Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Oyong (Gambas)

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Oyong (Gambas) – Tanaman Oyong (Gambas) ini merupakan tanaman sayuran banyak sekali dimanfaatkan untuk berbagai macam olahan dari masakan. Tanaman gambas ini diketahui berasal suku Cucurbitaceae (Labu-labuan), berasal dari India kemudian akhirnya menyebar keberbagai negara yang diketahui beriklim tropis.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Oyong (Gambas)
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Oyong (Gambas)

Tanaman oyong ataupun gambas ini merupakan tanaman sayuran dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae). Tanaman oyong ini diketahui berasal dari India, dan sekarang ini telah beradaptasi dengan baik di daerah Asia Tenggara, termasuk juga Indonesia.

Tanaman oyong ini banyak diambil buahnya untuk bisa diolah sebagai sayuran. Tetapi para petani biasanya akan memanen buah oyong pada saat masih muda. Karena jika sudah tua, maka buah oyong tersebut akan semakin mengering dan pastinya tidak enak untuk dimakan. B

uah oyong yang sudah tua itu biasanya akan dimanfaatkan sebagai sabut pencuci, bahan penyaring kasar, serta peredam karena buah oyong tua itu akan membentuk banyak serat.

Tanaman ini lebih baik ditanam pada tanah liat yang berpasir dan dalam dengan pengairan yang sangat baik, kaya akan bahan organik dengan pH yang berkisar antara 6.5-7.5.

Tanaman ini juga bisa tumbuh dengan baik pada semua jenis tanah dan sebaiknya tanah perlu untuk dipersiapkan dengan cara menambahkan bahan organik untuk beberapa minggu sebelum penanaman

Klasifikasi Tanaman Oyong

Menurut Herbarium Bogoriense (2015), untuk taksonomi tanaman oyong atau gambas yaitu sebagai berikut:

  • Kingdom : Plantae
  • Divisi : Spermatohyta
  • Sub Divisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledoneae
  • Ordo : Cucurbitales
  • Famili : Cucurbitaceae
  • Genus : Luffa
  • Spesies : Luffa acutangula (L) Roxb.

Morfologi Tanaman Oyong

Morfologi ataupun ciri-ciri tanaman oyong bisa dilihat dari batang, daun, bunga serta buah. Berikut penjelasannya :

1. Batang

Batang tanaman oyong ini berbentuk segi lima, lunak, tumbuh merambat ataupun menjalar dan memiliki sulur yang digunakan sebagai sebuah alat untuk merambat.

Sulur tanaman ini muncul dari ketiak daun, berbentuk seperti spiral dan memiliki bulu yang lebih panjang dari pada bulu-bulu di batang.

2. Daun

Daun tanaman oyong ini tunggal dan mempunyai warna hijau tua, berbentuk lonjong atau silindris dengan pangkal mirip dengan bentuk jantung, puncak daun terlihat meruncing serta permukaan daun kasar.

Daun berukuran panjang sekitar 10-25 cm serta bertangkai sepanjang 5-10 cm, tulang daun menonjol terlihat pada permukaan bawah.

3. Bunga

Bunga tanaman oyong ini berkelamin satu atau monoecus, yaitu bunga jantan dan bunga betina yang terdapat pada satu tanaman. Bunga tanaman ini berwarna kuning, penyerbukan biasanya dilakukan sendiri atau self pollination dan dilakukan dengan cara penyerbukaan silang atau cross pollination.

Bunga tanaman oyong ini memiliki bunga yang berkelamin tunggal serta termasuk golongan tumbuhan monokotil. Bakal bunga tanaman ini berbentuk bundar memanjang yang ada di bawah mahkota bunga. Mahkota bunga tanaman oyong ini berbentuk seperti bintang dan mempunyai warna kuning ataupun putih kekuningan.

Bunga jantan tanaman oyong ini berjumlah 5 sampai 10 kuntum, bergerombol dalam tandan serta ketiak daun. Kemudian bunga betinanya nanti tumbuh tunggal serta muncul pada ketiak daun yang sama.

Tanaman oyong ini berbunga di sore hari. Bijinya cukup banyak, berbentuk pipih, mempunyai warna putih kekuningan, serta terdapat dalam ruang buah.

4. Buah

Buah tanaman ini berbentuk seperti belimbing berukuran panjang sekitar 15 cm – 60 cm, lebar sekitar 5 cm – 12 cm dengan diameter sekitar 5 cm – 8 cm. Tiap buah mempunyai biji banyak dan setiap biji berukuran sekitar 11-13 mm x 7-9 mm dengan struktur kulit agak sedikit keras. Buah yang tua mempunyai warna hijau kecoklatan sampai kuning coklat serta kulit biji terlihat berwarna hitam.

Tanaman oyong merupakan tanaman yang berbulu serta merambat. Tanaman ini memiliki buah yang berbentuk bulat memanjang dan terlihat seperti belimbing. Panjang dari buah oyong sekitar 15 sampai 30 cm dengan diameter sekitar 2 – 4 cm. Buah ini memiliki rusuk-rusuk yang sangat tampak jelas dan semakin ke pangkalnya maka semakin mengecil.

Buah dari tanaman oyong yang masih muda ini bisa untuk dimakan. Pada umumnya buah ini bisa dijadikan sebagai sayuran. Biji tanaman oyong ini berjumlah banyak serta berbentuk pipih, warnanya terlihat putih kekuningan dan juga terletak di ruang buah.

Demikianlah informasi seputar Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Oyong atau Gambas, semoga dengan artikel yang ada diatas bisa berguna serta bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *