Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Pegagan

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Pegagan – Pegagan ini merupakan sebuah tanaman herba tahunan yang tumbuhnya menjalar dan juga berbunga sepanjang tahun.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Pegagan
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Pegagan

Tanaman ini akan tumbuh subur jika tanah dan juga lingkungannya sesuai sampau dijadikan penutup tanah. Jenis dari pegagan yang banyak dijumpai yaitu pegagan merah dan juga pegagan hijau.

Pegagan merah sangat dikenal juga dengan antanan kebun ataupun antanan batu karena tanaman ini banyak ditemukan di wilayah bebatuan, kering dan juga terbuka.

Pegagan merah ini tumbuh secara merambat dengan stolon  dan tidak memiliki batang, tetapi hanya memiliki rhizoma.

Sedangkan untuk pegagan hijau ini sering banyak ditemukan  di daerah pesawahan dan juga disela-sela rumput. Tempat yang sangat disukai oleh pegagan hijau ini yaitu sebuah tempat yang agak lembab dan terbuka ataupun agak ternaungi.

Selain itu, untuk tanaman yang mirip pegagan ini ada 4 jenis yaitu antanan kembang, dan antanan beurit, antanan gunung serta antanan air.

Klasifikasi Tanaman Daun Pegaga

  • Kingdom : Plantae
  • Divisi : Spermatophyta
  • Kelas : Dicotyledone
  • Ordo : Umbillales
  • Famili :  Umbilliferae (Apiaceae)
  • Genus : Centella
  • Spesies : Centella asiatica

Morfologi Tanaman Daun Pegagan

Centella asiatica atau tanaman daun pegagan ini merupakan sebuah tanaman herba tahunan. Tanaman ini tanpa batang tetapi mempunyai rimpang pendek dan berbagai stolon yang melata, panjang sekitar 10-80 cm.

Daun tanaman ini tunggal, tersusun dalam sebuah roset yang terdiri dari sekitar 2-10 daun. Tanaman ini kadang-kadang agak terlihat berambut, tangkai daun panjang sekitar 50 mm.

Helai daun tanaman ini berbentuk ginjal, lebar, serta bundar dengan diameter sekitar 1-7 cm. Pinggiran daun tanaman beringgit sampai beringgit-bergerigi, terutama yang ke arah pangkal daun.

Perbungaan tanaman iniberupa payung tunggal ataupun 3-5 bersama-sama keluarnya dari ketiak daun kelopak, gagang perbungaan sekitar 5-50 mm. Bunga tanaman ini lebih pendek dari tangkai daun. Bunga pada umumnya 3, yang dibagian tengah duduk, yang disamping terlihat bergagang pendek.

Daun bunga tanaman ini punya pelindung 2, panjang sekitar 3-4 mm, bentuknya bundar telur, tajuk mempunyai warna merah lembayung, panjang sekitar 1-1,5 mm. Lebar bunga sampai 0,75 mm.

Buah tanaman ini pipih, lebar lebih kurang sekitar 7mm dan tingginya lebih kurang sekitar 3 mm. Berlekuk dua, jelas terlihat berusuk, mempunyai warna kuning kecoklatan dan berdinding agak tebal.

Kandungan Tanaman Daun Pegagan

Tanaman daun pegagan ini mempunyai kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, dan madecassoside. Ada juga kandungan brahmoside, brahmic acid, brahminoside, dan madasiatic acid, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kandungan ini salah satunya bisa digunkan untuk antilepra dan juga penyembuh luka yang sangat luar biasa. Kandungan zat vellarine yang ada ini memberikan rasa pahit.

Diduga kandungan senyawa glikosida triterpenoida ini berperan dalam hal berbagai aktifitas penyembuhan penyakit. Asiaticoside dan juga senyawaan sejenis juga sangat berkhasiat anti lepra (kusta).

Secara umum, daun pegagan ini berkhasiat sebagai heparoprotektor yaitu untuk melindungi sel hati dari berbagai macam kerusakan akibat dari racun dan juga zat berbahaya.

Manfaat Tanaman Daun Pegagan

  • Memperlancar Aliran Darah

Para penderita insufisiensi vena dan juga varises, maka daun pegagan bisa dimanfaatkan untuk bisa memperlancar aliran darah. Bisa juga untuk meredakan gejala-gejalanya seperti halnya kaki terasa berat, nyeri, dan juga membengkak.

Kandungan triterpenes dalam tanaman ini yang tak lain merupakan zat anti-radang. Triterpenes ini juga berfungsi untuk mempercepat berbagai proses penyembuhan luka, di samping untuk meningkatkan antioksidan dan juga suplai darah untuk menuju area kulit yang telah terluka.

  • Membantu Penyembuhan Luka

Selain untuk memperlancar aliran darah, maka kandungan triterpenes pada tanaman daun pegagan juga dikatakan sangat berperan aktif dalam hal merangsang pembentukan glikosaminoglikan dan kolagen. Hal ini untuk proses penyembuhan luka supaya lebih cepat.

Ada lagi zat yang paling banyak berkontribusi dalam hal menghasilkan manfaat daun pegagan ini untuk mengobati luka. Kandungan asiaticoside, sebuah zat yang secara medis sudah sangat diakui akan efektivitasnya untuk bisa menyembuhkan luka, dan antilepra.

  • Menghilangkan Stretch Marks

ManfaatManfaat lain dari daun pegagan ini untuk menghilangkan stretch marks. Hal ini tak lepas dari sebuah kandungan senyawa terpenoid yang sangat berperan dalam pembentukan kolagen. Tak hanya untuk menghilangkan stretch marks, maka daun pegagan ini juga sangat mampu untuk mencegah timbulnya stretch marks yang muncul di kemudian hari.

  • Mencegah Penuaan Dini

Penuaan dini merupakan salah satu dari masalah kulit yang paling dihindari. Namun, hal ini tak bisa untuk dipungkiri jika seiring bertambahnya usia Anda maka produksi kolagen alami di dalam tubuh akan berkurang.

Untuk bisa meningkatkan kembali produksi kolagen tersebut, maka Anda bisa untuk mencoba mengonsumsi daun pegagan ini.

Inilah klasifikasi dan morfologi tanaman daun pegagan serta manfaatnya buat kesehatan tubuh.  Tanaman yang sangat kaya akan khasiat. Mengenal lebih dalam mengenai  morfologi tanaman ini bisa membuat Anda lebih paham tentang tanaman ini.

Baca Juga : Syarat Tumbuh Tanaman Daun Pegagan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *