuhkan pakan seimbang untuk mempertahankan kondisi tubuh dan aktivitas.<\/li>\n<li><strong>Indukan bertelur atau membesarkan anak:<\/strong> memerlukan pengelolaan nutrisi yang mendukung reproduksi dan produksi susu tembolok.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pembagian umur tersebut merupakan panduan umum, bukan batas mutlak. Kondisi tubuh, kemampuan makan sendiri, ukuran tubuh, dan perkembangan piyik harus tetap menjadi pertimbangan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>2. Cara Memberi Pakan Merpati yang Baru Menetas<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Piyik merpati yang baru menetas belum mampu memakan biji-bijian sendiri. Pada tahap awal, piyik memperoleh nutrisi dari susu tembolok yang diproduksi induknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Susu tembolok bukan susu seperti pada mamalia, melainkan sekresi khusus yang kaya protein dan lemak untuk mendukung pertumbuhan anakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara memberikan pakan pada tahap ini adalah sebagai berikut.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"1\" data-spread=\"false\">\n<li><strong>Pastikan induk tersedia dan mampu mengasuh piyik.<\/strong> Amati apakah induk bergantian merawat anak serta menunjukkan perilaku memberi makan.<\/li>\n<li><strong>Periksa perkembangan piyik secara berkala.<\/strong> Amati kondisi tubuh, respons saat berada di sarang, dan perkembangan pertumbuhannya.<\/li>\n<li><strong>Jaga ketersediaan pakan induk.<\/strong> Induk membutuhkan pakan yang cukup dan seimbang agar mampu mempertahankan kondisi tubuh sekaligus memenuhi kebutuhan anakan.<\/li>\n<li><strong>Sediakan air minum bersih untuk induk.<\/strong> Tempat minum harus mudah dijangkau dan tidak mudah tercemar kotoran.<\/li>\n<li><strong>Jangan memberikan biji-bijian utuh secara langsung kepada piyik yang baru menetas.<\/strong> Sistem pencernaannya belum siap menerima pakan seperti merpati dewasa.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika induk tidak memberi makan, piyik terus melemah, atau temboloknya tampak tidak terisi sebagaimana mestinya, segera mintalah bantuan dokter hewan yang memahami kesehatan burung. Pemberian pakan pengganti secara manual membutuhkan formula khusus, teknik yang benar, dan pengawasan karena terdapat risiko makanan masuk ke saluran pernapasan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>3. Cara Memberi Pakan Piyik Umur 8\u201321 Hari<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memasuki minggu kedua dan ketiga, piyik mengalami pertumbuhan yang cepat. Induk secara bertahap mengalihkan pemberian susu tembolok menuju pakan berupa biji-bijian yang telah dilunakkan melalui proses pemberian makan oleh induk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada masa ini, pengelolaan pakan lebih difokuskan pada kecukupan nutrisi induk dan pemantauan pertumbuhan piyik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut langkah yang perlu dilakukan.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"1\" data-spread=\"false\">\n<li><strong>Gunakan pakan berkualitas untuk induk.<\/strong> Pilih campuran biji-bijian dan bahan pakan yang memiliki kandungan energi, protein, lemak, vitamin, serta mineral yang sesuai.<\/li>\n<li><strong>Berikan pakan induk secara teratur.<\/strong> Sesuaikan jumlahnya dengan konsumsi aktual dan kondisi tubuh, bukan hanya berdasarkan takaran tetap.<\/li>\n<li><strong>Pastikan kedua induk memiliki akses terhadap pakan.<\/strong> Persaingan dapat menyebabkan salah satu induk kekurangan asupan.<\/li>\n<li><strong>Pantau perkembangan anakan.<\/strong> Catat perubahan bobot secara berkala jika memungkinkan, serta perhatikan apakah piyik tampak aktif dan berkembang sesuai tahap umurnya.<\/li>\n<li><strong>Jaga kebersihan sarang.<\/strong> Singkirkan bahan sarang yang sangat kotor atau basah dengan tetap meminimalkan gangguan terhadap induk dan anak.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan terburu-buru memisahkan piyik dari induknya hanya karena sudah mulai tumbuh bulu. Merpati yang belum mampu makan sendiri masih membutuhkan pengasuhan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>4. Cara Melatih Merpati Muda agar Bisa Makan Sendiri<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merpati muda yang mendekati masa sapih perlu belajar mengambil dan menelan pakan secara mandiri. Pada banyak merpati domestik, proses penyapihan berlangsung sekitar umur 21\u201328 hari, tetapi waktu yang tepat bergantung pada perkembangan burung.<\/p>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4615 aligncenter\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Melatih-Merpati-Muda-agar-Bisa-Makan-Sendiri.jpg?resize=1075%2C716&#038;ssl=1\" alt=\"Cara Melatih Merpati Muda agar Bisa Makan Sendiri\" width=\"1075\" height=\"716\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Melatih-Merpati-Muda-agar-Bisa-Makan-Sendiri.jpg?w=1075&amp;ssl=1 1075w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Melatih-Merpati-Muda-agar-Bisa-Makan-Sendiri.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1075px) 100vw, 1075px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara melatihnya dapat dilakukan melalui langkah berikut.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"1\" data-spread=\"false\">\n<li><strong>Sediakan tempat pakan yang dangkal.<\/strong> Pilih wadah yang memungkinkan merpati muda melihat dan mengambil biji-bijian dengan mudah.<\/li>\n<li><strong>Gunakan biji-bijian berukuran sesuai.<\/strong> Campuran biji yang umum digunakan untuk merpati dapat diperkenalkan secara bertahap, dengan memperhatikan kemampuan burung mengambil dan menelannya.<\/li>\n<li><strong>Biarkan merpati mengamati induknya.<\/strong> Perilaku makan induk dapat membantu anak mengenali pakan yang tersedia.<\/li>\n<li><strong>Pantau apakah pakan benar-benar tertelan.<\/strong> Merpati yang mematuk biji belum tentu sudah mampu makan dalam jumlah cukup.<\/li>\n<li><strong>Pastikan burung juga dapat minum sendiri.<\/strong> Sediakan wadah air yang stabil dan mudah dijangkau.<\/li>\n<li><strong>Lakukan penyapihan berdasarkan kesiapan.<\/strong> Jangan memisahkan piyik hanya berdasarkan umur apabila burung belum mandiri dalam makan dan minum.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah disapih, tempatkan merpati muda pada lingkungan yang tenang agar dapat belajar makan tanpa persaingan berlebihan. Jika beberapa burung dipelihara bersama, amati setiap individu karena kemampuan makan mereka tidak selalu sama.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>5. Cara Menyusun Pakan untuk Merpati Muda Setelah Disapih<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah mampu makan sendiri, merpati memasuki masa pertumbuhan yang membutuhkan asupan nutrisi seimbang. Protein membantu pembentukan jaringan tubuh dan otot, sedangkan energi mendukung aktivitas dan metabolisme. Vitamin serta mineral berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk pembentukan tulang dan pertumbuhan bulu.<\/p>\n<p><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-4616\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Menyusun-Pakan-untuk-Merpati-Muda-Setelah-Disapih.jpg?resize=1000%2C667&#038;ssl=1\" alt=\"Cara Menyusun Pakan untuk Merpati Muda Setelah Disapih\" width=\"1000\" height=\"667\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Menyusun-Pakan-untuk-Merpati-Muda-Setelah-Disapih.jpg?w=1000&amp;ssl=1 1000w, https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Menyusun-Pakan-untuk-Merpati-Muda-Setelah-Disapih.jpg?resize=768%2C512&amp;ssl=1 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemberian pakan sebaiknya dilakukan dengan langkah berikut.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\"><strong>a. Gunakan campuran biji-bijian yang beragam<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahan yang dapat digunakan antara lain jagung pecah, gandum, sorgum, dan kacang polong pakan yang sesuai. Pemilihan bahan perlu mempertimbangkan mutu, ukuran, ketersediaan, serta kandungan nutrisinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan hanya mengandalkan jagung sebagai satu-satunya bahan pakan. Setiap bahan memiliki profil nutrisi berbeda sehingga campuran perlu disusun agar kebutuhan burung terpenuhi.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\"><strong>b. Pilih pakan dengan protein yang memadai<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merpati muda membutuhkan protein untuk pertumbuhan jaringan tubuh dan pembentukan bulu. Gunakan campuran pakan atau pakan lengkap yang diformulasikan sesuai kebutuhan pertumbuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika menggunakan pakan komersial, periksa label komposisi dan petunjuk pemakaian. Jangan menambahkan berbagai sumber protein secara sembarangan karena kebutuhan akhirnya bergantung pada komposisi seluruh ransum.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\"><strong>c. Sediakan mineral sesuai kebutuhan<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mineral seperti kalsium dan fosfor diperlukan untuk perkembangan tulang. Sediakan sumber mineral yang memang sesuai untuk merpati dan gunakan berdasarkan petunjuk produk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hindari pemberian mineral berlebihan karena keseimbangan antarnutrisi juga penting.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\"><strong>d. Berikan pakan dalam porsi terukur<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mulailah dengan takaran kecil berdasarkan jumlah burung dan perkiraan konsumsi. Amati jumlah pakan yang habis, sisa di wadah, dan perubahan kondisi tubuh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika pakan selalu habis terlalu cepat disertai penurunan bobot, evaluasi apakah jumlahnya kurang. Sebaliknya, sisa yang banyak dapat menunjukkan porsi berlebihan, bahan yang tidak disukai, atau masalah kesehatan.<\/p>\n<h4 style=\"text-align: left;\"><strong>e. Evaluasi perkembangan secara rutin<\/strong><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pantau bobot, aktivitas, kondisi bulu, dan nafsu makan. Pertumbuhan tidak cukup dinilai dari ukuran tubuh semata karena perbedaan jenis, umur, dan postur juga memengaruhi penampilan merpati.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>6. Cara Memberi Pakan Merpati Dewasa Setiap Hari<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merpati dewasa membutuhkan pakan untuk mempertahankan kondisi tubuh, aktivitas, dan kesehatan. Jumlah yang diberikan tidak selalu sama untuk setiap burung karena dipengaruhi ukuran tubuh, tingkat aktivitas, cuaca, serta kondisi reproduksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar pemberian pakan lebih teratur, lakukan langkah berikut.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"1\" data-spread=\"false\">\n<li><strong>Tentukan jadwal makan.<\/strong> Pakan dapat diberikan pada pagi dan sore hari jika sesuai dengan sistem pemeliharaan. Usahakan waktunya konsisten.<\/li>\n<li><strong>Ukur jumlah pakan.<\/strong> Mulai dari takaran yang sesuai untuk kelompok burung, lalu sesuaikan berdasarkan konsumsi dan kondisi tubuh.<\/li>\n<li><strong>Sebarkan pakan secara merata.<\/strong> Jika memelihara beberapa ekor, gunakan tempat pakan yang cukup agar burung tidak saling berebut.<\/li>\n<li><strong>Amati jenis biji yang dimakan.<\/strong> Merpati dapat memilih biji tertentu dan meninggalkan yang lain. Karena itu, sisa pakan perlu diperiksa, bukan hanya dilihat dari jumlah totalnya.<\/li>\n<li><strong>Sesuaikan pakan dengan aktivitas.<\/strong> Merpati yang aktif terbang atau berlatih mungkin membutuhkan energi berbeda dari merpati yang lebih banyak beristirahat.<\/li>\n<li><strong>Sediakan air minum sepanjang hari.<\/strong> Air harus tersedia terus-menerus dan diganti jika kotor.<\/li>\n<li><strong>Bersihkan wadah setelah pemberian pakan.<\/strong> Singkirkan sisa yang lembap atau tercemar agar tidak menjadi sumber gangguan kesehatan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai panduan awal, peternak dapat menimbang pakan yang diberikan dan sisa pakan selama beberapa hari untuk mengetahui konsumsi rata-rata. Angka tersebut kemudian digunakan untuk menyesuaikan porsi, bukan dianggap sebagai kebutuhan mutlak untuk semua merpati.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>7. Cara Memberi Pakan Indukan yang Sedang Bertelur<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indukan yang sedang bertelur membutuhkan pakan seimbang untuk mempertahankan kondisi tubuh dan mendukung pembentukan telur. Kalsium berperan dalam pembentukan cangkang, sedangkan protein, energi, vitamin, dan mineral lainnya mendukung fungsi reproduksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara pemberian pakannya adalah sebagai berikut.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"1\" data-spread=\"false\">\n<li><strong>Mulai dengan mengevaluasi kondisi tubuh indukan.<\/strong> Burung yang terlalu kurus atau terlalu gemuk perlu mendapatkan perhatian khusus.<\/li>\n<li><strong>Gunakan pakan reproduksi yang sesuai.<\/strong> Pilih campuran pakan yang memenuhi kebutuhan energi, protein, dan mineral.<\/li>\n<li><strong>Perhatikan sumber kalsium.<\/strong> Gunakan sumber kalsium yang sesuai untuk burung, dengan takaran berdasarkan kebutuhan dan komposisi pakan.<\/li>\n<li><strong>Hindari perubahan pakan secara mendadak.<\/strong> Peralihan bahan dilakukan bertahap agar burung dapat beradaptasi.<\/li>\n<li><strong>Pantau kondisi telur dan induk.<\/strong> Amati perilaku makan, aktivitas, serta kondisi tubuh selama masa bertelur dan pengeraman.<\/li>\n<li><strong>Jangan mengandalkan suplemen sebagai pengganti pakan seimbang.<\/strong> Vitamin atau mineral tambahan digunakan jika memang diperlukan dan sesuai petunjuk.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebutuhan setiap indukan dapat berbeda. Jika kualitas cangkang telur buruk atau kondisi tubuh menurun, evaluasi keseluruhan ransum dan konsultasikan dengan dokter hewan apabila masalah berlanjut.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>8. Cara Memberi Pakan Indukan yang Sedang Membesarkan Anak<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika piyik menetas, induk membutuhkan pengelolaan pakan yang mendukung pemeliharaan kondisi tubuh sekaligus produksi susu tembolok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lakukan langkah-langkah berikut.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\" data-spread=\"false\">\n<li><strong>Pastikan pakan tersedia secara konsisten.<\/strong> Hindari kondisi ketika induk terlalu lama tidak memperoleh pakan karena wadah kosong.<\/li>\n<li><strong>Gunakan ransum seimbang.<\/strong> Pilih bahan atau pakan lengkap yang sesuai untuk merpati dalam fase reproduksi.<\/li>\n<li><strong>Pantau konsumsi kedua induk.<\/strong> Pastikan induk jantan maupun betina mendapatkan kesempatan makan yang cukup.<\/li>\n<li><strong>Sediakan air bersih setiap saat.<\/strong> Ganti air dan cuci wadah secara teratur.<\/li>\n<li><strong>Kurangi gangguan di sekitar sarang.<\/strong> Lingkungan yang tenang membantu induk menjalankan pengasuhan.<\/li>\n<li><strong>Amati perkembangan piyik.<\/strong> Jika anakan tumbuh lambat atau terlihat lemah, evaluasi pemberian pakan induk dan kondisi kesehatan seluruh keluarga merpati.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebutuhan pakan pada fase ini dapat lebih tinggi daripada saat merpati tidak berkembang biak. Namun, penambahan jumlah pakan tetap harus berdasarkan konsumsi aktual, kondisi tubuh, dan kualitas ransum.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>9. Cara Mengatur Jumlah dan Frekuensi Pemberian Pakan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu kesalahan pemeliharaan adalah memberikan pakan hanya berdasarkan perkiraan tanpa memeriksa jumlah yang benar-benar dikonsumsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agar lebih terukur, peternak dapat menerapkan metode berikut.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah 1: Timbang pakan sebelum diberikan.<\/strong> Gunakan timbangan dapur dan catat jumlah pakan yang masuk ke wadah.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah 2: Periksa sisa pakan.<\/strong> Setelah periode makan selesai, timbang sisa yang masih layak dan pisahkan dari bahan yang tercemar.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah 3: Catat jumlah burung yang makan.<\/strong> Jika ada burung yang tidak mendapatkan kesempatan makan, tambahkan wadah atau pisahkan sementara saat pemberian pakan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah 4: Evaluasi konsumsi beberapa hari.<\/strong> Perhatikan apakah konsumsi stabil atau berubah akibat cuaca, aktivitas, pergantian pakan, maupun kondisi reproduksi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah 5: Sesuaikan porsi secara bertahap.<\/strong> Hindari menaikkan atau mengurangi pakan secara ekstrem tanpa alasan yang jelas.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Frekuensi pemberian pakan dua kali sehari dapat menjadi pilihan praktis untuk merpati dewasa dalam pemeliharaan rutin. Namun, piyik yang masih diasuh induk dan burung yang memiliki kebutuhan khusus tidak mengikuti pola pemberian pakan yang sama.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><strong>10. Cara Mengganti Jenis Pakan Tanpa Mengganggu Pola Makan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pergantian pakan perlu dilakukan bertahap karena merpati dapat terbiasa dengan rasa, ukuran, dan tekstur bahan tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara yang dapat diterapkan adalah:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"1\" data-spread=\"false\">\n<li>Mulai dengan mencampurkan sedikit pakan baru ke dalam pakan lama.<\/li>\n<li>Amati apakah burung tetap makan dengan normal.<\/li>\n<li>Tingkatkan proporsi pakan baru secara bertahap selama beberapa hari hingga sekitar satu atau dua minggu, sesuai respons burung.<\/li>\n<li>Periksa sisa pakan untuk mengetahui apakah ada bahan yang selalu ditolak.<\/li>\n<li>Hentikan perubahan sementara dan evaluasi jika konsumsi turun secara nyata.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan memaksa burung menghabiskan pakan baru ketika sedang sakit atau sangat lemah. Penurunan nafsu makan juga dapat menjadi tanda gangguan kesehatan, bukan sekadar ketidaksukaan terhadap pakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika merpati menolak makan, panduan terkait dapat dibaca pada artikel <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/penyebab-burung-merpati-tidak-mau-makan\/\">Penyebab Burung Merpati Tidak Mau Makan dan Langkah Penanganan yang Tepat<\/a>.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Cara Memastikan Pakan Merpati Aman dan Berkualitas<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pakan yang seimbang tidak akan bermanfaat optimal apabila bahan yang digunakan rusak atau tercemar. Karena itu, pemeriksaan kualitas perlu dilakukan sebelum pakan diberikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah pemeriksaannya meliputi:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\" data-spread=\"false\">\n<li>Pilih biji-bijian yang kering, bersih, dan tidak berbau tengik.<\/li>\n<li>Hindari bahan yang terlihat berjamur, menggumpal akibat kelembapan, atau tercampur kotoran.<\/li>\n<li>Simpan pakan dalam wadah tertutup di tempat sejuk dan kering.<\/li>\n<li>Gunakan sistem penyimpanan dengan prinsip bahan yang masuk lebih dahulu digunakan lebih dahulu.<\/li>\n<li>Bersihkan tempat pakan secara teratur.<\/li>\n<li>Jangan mencampurkan pakan baru dengan sisa lama yang telah basah atau tercemar.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pakan yang berjamur harus dibuang, bukan hanya dijemur atau dipisahkan bagian yang tampak rusak. Kontaminasi tertentu dapat tetap berbahaya meskipun jamur tidak lagi terlihat.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Memberi Pakan Merpati<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa kesalahan berikut dapat mengganggu kecukupan nutrisi.<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Memberikan satu jenis biji-bijian terus-menerus.<\/strong> Cara ini berisiko menghasilkan pola makan yang tidak seimbang. Gunakan campuran yang sesuai atau pakan lengkap yang diformulasikan untuk merpati.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Memberikan pakan tanpa memperhatikan umur.<\/strong> Piyik yang baru menetas tidak boleh diperlakukan seperti merpati dewasa.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Menganggap wadah kosong berarti semua burung sudah cukup makan.<\/strong> Burung yang kalah bersaing mungkin tidak memperoleh bagian yang memadai.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Memberikan suplemen secara berlebihan.<\/strong> Vitamin dan mineral tidak selalu dibutuhkan dalam jumlah tambahan. Penggunaan berlebihan dapat mengganggu keseimbangan nutrisi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengabaikan air minum.<\/strong> Pakan harus disertai air bersih yang tersedia setiap saat.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong>Tidak memantau kondisi tubuh.<\/strong> Porsi yang sama belum tentu sesuai untuk burung dengan ukuran, aktivitas, dan kebutuhan berbeda.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika perubahan pakan diikuti perilaku tidak normal, bulu mengembang terus-menerus, atau penurunan aktivitas, perhatikan juga kemungkinan stres dan gangguan kesehatan. Informasi pendukung tersedia dalam artikel <a href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-mengenali-tanda-stres-pada-burung-merpati\/\">Cara Mengenali Tanda-Tanda Stres pada Burung Merpati dan Mengatasinya<\/a>.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Contoh Jadwal Pemberian Pakan Merpati<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut contoh jadwal yang dapat digunakan sebagai dasar pengelolaan harian. Jadwal ini perlu disesuaikan dengan umur dan kebutuhan setiap kelompok burung.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<th>Waktu<\/th>\n<th>Kegiatan<\/th>\n<th>Tujuan<\/th>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pagi<\/td>\n<td>Periksa kondisi burung, berikan pakan sesuai porsi, ganti air minum<\/td>\n<td>Memastikan burung memperoleh pakan dan air yang bersih<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Siang<\/td>\n<td>Periksa air, kondisi kandang, dan perilaku burung<\/td>\n<td>Mendeteksi perubahan kondisi lebih awal<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Sore<\/td>\n<td>Berikan pakan sesuai kebutuhan, periksa sisa pakan<\/td>\n<td>Menjaga kecukupan konsumsi harian<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Setiap hari<\/td>\n<td>Bersihkan wadah pakan dan minum<\/td>\n<td>Mengurangi risiko pencemaran<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Setiap minggu<\/td>\n<td>Evaluasi kondisi tubuh, pertumbuhan, dan konsumsi<\/td>\n<td>Menentukan apakah porsi dan komposisi pakan perlu disesuaikan<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify;\">Piyik yang masih bergantung pada induk tidak perlu diberi jadwal pakan seperti burung dewasa. Fokuskan pengelolaan pada kecukupan pakan induk, kebersihan sarang, dan perkembangan anak.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Cara Mengevaluasi Keberhasilan Pemberian Pakan<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah menerapkan jadwal dan komposisi pakan, peternak perlu melakukan evaluasi. Tujuannya adalah mengetahui apakah metode pemberian pakan sudah sesuai atau masih perlu diperbaiki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa indikator yang dapat diamati antara lain:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"1\" data-spread=\"false\">\n<li><strong>Nafsu makan:<\/strong> burung makan secara normal dan tidak mengalami penurunan konsumsi yang berkepanjangan.<\/li>\n<li><strong>Kondisi tubuh:<\/strong> bobot dan bentuk tubuh relatif stabil sesuai umur serta tahap kehidupannya.<\/li>\n<li><strong>Pertumbuhan:<\/strong> merpati muda menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan tahap pertumbuhannya.<\/li>\n<li><strong>Kondisi bulu:<\/strong> bulu tumbuh dan terawat dengan baik, dengan mempertimbangkan proses pergantian bulu yang normal.<\/li>\n<li><strong>Aktivitas:<\/strong> burung tetap menunjukkan perilaku dan gerakan yang wajar.<\/li>\n<li><strong>Reproduksi:<\/strong> indukan mampu mempertahankan kondisi tubuh selama bertelur dan membesarkan anak.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak satu pun indikator tersebut dapat digunakan sendirian untuk memastikan kecukupan nutrisi atau menegakkan diagnosis. Jika burung terus kehilangan berat badan, tidak mau makan, mengalami gangguan pernapasan, atau menunjukkan kelemahan, pemeriksaan dokter hewan diperlukan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara memberi pakan burung merpati yang tepat dimulai dengan mengenali umur, menentukan kebutuhan nutrisi, memilih bahan pakan berkualitas, dan mengatur jumlah serta jadwal pemberian secara terukur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Piyik yang baru menetas bergantung pada susu tembolok induk, sedangkan merpati muda membutuhkan pakan yang mendukung pertumbuhan dan latihan makan mandiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Merpati dewasa membutuhkan ransum seimbang untuk mempertahankan kondisi tubuh, sementara indukan yang bertelur atau membesarkan anak memerlukan pengelolaan nutrisi yang mendukung reproduksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kunci keberhasilannya adalah tidak memberikan pakan secara asal-asalan. Peternak perlu memantau konsumsi, menyediakan air bersih, menjaga kualitas bahan pakan, dan menyesuaikan porsi berdasarkan respons setiap burung. Dengan pengelolaan yang konsisten, kebutuhan nutrisi merpati dapat dipenuhi secara lebih terarah dan kondisi kawanan lebih mudah dipantau.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left;\"><strong>Sumber dan Referensi<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Djanah, D., dan Sulistyani. (1985). Beternak Merpati. Jakarta: CV. Simplex. Pustaka Badan Pangan Nasional<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ismadi. (2019). Panduan Sukses Budidaya Burung Merpati. Indopublika (Desa Pustaka Group). Bintangpusnas Edu<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Sarjana, T. A., Kismiati, S., dan Shihah, H. D. (2022). Panduan Budidaya Merpati. Semarang: Penerbit Universitas Diponegoro.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Yonathan, E. (2003). Merawat dan Melatih Merpati Balap. Jakarta: Agrimedia Pustaka.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Nurhaeni, E., Sukria, H. A., dan Mutia, R. (2015). Uji Kafetaria Biji-Bijian Lokal sebagai Pakan Merpati. Institut Pertanian Bogor.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Wihandoyo. (1987). Pengaruh kadar energi yang bertingkat dalam pakan induk merpati lokal terhadap penampilan anak merpati (squab) umur 30 hari. Buletin Peternakan, 11(1).<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Andiani, A., dan Perdian, A. (2018). Buku Ajar Formulasi Pakan dan Ransum Ternak Unggas. Jakarta: Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Utomo, R., Agus, A., Noviandi, C. T., Astuti, A., dan Alimon, A. R. (2020). Bahan Pakan dan Formulasi Ransum. Yogyakarta: UGM Press.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Lokapirnasari, W. P. (2017). Nutrisi dan Manajemen Pakan Burung Puyuh. Surabaya: Airlangga University Press.<br \/>\nAILiS-Airlangga Integrated Library Systems<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Nuraini, N., Djulardi, A., Nur, Y. S., Amizar, R., dan Saari, Y. C. (2024). Ulat Hongkong (Tenebrio molitor) sebagai Pakan Alternatif Sumber Protein Hewani untuk Unggas. Padang: Universitas Andalas Press.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Kartadisastra, H. R. (1994). Pengelolaan Pakan Ayam: Kiat Meningkatkan Keuntungan dalam Agribisnis Unggas. Yogyakarta: Kanisius.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Rosyadi, I., Tetuka, B., Embeua, E., Mukaram, E., dan Barakai, N. (2015). Perilaku memelihara burung paruh bengkok di Maluku Utara. Acta Veterinaria Indonesiana, 3(2), 51\u201357.<\/li>\n<\/ul>\n\n<div style=\"font-size: 0px; height: 0px; line-height: 0px; margin: 0; padding: 0; clear: both;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memberikan pakan burung merpati tidak cukup hanya dengan menyediakan biji-bijian setiap hari. Peternak perlu menyesuaikan jenis pakan, jumlah, frekuensi pemberian,&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4613,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_hide_featured_image":false,"_jetpack_featured_image_duplicate_dismissed":0,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-4428","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-burung"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v28.8) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Cara Memberi Pakan Burung Merpati Sesuai Umur dan Kebutuhan Nutrisinya - Ilmu Peternakan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari cara memberi pakan burung merpati sesuai umur, mulai dari piyik, merpati muda, dewasa, hingga indukan bertelur, lengkap dengan jadwal dan tips nutrisi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Memberi Pakan Burung Merpati Sesuai Umur dan Kebutuhan Nutrisinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari cara memberi pakan burung merpati sesuai umur, mulai dari piyik, merpati muda, dewasa, hingga indukan bertelur, lengkap dengan jadwal dan tips nutrisi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ilmu Peternakan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-11-03T06:07:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Memberi-Pakan-Burung-Merpati-Sesuai-Umur-dan-Kebutuhan-Nutrisinya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"608\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"agrotek\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"agrotek\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"17 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"agrotek\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"headline\":\"Cara Memberi Pakan Burung Merpati Sesuai Umur dan Kebutuhan Nutrisinya\",\"datePublished\":\"2026-11-03T06:07:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\\\/\"},\"wordCount\":2780,\"commentCount\":1,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/11\\\/Cara-Memberi-Pakan-Burung-Merpati-Sesuai-Umur-dan-Kebutuhan-Nutrisinya.jpg?fit=1080%2C608&ssl=1\",\"articleSection\":[\"Burung\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\\\/\",\"name\":\"Cara Memberi Pakan Burung Merpati Sesuai Umur dan Kebutuhan Nutrisinya - Ilmu Peternakan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/11\\\/Cara-Memberi-Pakan-Burung-Merpati-Sesuai-Umur-dan-Kebutuhan-Nutrisinya.jpg?fit=1080%2C608&ssl=1\",\"datePublished\":\"2026-11-03T06:07:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\"},\"description\":\"Pelajari cara memberi pakan burung merpati sesuai umur, mulai dari piyik, merpati muda, dewasa, hingga indukan bertelur, lengkap dengan jadwal dan tips nutrisi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/11\\\/Cara-Memberi-Pakan-Burung-Merpati-Sesuai-Umur-dan-Kebutuhan-Nutrisinya.jpg?fit=1080%2C608&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/i0.wp.com\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/11\\\/Cara-Memberi-Pakan-Burung-Merpati-Sesuai-Umur-dan-Kebutuhan-Nutrisinya.jpg?fit=1080%2C608&ssl=1\",\"width\":1080,\"height\":608,\"caption\":\"Cara Memberi Pakan Burung Merpati Sesuai Umur dan Kebutuhan Nutrisinya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Memberi Pakan Burung Merpati Sesuai Umur dan Kebutuhan Nutrisinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/\",\"name\":\"Ilmu Peternakan\",\"description\":\"Agrotek.ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d\",\"name\":\"agrotek\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"agrotek\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/agrotek.id\\\/hewan\\\/author\\\/agrotek\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Memberi Pakan Burung Merpati Sesuai Umur dan Kebutuhan Nutrisinya - Ilmu Peternakan","description":"Pelajari cara memberi pakan burung merpati sesuai umur, mulai dari piyik, merpati muda, dewasa, hingga indukan bertelur, lengkap dengan jadwal dan tips nutrisi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Memberi Pakan Burung Merpati Sesuai Umur dan Kebutuhan Nutrisinya","og_description":"Pelajari cara memberi pakan burung merpati sesuai umur, mulai dari piyik, merpati muda, dewasa, hingga indukan bertelur, lengkap dengan jadwal dan tips nutrisi.","og_url":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/","og_site_name":"Ilmu Peternakan","article_published_time":"2026-11-03T06:07:03+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":608,"url":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Memberi-Pakan-Burung-Merpati-Sesuai-Umur-dan-Kebutuhan-Nutrisinya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"agrotek","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"agrotek","Estimasi waktu membaca":"17 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/"},"author":{"name":"agrotek","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d"},"headline":"Cara Memberi Pakan Burung Merpati Sesuai Umur dan Kebutuhan Nutrisinya","datePublished":"2026-11-03T06:07:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/"},"wordCount":2780,"commentCount":1,"image":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Memberi-Pakan-Burung-Merpati-Sesuai-Umur-dan-Kebutuhan-Nutrisinya.jpg?fit=1080%2C608&ssl=1","articleSection":["Burung"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/","url":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/","name":"Cara Memberi Pakan Burung Merpati Sesuai Umur dan Kebutuhan Nutrisinya - Ilmu Peternakan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Memberi-Pakan-Burung-Merpati-Sesuai-Umur-dan-Kebutuhan-Nutrisinya.jpg?fit=1080%2C608&ssl=1","datePublished":"2026-11-03T06:07:03+00:00","author":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d"},"description":"Pelajari cara memberi pakan burung merpati sesuai umur, mulai dari piyik, merpati muda, dewasa, hingga indukan bertelur, lengkap dengan jadwal dan tips nutrisi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/#primaryimage","url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Memberi-Pakan-Burung-Merpati-Sesuai-Umur-dan-Kebutuhan-Nutrisinya.jpg?fit=1080%2C608&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Memberi-Pakan-Burung-Merpati-Sesuai-Umur-dan-Kebutuhan-Nutrisinya.jpg?fit=1080%2C608&ssl=1","width":1080,"height":608,"caption":"Cara Memberi Pakan Burung Merpati Sesuai Umur dan Kebutuhan Nutrisinya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/cara-memberi-pakan-burung-merpati\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Memberi Pakan Burung Merpati Sesuai Umur dan Kebutuhan Nutrisinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#website","url":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/","name":"Ilmu Peternakan","description":"Agrotek.ID","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/#\/schema\/person\/db26d7531a9ea8a953ad9dce319ec42d","name":"agrotek","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fcf06c6ba1bc2ccd5bb58729ae381700e30f8419af4db346331df71acd8ceb59?s=96&d=mm&r=g","caption":"agrotek"},"sameAs":["https:\/\/agrotek.id\/hewan"],"url":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/author\/agrotek\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/agrotek.id\/hewan\/wp-content\/uploads\/2026\/11\/Cara-Memberi-Pakan-Burung-Merpati-Sesuai-Umur-dan-Kebutuhan-Nutrisinya.jpg?fit=1080%2C608&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4428","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4428"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4428\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4617,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4428\/revisions\/4617"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4428"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4428"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agrotek.id\/hewan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4428"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}