Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bunga Edelweis

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bunga Edelweis Bunga edelweis sebagai bunga yang banyak tumbuh di daerah pegunungan, telah menjadi idola dan sangat populer di kalangan masyarakat.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bunga Edelweis
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Bunga Edelweis

Keindahan dari bunga inilah yag mencuri hati banyak orang. Disamping keindahan dari bunga, edelweis juga tidak mudah layu bahkan bisa hidup hingga 10 tahun sehingga seringkali dijuluki sebagai bunga keabadian.

Bunga edelweis ini tumbuh bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di dataran Eropa. Hanya saja, tanaman bunga edelweis di Eropa dan Indonesia tidaklah sama. Di Indonesia, bunga edelweis mempunyai nama Javanese Edelweiss.

Bagi para pendaki gunung, pastinya tidak akan asing dengan tanaman edelweis. Hal ini dikarenakan tanaman edelweis adalah tanaman endemik atau tanaman yang tumbuh di pegunungan.

Misalnya saja pada Gunung Rinjani, tanaman ini tumbuh dengan sangat cantik dan umumnya akan tumbuh pada bulan April hingga Agustus.

Saat ini, tanaman bunga edelweis juga telah banyak dibudidayakan oleh masyarakat yang tinggal di pegunungan seperti di dataran tinggi Dieng.

Media yang paling cocok dalam menanam bunga ini yaitu pada tanah liat yang berkapur atau berpasir. Untuk ketinggian dari tanahnya adalah sekitar 2000 mdpl dengan tingkat pH 5-7.

Dikarenakan bunga ini lebih cocok pada dataran tinggi, maka memetik bunga ini dan membawanya ke dataran rendah akan menyebabkan bunga layu.

Terlebih lagi, memetik edelweis dari pegunungan memang tidak diperbolehkan dikarenakan tanaman bunga edelweis menjadi salah satu tanaman yang dilindungi oleh undang-undang.

Upaya ini juga dilakukan untuk menjaga agar tanaman bunga edelweis tidak punah. Apalagi, saat ini keberadaan bunga edelweis di pegunungan memang sudah tak banyak lagi.

Khasiat dari bunga edelweis ternyata juga telah dikenal oleh banyak orang untuk mengobati berbagai penyakit. Ini didukung oleh kandungan yang berupa anti oksidan, anti inflamasi, dan anti mikroba yang bisa membunuh bakteri.

Setelah sekilas mengetahui fakta-fakta tentang bunga edelweis, berikutnya akan dijelaskan klasifikasi dan morfologi tanaman bunga edelweis.

Klasifikasi dan morfologi ini akan memberikan wawasan baru tentang pengelompokan ilmiah dan bentuk fisik dari bunga edelweis.

Klasifkasi Tanaman Bunga Edelweis

Pembagian atau pengelompokan tanaman edelweis secara ilmiah dapat dijelaskan sebagai berikut.

  • Kingdom : Plantae
  • Super Divisi : Spermatophyta
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Sub Kelas : Asteridae
  • Ordo : Asterales
  • Famili : Asteraceae
  • Genus : Anaphalis
  • Spesies : Anaphalis javanica

Morfologi Tanaman Bunga Edelweis

Pada morfologi tanaman bunga edelweis, berikut akan dijelaskan secara rinci bentuk fisik tanaman bunga edelweis mulai dari akar, batang, daun, serta bunga.

1. Morfologi Akar Tanaman Edelweis

Akar yang dimiliki oleh edelweiss merupakan jenis akar yang merambat di permukaan tanah. Sifat dari akar ini adalah epifit dimana akar ini hanya membutuhkan tumbuhan yang lain dalam memperluas penyerapan air dan zat hara.

Dalam kata lain, akar edelweis ini bersimbiosis dengan akar tanaman lain. Dengan kekuatan akar yang termasuk akar merambat, akar ini mampu menopang tumbuhnya bunga edelweis yang melebihi 8 meter.

2. Morfologi Batang Tanaman Edelweis

Hal yang cukup menarik dari tanaman bunga edelweis ini terdapat pada batangnya yang memiliki ketinggian sekitar 1 meter.

Bahkan, seperti yang dikatakan sebelumnya, batang edelweis yang dibiarkan tumbuh terus menerus tanpa dipetik dapat tumbuh hingga setinggi 8 meter. Warna dari batang ini adalah hijau sama dengan tangkainya.

3. Morfologi Daun Tanaman Edelweis

Pada bagian daun tanaman bunga edelweis, daunnya berwarna putih berbentuk mirip tombak. Tulang dari daun edelweis menyirip dengan tangkai yang memiliki panjang sekitar 5 sampai 20 cm.

Pada permukaan daun juga terdapat bulu-bulu yang menyelimuti. Daun edelweis seringkali difungsikan oleh masyarakat sebagai obat-obatan  alami atau alternatif dalam mengobati macam-macam penyakit.

4. Morfologi Bunga Tanaman Edelweis

Berbicara masalah tanaman bunga edelweis, maka morfologi dari bunga edelweis ini yang menjadi daya tarik utamanya.

Indahnya bunga edelweis tercermin dari kepala bunganya yang berwarna kuning dan putih dengan jumlah lebih dari 500 kepala bunga.

Ukuran dari kepala bunga ini memang relatif kecil-kecil sehingga nampak lebih lucu. Pada bagian kepala bunga ini juga diselimuti dengan daun-daun muda.

Kelopak-kelopak bunga edelweis memang mampu bertahan dan hidup hingga 10 tahun karena adanya hormon yang mencegah gugurnya kelopak bunga.

Dengan klasifikasi dan morofologi tanaman bunga edelweis yang telah dijelaskan, membuktikan jika bunga ini memang mempunyai keindahan yang khas.

Ditambah lagi, dengan usia kelopak bunga yang bisa bertahan sampai 10 tahun, nampaknya menjadi salah satu daya tarik dari pecinta bunga.

Akan tetapi, memetik bunga edelweis di tempat habitatnya terutama di pegunungan yang ada di Indonesia tidak diperbolehkan.

Bahkan, telah ada undang-undang yang mengikat larangan ini. Jadi, akan lebih baik untuk tetap menjaga untuk tidak memetik bunga terlebih saat sedang menaiki gunung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *