Mengapa Tanaman Cangkok Cepat Berbuah?

Diposting pada

Mengapa Tanaman Cangkok Cepat Berbuah? Agrotek.id – Tanaman memiliki dua cara dalam berkembang biak, yaitu vegetatif alami dan vegetatif buatan.

Mengapa Tanaman Cangkok Cepat Berbuah?
Mengapa Tanaman Cangkok Cepat Berbuah?

Vegetatif alami merupakan perkembangbiakan tanaman tanpa ada campur tangan manusia, contohnya geragih, tunas, umbi akar, umbi lapis, umbi batang, akar tinggal, dan tunas adventif.

Sedangkan vegetative buatan merupakan perkembang biakan tanaman dengan campur tangan manusia seperti okulasi, stek, merunduk, menempel dan mencangkok.

Tentunya, kita sudah banyak menemukan tanaman yang dicangkok. Mencangkok adalah salah satu cara pembiakan atau reproduksi vegetatif buatan yang sering dilakukan dalam proses perbanyakan tanaman dengan tujuan untuk mendapatkan bibit pohon yang memiliki sifat yang sama dengan induknya dan lebih cepat berbuah.

Tanaman yang dicangkok memiliki ciri khas bulatan pada batang yang akan banyak kita temui di perkebunan.

Teknik ini menciptakan akar baru di batang tanaman. Ketika akar pada batang sudah terlihat, batang yang ditumbuhi oleh akar dipotong dan siap ditanam untuk menjadi tanaman baru.

Tanaman yang biasa dicangkok contohnya, jeruk, belimbing, mangga, jambu, durian, duku, sawo, jeruk nipis, kakao, rambutan, alpukat dan lain-lain.

Tanaman yang dicangkok akan mempunyai kelebihannya sendiri. Tanaman hasil cangkokan mempunyai sifat yang sama dengan indukannya sehingga kualitasnya tetap akan terjaga jika hasil cangkokan diambil dari induk yang berkualitas.

Tanaman hasil cangkokan juga bisa ditanam di kondisi air tanahnya yang tinggi maupun di pematang kolam ikan.

Selain itu, tanaman hasil cangkokan akan bisa lebih cepat berbuah jika dibandingkan tanaman yang diambil dari biji.

Mengapa Tanaman Cangkok Cepat Berbuah?

Pada artikel ini, kita akan membahas alasan mengapa tanaman yang dicangkok akan lebih cepat berbuah.

1. Diambil dari Indukan yang Berkualitas Baik

Tanaman hasil cangkokan hampir selalu memiliki sifat yang sama dengan tanaman indukan. Jika buah dari tanaman induk berkualitas jelek dengan pertumbuhan buahnya lama, maka buah dari tanaman hasil cangkokan juga ikut berkualitas jelek dan pertumbuhan buahnya lama.

Demikian pula sebaliknya, jika buah dari tanaman induk berkualitas baik dan produksi buahnya cepat, maka tanaman hasil cangkokan juga berkualitas baik dan produksi buahnya cepat.

Solusinya, pastikan Anda mengenali tanaman induk yang akan anda cangkok memilki kualitas yang baik dan produksi buahnya cepat atau jika Anda tidak sempat meneliti kualitas dan kecepatan produksi pohon induk, minimal Anda sebaiknya mencari induk tanaman yang sudah berbuah.

2. Memenuhi Kriteria Indukan yang Berkualitas

Anda harus mengetahui indukan yang berkualitas dengan cara membandingkan kriteriana secara kualitatif dan kuantitatif.

Secara kualitatif, rasakan dulu buahnya, apakah sudah manis, berukuran besar ataukah sesual selera Anda.

Secara kualitatif, pilihlah indukan yag sehat, kokoh dan cabangnya banyak. Selain itu juga, yang berbuah minimal 3 kali hingga lima musim.

3. Fotosintesis Terpusat

Selanjutnya faktor yang mempengaruhi tanaman cangkok lebih cepat berbuah adalah dari struktur tanamannya.

Ini terjadi ketika Anda melakukan proses cangkok, pengupasan bagian batang akan sampai hingga ke bagian xylem lalu segera tutupi dengan tanah atau sabut kelapa.

Ini memicu proses produksi zat makanan pada tanaman yang dicangkok lebih cepat sehingga proses fotosintesis menjadi lebih terfokus ke batang yang dicangkok. Dengan begitu, kondisi ini menyebabkan tumbuhnya akar pada batang yang dicangkok.

4. Dirangsang agar Cepat Berbuah

Perangsangan tanaman agar lebih cepat berbuah bisa dilakukan dengan beberapa cara baik dari faktor fisik ataupun dengan cara pemupukan.

Faktor fisik, bisa dilakukan seperti memangkas ranting atau daun, melengkungkan dahan atau cabang dan melukai bahan atau dahan.

Selain faktor fisik, Anda juga bisa merangsang dengan pengairan dan pemupukan atau dengan kata lain usaha untuk pemenuhan nutrisi.

5. Terhindar dari Faktor Tanaman Sulit Berbuah

Ada banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan tanaman sulit berbuah, diantaranya adalah:

  • Yang pertama karena pohon berumah dua. Ini berarti di dalam satu pohon cuma ada dua bunga betina dan bunga jantan. Apabila tanaman yang akan dijadikan induk cangkok hanya ada bunga jantan, tanaman itu tidak akan pernah berbuah. Jika hanya ada buah betina, masih ada kemungkinan berbuah jika di sekitarnya ada pohon jantan yang sama-sama berbunga.
  • Kedua adanya kewajiban untuk penyerbukan silang.
  • Ketiga, bisa jadi dikarenakan belum masanya berbuah.
  • Keempat karena bunganya mandul. Mandul ini umumnya terjadi karena mutasi gen.
  • Kelima karena iklim, kondisi tanah dan lingkungan yang kurang mendukung. Seperti angin, suhu, kelembaban udara, sinar matahari dan curah hujan. Kelima karena iklim, kondisi tanah dan lingkungan yang kurang mendukung. Seperti angin, suhu, kelembaban udara, sinar matahari dan curah hujan.

Cara perkembangbiakan tumbuhan dan tanaman dengan mencangkkok menjadi hal yang penting untuk tanaman berbuah.

Tumbuhan hasil cangkokan akan lebih ceoat berbuah dibandingkan dengan tumbuhan yang ditanam dari biji.

Demikian penjelasan mengenai beberapa alasan untuk pertanyaan mengapa tanaman cangkokan lebih cepat berbuah untuk diketahui Anda agar Anda bisa mengupayakan dan memaksimalkan pada tanaman cangkokan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *