Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bawang Bombay

Diposting pada

Tahukah anda Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bawang Bombay? Bagi orang-orang yang senang berkecimpung di dunia dapur dan suka masak-masak, nama bawang bombay pasti sudah sangat familiar bagi mereka. Bawang bombay merupakan salah satu bahan masakan yang sudah lazimnya digunakan oleh masyarakan Indonesia.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bawang Bombay
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bawang Bombay

Bawang bombay ini dalam bahasa latin disebut sebagai Allium Ascalonicum. Untuk asalnya sendiri, bawang bombay pertama kali ditemukan di benua Amerika.

Akan tetapi, bawang ini masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang yang berasal dari Bombay, India, sehingga dinamai persis seperti kota asalnya yaitu Bombay. Hanya saja, kota Bombay saat ini telah berganti nama menjadi kota Mumbai.

Banyak faktor yang mendukung agar tanaman bawang bombay bisa tumbuh dan menghasilkan tanaman yang berkualitas. Pertama, suhu dari daerah sekitar harus berkisar antara 18 sampai 20 °C.

Ketinggian tanahnya yang cocok adalah sekitar 800-2000 mdpl. Kemudian, untuk tanahnya harus diusahakan tanah yang gembur dengan tingkat pH 5,5-6,5.

Dengan melihat beberapa faktor tersebut, maka daerah pegunungan dirasa memang sangat cocok untuk budidaya tanaman bawang bombay.

Khasiat dari bawang bombay sendiri tidak perlu diragukan. Selain digunakan sebagai bahan masakan, tanaman ini juga digunakan sebagai bahan pengobatan.

Saat awal bawang bombay ini ditemukan di benua Amerika, bawang bombay ini digunakan sebagai bahan alami untuk mengobati gejala flu seperti batuk dan hidung berair. Disamping itu, bawang Bombay juga kerap dimanfaatkan sebagai obat asma serta untuk mengusir serangga.

Di negara Cina, bawang bombay juga dimanfaatkan hampir sama dengan di benua Amerika, yaitu untuk mengobati pilek dan batuk.

Selain itu, juga digunakan untuk mengobati radang tenggorokan dan penyakit yang berhubungan dengan pernapasan.  Bahkan, WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia telah mengakui kalau bawang bombay terbukti bisa menjadi bahan alami untuk pengobatan batuk dan pilek. Bukan hanya itu saja, ekstrak bawang bombay juga diakui oleh WHO bisa mengurangi gejala sesak napas asma.

Masih banyak sebenarnya khasiat yang bisa didapatkan dari penggunaan bawang bombay. Namun, supaya lebih mengetahui seperti apa bawang bombay itu, berikut akan ada penjelasan tentang klasifikasi dan morfologi tanaman bawang bombay.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Bawang Bombay

Klasifikasi Tanaman Bawang Bombay

Tidak lengkap rasanya jika membahas mengenai tanaman bawang bombay, tapi tidak membahas tanaman bawang bombay dari segi klasifikasinya. Oleh karena itu, simak penjelasan tentang klasifikasi tanaman bawang bombay berikut.

  • Kingdom : Plantae
  • Subkingdom : Tracheobionta
  • Super Divisi : Spermatophyta
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Liliopsida
  • Sub Kelas : Lilidae
  • Ordo : Liliales
  • Famili : Liliceae
  • Genus : Allium
  • Spesies : Aliium ascalonium Hort.

Morfologi Tanaman Bawang Bombay

Morfologi tanaman akan membantu mengetahui bagaimana bentuk fisik dari suatu tanaman. Nah, untuk itu, berikut akan dijelaskan tentang morfologi tanaman bawang bombay yang meliputi akar, batang, daun, dan bunga.

1. Morfologi Akar Bawang Bombay

Bawang bombay memiliki sistem perakaran yang serabut. Sistem akarnya tidak terlalu dalam hanya sekitar 15-30 cm serta cabangya menyebar.

Terdapat pula akar pokok yang berguna sebagai penopang utama dan menyerap air serta zat hara. Akar ini bewarna putih dan mempunyai aroma yang lebih tajam dari bawang merah.

2. Morfologi Batang Bawang Bombay

Pada bagian batang dari tanaman bawang bombay, batangnya berupa batang semu yang terbentuk dari pelepah daun bawang bombay.

Di batang ini terdapat juga buku-buku yang mempunyai warna hijau tua, keras, serta kuat. Nah, di sinilah terdapat umbi dari bawang bombay.

Umbi ini memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Kemudian, bentuk dari umbi-umbian ini berlapis-lapis dan tumbuh secara berumpun dengan tinggi hingga 70 cm.

Bentuknya pun tidak seragam, ada umbi yang bulat penuh, bulat semacam gasing, hingga ada yang berbentuk pipih. Selain bentuknya yang beragam, ukurannya pun juga tidak sama persis. Ada yang berukuran kecil, sedang, bahkan besar.

3. Morfologi Daun Bawang Bombay

Daun dari bawang bombay berbentuk mirip dengan pipa yang berlubang, berwarna hijau, dan mempunyai panjang melebihi 45 cm.

Apabila usia dari tanaman sudah tua, daun dari bawang bombay akan berubah warna menjadi kekuning-kuningan, serta akan layu dan lama kelamaan akan mongering.

4. Morfologi Bunga Tanaman Bawang Bombay

Selanjutnya, bunga dari tanaman bawang bombay tergolong bunga yang majemuk. Bentuknya berupa tandan dan bertangkai dengan jumlah kuntum yang cukup banyak yaitu mencapai 200 kuntum.

Lalu, pada bagian tangkainya memiliki bentuk yang mengecil pada pangkalnya dan menggelembung pada bagian tengahnya. Untuk panjang dari tangkainya bisa dikatakan cukup panjang sekitar 30 sampai 50 cm melebihi panjang dari daunnya.

Setelah sekilas mengetahui tentang klasifikasi dan morfologi tanaman bawang bombay, tidak heran jika tanaman ini menjadi salah satu bahan masakan yang disukai banyak orang.

Bentuk fisik dari tanaman ini memang berbeda dari bawang merah ataupun bawang putih. Namun, khasiat serta kandungan gizi yang didapat tidak kalah banyak dari bawang merah dan putih.

Kesimpulan

Bawang bombay merupakan tanaman yang termasuk ke dalam famili Liliaceae dengan nama latin Aliium ascalonium Hort. Tanaman ini sangat mudah untuk ditemukan dan sering dijadikan sebagai bahan masakan. Selain untuk bahan makanan, tanaman ini juga berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Tanaman bawang bombay memiliki akar jenis serabut, batang bawang bombay merupakan batang semu yang tersusun oleh pelepah-pelepah, batang ini berwarna hijau dan keras, daun bawang bombay bentuknya seperti pipa yang berlubang dan berwarna hijau, bunga bombay tergolong bunga majemuk berupa tandan dan memiliki kuntum yang banyak.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Bawang Daun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.