Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jahe

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jahe – Apa yang pertama kali terlintas di benak anda ketika mendengar kata jahe?. Mungkin rasanya yang khas, wangi dan memberi kesan hangat jika di konsumsi.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jahe
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jahe

Ya, memang benar, jahe memiliki sensasi hangat yang disebabkan oleh zat aktif yang di sebut zingeron. Jahe memang paling nyaman untuk disantap ketika cuaca sedang dingin.

Awalnya jahe berasal dari India dan dibawa oleh para pedagang ke Cina dan Asia tenggara. Lalu, menyebar ke seluruh dunia, khususnya di benua Eropa.

Di sana jahe sangat disukai karena kehangatannya yang dibutuhkan oleh penduduk benua biru yang terkenal dengan cuaca dinginnya itu. Bahkan di Inggris, jahe diolah menjadi bir yang disebut dengan ginger beer.

Di Indonesia sendiri, tanaman jahe sudah di kenal luas dan diolah menjadi aneka makanan dan minuman. Anda pasti sudah tau dan pernah mencoba wedang jahe, atau permen jahe mungkin beberapa ada yang sudah mengenal serabba minuman khas Makassar yang kaya rasa rempah khususnya jahe.

Kini, olahannya menjadi lebih unik dan lebih beragam seperti jus jahe, sirup jahe, roti jahe, manisan jahe dan lain sebagainya.

Wah banyak sekali kan produk olahan dari jahe ini, ini membuktikan bahwa rasa jahe sudah familiar dengan lidah kita.

Selain rasanya yang nikmat, jahe pun memiliki banyak sekali manfaat terutama untuk kesehatan. Yang paling terkenal adalah khasiatnya untuk mengurangi mual karena mabuk kendaraan atau morning sickness.

Dan yang lebih hebat lagi, jahe bisa melindungi anda dari kanker lho!, karena kandungan ginerol dalam jahe yang bisa mencegah pertumbuhan sel kanker usus besar. Jahe juga membantu mengatasi masalah pencernaan dan anti peradangan.

Selama ini, yang anda sering temui mungkin hanya jahenya saja kan? Yang sering anda lihat adalah rimpang dari tanaman jahe, bagian rimpang inilah yang menjadi prosuk utama dari tanaman jahe.

Lalu, apakah anda tidak penasaran seperti apa bentuk tanaman ini? Mari kita bedah bersama-sama:

Klasifikasi Tanaman Jahe

  • Kingdom : Plantae
  • Sub Kingdom : Viridiplantae
  • Divisi : Tracheophyta
  • Sub Divisi : Spermatophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Ordo : Zingiberales
  • Famili : Zingiberaceae
  • Genus : Zingiber Mill
  • Spesies : Zingiber officinale Roscoe

Morfologi Tanaman Jahe

1. Morfologi Rimpang

Rimpang tanaman jahe merupakan jahe yang biasa kita temui di pasar. Rimpang sendiri merupakan modifikasi dari batang lalu menjadi umbi untuk menyimpan cadangan makanan. Rimpang juga digunakan untuk memperbanyak tanaman jahe. Dari rimpang ini tunas dan akar akan tumbuh menjadi tanaman baru.

Warna dan ukuran rimpang jahe berbeda-beda tergantung pada kultivarnya. Umumnya yang sering kita temui, rimpang jahe bentuknya berbuku-buku, agak pipih dan menyebar kesegala arah. Kulit luarnya berwarna coklat muda dan dagingnya berwarna kuning muda.

Ada jahe merah memiliki rimpang yang kulitnya berwarna merah dan bersisik bentuknya pun lebih ramping dibandingkan jahe pada umumnya.  Dikenal juga jahe gajah (jahe badak) yang ukurannya cukup besar dan jahe emprit atau jahe kecil.

Dari ketiganya, yang paling terkenal khasiatnya adalah jahe merah, sedangkan jahe besar lebih banyak digunakan untuk bumbu masakan, lalu jahe emprit lebih sering digunakan untuk pengobatan sehari-hari karena lebih mudah didapat.

2. Morfologi Akar

Tanaman jahe memiliki akar serabut dan akar-akar ini keluar dari rimpang dan warnanya putih kotor.

Akar tanaman jahe dibagi menjadi tiga bagian yaitu lehar akar, batang akar serta tudung akar. Tudung akar merupakan bagian paling ujung dari akar yang melindungi sel-sel diujung akar.

3. Morfologi Batang

Jahe memiliki batang semu yang dapat tumbuh hingga 1 meter tumbuhnya tegak dan tidak bercabang, berwarna hijau tua, bentuknya bulat serta dilapisi bulu-bulu halus.

Batang jahe memiliki jaringan yang lunak dan berair. Batang ini juga merupakan pelepah-pelepah daun yang saling membungkus.

4. Morfologi Daun

Daun jahe merupakan tipe daun tunggal dan memiliki pelepah serta seludang daun. Bentuk helai daunnya sempit dan panjangnya sekitar 15-23 cm sedangkan lebarnya hanya sekitar 1,5 cm.

Daun ini tumbuh berselingan. Daunnya memiliki tepi yang rata, ujung daun meruncing namun pangkalnya tumpul.  Daun jahe memiliki pertulangan daun yang sejajar dan seluruh permukaan daunnya licin.

5. Morfologi Bunga

Bunga jahe menyembul dari permukaan tanah bentuknya bulat seperti tongkat atau bulat dengan panjang tangkai sekitar 25 cm. Bunga ini merupakan malai yang tersusundari beberapa bunga.

Bunga jahe memiliki aroma yang sangat tajam dan berbau seperti jahe. Bunga jahe memiliki mahkota bunga yang berbentuk tabung sepanjang 2 – 2,5 cm dan jumlah kelopaknya 3 buah berwarna putih kekuningan, memiliki kepala sari yang berwarna ungu dan dua tangkai putik oleh karena itu bunga jahae merupakan bunga hermaprodit. Bunga jahe dilindungi oleh daun pelindung yang berwarna hijau.

Baca Juga : Cara Budidaya Jahe Merah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *