Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Sisik Naga

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Sisik Naga – Tanaman daun sisik naga hidup pada batang tanaman yang lainnya. Bahkan tanaman daun sisik naga ini bertumbuh secara liar di hutan dan ladang, atau mungkin di tempat-tempat yang lainn seperti tempat yang cukup basah atau lembab.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Sisik Naga
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Daun Sisik Naga

Tanaman daun sisik naga ini menjadi salah satu tanaman yang banyak sebutannya. Dalam bahasa asing seperti Belanda tanaman ini dikenal sebagai nama duitvaren.

Sebutan nama dari daun sisik naga ini berbagai macam nama di Indonesia, masyarakat Sunda menyebut tanaman ini sebagai paku duwitan.

Nah kali ini kami akan mengulas tentang klasifikasi dari tanaman daun sisik naga beserta dengan morfologinya. Jika anda masih penasaran dengan klasifikasi dan morfologi tanaman ini, anda dapat melihat pada pembahasan yang berikut ini.

Klasifikasi Tanaman Daun Sisik Naga

Pada umumnya klasifikasi dari tanaman daun sisik naga ini terlihat unik dan cukup menarik. Jika anda masih kurang percaya, maka anda dapat melihat pada ulasan yang ada dibawah ini.

  • Kingdom – Plantae
  • Sub Kingdom – Tracheobionta
  • Divisi – Pteridophyta
  • Kelas – Pteridopsida
  • Sub Kelas – Polypoditae
  • Ordo – Polypodiales
  • Famili – Polypodiaceae
  • Genus – Drymoglossum
  • Spesies – Drymoglossum Piloselloides (L) Presl.

Morfologi Tanaman Daun Sisik Naga

Tanaman yang memiliki berbagai macam manfaat dalam menyembuhkan setiap penyakit ini memiliki morfologi yang unik dan menarik untuk anda. Morfologi dari tanaman daun sisik naga ini meliputi rhizoma, daun, akar hingga spora.

Jika anda ingin melihat penjelasan yang lebih jelas lagi tentang morfologinya, maka anda dapat menyimak pada ulasan yang ada dibawah ini.

1. Rhizoma

Tanaman daun sisik naga ini merupakan salah satu tanaman terna yang bertumbuh secara memanjat dengan rhizoma yang memiliki panjang sekitar 1 mm dan akan melekat kuat di batang dan juga dahan pohon yang ia tempati.

Permukaan rhizoma tersedia sisik yang memiliki bentuk berupa jantung, biasanya akan ditutupi oleh bulu atau rambut.yang berwarna putih apabila masih mudah. Nah jika sudah tua maka warnanya akan berubah hingga menjadi coklat.

Pada rhizoma daun sisik naga ini terdapat tekstur cukup keras serta percabangan seperti monopidal yang semu. Hal ini dapat diartikan bahwa batang utama akan terlihat jelas, dikarenakan proses pertumbuhannya lebih cepat dan lebih panjang serta lebih besar apabila dibandingkan dengan cabang-cabang yang hanya tersusun secara berselang-seling.

2. Daun

Daun sisik naga yang satu dan beberapa daun lainnya akan bertumbuh dengan jarak yang cukup pendek. Daun sisik naga ini bertangkai pendek, akan tetapi memiliki daging yang cukup tebal dan disertai dengan bentuk yang jorong memanjang.

Daun sisik naga membentuk bundar atau tumpul dibagian atas dan pangkal runcing serta memiliki warna yang hijau tua di permukaannya atas.

Daun sisik naga ini memiliki rambut atau bulu dibagian bawahnya, serta memiliki dua macam bentuk yakni sporofil dan juga tropofil.

Hal ini biasanya disebut sebagai tanaman yang dimorfisme. Daun yang sporofil biasanya memiliki bentuk yang panjang berupa pita dan helaian daun yang panjang hingga mencapai 11 cm serta tangkai yang berukuran hingga 12 cm.

Daun yang berbentuk sporofil ini berfungsi sebagai tempat dari sorus yang ada pada bagian bawah tepatnya di permukaan daun dengan jumlah yang sangat banyak. Berbeda dengan daun tropofil dimana hanya memiliki bentuk yang lebih pendek, keci dan bulat.

Daun tropofil ini memiliki helaian daun dengan panjang yang mencapai 3 cm, serta ukuran tangkai bisa mencapai sekitar 0,5 hingga 1 mm.

Selain itu pola pertulangan dari daun sisik naga sporofil dan juga tropofil memiliki perbedaan yang sangat jauh. Anda harus tahu kalau daun berbentuk tropofil ini memiliki pola pertulangan yang menjala atau reticulate. Sedangkan daun yang berbentuk sporofil ini berupa longitudinal.

Hal ini dikarenakan adanya pola pertulangan yang sejajar dan bisa membentuk lengkungan yang mengikuti lebar dari daun, lalu bertemu pada bagian ujung.

Dudukan atau habitat rhizoma yang pada daun sirik naga memiliki tanaman yang mencakup dua variasi. Nah pada variasi yang pertama atau habitat pertama terdapat daun rhizoma yang telah tersusun secara berselang-seling dan disertai dengan jarak yang cukup pendek.

Sementara untuk variasi yang kedua atau habitat ke dua dimana daunnya akan tersusun dengan sejajar, akan tetapi jarak antara daun yang satu dengan yang lainnya akan menjadi lebih jauh.

3. Akar

Akar dari tanaman daun sisik ini bertipe serabut, karena bentuk pipa yang tidak bercabang dengan warna yang hitam serta jumlah yang banyak.

Akar serabut ini berfungsi untuk menyerap dan menahan air ataupun uap air di lingkungan atau permukaan dari pohon tersebut.

Nah dengan demikian akar ini akan menjadi lebih kuat ketika berada di pohon inangnya. Perlu diketahui kalau dari tanaman daun sisik naga ini memiliki ukuran yang berdiameter kecil dan memanjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *