Impor Adalah : Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contoh

Tahukah Anda mengenai Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contoh Impor? Bukankah setiap negara saling membutuhkan negara lain?

Impor Adalah  Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contoh
Impor Adalah Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Contoh

Pasti kita sering mendengar kata ekspor dan impor jika berkaitan dengan negara lain. Lalu sebenarnya apa itu impor dan ekspor mari kita bahas bersama.

Sebagai rakyat dari sebuah negara tentu saja kita membutuhkan keperluan hidup sehari-hari yang mana biasanya kita beli dengan  rakyat di negara yang sama kita tinggali.

Namun, karena tiap negara belum tentu bisa memproduksi suatu produk yang dibutuhkan oleh karena itu terjadilah hubungan antar negara lain. Nah, hubungan inilah yang biasanya kita sebut sebagai ekspor dan impor.

Kali ini kita lebih memperdalam tentang  impor mari kita simak bersama. Impor secara umum berarti membeli suatu produk dari negara lain.

Pengertian Impor

Apa itu impor? pengertian impor adalah memasukkan produk dari luar negeri untuk diedarkan dalam negeri dan dapat berupa jasa ataupun barang.

Kegiatan impor sendiri merupakan transportasi produk dari negara ke negara atau disebut lintas negara.

Impor barang tentu saja akan membutuhkan proses untuk masuk ke wilayah suatu negara. Proses yang dilewati adalah dari pihak bea cukai baik dari negara asal maupun negara tujuan.

Lalu tugas bea cukai itu apa dan mengapa pihak mereka harus mengawasi produk impor? Tugas bea cukai adalah mengawasi barang yang masuk ke suatu negara dengan melalui beberapa jalur. Baik jalur darat, udara, ataupun laut.

Barang-barang ini nantinya akan mendapat pajak sebagai bentuk konstribusi. Selain itu, bea cukai juga merupakan salah satu cara untuk meningkatakan pertumbuhan ekonomi di suatu negara.

Tidak hanya itu, barang-barang yang masuk ke suatu negara secara ilegal tentunya akan ditindaklanjuti oleh pihak bea cukai.

Impor itu juga kebalikan dari ekspor. Ekspor berati menjual suatu produk dari sebuah negara ke negara lain. Pihak atau lembaga yang membeli produk dari luar negeri disebut importir.

Sedangkan ekspor yaitu eksportir. Pernahkah kita berpikir mengapa suatu pihak tersebut membeli produk dari luar negeri?

Karena para importir tersebut akan mendapatkan keuntungan yang besar karena harga suatu barang yang sama jika diproduksi dalam negeri harganya akan lebih tinggi, sedangkan harga barang impor tentu akan lebih murah.

Selain itu, banyak manfaat mengapa kita harus melakukan impor.

  • Kita bisa membeli suatu produk baik barang atau jasa yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri. Terkadang kita membutuhkan suatu barang namun tidak ada yang memproduksi satu-satunya solusi ialah impor dari negara lain.
  • Mendapatkan pasokan bahan baku bagi industri dalam negeri. Suatu industri tentu saja memerlukan bahan baku, namun belum tentu negara tersebut terdapat bahan baku untuk diolah atau kekurangan dalam persediaan bahan baku. Untuk itulah dilakukan impor bahan baku.
  • Adanya teknologi yang jauh lebih canggih di luar negeri dibandingkan dalam negeri. Sebagai contoh yaitu sebuah smartphone dikatakan paling modern jika keluaran terbaru sedangkan biasanya sebuah smartphone  dirilis dimana negara tersebut memproduksiya. Negara yang tidak memproduksi maka pastinya akan melakukan impor demi teknologi yang semakin maju. Karena beberapa fitur dalam sebuah perangkat pasti juga diperbarui.
  • Dengan impor maka kita bisa menjaga inflasi yang disebabkan oleh harga produk impor yang jauh lebih rendah dibandingkan harga produk lokal. Inflasi yaitu kenaikan harga artinya dengan impor kita bisa berusaha menstabilkan harga barang. Karena jika terjadi inflasi artinya ada ketidakseimbangan arus barang dengan harga barang. Yang terakhir adalah dengan kegiatan impor maka industri dalam negeri bisa fokus dalam memproduksi barang di bidang tertentu. Jika suatu industri fokus menciptakan barang tertentu maka keuntungan yang diperoleh juga akan besar.

Alasan-alasan umum melakukan impor yaitu industri dalam negeri tidak mampu memproduksi produk tersebut karena tidak adanya bahan baku dan keterampilan para pekerjanya.

Tidak hanya itu alasan lainnya yaitu misalnya suatu industri dalam negeri  bisa memproduksi barang tersebut dan harga jualnya ternyata lebih mahal dibandingkan harga jual barang impor maka biasanya kita sebagai konsumen juga lebih memilih barang impor.

Alasan lainnya adalah yaitu suatu negara sudah bisa memproduksi barang tersebut namun persediaan pasokan barang tersebut kurang maka tentu saja negara tersebut melakukan impor demi kebutuhan hidup rakyatnya.

Pengertian Impor Menurut Berbagai Ahli

1. Marolop Tandjung

Definisi impor adalah salah satu kegiatan perdagangan yang mana memasukkan barang dari luar negeri ke dalam wilayah Indonesia sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku.

2. Otoritas Jasa Keuangan

Impor adalah memasukkan barang atau jasa dari luar negeri untuk digunakan di dalam negeri atau daerah bebas, atau jasa yang dikirim dari luar negeri, contohnya yaitu  asuransi, transpor, atau tenaga asing dianggap juga sebagai impor.

3. Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI)

Impor adalah memasukkan barang dari luar negeri atau sebagainya.

Jenis barang-barang yang diimpor juga bervariasi baik barang konsumsi, barang jadi ataupun bahan baku, dan bahan modal.

Impor itu mempunyai dua sisi yang berlawanan. Impor sendiri memang mendatangkan banyak manfaat namun tentu saja bisa menimbulkan kerugian yang besar.

Kerugian tersebut berdampak pada industri dalam negeri yang bisa membuat produk kalah saing dengan barang dari luar negeri.

Sebenarnya impor sendiri terjadi karena impor adalah  kegiatan perdagangan yang tak bisa terhindari.

Tujuan Impor

1. Upaya memenuhi keperluan dalam negeri

Keperluan dalam negeri tentunya dalam jumlah besar karena pasti akan bertambah. Dengan adanaya impor diharapkan seluruh rakyat dapat memenuhi keperluan hidupnya tanpa kekurangan.

Kegiatan impor juga merupakan sebuah kerjasama dan menjalin komunikasi antarnegara. Impor adalah kerjasama dalam bidang perekonomian.

2. Menguatkan neraca pembayaran

Neraca pembayaran yaitu catatan proses transaksi jual-beli internasional antara suatu negara dengan negara lain.

Dengan melakukan impor artinya neraca pembayaran pun akan semakin kuat sehingga dapat memulihkan perekonomian ataupun mendapatkan kepercayaan dari investor.

3. Semakin rendahnya pengeluaran devisa ke negara lain

Devisa negara yaitu kekayaaan negara yang digunakan untuk melakukan transaksi antarnegara.

Devisa negara memiliki fungsi untuk membiayai impor sehingga harag barang impor juga akan lebih murah.

4. Bahan baku yang didapatkan dari negara lain

Setiap negara memiliki komoditas terbesar yang dihasilkan namun pasti juga memiliki komoditas yang tidak bisa dihasilkan.

Impor ini dimaksudkan agara setiap negara dapat terpenuhi komoditasnya sehingga bahan baku untuk industri pun tersedia.

5. Mendapat teknologi terbaru

Dalam hal teknologi, tentunya setiap negara memiliki daya teknologi yang berbeda-beda karena ada beberapa negara yang memang memfokuskan pada teknologi karena sumber daya manusianya mampu untuk memperbarui teknologi.

6. Menjalin hubungan yang erat dengan negara lain

Kegiatan kerjasama impor tentunya akan membutuhkan komunikasi antarnegara sehingga dengan komunikasi maka hubungan dua negara juga akan semakin erat dan hubungan baik pun terjalin.

Fungsi Impor

Berikutnya kita akan bahas apa saja fungsi impor dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan serta fungsi impor sebenarnya saling berkaitan.

Fungsi utama impor yaitu mendapatkan produk yang tidak ada di dalam negeri.

Selain itu juga impor berfungsi sebagai salah satu cara memenuhi kebutuhan hidup manusia agar manusia tetap bisa hidup.

Impor berfungsi sebagai proses transaksi yang menguntungkan kedua pihak antarnegara.

Itulah mengapa kegiatan impor itu sangat fundamental bagi sebuah negara. Karena nantinya kedua negara juga akan saling menggantungkan.

Selanjutnya setelah paham tentang tujuan dan fungsi impor kita akan membahas jenis-jenis impor yang dilakukan dalam sebuah negara. Jenis-jenis impor yang kita kenal :

1. Berdasarkan pengirimannya

  • Full Container Load

Full container load merupakan salah satu jenis pengiriman produk dengan menggunakan container.

Pengiriman produk dilakukan dengan hanya satu pengirim saja. Container yang digunakan diisi dengan barang-barang oleh milik satu pengirim ke negara tujuan dikirim  dengan satu importir.

  • Less Than Container Load

Less than container load yaitu salah satu jenis pengiriman barang yang menggunakan container yang diisi dengan  barang-barang yang lebih dari satu pengirim yang akan dikirim ke negara tujuan yang sama.

2. Berdasarkan kegiatannya

  • Impor Untuk Dipakai

Kegiatan yang mana barang yang telah masuk ke wilayah Indonesia untuk digunakan dan dimiliki atau dipakai oleh warga Indonesia.

  • Impor Sementara

Kegiatan yang mana barang telah masuk di Indonesia namun akan diekspor kembali ke luar negeri dalam jangka waktu tiga tahun.

  • Impor Angkut Lanjut

Kegiatan yang mana barang diangkut dengan sarana pengangkut dengan tanpa dibongkar ulang dan dikirm lagi ke kantor-kantor .

  • Impor Untuk Ditimbun

Kegiatan yang mana barang diangkut dengan sarana pengangkut melalui proses pembokaran yang mana nantonya dikirim dari satu kantor ke kantor lainnya.

  • Impor Untuk Re-ekspor

Kegiatan yang mana barang diangkut namun masih dalam wilayah bea cukai yang nantinya akan diekspor kembali ke luar negeri. Karena barang tersebut biasanya tidak dalam kondisi sesuai dengan pemesanan.

Setelah memahami jenis-jenis impor berikut di bawah ini kita akan memahami contoh-contoh impor. Indonesia melakukan kegiatan impor untuk memenuhi keperluan hidup.

Contoh-Contoh Impor

1. Barang Konsumsi

Barang-barang yang akan dikonsumsi contohnya adalah Indonesia dengan negara timur tengah yang mana mengimpor minyak, beras yang diimpor dari Vietnam, kedelai yang berasal dari Malaysia, daging yang diimpor dari Australia, gula yang berasal dari Korea Selatan, susu yang berasal dari Belgia.

2. Bahan Baku dan Bahan Penolong

Bahan-bahan yang akan digunakan untuk keperluan industri dan bahan bantuan lainnya.

Contohnya adalah serat kayu yang berasal dari Kanada, plastik dan bahan kimia organik dari negara China, pupuk yang berasal dari Belarusia.

3. Bahan Modal

Bahan-bahan yang digunakan sebagai modal dari suatu usaha atau industri. Bahan ini digunakan untuk menghasilkan produk jadi yang siap digunakan.

Seperti contohnya yaitu mesin pabrik, pesawat, kapal, alat berat, perlengkapan TNI, perlengkapan POLRI.

4. Minyak Bumi

Produksi minyak bumi yang dihasilkan Indonesia semakin sedikit sedangkan kebutuhan minyak bumi semakin anyak yang artinya berbanding terbalik.

Oleh karena itu terjadilah impor minyak bumi. Minyak itu diolah menjadi bahan bakar dan digunakan pada sistem transportasi dan pembangkit.

Tinggalkan komentar