Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bambu

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bambu – Tanaman bambu merupakan salah satu  tanaman jenis rumput-rumputan. Bambu ini bisa tumbuh dengan cara menyebarkan perakaran serta rhizomanya yang ada di bawah tanah.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bambu
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bambu

Jika Anda ingin mengkomersialkan bambu, maka tanaman bambu ini harus dipanen ketika batangnya sudah mencapai kekuatan tertingginya. Serta kadar gula yang ada di dalam batang telah berada dalam sebuah kondisi rendah untuk bisa menghindari bambu diserang hama.

Bambu ini mempunyai banyak sekali manfaatnya, rumah-rumah yang ada di pedesaan Sunda dan Jawa terlihat masih banyak yang menggunakan anyaman dari tanaman bambu ini sebagai dindingnya. Di Cina, untuk tanaman bambu yaitu sebagai makanan utama hewan panda.

Klasifikasi Tanaman Bambu

Nama ilmiah dari tanaman bambu atau nama latin bambu yaitu Bambusa vulgaris Schrad. Klasifikasi tumbuhan bambu itu sendiri adalah sebagai berikut :

KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
INFRA KINGDOM : Streptophyta
SUPER DIVISI : Embryophyta
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
SUPER ORDO : Lilianae
ORDO : Poales
FAMILI : Poaceae
GENUS : Bambusa Schreb.
SPESIES : Bambusa vulgaris Schrad. ex J.C. Wendl.

Morfologi Tanaman Bambu

1. Morfologi Akar Bambu

Akar dari tanaman bambu ini terdapat di bagian bawah permukaan tanah dan membentuk sistem percabangan. Dari ciri percabangan ini, maka Anda bisa untuk membedakan kelompok bambu tersebut.

Bagian dari pangkal akar rimpang bambu ini lebih sempit dari pada bagian ujung tanaman ini. Setiap ruas memiliki kuncup serta akar.

Kuncup pada akar rimpang ini juga akan berkembang menjadi sebuah rebung yang kemudian memanjat serta akhirnya bisa menghasilkan buluh.

2. Morfologi Batang Bambu

Batang-batang bambu ini muncul dari akar-akar rimpang, ketika sudah tua maka batang bambu ini mengeras dan biasanya akan berongga.

Batang tanaman bambu ini memiliki bentuk yang silinder memanjang serta terbagi dalam beberapa ruas. Tinggi dari tanaman bambu ini sekitar 0.3 meter sampai 30 meter, dan memiliki diameter batangnya kira-kira sekitar 0.25 sampai 25 cm dengan ketebalan dinding sampai sekitar 25 mm.

Batang dari bambu ini diselimuti oleh beberapa daun yang disebut dengan pelepah batang serta biasanya akan gugur ketika sudah terlihat tua.

Pada bagian ujung dari pelepah batang, terdapat sebuah perpanjangan tambahan yang terlihat berbentuk segitiga serta disebut subang.

3. Morfologi Daun Bambu

Daun tanaman bambu in yaitu daun lengkap karena mempunyai beberapa bagian seperti pelepah daun, tangkai daun serta helaian daun.

Bangun daun tanaman ini berbentuk lanset, ujung pada daunnya meruncing, pangkal daun terlihat tumpul, tepi daun merata, serta daging daun terlihat seperti kertas.

Pertulangan tanaman daun bambu ini sejajar, yaitu mempunyai satu tulang yang ada di tengah yang besar sedangkan beberapa tulang lainnya lebih kecil serta tampak sejajar dengan sebuah ibu tulang daun. Permukaan dari daun bagian atas terlihat berbulu, sedangkan pada permukaan daun pada bagian bawah berbulu kasar.

Bagian atas dari daun mempunyai warna hijau cerah sedangkan untuk permukaan bagian bawahnya mempunyai warna hijau gelap.

Manfaat Tanaman Bambu

Banyak sekali manfaat dari tanaman pohon bambu ini, mulai dari daun, batang serta bagian selainnya.

1. Sebagai Makanan Hewan

Dikarenakan tunas dari tanaman bambu ini yang empuk, ranting serta dedaunan dari pohon bambu disini menjadi sebuah sumber makanan utama dari panda di Cina.

Panda Merah yang ada di Nepal, dan lemur bambu yang ada di Madagascar. Tikus pun juga akan memakan buah bambu. Golirra gunung Afrika juga diketahui memakan bambu, serta Simpanse serta Gajah juga memakan bagian dari batang bambu ini.

2. Sebagai Kuliner

Tunas tanaman bambu ini dalam kondisi terfermentasi merupakan bahan utama dalam berbagai macam kuliner yang ada di Himalaya.

Di India disebut juga dengan Khorisa. Di Nepal, maka tunas bambu ini di fermentasikan dengan kunyit serta minyak sayut. Kemudian dimasak dengan campuran kentang menjadi sebuah masakan yang dimakan bersama dengan  nasi.

Sedangkan di Indonesia itu sendiri, maka tunas bambu biasanya di potong tipis-tipis kemudian direbus bersama dengan santan serta berbagai rempah untuk bisa membuat gulai rebung.

3. Sebagai Alat memasak

Bagian dalam batang tanaman bambu tua ini biasanya digunakan sebagai sebuah alat memasak yang ada di banyak budaya Asia.

Sup serta Beras yang dimasak di dalam batang bambu ini akan dipaparkan ke api sampai matang. Memasak di dalam batang bambu ini bisa dipercaya untuk menghasilkan rasa yang sangat berbeda.

4. Sebagai Bahan Membuat Alat Memasak

Tanaman bambu ini juga digunakan untuk bisa membuat sumpit serta alat memasak yang lainnya seperti spatula. Bambu disini memang menjadi sebuah bahan baku dari berbagai macam peralatan rumah tangga, seperti halnya bakul nasi, tampah, perangkap ikan, topi bambu atau caping.

Inilah klasifikasi dan morfologi tanaman bambu yang bisa Anda ketahui. Pohon bambu ini memiliki banyak sekali memiliki manfaat buat makhluk hidup yang ada di dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *