Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jeruk Bali

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jeruk Bali – Penyebaran tanaman jeruk bali sampai ke Cina, Eropa, Amerika. Pertumbuhan jeruk bali pada datar tinggi dan beriklim tropis dengan rata – rata suhu sekitar 20-25 derajat celsius, curah hujan untuk tanaman jeruk bali berkisaran dari 1500-1800 mm/tahun serta kelembaban  berkisaran 70-80%.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jeruk Bali
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Jeruk Bali

Media tanah yang digunakan untuk menanam yaitu tanah berpasir kasar hingga berbatuan. Tumbuhan jeruk bali dapat dijumpai pada ketinggian sekitar 1000 meter dpl dengan ph 7-9,5.

Tanaman jeruk bali ini kaya akan kandungan vitamin A dan vitamin C yang sangat baik untuk kesehatan mata serta memperbaiki sel – sel tubuh yang rusak.

Kandungan mineral yang banyak juga terdapat pada tanaman ini seperti: kalsium, fosfor, dan besi. Senyawa lain dalam jeruk bali adalah bioflavonoid, pektin, likopen, phenoic acid, asam sitrat, beta karoten.

Baca Juga : Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jeruk

Klasifikasi Tanaman Jeruk Bali

Berikut klasifikasi dari tanaman jeruk bali adalah:

Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Sub Kingdom Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Devisi Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)
Devisi Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas Magnoliopsida (Tumbuhan dikotil)
Sub Kelas Rosidae
Ordo Sapindales
Famili Rutaceae
Genus Citrus L.
Spesies Citrus sinensis (Jeruk manis)

Morfologi Tanaman Jeruk Bali

1. Akar

Sistem perakaran tanaman jeruk bali adalah akar tunggang, dengan memiliki satu pangkal utama serta akan bercabang ke arah samping. Ukuran akar tunggang utama mencapai 4 meter di dalam tanah, akan tumbuh dengan kondisi tanah subur dan gembur.

Karakteristik ujung akar tunggang ditutup dengan tudung akar yang berlendir, berfungsi sebagai pelindung akar agar tidak mudah patah saat menembus tanah. Pada ujung akar terdiri dari sel – sel muda yang senantiasa membela dan menjadi titik tumbuh tanaman jeruk tersebut.

2. Batang

Bentuk batang tanaman jeruk bali yaitu bulat, memiliki mata tunas, serta permukaan kulit batang sedikit kasar dan berduri. Tinggi batang tanaman jeruk bali sekitar 4,5 meter serta warnanya beragam tergantung jenis tanaman jeruk tersebut.

3. Daun

Tanaman ini memiliki panjang sekitar 5 – 15 cm, berbentuk oval dan ada juga bentuknya menyerupai buah pir, pada ujung daun sedikit meruncing dan untuk pertulangan daunnya menyirip.

Aroma khas daun jeruk ini akan mengeluarkan aroma apabila ditumbuk, disebabkan kandungan minyak asiri. Standarnya warna daunnya hijau tua, mengkilap pada permukaan daun seperti dilapisi dengan lilin.

Manfaatnya sebagai anti rayap, dengan menggunakan ekstrak daun jeruk bali terdapat nutrisi dalam daun seperti fenolik, saponin kedua senyawan ini memiliki peran aktif dalam pembasmi serangga atau ekstrak daun jati digunakan untuk obat pestisida nabati.

Sebagai untuk mengatasi masalah jerawat, kandungan flavonoid dalam daun jeruk bali memiliki spektrum kerja terhadap penghambatan bakteri yang menyebabkan timbulnya jerawat pada wajah.

Caranya, campuran daun jeruk bali dan daun kakikiria yang memiliki senyawa anti bakteri yang baik dan E. Coli  perpaduan yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai bahan dalam pembuatan minyak asiri.

4. Bunga

Bunga jeruk bali termasuk jenis bunga majemuk serta warnanya putih bersih. Dapat dikatakan bunga tanaman jeruk bali memiliki putik dan benang sari dalam satu bunga atau hermafrodit.

Jumlah benang sari 5-20 dan terdapat satu putik, bunga ini akan muncul pada bagian ranting yang masih muda. Bunga jeruk mengandung madu membuat serangga tertarik untuk hinggap.

5. Buah

Untuk buah jeruk bali memiliki ciri; berukuran besar, kulit buahnya tebal, berbentuk bulat menyerupai bola. Untuk daging buahnya berwarna pink atau merah jambu, tekstur yang lunak mudah untuk dikunya, dan mempunyai rasa yang manis jika buah jeruk bali sudah masak, tapi ada juga jeruk bali rasanaya asam. Buah jeruk bali terdiri dari beberapa buliran

Manfaatnya sebagai obat untuk menjaga tekanan darah normal, nutrisi kandungan terdapat dalam jeruk bali seperti kalium mampu melancarkan sirkulasi darah serta melancarkan pembuluh darah bermanfaat sebagai aliran oksigen ke seluruh tubuh. Dapat meminimalisir risiko penyakit seperti: stroke, serangan jantung.

Untuk menjaga kesehatan tulang, berkat nutrisi mineral yang banyak dalam buah jeruk bali ini seperti kalium, magnesium, fosfor jenis mineral yang sangat dibutuhkan oleh tulang, sehingga dapat mencegah terjadi osteoporosis atau pengeroposan tulang.

Sebagai sistem imun dalam tubuh, dengan vitamin C yang tinggi pada buah jeruk bali mampu menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari bakteri serta virus jahat yang menimbulkan berbagai penyakit.

6. Biji

Biji jeruk bali terdapat dalam tiap buliran buah dengan ukurannya kecil-kecil, setiap bijinya dilapisi oleh kulit keras yang digunakan sebagai pembungkus biji agar tidak mudah rusak, kulit biji bersifat poliembrional. kulit biji berbentuk bulat dengan runcing pada bagian atasnya.

Berwarna putih keabu-abuan, putih kekuningan dan jumlah biji tergantung dari varientasnya. Biji jeruk bali termasuk kedalam berkeping dua atau dikotil

Sekian ulasan tentang tanaman jeruk bali ini yang memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk diambil manfaatnya kesehatan. Adapun caranya bisa dimakan secara langsung buah jeruk bali atau untuk supaya tahan lama jeruk bali dengan mengekstraknya atau mengeringkan daun, kulit buah juga terdapat banyak manfaat bagi kesehatan.

Baca Juga : Syarat Tumbuh Tanaman Jeruk Bali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *