Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kapulaga

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kapulaga – Mungkin terdapat sebagian orang yang jarang mendengar tanaman bernama kapulaga, atau bahkan baru mendengar istilah tanaman tersebut.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kapulaga
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kapulaga

Kapulaga sendiri merupakan tanaman yang menyerupai tanaman jahe namun memiliki spesifikasi yang berbeda.

Secara umum, kapulaga terbagi menjadi 2 jenis yang didasarkan pada lokasi penanamannya. Kapulaga sendiri biasa hidup di bawah pohon yang rimbun dengan ketinggian sekitar 200 – 1500 mdpl.

Klasifikasi Tanaman Kapulaga

Tanaman kapulaga merupakan salah satu tanaman dari keluarga Zingiberceae yang mana merupakan tanaman yang berasal dari pegunungan Malabar, pantai barat India.

Di Indonesia sendiri, tanaman kapulaga memiliki banyak sebutan, seperti di Aceh dikenal dengan Roude cardemon, di Sunda disebut Palago, di Melayu dikenal dengan Kalpulaga, di bali lebih dikenal dengan Kapolagha dan sebutan lainnya. Berikut akan dijelaskan klasifikasi lebih detail mengenai tanaman kapulaga:

  • Kingdom (Kerajaan) : Plantae
  • Sub Kingdom : Tracheobionta
  • Super Divisi : Spermatophyta
  • Division (Divisi) : Magnoliophyta
  • Class (Kelas) : Liliopsida
  • Sub Kelas : Commelinidae
  • Ordo : Zingiberales
  • Famili : Zingiberaceae (suku jahe-jahean)
  • Genus : Amomum
  • Spesies : Amomum compactum soland ex Maton

Ciri Morfologi Tanaman Kapulaga

Setelah mengetahui klasifikasi dari tanaman kapulaga, akan dibahas ciri-ciri morfologi penyusun tanaman kapulaga itu sendiri. Berikut beberapa ciri-ciri morfologi dari tanaman kapulaga, diantaranya:

1. Batang

Tanaman kapulaga memiliki batang yang berbentuk semu dan terpisah dengan diameter berkisar 2,5 cm. Tanaman kapulaga dapat tumbuh terus hingga mencapai ketinggian 3 meter, tumbuhnya biasanya tegak dan memiliki warna hijau gelap.

Batang yang dimiliki tanaman kapulaga termasuk batang basah berpelepah daun yang membalut setiap dari batangnya.

Batang tanaman kapulaga tumbuh dari akar yang berada di bawah permukaan tanah, satu rumpun bisa mencapai 20 – 3- batang semua, batang yang sudah tua akan mati dan akan diganti oleh batang muda lain yang juga tumbuh dari rhizoma lainnya.

2. Akar

Akar yang dimiliki oleh tanaman kapulaga adalah akar serabut yang memiliki warna putih kotor dengan rimpang bulat panjang, memiliki cabang simpodial berwarna putih kekuningan.

3. Daun

Secara umum, daun yang dimiliki oleh tanaman kapulaga memiliki warna hijau tua, dan merupakan daun tunggal yang tersebar, memiliki bentuk lanset, ujungnya runcing dengan bagian tepi yang rata, pangkal daunnya berbentuk runcing dengan panjang 25 – 35 cm, lebar daunnya bisa mencapai sekitar 3 – 10 cm.

4. Buah

Tanaman kapulaga mulai memiliki buah ketika tanaman mulai berumur sekitar 3 tahun. Buahnya tumbuh dari batang semu yang berada di bagian bawah yang merayap dengan panjang mencapai 1 meter.

Buah pada tanaman kapulaga memiliki warna kuning kelabu dan berbentuk seperti telur, selain itu juga memiliki bulu yang diameternya berukuran sekitar 1 cm.

Buah tanaman kapulaga memiliki 3 ruang yang mana setiap ruangnya dipisahkan oleh adanya selaput tipis setebal kertas dan tiap ruangnya mengandung 5 – 6 biji kecil, memiliki warna coklat atau hitam dan memiliki aroma harum yang khas.

5. Biji

Kapulaga memiliki biji buah yang mirip dengan kapur barus yang mana memiliki lipatan-lipatan di bagian luarnya.

Biji yang dimiliki oleh tanaman kapulaga memiliki ukuran kecil-kecil yang mana terlindungi dalam salut biji atau yang biasa disebut arilus yang memiliki warna putih.

Terdapat pula kulit arid an juga ada dinding buah dengan biji yang mengeluarkan aroma harum dan berbulu.

6. Bunga

Tanaman kapulaga memiliki bunga yang tersusun dalam tandan yang muncul dari rimpang-rimpangnya secara langsung.

Bunga tanaman kapulaga terpisah dari batang semu dan ada pula sebagian bunga yang terbenam di dalam tanah. Bunga kapulaga sendiri merupakan bunga majemuk yang berbentuk bonggol terletak di bagian pangkal batang dengan panjang kelopak bunganya sekitar 12,5 cm pada bagian kepala sari yang terbentuk elips dengan panjang 2 mm, tangkai pada putiknya tidak memiliki bulu, dan berbentuk mangkok.

Mahkota bunga dari tanaman kapulaga memiliki bentuk tabung dengan panjang 12,5 mm, memiliki warna putih atau putih kekuning-kuningan. Mahkota bunga kapulaga berbuah kotak dengan biji kecil yang memiliki warna hitam.

Kapulaga sendiri memiliki khasiat tertentu, tanaman kapulaga dapat dimanfaatkan mulai dari bagian batangnya, buah, biji bahkan hingga rimpangnya.

Kapulaga dapat mengobati penyakit seperti batuk, perut kembung, mual, radang tenggorokan, bau mulut, dapat menurunkan panas bahkan dapat pula menyembuhkan penyakit seperti encok atau rematik, juga dapat membuat tubuh menjadi lebih kuat ketika merasa lelah.

Demikian itulah beberapa ciri, klasifikasi serta khasiat dari tanaman kapulaga yang mungkin dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dapat bermanfaat dan semakin menambah pengetahuan kita terkait tanaman kapulaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *