Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Belimbing Wuluh

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Belimbing Wuluh – Beberapa dari kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan belimbing wuluh. Tanaman ini sering digunakan sebagai penambah kesegaran pada masakan karena memiliki rasa yang sangat masam.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Belimbing Wuluh
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Belimbing Wuluh

Tanaman yang satu ini ternyata berasal dari Amerika dimana di habitat aslinya, mereka tumbuh pada tempat yang terpapar cahaya matahari langsung dan kondisinya lembab. Ingin tahu lebih lengkap tentang klasifikasi dan morfologi belimbing wuluh? Simak ulasannya berikut ini!

Klasifikasi Tanaman Belimbing Wuluh

  • Kingdom : Plantae
  • Sub kingdom : Tracheobionta
  • Super divisi : Spermatophyta
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Sub Kelas : Rosidae
  • Ordo : Geraniales
  • Famili : Oxalidaceae
  • Genus : Averrhoa
  • Spesies : Averrhoa bilimbi L.
  • Nama Lokal : Blimbing buloh, limbi libi, tukurela, malibi, selemeng, limeng, kamias.

Morfologi Tanaman Belimbing Wuluh

Tanaman belimbing wuluh merupakan salah satu spesies belimbing yang biasa tumbuh pada ketinggian sampai 500 m. Umumnya, tanaman ini ditanam sebagai tanaman pekarangan.

Tanaman belimbing memiliki tingkat keasaman yang tinggi dan sering digunakan sebagai pemberi rasa asam pada masakan. Belimbing wuluh memiliki genus yang sama dengan belimbing buah.

Tak jarang ada orang yang terkadang salah membedakannya. Di bawah ini adalah morfologi tanaman belimbing wuluh yang bisa dijadikan patokan untuk membedakan keduanya.

 1. Akar 

Sistem perakaran pada belimbing wuluh adalah akar tunggang dengan warna cokelat kehitaman. Pada bagian akar terdapat tudung akar yang bentuknya tumpul dan sedikit lengket.

Cairan pada ujung akar ini berfungsi untuk melindungi akar ketika menembus tanah. Pada bagian samping akar utama terdapat serabut akar yang sangat banyak jumlahnya.

2. Batang

Belimbing wuluh tergolong tumbuhan yang batangnya berkambium serta mempunyai kayu yang sangat kuat. Pada batang utama memiliki ukuran yang pendek dengan tonjolan kecil di permukaan batangnya. Pohon belimbing wuluh memiliki ketinggian mencapai 10 m.

Percabangan belimbing terletak tidak terlalu tinggi dan jumlahnya sedikit. Sementara permukaan batang terkadang beralur, bergelombang dan tidak rata.

Arah percabangan condong ke atas dan pada cabang muda ditumbuhi rambut halus yang teksturnya seperti beludru. Cabang muda ini berwarna cokelat muda.

3. Daun

Daun belimbing wuluh termasuk daun majemuk dimana daun terdiri banyak helaian daun. Daun tersebut berbentuk bulat telur dengan ujung yang runcing, bagian tepi daun mengkilap dan buram pada bagian bawahnya.

Sementara struktur tulang daun menyirip dengan tekstur yang mudah robek. Daun belimbing memiliki panjang berkisar 1,75 cm hingga 9 cm dengan lebar antara 1,25 sampai 4,5 cm.

Pada setiap daun terdapat 21 – 45 pasang anak daun. Anak – anak daun tersebut bertangkai pendek dan berwarna hijau. Sementara bagian bawah daun berwarna hijau muda.

4. Bunga

Bunga belimbing wuluh berbentuk malai yang bunganya berkelompok. Bunga ini tumbuh dari batang atau percabangan yang besar dengan tangkai bunga yang permukaannya ditumbuhi rambut halus.

Bunga ini tumbuh menggantung dengan panjang sekitar 5 hingga 20 cm. Ukuran bunga kecil dan berbentuk bintang dengan mahkota bunga berjumlah 5 helai.

Sementara kelopak bunga memiliki panjang 5 – 7 mm. Setiap helai dari mahkoa bunga ini berbentuk bulat telur dengan panjang masing – masing antara 13 hingga 20 m.  Bunga ini berwarna ungu kemerahan sedangkan bagian pangkal bunga berwarna ungu muda.

5. Buah

Buah belimbing wuluh berbentuk lonjong bersegi namun ada juga yang seperti torpedo. Jika diiris melintang, buah berbentuk seperti bunga.

Ukuran buah ini sekitar 4 hingga 10 cm.  Buah belimbing wuluh berwarna hijau kekuningan jika sudah tua dan ketika buah masih muda akan berwarna hijau serta ada kelopak bunga yang masih menempel pada ujung buah.

Buah yang masih muda rasanya masam dan terasa sedikit sepat. Sementara buah yang sudah masak, kandungan airnya lebih banyak namun rasanya tetap masam tanpa rasa sepat. Kulit buah belimbing wulut berwarna mengkilap dan sangat tipis. Buah belimbing ini tumbuh bergerombol seperti bunganya.

6. Biji

Biji belimbing wuluh memiliki ukuran yang sangat kecil dan berwarna putih kecokelatan. Pada bagian luar bijinya tertutup  lendir dan menjadi sangat licin jika dipegang.

Bentuk bijinya adalah bulat telur dengan ujung runcing di kedua sisinya. Biji belimbing memiliki ukuran kurang lebih 6 mm dan strukturnya pipih. Biji terdiri dari beberapa bagian dari yang terluar adalah kulit biji, endosperma dan lembaga.

Demikian ulasan tentang klasifikasi dan morfologi belimbing wuluh. Selagi kita memahami morfologi tanaman ini, maka kita tidak akan sukar lagi membedakannya dengan belimbing buah meskipun mereka memiliki genus yang sama.

Saat ini, belimbing wuluh sudah agak jarang ditemukan karena mayoritas orang lebih memilih menanam belimbing buah yang rasanya manis dan segar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *