Pengertian Ekosistem Taiga Adalah : Ciri, Lokasi, dan Proses Terbentuknya

Diposting pada

Iklim di bumi dibagi menjadi 4 macam yaitu iklim tropis, subtropics, sedang dan dingin. Perbedaan iklim tersebut yang menyebabkan ekosistem hewan dan tumbuhan setiap bagian wilayah di bumi berbeda dan tidak semua hewan dan tumbuhan bisa bertahan di seluruh iklim tersebut walaupun bisa beradaptasi.

Pengertian Ekosistem Taiga Adalah - Ciri, Lokasi, dan Proses Terbentuknya
Pengertian Ekosistem Taiga Adalah – Ciri, Lokasi, dan Proses Terbentuknya

Dalam ilmu bioligi, istilah bioma digunakan untuk menyebutkan sebuat tipe habitat makhluk hidup dalam cakupan area tertentu yang ditentukan oleh iklim. Bioma yang satu akan berbeda dengan bioma yang lain, tergantung dengan iklim wilayahnya.

Pengertian Ekosistem Taiga

Salah satu bioma yang sering kita dengar adalah bioma taiga atau biasanya disebut dengan ekosistem taiga atau hutan konifer.

Namun, apa sebenarnya pengertian ekosistem taiga atau bioma taiga itu?

Dimana kita bisa menjumpai bioma tersebut?

Taiga merupakan kata yang  berasal dari bahasa Rusia yang memiliki arti hutan. Sehingga bioma taiga artinya adalah daratan bagian wilayah bumi yang luas dan paling banyak ditemukan di belahan bumi utara misalnya di wilayah Rusia dan Kanada.

Apa kalian tahu kenapa ekosistem ini sering disebut sebagai hutan konifer?

Hal ini dikarenakan dalam wilayah ini didominasi oleh tumbuhan konifer yaitu seperti berbagai jenis pinus dan cemara. Terkadang juga terdapat semak basah yang tumbuh di bagian bawah hutan di antara pohon-pohon.

Keanekaragaman jenis tumbuhan yang ada di ekosistem ini sangatlah rendah, dikarenakan ekosistem ini berada di wilayah bumi yang mengalami iklim dingin yang panjang sehingga sebagian besar tumbuhan yang hidup di daerah ini hanyalah tumbuhan musim dingin dan hewan yang biasanya memiliki kebiasaan berhibernasi seperti beruang.

Selain terjadi musim dingin, pada wilayah ekosistem ini juga terjadi musim panas yang kadang berangsur selama satu hingga tiga bulan saja.

Ciri Ekosistem Taiga

Adapau Ciri-ciri dari ekosistem taiga yaitu sebagai berikut :

  • Memiliki 4 musim namun karena perbedaan suhu udara musim semi, musim gugur dan musim dingin yang sangat sedikit menyebabkan seperti berada di musim dingin yang panjang dan memiliki musim panas yang pendek. Suhu udara pada musim dingin dapat berkisar antara -54 sampai -1 derajat celcius dan saat musim panas suhu udara hanya berkisar antara -7 sampai 21 derajat celcius. Sehingga makhluk hidup hanya akan melakukan berkembang biak di musim panas dan saat musim dingin akan melakukan hibernasi atau tidur panjang. Namun, bagi sebagian burung-burung akan bermigrasi ke selatan untuk mencari udara yang lebih hangat.
  • Dengan iklim yang dingin dan kering, curah hujan pada ekosistem ini juga sangatlah rendah yang hanya berkisar antara 30-85 cm per tahun dan hanya terjadi di musim panas.
  • Didominasi oleh tumbuhan konifer seperti pinus dan cemara karena tumbuhan jenis ini memiliki daun yang runding dan berbentuk seperti jarung dengan lapisan lilin membuat daun tidak terbebani oleh salju saat musim dingin serta memiliki akar yang sangat kuat.
  • Hewan yang dapat bertahan di ekosistem taiga hanyalah hewan yang memiliki bulu tebal dan jaringan lemak yang banyak sehingga dapat bertahan di suhu yang rendah. Contohnya seperti beruang, rubah, rusa besar, serigala, kucing salju, kelinci salju, serta burung pemakan serangga. Selain itu, hewan-hewan tersebut bisa mengubah warna bulu sesuai dengan warna salju yang berguna untuk melindungi diri dari pemangsa dan untuk menyimpan panas tubuh sehingga dapat bertahan disuhu yang rendah.

Lokasi Ekosistem Taiga

Bioma taiga berada pada wilayah subtropis denganletak 60 derajat hingga 70 derajat garis lintang tara atau garis lintang selatan.

Bioma Taiga berada pada kondisi wilayah bioma tundra sampai 800 km ke sebelah selatan. Perlu diketahui bahwa negara yang mempunyai Bioma Taiga meliputi bagian utara bumi. Misal : Rusia, Siberia, Alaska dan juga Kanada.

Proses Terbentuknya Ekosistem Taiga

Proses terbentuknya bioma taiga dimulai dari sebuah gunung yang menguap sehingga menyebarkan batuan batuan yang menyebar dan membentuk lahan yang cukup luas yang pada akhirnya hasil uapan tersebut menjadi tanah yang terbilang dingin dan kemudian ditumbuhi oleh tanaman tanaman yang banyak.

Dengan adanya tumbuhan yang banyak membentuk pemandangan yang indah karena ditumbuhi oleh banyak tanaman dan juga biasanya membentuk seperti gunung

Jenis Flora dan Fauna Ekosistem Taiga

Kondisi ekosistem yang ektrik membuat tidak semua tumbuhan dan hewan bisa bertahan dan mampu hidup, hanya ada beberapa yang menjadi penghuni asli di ekosistem taiga, dibawah ini adalah penjelasannya :

1. Jenis Flora

Jenis flora pada ekosistem taiga terbilang sangat rendah dan tumbuhan di dominasi oleh tumbuhan konifer. Hal ini disebabkan kondisi ekosistem yang sangat ekstrim sehingga tumbuhan akan sulit tumbuh pada kondisi seperti ini.

Sedangkan tumbuhan konifer memiliki struktur dengan morfologi daun yang membentuk seerti jarum dan memiliki sistem perakaran yang sangat kuat. Contoh tumbuhan konifer misalnya adalah cemara dan pinus.

2. Jenis Fauna

Perlu kalian ketahui bahwa di bioma taiga tidak memiliki fauna layaknya pada daerah hutan hujan tropis atau juga seperti bioma hutan gugur. Hal ini disebabkan fauna tersebut tidak akan mampu bertahan dengan kondisi ekstrik seperti itu.

Fauna yang beradaptasilah yang akan mampu bertahan hidup seperti hewan mamalia yang memiliki bulu yang tebal dan juga mempunyai jaringan lemah yang tebal dan banyak.

Beberapa hewan yang mampu beradaptasi di ekosistem ini adalah beruang hitam (grizily), tupai, gagak hitam, kelinci snowshoe, kucing salju, burungyang bermigrasi, rusa kutub, dan juga hewan srigala.

Burung yang bermigrasi maksudnya adalah burung akan berdatangan ke daerah ekosistem taiga saat musim panas datang. Sedangkan bila terjadi musim dingin  burung akan meningkalkan lingkungan tersebut untuk mencari tempat yang jauh lebih hangat.

Sekian pembahasan tentang Pengertian Ekosistem Taiga Adalah : Ciri, Lokasi, dan Proses Terbentuknya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *