Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Nipah

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Nipah – Kami cukup yakin, banyak dari pembaca sekalian yang tidak mengenal apa tanaman nipah itu. Tanaman nipah memanglah menjadi jenis tanaman yang tak begitu familiar di lingkungan masyarakat.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Nipah
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Nipah

Karena, pada hari ini kita akan mengenal lebih dalam tentang tanaman yang satu ini berserta dengan klasifikasi dan morfologinya.

Nipah merupakan nama dari jenis tanaman palem yang pertumbuhannya berada berkisar daerah hutan bakau serta tepi lautan yang terkenal dengan pasang-surutnya.

Nipah merupakan nama umum dari tanaman ini, namun karena kita hidup di negara yang terdiri dari begitu banyak daerah dan Bahasa, maka tanaman ini memiliki berbagai julukan di masing-masing daerah tersebut.

Nah berikut ini beberapa julukan akrab yang diberikan masyarakat lokal pada tanaman nipah menurut daerah mereka masing-masing:

Di daerah Jawa dan Bali tanaman nipah lebih dikenal dengan julukan buyuk, dalam Bahasa Sunda nipah lebih dikenal dengan nama daonan, sedangkan di daerah Ternate, Menado, dan Tidore nipah diberi nama bobo; untuk daerah Halmahera nipah dikenal dengan boboro, sedangkan di Ambon, Seram, dan daerah sekitarnya nipah lebih akrab dikenal dengan beberapa nama seperti: palean, pelene, puleanu, puleno, palanei, pulene, dan lain sebagainya.

Nipah memiliki nama ilmiah yaitu Nypa Fruticans; jika para pembaca melihat secara langsung batang dari pohon nipah akan selalu terlihat terendam oleh lapisan lumpur. Batangnya akan terlihat menjalar di bawah tanah. Pada umumnya, batang dari pohon nipah memiliki lebar berkisar enam-puluh sentimeter.

Seperti halnya tumbuhan lain, nipah tidak hanya tumbuh dan berkembang di Indonesia saja. Tanaman nipah juga akan dapat dijumpai di berbagai negara seperti halnya Singapura yang oleh masyarakatnya dikenal dengan nama Attap palm (nama ini merupakan terjemahan Bahasa Inggris dari tanaman Nipah. Di Filipina, nipah terkenal dengan nama Losa atau Nina Palm.

Perlu para pembaca ketahui, bahwa tanaman ini merupakan satu-satunya tanaman dari anggota marga Nypa, serta menjadi satu-satunya tanaman jenis palma yang berada di wilayah mangrove.

Tidak berhenti disana, fosil serbuk sari dari tanaman ini terdekteksi merupakan peninggalan dari tujuh-puluh tahun yang lampau. Pada umumnya, tanaman nipah dijumpai mulai dari daerah sekitar Samudera Hindia hingga menuju Samudera Pasifik.

Lebih tepatnya pada daerah seputar Bangladesh ke pulau-pulau di area seputar Pasifik. Tanaman nipah ini tergolong tanaman yang cukup aplikatif pertumbuhannya di Indonesia maupun negara lainnya.

Lalu, apakah kegunaan dari tanaman ini? Tanaman nipah dapat dijadikan sebagai salah satu sumber pangan yang mengandung berbagai komponen berkhasiat bagi tubuh manusia, contohnya: vitamin, lemak, protein, dan karbohidrat.

Tidak hanya sebagai bahan pangan, nipah berpotensi untuk menjadi bahan olahan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti contohnya: bahan kerajinan, bahan bakar, sebagai atap rumah, hingga produksi-produksi lainnya.

Sangat disayangkan, pengolahan tanaman nipah sebagai alat kebutuhan sehari-hari masih belum berkembang baik di Indonesia.

Bahkan, para pembaca perlu mengetahui bahwa daun dari tanaman nipah dapat difungsikan sebagai kertas rokok (pembuatan dengan cara tradisional).

Sedangkan pelepah tangkai pohonnya dapat difungsikan sebagai kayu bakar; pelepah dari nipah mengandung zar bernama selulosa yang dapat difungsikan sebagai bahan baku pembuatan bubur kertas atau yang juga disebut dengan pulp.

Bagian lidi dari tanaman ini biasa dijadikan sebagai bahan dari berbagai kerajinan, tali, hingga sapu. Tanaman yang sangat bermanfaat, bukan?

Maka, sekarang kami akan berlanjut untuk menerangkan mengenai klasifikasi dari tanaman nipah ini. Mari kita simak bersama!

Klasifikasi Tanaman Nipah

Berikut ini adalah klasifikasi lengkap dari tanaman nipah:

  • Kingdom : Plantea
  • Sub Kingdom : Viridiplantea
  • Infra Kingdom : Striptophyta
  • Super Devisi : Embryophyta
  • Devisi : Tracheophyta
  • Sub Devisi : Spermatophytina
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Super Ordo : Lilianae
  • Ordo : Arecales
  • Famili : Arecaceae
  • Genus : Nypa Steck
  • Species : Nypa Fruticans Wurmb

Setelah ini, kami akan memberikan penjelasan lengkap mengenai morfologi dari tanaman nipah ini.

Morfologi Tanaman Nipah

1. Akar

Tanaman ini memiliki jenis akar berserabut yang dapat tumbuh berkisar tiga belas meter. Akarnya cukup kuat sehingga mampu tumbuh menembus lumpur, serta terdapat rimpang-rimpang yang menjadi tempar daun-daun nipah tumbuh.

2. Batang

Bantang nipah umumnya berukuran enam-puluh sentimeter dan mampu tumbuh dan hidup di dalam air.

3. Daun

Daun dari tanaman nipah dapat tumbuh berkembang hingga mencapai tujuh meter. Seperti pada umumnya daun: daun muda akan berwarna kuning, sedangkan yang tua akan berwarna hijau.

Daunnya akan tumbuh melekat pada pelepah yang nantinya tumbuh anak-anak daun lainnya yang terdiri dari dua-puluh lima helai hingga seratus helai.

4. Buah

Buah pada tanaman nipah berbentuk tandan: bersifat kaku, bulat, dan pada umumnya berwarna cokelat. Setiap tanda akan tumbuh antara tiga-puluh hingga lima-puluh butir buah.

5. Bunga

Tanaman nipah memiliki bunga yang tumbuh menempel pada ketika daun yang bersifat majemuk. Tangkainya sendiri mempu tumbuh hingga mencapai satu meter. Memiliki struktur keras di luar, namun lembuat di dalam; tangkai daunnya umumnya berwarna cokelat tua hingga hijau.

Bunga jantan memiliki beberapa varian warna mulai dari: kuning, merah, unggu, ke jingga, serta tersusun pada malain. Untuk si betina, akan tersusun membentuk lingkaran.

Baca Juga : Syarat Tumbuh Tanaman Nipah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *