Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kentang

Diposting pada

Tahukah anda klasifikasi dan morfologi tanaman kentang? Klasifikasi dan morfologi tanaman kentang harus diketahui terlebih dahulu sebelum Anda memulai untuk membudidayakannya. Selain itu, pemahaman taksonomi ini juga dibutuhkan bagi Anda yang ingin memiliki wawasan berlebih terkait dengan tanaman kentang.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kentang
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kentang

Karena alasan itulah, di bawah ini dijelaskan apa itu klasifikasi dan morfologi tanaman kentang. Semoga bisa menjadi tambahan ilmu pengetahuan untuk Anda. Ini dia penjelasan lengkapnya:

Klasifikasi Tanaman Kentang

Tanaman kentang adalah tanaman jenis batang yang biasanya tumbuh di dalam tanah. Sedangkan ciri-cirinya adalah di bagian ujung atau umbinya akan memgembung seukuran kepalan tangan.

Sejatinya umbi kentang ini berfungsi untuk menyimpan nutrisi makanan yang dibutuhkan oleh tanaman itu sendiri. Ada juga yang menyebutnya sebagai umbi sekaligus akar yang uniknya bisa dikonsumsi oleh manusia.

Sedangkan di bagian permukaannya tepatnya di batang akan terlihat penuh sisik. Sedangkan di bagian ujung terlihat muncul tunas.

Tanaman kentang sendiri merupakan tanaman jenis solanaceae. Tanaman hasil persilangan umbi kentang dengan umbi dahlia yang disebut dengan istilah topinambur.

Tanaman kentang memiliki nama latin solanum fober. Maknanya ialah tanaman kentang adalah sebuah tanaman yang umbinya tumbuh dari batang. Terkadang umbi juga tumbuh akibat terjadinya metabolisme struktur batang tanaman.

Karena bisa memunculkan umbi dan akar serta tunas secara bersamaan, tanaman kentang dijadikan sebagai silang vegetatif oleh para petani. Karena sistem tanaman seperti ini yang membuat perkembangan tanaman kentang lebih cepat.

Baca Juga : Cara Pengendalian Penyakit Lodoh Pada Tanaman Kentang

Morfologi Tanaman Kentang

Setelah mengetahui klasifikasi tanaman kentang, maka agar lebih lengkap, perlu pula dijelaskan morfologi tanaman kentang. Ini dia morfologi yang dimaksud:

1. Daun Tanaman Kentang

Morfologi yang pertama adalah daun tanaman kentang. Ciri -ciri yang pertama adalah daun kentang hidup bergerumbun dan berbentuk oval. Selain itu, tekstur ujung daun agak meruncing dan di bagian sisi terlihat bersisik.

Fungsi dari daun ini ialah untuk melancarkan proses fotosintesis tanaman. Maka dari itu, layaknya dapur bagi manusia maka daun sangat dibutuhkan untuk membantu perkembangan tanaman kentang.

Daun kentang memiliki warna hijau muda. Sedangkan jika sudah persiapan untuk panen, biasanya daun kentang berwarna hijau tua.

Ciri selanjutnya ialah, di bawah daun kentang terdapat bulu-bulu halus yang tipis. Tetapi tidak gatal sekalipun tersentuh kulit. Sedangkan bulu-bulu ini semakin kentara untuk daun kentang yang berwarna merah.

2. Batang Tanaman Kentang

Morfologi selanjutnya tentang batang tanaman kentang. Tanaman kentang memiliki batang yang berbentuk segi empat atau bujur sangkar. Terkadang juga ditemukan batang yang berbentuk segi lima.

Biasanya batang tanaman kentang bertekstur keras dan padat. Dengan warna batang hijau tua keunguan diakibatkan tersimpannya pigmen ungu di bawah permukaannya.

Batang kentang memiliki diameter yang kecil. Bahkan sangat kecil jika dibandingkan dengan batang tanaman jenis rimpang yang lainnya.

Tak hanya itu, ukuran pun tidak terlalu panjang. Batang tanaman kentang yang sering ditemukan berukuran 50 sampai 120 centimeter saja.

Secara garis besar ada tiga tipe batang kentang yang dibudidayakan di Indonesia. Yaitu batang tegak, menjalar dan batang menyebar.

Jika masih muda, batang tanaman kentang tidak berkayu serta terlihat ada rongga di bagian dalamnya. Namun jika batang sudah tua dan umbi sudah siap panen, biasanya batang berubah menjadi kayu.

3. Bunga dan Buah Tanaman Kentang

Morfologi yang selanjutnya adalah bunga dan buah tanaman kentang. Tanaman kentang juga memiliki bunga dengan warna dominan adalah merah dan ungu. Namun ada juga tanaman kentang spesies lain yang warna dominan bunganya adalah putih.

Nah dari bunga inilah akan muncul buah kentang dengan ciri-ciri jika masih muda akan berwarna hijau. Namun jika sudah agak tua biasanya warnanya berubah menjadi putih pucat, ungu dan sedikit berlendir.

Buah kentang mengandung zat selenium yang sangat tinggi. Maka dari itu, jangan sekali-kali Anda mengkonsumsinya. Karena racun yang dikandung buah ini bisa mematikan.

4. Akar Tanaman Kentang

Sekarang akan dijelaskan tentang morfologi tanaman kentang yaitu di bagian akar. Akar tanaman kentang biasanya menjalar. Sedangkan ukurannya tidak terlalu besar, bahkan di sebagian spesies akarnya sangat halus.

Akar ini biasanya berwarna putih pucat dan ketika agak tua dan sudah mau berbuah biasanya berubah berwarna kuning kecoklatan. Akar ini masuk ke dalam tanah dengan ukuran kedalaman mencapai 45 cm. Ini ukuran maksimal sedangkan yang umum hanya sedalam 25 cm saja.

5. Umbi pada tanaman Kentang

Morfologi tanaman kentang yang terahir adalah morfologi tentang umbi kentang. Umbi kentang inilah yang sejatinya bisa dikonsumsi. Baik saat mentah, setengah matang, atau dimasak sampai matang.

Kulit umbi kentang sangat tipis. Bahkan, jika mengupasnya pasti ada daging buah ikut dikupas. Namun untuk saat ini, ketebalan kulit umbi kentang dipengaruhi varietas bibit yang digunakan.

Bentuk tanaman kentang bervariasi. Bisa besar terkadang juga kecil disesuaikan dengan bibit yang ditanam. Jika varietas-nya unggul biasanya umbi yang dihasilkan ukurannya besar.

Kesimpulan

Kentang merupakan tanaman yang termasuk ke dalam famili Solanaceae dengan nama latin Solanum fober. Tanaman kentang dapat memunculkan umbi, akar, dan tunas secara bersamaan, tanaman ini sering diperbanyak secara vegetatif agar perkembangan tanaman lebih cepat.

Tanaman kentang memiliki daun berbentuk oval, berwarna hijau dan terdapat bulu-bulu halus dipermukaannya, batang tanaman kentang berbentuk segi empat dan ada juga segilima dengan tekstur yang keras dan padat, akar tanaman ini menjalar dan berwarna putih pucat, dan umbi kentang memiliki bentuk yang bervariasi dan memiliki kulit yang tipis.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Kentang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.