Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Wortel

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Wortel – Agrotek.id – Seringkali saat penglihatan kita memburam atau rabun, banyak orang menyarankan kita untuk mengonsumsi Wortel. Memang Wortel terkenal di kalangan sosial sebagai pensuplai vitamin A yang sehat untuk mata, tetapi apakah benar begitu? Seperti apa sih tanaman Wortel itu sebenarnya?

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Wortel
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Wortel

Tanaman Wortel (Daucus carota L.) berasal dari Asia Timur dan Tengah yang memiliki iklim sub-tropis. Tanaman Wortel berbentuk semak (perdu) yang tumbuh tegak dengan ketinggian antara 30 cm-100 cm.

Tanaman Wortel memiliki umbi berwarna jingga kemerahan berbentuk lonjong yang sering dimakan sebagai sumber gizi terutama vitamin A. Warna jingga kemerahan pada umbi Wortel ini menandakan bahwa itu kaya akan senyawa karoten dan flavonoid yang dapat berfungsi sebagai antioksidan.

Umbi Wortel sering dikonsumsi sebagai tambahan pada masakan seperti sup ataupun bihun. Umbi ini disenangi banyak orang di kalangan masyarakat karena rasanya yang enak dan gizinya yang berlimpah.

Klasifikasi Tanaman Wortel

Berikut adalah klasifikasi tanaman Wortel:

  • KINGDOM : Plantae (Tumbuhan)
  • SUB KINGDOM : Tracheobionta (Tumbuhan Berpembuluh)
  • SUPER DIVISI : Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
  • DIVISI : Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga)
  • KELAS : Magnoliopsida (Tumbuhan Dikotil)
  • SUB KELAS : Rosidae
  • ORDO : Apiales
  • FAMILI : Apiaceae
  • GENUS : Daucus
  • SPESIES : Daucus carota L.

(Referensi: plants.usda.gov – Plants Database)

Morfologi Tanaman Wortel

Tanaman Wortel memiliki tipe daun majemuk dengan lanset (garis-garis) bertangkai 4 hingga 7 yang berukurang panjang. Tangkai daun tersebut berstruktur tebal dan kaku namun berpermukaan halus. wortel memiliki ujung daun yang berbentuk rompang dan daging daun yang sangat tipis. Walaupun begitu, daun Wortelnya sendiri sangat lemas dan tipis.

Untuk batangnya memiliki ciri-ciri berkayu keras dan berbentuk bulat dengan diameter 1 – 1,5 cm. Warnanya secara umum adalah jingga kekuningan. Batangnya tidak memiliki cabang tetapi terdapat tangkai daun yang menempel dengan ukuran panjang, menyerupai cabang batang.

Batang ini merupakan tempat menyimpan dan penyebaran air hasil fotosintesis dan lingkungan. Wortel memiliki tipe akar serabut serta tunggang.

Pertumbuhan akar tunggang mengalami perubahan bentuk seiring berlalunya waktu yang akhirnya menjadi tempat penyimpanan makanan.

Akar tanaman Wortel yang baik berukuran besar dan bulat memanjang dengan diameter 6 cm, panjang 30 cm tergantung dari varietasnya.

Tanaman Wortel juga memiliki bunga yang tumbuh di ujung tanaman, berbentuk paying ganda dengan warna putih kemerahan. Tangkai dari bunga terlihat sedikit pendek dan tebal, bunga tersebut terletak pada bidang lengkung yang sama dengan tangkainya. Penyerbukan bunga Wortel menghasilkan buah dan biji dengan ukuran yang sangat kecil dan berbulu.

Untuk bijinya, Wortel memiliki biji tertutup dan berkeping dua yang digunakan sebagai produksi tanaman. Ciri-ciri bijinya berbentuk kecoklatan dengan panjang 3 mm dan lebar 1,5 mm. Setiap gram benih Wortel memiliki sekitar 200 biji.

Umbi Wortel, yang lebih sering dikenal sebagai sayuran Wortel ini terbentuk dari akar tunggang yang telah berubah fungsi. Ukuran umbi ini bervariasi, umumnya berdiameter 3,5 cm – 6,5 cm dengan berat kisaran 100 gram – 300 gram.

Umbi Wortel sangat berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan, hal ini karena Wortel sangat kaya akan vitamin A, antioksidan, dan zat bergizi lainnya (vitamin K, vitamin E, kalium, folat, mangan, magnesium, dan fosfor).

Fungsi Wortel sangatlah berlimpah, yaitu mengurangi resiko kanker, menekan resiko penyakit jantung, mencegah stroke, menjaga kesehatan mata dan kulit, serta meningkatkan sistem kekebalan (imunitas) pada tubuh manusia.

Wah ternyata benar Wortel dapat menjaga kesehatan mata! Sekarang sudah tahu seputar Wortel kan? Dan ternyata banyak sekali fungsi dan khasiat Wortel yang lainnya. Rugi sekali dong kalau tidak makan Wortel sejak dini, yuk kita hidup sehat dengan Wortel!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *