Intervensi Adalah : Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Dampak

Rasanya sering sekali kita mendengar istilah intervensi. Apalagi akhir-akhir ini sedang ramai adanya berita dari institusi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang memecat pegawainya yang tidak lulus TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), salah satu sesi yang harus dilalui bagi para peserta CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil).

Intervensi Adalah  Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Dampak
Intervensi Adalah Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Dampak

Berita ini cukup menggemparkan, bahkan sampai artikel ini ditulis pun berita ini juga masih hangat diperbincangkan orang.

Nah, terkait permasalahan pegawai KPK ini, banyak para pengamat politik yang meminta intervensi dari presiden terhadap masalah ini.

Mengapa banyak sekali media yang memakai istilah intervensi ini, baik pada kasus besar maupun pada kasus kecil, baik yang terjadi di dalam negeri maupun yang terjadi di luar negeri?

Pengertian Intervensi

Apa itu Intervensi? Sebenarnya ada banyak sekali pengertian dari kata intervensi. Beberapa ahli sudah memberikan arti dari intervensi. Berikut ini pengertian intervensi menurut para ahli dan sumber terpercaya.

1. Oppenheiman Lauterpacht

Menyatakan bahwa intervensi adalah campur tangan sebuah negara secara diktator terhadap urusan dalam negeri dari negara lain dengan tujuan utama untuk memelihara atau mengubah kondisi negara tersebut.

2. G. Starke

Menyebutkan bahwa intervensi adalah bentuk propaganda atau kegiatan lain yang dilakukan oleh suatu negara dengan tujuan untuk mendorong terjadinya revolusi atau perang saudara di negara lain.

3. Wikipedia

Menurut Wikipedia sendiri, intervensi adalah sebuah istilah dalam dunia politik yaitu negara yang mencampuri urusan negara lainnya yang seharusnya bukan urusan dari negara itu.

Menurut para ahli tersebut maupun menurut Wikipedia, sepertinya intervensi hanyalah campur tangan suatu negara ke dalam urusan internal negara lain.

Tetapi mengapa banyak hal yang tidak melibatkan negara lain malah tetap dianggap sebagai intervensi, seperti pegawai KPK yang tidak lulus TWK tersebut?

Padahal, urusan itu merupakan urusan pribadi dari Indonesia sendiri, tidak ada campur tangan dari negara lain yang menyebabkan pegawai KPK tersebut tidak lulus TWK.

Kita dapat melihat pengertian intervensi dari sumber lain. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), intervensi adalah campur tangan dalam perselisihan antara dua pihak.

4. KBBI

Dari pengertian yang diberikan oleh KBBI ini, memang istilah intervensi artinya sudah lebih luas. Dalam hal ini, intervensi bukan hanya menyangkut dua negara saja tetapi bisa juga antara dua orang, dua golongan, termasuk juga dua negara, dan dua pihak lainnya.

Jadi, dapat dikatakan bahwa intervensi merupakan suatu campur tangan dalam perselisihan antara dua pihak, yang bertujuan menengahi perselisihan yang ada atau juga bertujuan mengambil keuntungan dari perselisihan yang terjadi.

Banyak perkara hukum di negara kita yang diintervensi oleh pihak ketiga. Pihak ketiga ini biasanya mengintervensi perkara hukum tersebut dengan uang dan dengan jabatan atau posisi.

Pada perkara perdata, bisa saja terjadi intervensi oleh pihak ketiga. Misalkan, perkara perdata ini seperti sengketa objek tanah tertentu, maka pihak ketiga ini dapat berupa seorang pejabat berwenang yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk memenangkan perkara bagi pihak yang sudah menyuap pejabat tersebut dengan sejumlah uang.

Itulah merupakan pengertian intervensi, dan dalam banyak perkara hukum di Indonesia, intervensi ini cukup lumrah terjadi.

Istilah intervensi ini dapat memiliki arti konotasi negatif, tetapi bisa juga memiliki arti konotasi positif. Biasanya, intervensi akan berkonotasi negatif apabila tujuannya untuk memberikan tekanan atau untuk mengambil keuntungan.

Tujuan Intervensi

Seperti yang sudah disebutkan pada pengertian intervensi, maka tujuan intervensi tersebut bisa bermacam-macam, tergantung intervensi tersebut berkonotasi positif atau negatif.

1. Intervensi Psikologi

Intervensi psikologi yang dilakukan oleh seorang psikolog terhadap pasiennya bertujuan agar perilaku, pikiran, atau perasaan pasien tersebut dapat berubah menjadi lebih baik.

Selain itu, intervensi psikologi ini juga bertujuan meningkatkan keterampilan pribadi, meningkatkan kualitas hubungannya dengan orang lain dan dengan lingkungannya.

Kalau pada intervensi hukum, biasanya intervensi tersebut bertujuan memenangkan perkara untuk kepentingan dirinya sendiri atau untuk kepentingan kelompoknya.

Ada juga tujuan intervensi hukum yang positif, yaitu untuk menyelesaikan permasalahan atau perselisihan yang sedang terjadi.

2. Intervensi Kesehatan

Intervensi kesehatan biasanya bertujuan membantu kesembuhan pasien, agar kondisi pasien dapat kembali seperti sedia kala, atau bahkan lebih baik daripada sebelumnya.

Sementara, intervensi politik dari suatu negara lain biasanya bertujuan ke arah keberpihakan. Biasanya, negara lain yang mengintervensi tersebut sedang memihak ke salah satu pihak yang sedang bertikai.

Tentunya, intervensi ini bertujuan agar negara lain tersebut memperoleh keuntungan, dan juga agar perselisihan yang sedang terjadi dapat segera selesai.

Lebih jauh lagi, intevensi oleh negara lain ini juga bertujuan agar tidak terjadi perang yang berkelanjutan, sehingga ketertiban, perdamaian dunia, kemanusiaan, dan penegakan Hak Asasi Manusia dapat tercipta di seluruh dunia.

3. Intervensi Negara

Intervensi oleh negara lain tentunya memiliki tujuan yang berbeda dengan intervensi oleh negara sendiri. Maksudnya intervensi oleh negara sendiri itu adalah intervensi politik urusan dalam negeri.

Biasanya, tujuan intervensi politik urusan dalam negeri yaitu memperoleh keuntungan dari jual beli jabatan, dan mendapat keuntungan untuk kelompok atau keluarga dari seorang pejabat politik yang melakukan nepotisme.

Selain itu, intervensi politik urusan dalam negeri juga bertujuan memperoleh citra diri yang positif terhadap kebijakan yang sudah dibuatnya dari suatu kelompok masyarakat tertentu.

Selain intervensi politik, terdapat juga intervensi ekonomi. Intervensi ekonomi bertujuan mensejahterakan masyarakat.

Jenis Intervensi

Berikut ini beberapa jenis-jenis intervensi.

1. Intervensi psikologi

Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari dan meneliti perilaku, sikap, dan mental seseorang dengan lingkungan sosialnya.

Tujuan intervensi psikologi yang dilakukan oleh psikolog terhadap seseorang adalah untuk mengubah perilaku, pikiran, dan perasaan seseorang ke arah yang lebih baik.

2. Intervensi hukum

Intervensi hukum juga dapat disebut sebagai intervensi proses peradilan. Jenis Intervensi ini merupakan suatu aksi hukum oleh pihak yang berkepentingan karena inisiatifnya sendiri ataupun dipaksa.

Intervensi ini dapat berupa keterlibatan diri dalam suatu perkara, baik perkara perdata maupun perkara pidana.

Secara umum Intervensi hukum biasanya melibatkan pejabat yang berwenang dalam mengambil keputusan untuk menghukum seseorang atau melepaskan seseorang dari jeratan hukum.

Memang, proses hukum yang ada harus dihormati. Dapat dikatakan bahwa semua pihak harus patuh dan hormat pada mekanisme hukum yang ada.

Seharusnya, dalam ranah hukum seperti ini, desakan atau ancaman yang akan mengganggu psikologi hakim yang memutuskan perkara tersebut tidak boleh ada.

Tanpa intervensi tersebut, maka hakim dapat memutuskan perkara tersebut dengan adil sesuai hukum yang berlaku di negara tersebut.

Masih ingat dengan kasus Basuki Tjahaja Purnama ‘kan? Kasus yang menimpa beliau merupakan hasil dari adanya proses intervensi pada saat beliau sedang diperkarakan.

Selain Basuki Tjahaja Purnama, masih banyak kasus-kasus lain di negara kita yang terindikasi adanya proses intervensi.

Hal ini biasanya mengakibatkan pihak yang memenangkan perkara tersebut bukanlah pihak yang memang terbukti benar.

Pihak yang memberikan setoran yang jauh lebih banyaklah yang akan memenangkan perkara tersebut.

3. Intervensi kesehatan

Menurut Gordon pada tahun 1994, intervensi kesehatan merupakan suatu campur tangan dokter atau perawat atau tenaga kesehatan lain yang dilakukan untuk membantu kesembuhan pasien agar kondisi pasien dapat kembali seperti sedia kala.

Dalam kasus seperti ini, dokter adalah pihak yang paling berkuasa dalam membuat keputusan untuk kesehatan pasien.

4. Intervensi politik negara ke negara lain

Biasanya saat membahas intervensi, maka intervensi politik dari suatu negara ke negara lainlah yang paling banyak dibahas.

Intervensi politik adalah suatu campur tangan negara satu dalam urusan politik atau militer dari negara lain.

Intervensi politik ke negara lain umumnya bertujuan mengubah situasi dan kondisi, melakukan perubahan politik, dan mendapatkan sumber daya alam dari negara yang sedang diintervensi.

Selain itu, intervensi oleh negara lain ini juga bertujuan menyelesaikan sengketa internasional. Salah satu contoh intervensi politik oleh negara lain sudah disebutkan pada pengertian intervensi, yaitu intervensi AS ke Irak pada tahun 2003.

Dilansir dari SRD Law Notes, terdapat tiga jenis intervensi politik. Berikut ini jenis intervensi politik menurut SRD Law Notes.

  • Intervensi internal

Intervensi internal merupakan suatu campur tangan negara lain dalam perselisihan yang terjadi dalam suatu negara. Contoh dari intervensi internal adalah intervensi AS dan Rusia ke Suriah.

Latar belakang dari intervensi ini adalah terjadinya perang saudara di Suriah, dimana pihak oposisi menyerang pemerintahan yang sah di bawah Presiden Bashar Al-Assad.

Kemudian Rusia mengintervensi urusan tersebut, dan berpihak pada pemerintah. Sementara, AS juga ikut intervensi, namun negara tersebut berpihak pada oposisi.

Hal ini kemudian menyebabkan perang antara kedua negara raksasa tersebut, yang tentunya banyak memakan jiwa warga sipil.

Contoh lain dari intervensi internal ini adalah intervensi AS ke Afghanistan untuk memihak pada pemerintahan yang sah melawan Taliban.

Sebenarnya, AS mengintervensi urusan tersebut untuk mencari pihak yang bertanggung jawab terhadap kegiatan terorisme yang menghancurkan Menara Kembar World Trade Center (WTC) di New York City pada tahun 2001.

  • Intervensi eksternal

Pengertian Intervensi eksternal merupakan suatu campur tangan suatu negara pada konflik antara dua negara lainnya.

Jenis Intervensi eksternal bertujuan mendamaikan atau menyelesaikan konflik antara dua negara tersebut. Intervensi ini juga bertujuan mendukung salah satu negara agar bisa menang dari negara lainnya.

contoh dari intervensi eksternal ini yaitu intervensi AS dan negara Timur Tengah lainnya pada konflik perbatasan antara Israel dan Palestina.

  • Intervensi reprisal tau punitive

Reprisal tau punitive merupakan bentuk campur tangan suatu negara untuk membalaskan kerugian negara lain akibat konflik peperangan saudara atau dengan negara lainnya.

5. Intervensi politik negara urusan dalam negeri

Intervensi politik urusan dalam negeri ini umumnya merupakan intervensi politik negara ke dalam hal yang bukan urusannya. Biasanya, intervensi ini dilakukan oleh pejabat yang berwenang dengan melanggar mekanisme yang sudah ada.

Contoh intervensi politik dalam negeri ini terjadi pada saat masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai presiden.

Pada saat itu, saat menentukan aparatur sipil negara (ASN), terdapat 1,1 juta pegawai yang tidak melalui proses seleksi CPNS, namun pegawai-pegawai tersebut berhasil diangkat menjadi PNS.

Hal ini menyebabkan pada masa pemerintahan beliau, mutu kualitas ASN sangat menurun.

Selain itu, intervensi partai politik juga terjadi pada penerapan jabatan pejabat tinggi. Biasanya intervensi jabatan ini dilakukan cara menjual dan membeli jabatan dan melakukan nepotisme dalam pengangkatan pejabat.

Kejadian jual beli jabatan ini juga kerap terjadi di Kementrian Kesehatan dan Kementrian Pendidikan dan Budaya.

Namun, belakangan ini jual beli jabatan cukup jarang terjadi. Hal ini disebabkan karena saat ini menteri-menteri tersebut dipilih dari pihak professional, bukan dipilih dari partai politik.

6. Intervensi ekonomi

Intervensi ekonomi merupakan suatu kebijakan ekonomi yang dilakukan negara lembaga internasional dalam ekonomi pasar.

Tujuan dari intervensi ekonomi ini yaitu untuk mempengaruhi keadaan ekonomi, memperbaiki kegagalan pasar yang ada, menstabilkan harga barang, dan mensejahterakan masyarakat.

Negara yang diwakili oleh sebuah pemerintah yang sedang berkuasa bisa melakukan intervensi ekonomi dengan cara membuat peraturan, membuat kebijakan ekonomi, atau memberikan subsidi.

Contoh dari kebijakan ekonomi ini yaitu Indonesia memberikan subsidi yang cukup besar pada harga bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan.

Pemberian subsidi ini dilakukan agar harga BBM tidak melonjak terlalu tinggi. Jika harga BBM terlampau tinggi, maka harga bahan pokok lainnya juga ikut melonjak.

Hal ini menyebabkan daya beli masyarakat dapat berkurang, dan tentunya dapat menciptakan kemiskinan pada masyarakat.

Dalam kejadian seperti ini, sangat diperlukan intervensi ekonomi dari pemerintah, agar hal-hal seperti kemiskinan ini dapat segera dicegah.

Intervensi ekonomi juga bisa dilakukan oleh lembaga internasional. Contoh dari intervensi ekonomi dari lembaga internasional yaitu adanya embargo.

Embargo merupakan kebijakan pelarangan perdagangan dengan sebuah negara karena negara tersebut melakukan sebuah pelanggaran.

Salah satu contoh embargo ini yaitu beberapa negara meminta Dewan Keamanan PBB untuk melakukan embargo senjata ke Myanmar.

Dampak Intervensi

Berdasarkan jenis-jenis intervensi, maka diketahui bahwa terdapat intervensi berkonotasi positif, yang tentunya memberi dampak positif.

Terdapat juga intervensi berkonotasi negatif yang pada akhirnya akan memberi dampak negatif pada pihak yang sedang diintervensi.

1. Berdampak Positif

Intervensi positif merupakan intervensi yang berdampak baik bagi negara, orang, atau kelompok yang dicampuri urusannya.

Contoh dari intervensi positif ini yaitu intervensi PBB terhadap suatu negara untuk menjaga keamanan dan perdamaian di seluruh negara di dunia.

Selain itu, intervensi positif juga bisa dilakukan oleh negara. Misalkan seperti Indonesia yang mengirimkan tentaranya untuk menjaga keamanan dan perdamaian negara yang sedang bertikai.

Intervensi dokter oleh pasiennya agar bisa sembuh juga merupakan intervensi positif. Intervensi ekonomi yang dilakukan pemerintah dengan membuat kebijakan ekonomi pun juga merupakan intervensi positif.

Positifnya, harga kebutuhan pangan tetap stabil sehingga tidak memberatkan hidup masyarakatnya. Seorang psikolog juga bisa mengintervensi pasiennya secara positif.

Intervensi ini berdampak positif pada pasiennya, karena keadaan mental, sikap, dan perilaku pasiennya dapat menjadi lebih baik dan bisa kembali berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya.

2. Berdampak Negatif

Kebalikan dari intervensi positif adalah intervensi negatif. Intervensi negatif merupakan intervensi yang berdampak buruk bagi negara, orang, atau kelompok yang sedang diintervensi.

Contoh dari intervensi ini yaitu intervensi AS ke Irak. Dampak dari intervensi ini yaitu kacaunya kondisi di Irak, dengan adanya perang yang terus berkelanjutan sampai sekarang.

Selain itu, intervensi hukum pada suatu perkara juga merupakan intervensi negatif.

Pihak yang mengintervensi hakim atau jaksa berusaha untuk memberikan suap agar pihaknya menang, walaupun pihak tersebut memang terbukti melakukan kesalahan.

Jika kita melihat contoh intervensi AS ke Irak, maka kita dapat mengetahui bahwa intervensi suatu negara ke negara lain pasti akan berdampak negatif pada salah satu negara tersebut.

Akan jauh lebih baik jika intervensi seperti itu tidak dilakukan, terutama jika intervensi tersebut disertai dengan tujuan yang tidak benar.

Dampak dari intervensi ini sungguh sangat menyedihkan, karena negara yang diintervensi tersebut dapat mengalami krisis yang berkepanjangan.

Intervensi politik dalam negeri pun juga sebaiknya tidak boleh dilakukan, terutama intervensi kepada suatu hal yang bukan menjadi urusannya.

Dampak dari intervensi ini tentunya juga akan berefek pada seluruh warga negara tersebut, yaitu adanya ketidakadilan pada sistem hukum di negara tersebut.

Tinggalkan komentar